March 13, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Prolog - Part 1

Translator: Sai Kuze

Prolog


      Ruangan Ainz terletak di lantai 9 Makam Besar Nazarick. Runganan ini, yang telah di ubah dari sebelumnya merupakan kamar tidur menjadi ruang kerja, berada di dekat koridor. Pemiliknya sedang tidak ada, namun suara kertas-kertas berhamburan dapat terdengar dari dalam. Disebelah meja yang sering digunakan Ainz, meja dan kursi kecil yang sama menawannya. Yang ditempati oleh Albedo, Guardian Overseer Makam Besar Nazarick, tengah duduk sembari melakukan pengecekan berkas-berkas diatas meja.

Ainz sudah merencanakan memberikan ruang kerja khusus untuknya, ruangan yang sebanding dengan ruangan yang ia miliki, yaitu ruangan yang tadinya digunakan untuk menyambut member baru guild potensial. Awalnya, Albedo benar-benar menggunakannya untuk bekerja, tetapi lama kelamaan ia tidak dapat lagi membendung keinginannya untuk bekerja di satu ruangan yang sama dengan masternya. Meskipun permintaannya tidak pernah mendapatkan respon postif dari masternya, berkat rajukan terus-menerusnya, alhasil ia mendapatkan persetujuan dari masternya.

Menatap kursi kosong, Albedo menundukan kepala dan menatap kebawah.




Seorang maid yang ditugaskan untuk membereskan kamar Ainz (bukan yang ditugaskan untuk menemani Ainz) tengah berdiri dalam diam dibelakang Albedo. Karenanya, maid itu benar-benar tidak bisa melihat eskpresi yang jarang ditunjukkan oleh Albedo. Seseorang yang dicintainya dan juga satu-satunya masternya sedang tidak berada di Makam Besar Nazarick. Masternya sedang menyelesaikan pertemuan rutin di kota E-Rantel.

Jika dia mendapatkan izin dari masternya, dia akan memberikan hukuman pada para idiot yang merencanakan rapat  itu, mereka telah memangkas waktu yang ia miliki bersama masternya.

Tentu saja, permintaan itu tidak akan pernah disetujui. Sama seperti idenya untuk mengancam E-Rantel, yang akan dijadikan lautan api jika berani melawan, tetapi idenya itu berakhir sia-sia. Ketidakpuasan di dalam hatinya mulai menumbuh dan berubah menjadi rajukan-rajukan yang ditunjukkan pada masternya.


"Sungguh menjengkelkan..... serangga-serangga itu...."


Suara nafas yang tertahan penuh teror dapat terdengar, tetapi hal itu diabaikan Albedo. Dia masih belum bisa melupakan ketika mereka menghancurkan kesempatannya (menunggangi Ainz) dan masih merasakan ketakutan akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Disisi lain, Albedo telah memaafkan Mare untuk insiden itu karena suatu alasan tertentu. Mencoba mengatur emosinya, Albedo menghembuskan nafasnya. Dia kemudian memutar-mutar bahunya dua kali sebelum kembali lagi melihat sisa tumpukan dokumen.

Dengan Nazarick -tidak, Sorcerous Kingdom yang menyatakan perang, beban kerjanya kian meningkat.

Untuk diplomasi:

Di balik tirai interaksi ramah-tamah yang mereka miliki dengan beberapa kerajaan lain, tiupan yang menandakan dimulainya perang spionase telah terdengar.
(TLer: Perang dingin)

Meskipun mereka telah mengkonfirmasi kehadiran mata-mata dari Theocracy, Kingdom, dan Citry State Alliance E-Rantel, untuk sekarang Sorcorous Kingdom memilih hanya mengamati tindakan mereka. Sementara Demiurge yang tengah menyelesaikan urusannya, apa yang perlu Albedo lakukan adalah menghafal laporan yang ada dihadapannya.

Untuk urusan internal:

E-Rantel belum pernah mengalami banyak insiden mengenai perbedaan ras. Bukannya tidak pernah terjadi, tetapi, jika dibandingkan dengan kerajaan lain, jumlah insiden terkait hal itu dikerajaan ini sangatlah rendah.

Penduduknya tidak secara teknis berada dalam sebuah ancaman. Mereka hanya sudah saling mengerti betapa mengerikannya Sorcorous King dan apa yang bisa dilakukan pasukan undeadnya, oleh sebab itu, mereka tetap diam dan hidup dengan damai sebebasnya.

Jumlah tindak kejahatan semakin sedikit. Meskipun ada saja tindak kejahatan ringan, tetapi tidak ada yang berani melakukan tindak kejahatan berat. E-Rantel telah menjadi surga dimana perempuan dan anak-anak bisa berjalan dijalanan pada malam hari tanpa khawatir akan keselamatan mereka. Sampai-sampai merekda sudah kehabisan bahan eksperiman dari para penjahat yang tertangkap dan malah harus mendapatkannya dari Empire.

Kejahatan yang terjadi di kota yang damai seperti itu merupakan masalah yang sangat penting bagi Albedo. Menurut hukum Heinrich, insiden besar menunjukkan adanya 29 insiden kecil yang pada gilirannya dapat mengindikasikan lebih dari 300 anomali. Yang perlu dilakukan adalah menanggapi insiden itu dan semua keanehan yang terdeteksi, tidak peduli seberapa kecil kemungkinannya.

Binder ditangannya adalah laporan pengadilan E-Rantel selama satu bulan.

Karena betepa rincinya laporan itu, membacanya walaupun hanya sekali bisa memberikan banyak informasi. Meskipun Albedo dapat mengecek dokumen-dokumen itu lebih cepat dari orang biasa, memberikan kesan palsu kepada orang-orang yang melihatnya padahal ia hanya membolak-baliknya tanpa memikirkannya sama sekali.

Pada keadaannya, pena yang dipegang di tangannya yang lain bergerak dengan kecepatan konstan, mencatat informasi yang menurutnya menarik pada selembar kertas putih.


{Apakah keputusan hakim sudah benar? Mengapa terdakwa melakukan kejahatan seperti itu? Dugaan atas tata tertib umum dan moral saat ini di E-Rantel. Apakah pembuatan undang-undang baru sebagai tanggapan atas hal itu diperlukan?}


Pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh para bawahannya, Albedo kerjakan sendirian: menganalisis, mengevaluasi, menindaklanjuti. Untuk melakukan ini, seseorang haruslah memiliki pemahaman yang dalam mengenai urusan internal yang setara dengan keakraban seseorang dengan tangan kanan dan tissuenya sendiri serta tingkat kejernihan yang tidak manusiawi.
(TLer: Ini idhom yak, artinya coli mungkin )

Penanya berhenti bergerak begitu ia selesai membaca laporan dan kemudian melanjutkannya dengan menuliskan poin-poin penting dari yang dia baca. Bagaimanapun juga itu merupakan sesuatu yang hendak dibaca oleh masternya, tulisan tangan yang tidak terbaca suatu tindakan tak termaafkan. Setelah menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyalin rincian, proposal, dan dokumen penting lainnya, akhirnya pekerjaannya selesai.

Menilik kembali dokumen dari atas ke bawah, bibir Albedo membentuk senyuman kecil. Alasannya bukan karena kenyataan ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya, tetapi hanya berasal dari kepuasan yang ia rasakan karena Albedo membuktikan dirinya berguna bagi masternya. Dia meletakkan dokumen-dokumen itu kembali ke dalam binder dan mengangkatnya dengan lembut ke udara yang mana dokumen itu diterima oleh maid, lalu diletakannya di atas meja masternya.

Ini adalah binder kelima yang ia kerjakan hari ini. Ekspresi sedikit khawatirnya terlihat di wajahnya, situasinya saat ini tidak terlalu bagus untuk dikatakan.

Sorcorous Kingdom secara langsung atau tidak langsung memperluas wilayah mereka, memberikan mereka masalah tiada akhir. Dibandingkan dengan sebelumnya, jumlah dokumen yang harus diserahkan kepada masternya telah sangat meningkat. Seorang pemimpin yang dipaksa untuk menyaring tumpukan dokumen akan menyiratkan kelemahan dalam organisasi.

Seharusnya dari awal, pemimpin hanya perlu menentukan arah atau tujuan umum agar bawahannya bekerja. Yang harus beliau lakukan adalah duduk di singgasananya dan mengamati kerja keras ciptaannya.

Fakta bahwa kenyataan tidak sesuai harapan bukanlah kesalahan masternya. Yang bisa menyamai harapannya hanya sedikit dan sangat jauh, dengan kata lain, mereka kurang memiliki bakat. Sebagai seseorang yang ditunjuk untuk mengelola urusan internal dan sumber daya manusia Nazarick, Albedo tidak bisa tidak merasa malu pada dirinya sendiri. Meskipun dia telah mengambil tindakan pencegahan, masa depan mereka masih belum dapat dipastikan.


{Mengganggu masterku karena hal sepele seperti itu benar-benar konyol, tapi ... tata tertib ras, rencana untuk memberlakukan tata tertib nasional, kebijakan ekonomi, dan banyak lagi yang harus diputuskan oleh masterku... jika aku melakukan semua pekerjaan yang ditugaskan pada masing-masing Floor Guardian, itu bisa membuat mereka merasa tidak senang karena mereka tidak bisa menjumpai Momonga-sama kan?...}


Untuk saat ini, masternya telah memberinya kuasa penuh atas semua urusannya, tidak peduli seberapa penting atau tidak pentingnya itu. Ia juga diberitahu bahwa ia boleh menyetujuinya selama itu telah Albedo setujui sendiri, itu akan baik-baik saja di mata masternya. Namun, untuk menghindari komplikasi yang tidak perlu, yang terbaik adalah menyerahkan hak persetujuan akhir kepada masternya. Bagaimanapun juga, bahkan seorang Albedo dapat membuat kesalahan.

Ada suatu waktu ketika dia akan mengirim beberapa sampah idiot dan keluarganya ke Penjara Beku karena menghina masternya (setidaknya itu menurut pendapatnya) dan bertanya apakah hukumannya dikarenakan penghinaan atau keidiotan mereka. Yang mengejutkannya, masternya keberatan dengan hukuman itu.


{Aku tahu Momonga-sama itu murah hati, namun aku masih ...}


Hmm ... Albedo mengerucutkan bibirnya. Untuknya itu merupakan ekspresi yang jarang ia ungkapkan, dan hanya muncul sekilas ketika masternya tidak ada di sana.

Tak lama, senyumnya kembali saat ia mengambil binder berikutnya. Saat membaca, pikirannya menjadi sibuk dengan sesuatu yang lain. Di antara semua Floor Guardian, ada satu yang harus ia waspadai - Demiurge.

Ketika operasi melawan Holy Kingdom berakhir, Demiurge sibuk melakukan perjalanan jauh dan luas untuk membuat agen intelijen dengan Nazarick di pusatnya. Bagi Albedo, agen itu terbukti bermasalah. Hal itu mungkin baik-baik saja jika dipimpin oleh Albedo, dialah Guardian Overseernya, tetapi bukan tidak mungkin posisi yang baru dibuat akan diberikan kepada Demiurge. Itu akan menjadi situasi yang merepotkan.

Jika memungkinkan, ia akan senang mengambil otoritas itu untuk dirinya sendiri memperlakukan para agen sebagai seperti sebuah boneka.

Beberapa wajah muncul dalam pikirannya, tetapi kapasistas mereka semua masih kurang.


{Jika aku tidak bisa mendapatkan posisi itu, maka satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat dengan selisih yang jauh adalah Pandora Actor. Akan sangat sulit untuk menghadapi otoritas kontrol dari Demiurge ...}


Tidak mungkin baginya untuk mengetahui tujuan Albedo yang sebenarnya jika itu terjadi.

Jika itu masalahnya, itu akan menjadi penyebab kekhawatiran terbesar. Mungkin lebih baik tidak melakukan apa-apa untuk saat ini.

Kakak perempuannya mungkin menjadi pilihan yang bagus, tetapi dia bukanlah sekutu yang bisa dipercaya Albedo tanpa syarat. Jika dia mengetahui tujuan Albedo yang sebenarnya, sangat mungkin bagi mereka untuk menjadi musuh.

Adik perempuannya, individu terkuat di Nazarick, mungkin akan tetap di sisinya bahkan jika dia tahu tentang rencana Albedo. Namun, itu karena masternya telah memerintahkannya untuk mematuhi perintah Albedo.


SFX{

 Fuueeh~ Kimochi~

}


Berantakan sekali.

Mereka kekurangan staf.



Tidak, personil bukanlah satu-satunya kekurangan mereka. Ada juga masalah pendanaan yang Albedo bisa belanjakan dengan bebas. Dalam hal ini, rencana masternya untuk memperluas operasi di luar Nazarick telah bekerja untuknya.


{Guild Adventurer yang direorganisasi dapat dengan ... tindakan Mare ... perlunya waspada untuk Aura ... di bawah komando Cocytus ... intelijen dari Victim ... nilai jaringan transportasi Shalltear ... mengumpulkan dana rahasia dari Guild Merchant ... personil ... dan juga Demiurge dan gadis itu, ya ...}


Butuh beberapa saat bagi Albedo untuk mempertimbangkan berbagai hal dari berbagai sisi, suatu prestasi yang tidak bisa dilakukan oleh orang biasa, setelah itu alisnya sedikit berkerut.


{Itu tidak akan berhasil. Aku harus tetap berhati-hati terhadap Demiurge. Menjangkau gadis itu juga akan terlalu berbahaya. Jika aku tidak hati-hati, dia mungkin menjadi lawan yang harus aku waspadai, bahkan lebih daripada Demiurge ...}
(TLer: Anjay rener ampe mau diperhitungkan)


Dia menyelesaikan tugas lainnya sembari merenungkan segala macam strategi dan meraih binder lainnya.

Binder berisi informasi dalam jumlah terbatas. Entah masalah baru sedang disajikan, atau itu disiapkan oleh seseorang yang tidak terbiasa dengan dokumen, seperti Shalltear.

Albedo melirik sampul berjudul "Mengenai masalah yang dihadapi oleh tim yang mendukung manajemen gandum Holy Kingdom".

Rupanya dari awal. Albedo tidak bisa mengingat apa pun sehubungan dengan masalah seperti ini.

Apa sesuatu terjadi? Albedo berkedip beberapa kali saat dia membacanya, matanya terbuka lebar. Dia membacanya lagi dari awal dan setelah mengkonfirmasi isinya tidak mengandung metafora atau kepalsuan, mulutnya sedikit terbuka seolah-olah dalam keadaan pusing.


"Hah?"


Wajahnya yang biasanya berwibawa tampak sangat terkejut, seolah-olah dia tidak dapat memahami apa yang dia baca.

Albedo, salah satu pemikir teratas di Nazarick, memiliki ekspresi yang jarang terlihat oleh orang lain, sebuah bukti keparahan situasi. Meskipun begitu, pikiran jernih Albedo masih menekan dirinya, merenungkan penyebab dan kemungkinan masalah yang disajikan.


{Sangat mungkin gadis itu mengkhianati kita tapi ... apakah dia menerima tawaran yang lebih baik dari organisasi lain? Tetapi menurut penilaianku, tawaran itu seharusnya tidak mungkin untuk diterima ... Tidak, belum ada yang dikonfirmasi. Kurangnya kecerdasan lagi, ya.}


Siapa pun yang mempresentasikan laporan itu harus menjelaskannya secara terperinci. Pada saat yang sama, dia harus mendiskusikan masalah ini dengan Demiurge, rekannya yang mungkin sangat terkait dengan masalah tersebut.

Laporan kepada masternya sepertinya harus ditunda sampai masalah ini selesai.

Dia melihat-lihat dua laporan lain, mengkonfirmasi bahwa itu tidak penting, dan berkata kepada maid yang berdiri di belakangnya,


“Kita harus mengadakan pertemuan darurat. Aku akan pergi ke Lantai Ketujuh dahulu untuk membahas masalah dengan Demiurge. Jika ada yang datang mencariku, beri tahu mereka bahwa aku tidak ada untuk saat ini.”


Ia mengaktifkan Cincin Ainz Ooal Gown di jari manis kirinya begitu ia selesai mengatakan perintahnya.

Sebagai Guardian Overseer, ia harus mengingat di mana setiap Floor Guardian berada setiap saat.

Demiurge baru saja menyelesaikan pekerjaannya di Holy Kingdom. Untuk menyiapkan rencana melawan Alliance of the Council State, Slane Theocracy, dan City-State Alliance, dia seharusnya kembali ke markasnya di Lantai Ketujuh..


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!! 

34 comments:

  1. gak sabar ngeliat siapa aja tokoh yg mati di perang re-estize...

    ReplyDelete
  2. baca yg translate english dimana ya? nyari suka ga ketemu, ada yg tau?

    ReplyDelete
  3. nyari source aslinya ini dari mana yak?

    ReplyDelete
  4. source asli masih berbentuk katakana dan hiragana :v

    ReplyDelete
  5. Enakan baca versi englishnya, versi Indonesianya berantakan.

    Ainz’s room was situated on the ninth floor of the Great Tomb of Nazarick. The room, which had been converted from a bedroom to an office, was positioned closest to the corridor. Inside, its owner was nowhere to be found yet the faint sound of paper being shuffled could be heard. Next to the desk frequently used by Ainz sat a smaller yet equally exceptional table and chair. It is upon such a chair that Albedo, the Guardian Overseer of the Great Tomb of Nazarick, sits to process the documents laid on the desk.
    Ainz had already prepared a separate office specifically for her, one that was equal in status to his room, a room reserved for prospective guild members. At first, she had indeed been using that room as her own for clerical purposes, yet the day still came when she could no longer suppress her desire to work in the same room as her master. Although initially her requests were not met with any positive responses at first, her sincere pleas on the practical advantages of her proposal, in combination with a relentless barrage of complaints, had managed to receive an approval from her master.
    Staring at the vacant seat, Albedo lowered her head and pouted slightly. The maid assigned to Ainz’s room for the day (not the one assigned to accompany him) was standing silently behind her. Due to that, Albedo’s rare expression went completely unseen. Her one and only master was currently out tending to his duties and so was absent from the Great Tomb of Nazarick. He was taking care of routine business in the city of E-Rantel.
    If she had her master’s permission, she would have severely punished the idiots who, by setting up a meeting, had dared to encroach on the time she should be spending with him.
    Of course, she knew that such a request would never be approved. As such, she forcefully suppressed her pipedream to turn E-Rantel into a sea of flames, but her efforts were in vain. The dissatisfaction in her heart grew and managed to boil over to manifest as complaints.

    ReplyDelete
  6. Apapun komen Mereka Saya tetap mendukung versi indo, semangat min, dan semoga di jauhkan dari corona.

    ReplyDelete
  7. Sebelum ane baca nih novel ane ucapin terima kasih yang sebesar besarnya nih soalnya udah nunggu nih novel Ampe jenggotan baru rilis wakakakaka

    ReplyDelete
  8. MANTAP MIN DIGARAP SAMPE ABIS !!!!! JANGAN DI DELETE LAH ITUNG2 BALAS DENDAM ROMUSHA !!!!! KWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKKWKWKWKWKKWKWKWKWKKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantab bro, wkwkwkwkwk, balas dendam ama jepang secara perlahan, awokawokawok

      Delete
  9. makasih yg udh mw translate, udh keppo bgt sma critany tp g bsa bhs jpnnya

    ReplyDelete
  10. Udah mantap kok translatenya. thanks min (y)

    ReplyDelete
  11. kalo bisa webnya ada night mode gan, biar makin enak bacanya, thanks ...

    ReplyDelete
  12. Terjemahannya berantakan min. Kata2 yng lu pake agak kaku jadi gak mudeng Sama ada beberapa kata yang mungkin niat mimin bercanda tapi kesannya malah jadi garing (RT RW.. apaan coba ini bikin bingung min) lebih baik nunggu versi pdf jadi ajalah. Mimin musti banyak belajar lagi gak seperti web sebelah macem overlordfree sama cybershnote, tapi nice lah udh mau translate semanhat min

    ReplyDelete
    Replies
    1. terserah mimin nya translatenya gimna.. penting kita sebagai pembaca menikmati aja. thanks min

      Delete
    2. Iya emang terserah miminnya, tapi namanya juga masukan, jadi gak masalah lah ngetik kaya diatas asal gak keterlaluan

      Delete
  13. bagi kalian yg baca ini, tolong kalo punya duit beli novel asli nya ya,, buat ngedukung.. gw juga sama, baca mah bajakan krn ga gitu lancar jeoang, tapi juga beli asli nya..

    ReplyDelete
  14. Great Tomb of Nazarick kenapa diterjemahkannya jd makam BESAR nazarick sih, bukan makam RAYA nazarick atau Makam Nazarick RAYA sih?

    Kaya Great Britain yg kalo di terjemahkan jd Britania Raya..

    ReplyDelete
  15. Min tolong di garao dong project overlord gaiden
    Ini linknya

    http://overlordvolume10.blogspot.com/2019/08/overlord-gaiden-epilogue.html?m=1

    ReplyDelete
  16. “Kita harus mengadakan pertemuan darurat. Aku akan pergi ke Lantai Ketujuh pertama untuk membahas masalah dengan Demiurge. Jika ada yang datang mencariku, beri tahu mereka bahwa aku tidak ada untuk saat ini.”

    Harusnya bukan "lantai ketujuh pertama" tapi "lantai ketujuh dulu"

    Dan "great tomb of nazarick" lebih enak kalo gak diterjemahin ke indo. Terima kasih udah translate.

    ReplyDelete
  17. Mantap!!!!
    Udah lama banget ditunggu-tunggu ...
    Terima kasih atas terjemahannya dan tetap semangat min.

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon