February 12, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali



Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali


Sisa-sisa kekuatan sihir yang dahsyat menghampiri lokasi kami seperti embusan angin yang tiba-tiba. Ada apa ini?!

Tidak, tidak mungkin. Ini mungkinah…


"Kekuatan ... sihirku?" (Makoto)

Benar. Apa yang aku rasakan di kulitku adalah kekuatan sihir yang mulai aku rasakan ketika aku tiba di dunia ini.


“Aku benar-benar minta maaf Waka. Aku telah membuat kesalahan besar.” (Tomoe)


Aku, yang menyandarkan tubuhku ke jendela dan tidak memperhatikan, mendengar suara Tomoe di telingaku.

Dia terdengar seperti sedang dalam kondisi kesakitan.

Ketika aku berbalik, yang kulihat di mataku adalah Tomoe yang berdiri dengan satu lutut dan darah mengalir di satu sisi bibirnya, juga Mio dan Lich yang menatap Tomoe dengan wajah gelisah.

Serangan musuh? Tetapi dalam situasi ini hanya Tomoe yang terluka?

Saat ini, satu-satunya yang ada di Asora, selain kami, adalah sejumlah petualang dan trio idiot, dan juga ogre hutan. Aku tidak berpikir ada seseorang di antara mereka yang bisa melukai Tomoe.


"Tomoe! Apa yang terjadi?!” (Makoto)

"Uhuk, ketiga orang itu..." (Tomoe)


Setelah mengatakan itu, Tomoe pingsan. Darahnya belum berhenti.

Kugh, situasi di sekitar kami. Apa yang sedang terjadi?!

Aku menyebarkan [ Sakai ]. Bahkan jika aku tidak bisa menyebarkannya ke seluruh kota, aku akan melakukannya dengan cara yang aku masih bisa mempertahankan akurasinya, tapi kemudian ... aku mendapatkan sebuah kejutan.

Daerah sekitar dipenuhi dengan sisa-sisa apa yang sepertinya menjadi kekuatan sihirku dan aku tidak bisa memahami situasi dengan tepat.

Aku menghentikan [ Sakai ], lalu mengandalkan [ Search ] dan mulai dengan sungguh-sungguh menyimpulkan situasi dari menganalisa lokasi kejadian dan para penduduk, aku memakai [ Search ] hanya untuk memahami hal-hal fisik dan menyebarkan [ Sakai ] sekali lagi.

Kelainan ... ketemu!

Di suatu tempat di sekitar pinggiran gang kecil tempatku biasa memasuki Asora.

Lingkungan sekitar daerah itu sangat hancur dan terlihat seperti kawah!

Apakah ini penyebab cahaya beberapa saat yang lalu?

Aku melihat beberapa sosok dekat dengan daerah itu yang sepertinya tidak dapat bergerak. Aku harus pergi ke sana!


“Mio! Aku akan menyerahkan Tomoe padamu. Lich ikut denganku!" (Makoto)


Tanpa menunggu jawaban mereka, aku berlari keluar ruangan.

Senjata yang aku minta untuk dibuatkan oleh para dwarf belum selesai. Di ruangan, aku hanya mengambil belati untuk upacara yang aku dapatkan dari para orc.

Sialan, andai saja aku bisa terbang di langit pada saat-saat seperti ini! Kenapa aku tidak bisa menggunakan elemen angin sama sekali?!

Jika aku tidak salah, 'Tiga orang itu' adalah apa yang dikatakan Tomoe. Tiga, jangan bilang kalau itu benar-benar trio idiot itu? Tetapi ada seseorang yang menemani mereka, harusnya apapun yang mereka lakukan pasti diketahui.


(Makoto-sama.)


Ini suara Lich. Transmisi pikiran ya. Melihat kesisiku, aku tidak melihatnya bersamaku. Aku, yang menggunakan rute terpendek dengan tergesa-gesa, menjawabnya tanpa memperlambat kecepatanku.


(Ada apa?) (Makoto)

(Maaf. Karena saya belum terbiasa dengan tubuh ini, Saya tidak bisa berjalan dengan baik.) (Lich)


Apakah kau seorang kakek tua? Ah, yah, dia tadinya kerangka. Lalu bukankah dia seharusnya bisa terbang atau apalah yang lain? Apakah satu-satunya pilihan hanya berlari?


(Kau tidak bisa kesini dengan terbang?) (Makoto)

(Tentu saja. Namun tempat yang sedang dituju Makoto-sama sepertinya terdapat orang-orang yang terluka, jadi jika mungkin aku ingin menggunakan sihir penyembuhan.) (Lich)


(Penyembuhan ?! Lich, kau dapat menggunakan sihir penyembuhan?!) (Makoto)


Apakah kau bercanda? Gimana caranya undead bisa menggunakan sihir penyembuhan?!

Seperti yang diharapkan dari Dewi. Dia benar-benar memberikan aturan gila kepada dunia ini. Tidak bagus, hanya memikirkan tentang keterlibatannya, aku akhirnya menerima apa pun dengan desahan sederhana.

Aku seharusnya menanyai Lich tentang undead setelah semua ini selesai. Mengesampingkan saat ini karena dia memiliki tubuh daging, Aku tidak bisa mengesampingkan keraguan seorang mantan kerangka memiliki sihir penyembuhan.


(... Ya, saya bisa menggunakannya. Sebenarnya, ini adalah spesialisasi saya.) (Lich)


Katanya spesialisasinya?

Pengetahuanku mengenai undead sedang hancur total. Dan dia bahkan mengatakannya seolah itu adalah hal yang jelas.


(... Jika kau dapat melakukannya dari tempatmu berada sekarang, bisakah kau menyembuhkannya dari sana?) (Makoto)

(Saya telah menerima perintah anda dengan jelas.) (Lich)


Jujur, aku belum mengerti dan menerimanya, tapi masalah terpentingnya ada di tempat lain. Itu benar, tidak perlu baginya untuk bergegas dan mencapai di mana aku berada, karena dia masih memiliki sesuatu yang bisa dia lakukan.

Setelah memintanya untuk menggunakan sihir penyembuhan, aku memotong transmisi pikiran.

Bahkan jika kemampuan fisikku sudah meningkat, aku sedang berada disekitar bangunan.

Kecepatanku tidak bisa meningkat jauh dibandingkan dengan ketika aku berada di lapangan terbuka.

Sambil merasa frustrasi karena keterlambatanku, aku masih melanjutkannya tanpa menurunkan kecepatanku dan tiba di tempat kejadian.

Aku terlalu berkonsentrasi dalam berlari sehingga hal-hal yang kudengar dari telingaku lewat begitu saja.

Erangan kesakitan, isakan, tangisan.

Serpihan paving batu yang dihantam dengan dahsyat berceceran dimana-mana. Benda-benda yang hancur dan diterbangkan tidak sedikit jumlahnya.

Di tempat di mana orc dan dwarf terkulai, kota ini diwarnai oleh warna kehancuran untuk pertama kalinya.

Ah…

Sebenarnya... apa yang terjadi?

Sesuatu meledak. Seperti itulah rasanya bagiku. Mungkin agak berlebihan untuk menyebutnya sebagai kawah, tetapi serpihan paving batu di lokasi itu ada di mana-mana dan kebrutalan kekuatan tadi menghancurkan pohon-pohon di sekitar. Semua ini membuatku menyadari tentang sejenis senjata.

Tapi yang paling menarik perhantianku adalah ... kekuatan sihirku.

Tempat ini yang terpadat. Berarti tempat ini merupakan pusat dari ledakan.

Kekuatan sihir lain yang bisa aku rasakan dari sini adalah sihir Lich.

Cahaya penyembuhan perlahan menyelimuti orang-orang yang terluka. Cahaya berwarna kuning dan hangat.

Aku juga menyebarkan [ Sakai ] dengan properti penyembuhan kepada semua orang yang terluka yang bisa aku lihat.

Bagaimanapun, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan jika aku tidak menemukan siapa pun yang dapat berbicara.

Aku harus melakukan sesuatu mengenai situasi ini, bahkan di saat tidak seorang pun dapat berdiri dan membantu yang lain.

Dan kemudian, sambil melihat ke sekelilingku dan mencoba meskipun sedikit memahami situasi saat ini, aku melihat sesuatu dengan mataku.

Sekilas itu terlihat seperti kepompong.

Sesuatu itu pastinya dekat dengan tempat terjadinya ledakan.

!!!

Jangan bilang ...!

Aku berlari ke tempat itu. Ternyata itu, bukan kepompong!


"Tidak...mungkin" (Makoto)


Setengah bagian atasnya terbakar, kehilangan kedua lengan, dan tubuhnya dipenuhi dengan retakan dan sobekan. Kaki terkoyak, dan itu tampak seperti kepompong yang terputus dari utasnya.

Tapi ini ... tidak, dia ...!


"... Arke." (Makoto)


Dia, yang seharusnya memiliki cukup besar kekuatan, bagaimana mungkin dia menjadi seperti ini?

Tidak, bukan itu. Bukan itu maksudku!

Apakah dia bernafas, apakah dia masih bernafas?!

Tanpa merasa jijik, aku segera berlari ke sisinya. Aku berkonsentrasi pada mulut dan dadanya dan memeriksa apakah dia bernafas.

Tubuhnya sudah dingin, tidak mungkin merasakan kehangatan di dalamnya. Dan juga, aku bisa merasakan kekakuan khas yang aku rasakan di masa kecilku ketika sebuah mobil menabrak seekor kucing liar.

Tidak mungkin, apakah dia sudah ... mati?

Kepalaku benar-benar kosong. Meskipun aku tidak merasakan apa-apa ketika seseorang yang tak ku kenal mati. Lalu Liz, juga waktu itu ketika bersama ras iblis dan banyak demon beast lainnya.

Pikiranku benar-benar kosong, tidak tahu harus berbuat apa, aku bisa menyadari tubuhku sudah dikuasai gemetaran.


(Makoto-sama! Di tempat di mana anda berada sekarang, orang itu adalah yang paling terluka! Yang lainnya sudah melewati masa kritis, maka dari itu saya akan berkonsentrasi pada seseorang disana. Saya memohon bantuan Makoto-sama!)


Tepat sebelum aku tidak bisa memikirkan hal lain ...

Aku mendengar suara Lich. Itu adalah suara yang mengembalikanku ke akal sehatku!

? !!!

Dia tidak mati ?!

Sesuatu yang bisa aku bantu ...

Itu adalah [ Sakai ]. Tidak ada yang lain selain [ Sakai ].

... Kalau saja aku bisa menggunakan sihir penyembuhan, ini akan menjadi cerita yang berbeda!

Mengapa aku sama sekali “tidak bisa menggunakan” sihir penyembuhan?!

Meskipun aku dapat memahami aria dan komposisinya, aku tidak dapat mewujudkan kekuatan itu karena beberapa alasan. Tidak bisa menggunakan atribut yang paling aku inginkan, sungguh tidak masuk akal kan?!

Sial! Bisakah aku melakukannya tanpa sihir?

... Prioritasku adalah menyembuhkannya, tidak masalah jika itu tidak cukup, aku harus melakukannya!

Aku membuat [ Sakai ] cukup kecil yang menyebar hanya di daerah sekitarku dan Arke. Properti kuberikan adalah healing.

Lich melepaskan cahaya yang lebih terang dan menyelimuti tubuh Arke.

Tetapi tidak ada reaksi.

Apakah ini tidak cukup? Apakah yang kulakukan tidak berarti?!


(Lich! Tidak bisakah kau meningkatkan output yang lebih banyak? Dari apa yang kulihat, aku tidak merasakan dia akan sembuh!) (Makoto)

(Untuk saat ini! Saya menggunakan mantra sambil menuju ke sana, tetapi jika saya tidak melihatnya secara langsung, maka penyembuhannya tidak seefektif dibandingkan jika saya disana. Saya juga sedang menyembuhkan yang lain, tetapi apakah boleh untuk mengabaikan mereka dan berkonsentrasi padanya?" (Lich)

(Jangan. Terus lakukan itu. Ketika menurutmu mereka sudah baik-baik saja, aku ingin kau berkonsentrasi pada Arke.) (Makoto)

(Saya menuju ke sana secepat mungkin, maka Makoto-sama juga tolong lanjutkan penyembuhannya.) (Lich)


Penyembuhan ya. Apa yang aku gunakan bukanlah sihir. Aku tidak bisa menggunakan atribut penyembuhan, Lich. aku tidak tahu sejauh mana efeknya, tapi aku mungkin bisa meningkatkan efeknya jika aku menambahnya dengan sihir, namun ...

……

Pasangan?

Benar. Sakai. Strengthening dan healing, strengthening dan search. aku bisa memberi dua efek pada [ Sakai ]. Apakah harus ada dua efek yang "berbeda" untuk bisa berfungsi?

Mungkinkah…?

Aku berkonsentrasi pada [ Sakai ] yang menyelimuti Arke dan diriku.

Aku mencampurkan healing dengan healing yang lain. Apakah efeknya akan sesuai keinginanku atau ...

[ Sakai ] berbeda dari sihir. Aku tidak dapat mengetahui tanda-tanda jika efeknya menjadi lebih kuat. Mungkin ada saja perbedaannya jika aku langsung melihat kearah target, tetapi tidak ada orang lain di dekat sini yang otomatis aku hanya melihat kearahnya saja, jadi aku tidak tahu apakah itu sukses atau gagal.

Meski begitu, aku melakukannya seperti saat aku menyatukan strengthening dan healing, perbedaannya bisa terlihat, lalu aku berkonsentrasi kembali pada healing dan healing yang lain.


"Retakannya ... menutup!!" (Makoto)


Efeknya meningkat! Aku mungkin tidak salah tentang itu!

Banyak retakan yang muncul di kulit kerasnya dan terlihat seperti luka serius, menutup perlahan seperti lapisan tipis dan kemudian, menghilang!

Mantab! Mantab banget!

Tubuh bagian bawah dan kaki yang terpotong secara paksa menempel sendiri.

Lengan kanan yang putus dari bahu, dan lengan kiri yang putus sampai siku juga. Keduanya sedang teregenerasi dari atas bahu ke siku. Itu telihat seperti gumpalan darah, tetapi diriku, yang diliputi oleh kebahagiaan, tidak keberatan dengan hal seperti itu.

Dia bisa disembuhkan!

Sekarang yang tersisa hanyalah menunggu kesadarannya kembali. Jika kesadarannya telah kembali, dia kemungkinan sudah sembuh total.

Kulitnya yang tadi berwarna seperti tanah bahkan lebih gelap dan kulitnya yang telah kaku, kelenturannya telah kembali normal dan juga kehangatannya telah kembali. Lengannya yang sembuh bergerak seolah mengalami kejang.


"Apakah kau baik-baik saja?! Apakah kau mengenaliku?!" (Makoto)


Kelopak matanya bergetar, lalu terbuka. Kesadarannya sudah kembali?! Ternyata apa yang kulakukan berjalan dengan baik...


"U... a."

“Tidak perlu memaksakan dirimu untuk berbicara! Tidak apa-apa hanya mengangguk dan menggelengkan kepala!” (Makoto)


Sepertinya si Arke mengerti apa yang aku katakan. Dia sepertinya berpikir aku meragukannya dan dia benar-benar menggelengkan kepalanya secara vertikal.

Pada saat itu, aku merasakan kelegaan dan kekuatan meninggalkan tubuhku.

Aku sangat senang. Serius.

Aku mengkonfirmasi daerah sekitarku lagi.

Kekuatan sihirku yang tebal masih tersisa dan itu menghalangi kemampuanku untuk mengumpulkan informasi dan memahami situasi ini.

Tetapi aku tidak menggunakan [ Sakai ] lagi, aku hanya menggunakan mata telanjangku untuk memahami bencana ini secara perlahan.

Setelah ini, aku bisa menanyai orang-orang yang sudah pulih tentang apa yang terjadi.

Gerbang kabut, pintu masuk yang aku gunakan tiap kali aku kembali ke sini. Mungkinkah itu ada hubungannya dengan bencana ini?

Aku pikir itu bukan kebetulan.

Itulah yang aku rasakan. Karena terganggu, aku tidak dapat memperkirakan lokasinya yang tepat, kemudian aku melihat ke sekitar daerah tempat aku berteleportasi.

Sepertinya tidak ada yang spesial.

Tempat itu tidak terlihat dekat dengan tempat kejadian ledakan barusan. Apakah aku terlalu banyak berpikir?

Apa?

Ada sesuatu di sana.

Melihat Arke sudah terlihat pulih, aku semakin dekat dengan "sesuatu" itu dan mengambilnya dengan tanganku.

Sepotong aksesoris?

Itu juga bisa dilihat sebagai rantai, tapi ... ini bukan sesuatu dari sini.

Haruskah aku menyebarkan search? Tapi kekuatan sihirku menghambatku maka...

Tidak, sama seperti waktu menggunakan healing, bukankah tidak apa-apa untuk menyatukan search dan search secara bersamaan?

Kekuatan sihirku menggangguku mengetahui apa yang terjadi di sini maka...

Aku menembus kekuatan sihirku dengan pencarian kedua, aku mencoba menggunakannya seolah-olah merobek sebuah membran sesuatu.

Aku rasa apa yang kulakukan berhasil. Benda seperti asap yang menghalangiku menghilang.

Orang-orang yang berada disini antara lain ... para Arke, orc, lizard .... dan juga ada Tomoe mini ya.

Satu hal lagi, dekat dengan Arke terdapat juga sisa-sisa kekuatan sihir dua orang orc.

Lalu, di mana keduanya?

Bahkan ketika aku mencoba untuk mengkonfirmasi dengan mataku, aku tidak dapat menemukan keduanya di daerah di mana aku sedikit merasakan kekuatan sihir mereka.

Tiba-tiba aku mengingat kondisi Tomoe yang terluka.

Jika tubuh yang dia ciptakan menerima luka fatal, dia tidak akan menerima luka seperti itu.

Artinya, sesuatu terjadi di sekitar bagian tubuh Tomoe.

Dan juga, kekuatan sihir lain yang aku temukan, orc ...

Kejadian terburuk terlintas di benakku.

Fragmen ini, apakah ini...

Demi melepaskan mimpi buruk ini, aku melanjutkan tugasku sekarang.

Tiga. Jelas ada tiga kekuatan sihir yang berbeda di sini. Jika itu tiga, mungkinkah tiga yang telah disebutkan Tomoe? Tentu saja, menilai dari kekuatannya, aku bisa merasakannya bahwa mereka hyuman.

Tapi memangnya mereka seberbahaya apa? Bahkan di Tsige, mereka hanya segelintir orang yang sedikit lebih kuat dibandingkan populasi umum disana, kan?

Aku mengikuti tiga kekuatan sihir itu.

Dua dari mereka menghilang seolah-olah lenyap, dan yang lainnya telah memasuki distorsi aneh.

Yang retak dan menghilang menyerupai kekuatan sihir dari bagian tubuh Tomoe yang aku rasakan beberapa saat yang lalu.

Aku bisa merasakan bahwa naluriku diasah secara aneh. Jika saat ini, aku merasa aku mungkin dapat melakukan pembedaan yang dilakukan oleh Lich. Mungkin ini merupakan efek dari [ Sakai ] yang memiliki dua properti yang sama. Atau mungkinkah ... ada alasan lainnya?

Tidak-tidak. Pertama, aku harus melacak kekuatan sihir yang tersisa.

Aku merasa seperti telah melihat distorsi di suatu tempat sebelumnya. Itu terlihat seperti saat Tomoe menciptakan gerbang kabut.

Pada saat aku kembali, ada juga sesuatu seperti itu. Tidak diragukan lagi. Itu pasti sisa-sisa gerbang kabut. Dia mengatakan itu akan menghilang seiring berjalannya waktu, tetapi sepertinya ada beberapa yang belum menghilang.

Di sana, kekuatan sihir hyuman semakin terasa. Aneh. Ini tentu aneh.


"Makoto-sama, maaf atas keterlambatannya. Sepertinya anda entah bagaimana berhasil menyelamatkan seseorang yang terluka parah itu ya.” (Lich)

"Lich, aku menyerahkan tanggung jawab tempat ini padamu." (Makoto)

"Eh, Makoto-sama?" (Lich)


Aku hanya memberikan beberapa kata kepada Lich yang berlari ke tempatku berada, dan sekali lagi membuka gerbang kabut dari sisa-sisa distorsi.

Sambil merasakan kegelisahan yang tidak menyenangkan.


[ Chapter 59 Selesai ]





 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  





EmoticonEmoticon