February 05, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 58 - Perjanjian Ketiga

Chapter 58 - Perjanjian Ketiga


Lich.

Sebagai undead, dia merupakan eksistensi peringkat tertinggi. Kekuatannya sepenuhnya tergantung pada individu itu sendiri. Tetapi walaupun termasuk kelas tertinggi mereka masih jauh dari mencapai setingkat naga superior.

Apa yang ingin aku katakan adalah ...

Jika dia membuat perjanjian denganku, itu akan menjadi perjanjian yang 10 kali lebih rendah dari mereka berdua, "perjanjian kendali penuh" yang akan menghubungkan kami bersama.

Kasarnya bisa dibilang, dia akan diserap dan bahkan keberadaannya tidak akan disisakan. Aku tak mau itu, tetapi Lich ini juga cukup menyedihkan. Karena dia telah diejek-ejek oleh Tomoe dan Mio.

Gadis-gadis itu berkumpul dan mengatakan mereka tidak ingin "diriku" tercampuri oleh ketidakmurnian. Hingga disebut ketidakmurnian, aku bahkan tidak bisa mengukur gimana perasaannya.

Karena dia bahkan dengan kemampuannya sendiri tidak bisa membuat hubungan master dan budak denganku, aku berpikir bahwa dasar untuk menjalin hubungan master dan pelayan tidak mungkin terjadi dengan sendirinya.

Aku tidak tahu maksud dari Tomoe yang mengatakan tentang uji drum, tapi mungkin dia sudah mempunyai rencana yang bagus untuk memecahkan kebuntuan ini.


"Mngh, seperti yang diharapkan, sepertinya ini akan sulit ya ..." (Tomoe)

“Bahkan jika kita menyebutnya peringkat tertinggi, itu tidak mengubah fakta bahwa dirinya adalah undead. Kekuatan sihir yang terbukti sebagai sumber hidupnya juga sedikit sekali.” (Mio)


Bahkan Mio telah meremehkan kekuatan sihirnya, Lich pasti merasakan perasaan putusasa dari perkataan Mio. Dia menuruni kursinya dan bersujud. Keahlian terbesarnya adalah kemampuan pembuatan pil ramuannya. Yah tidak mengejutkan sih.

Bagaimana mengatakannya ya, aku merasa seperti sedang melihat diriku di masa lalu. Kejadian yang tak bisa aku lupakan ketika masa-masa sekolah dasar, saat aku mengikuti lomba lari di kompetisi maraton, itu membuatku tersentuh dan mengingat reaksi orang-orang di sekitar. Ya, itu benar-benar memukulku.
(TL Note: Disini Makoto mengalami kejadian memalukan, mungkin?)

Setelah Tomoe meyakinkan (mungkin dicuci otak?) Lich.

Kami sekarang berada di tengah-tengah percobaan apakah aku dan Lich dapat membuat perjanjian. Bahkan jika orang itu sendiri bersedia, itu tidak berarti masalahnya telah terpecahkan.

Tempatnya masih di kamarku. Waktu sudah cukup berlalu dan sekarang sudah larut malam. Kemungkinan besar ini sudah waktunya seseorang akan tidur nyenyak. Aku terlahir di era hiburan jadi aku tidak begitu rentan terhadap rasa kantuk, tetapi di dunia ini, terutama ras di gurun ini, keseharian mereka adalah tidur awal bangun lebih awal.

Di dalam formasi sihir untuk perjanjian teradapat Lich dan aku.

Pada saat kami mulai mencari-cari solusi, Lich sangat gembira tetapi ... penampilannya ketika dia dipandang rendah karena sangat lemah sehingga rasanya seperti dia bisa saja nangis lalu pulang kerumahnya. Tomoe dan Mio juga, mereka berusaha menunjukkan hierarki dengan jelas sehingga membuatku berpikir mereka hanya ingin membully si Lich.

Di luar formasi, Tomoe dan Mio berbicara tanpa menahan perkataan mereka sama sekali.


"Waka, bisakah Waka melemahkan kekuatan anda sendiri?" (Tomoe)


Hm Apakah dia mengacu pada [ Sakai ]?

Melemahkannya ya. Yah nggak berarti juga sih, tetapi aku bisa melakukannya.

Melemahkan musuh, artinya, waktu ketika aku menggunakannya dan memberikannya efek mirip seperti debuff.

Efek yang aku berikan pada [ Sakai ] selalu mempengaruhiku juga. Selain itu, debuffnya hanya aktif denganku sebagai pusat. Ketika aku dalam keadaan sadar, aku bisa mengaktifkannya dalam bentuk bola, tetapi ketika aku tidak memikirkan apa-apa dan mengaktifkannya, akhirnya berbentuk kubah. Jika aku mencoba membuatnya lebih kecil, hasilnya hanya tubuhkulah yang terbungkus.

Aku pikir jika aku menggunakan sesuatu seperti fire atau blizzard, aku mungkin berakhir bunuh diri. Aku belum mencobanya. Itu sebabnya, aku jelas tidak bisa mengatakannya dengan pasti.

Pada saat aku mencobanya dengan orc, aku tidak menggunakannya, tetapi saat ini aku dapat memberikan efek penguatan dan penyembuhan. Dan lagi, ini kutemukan secara kebetulan.

Jika aku tidak mencoba beberapa hal saat ini untuk memahami kekuatanku sendiri, aku mungkin akan menggali kuburanku sendiri. Lebih baik menambah jumlah hal yang bisa aku lakukan. Tetapi aku merasa jika aku memikirkan efek jangka panjangnya, berbagai hal yang dapat aku coba akan menyempit.
(TL Note: Bisa ketauan Dewi)


“Ya, aku bisa melakukannya. Itu nggak terlalu berguna juga sih jadi aku belum pernah mencobanya, tapi aku bisa melakukannya.” (Makoto)

"Kalau begitu, tolong lakukan itu. Aku akan membuat formasi perjanjian sekali lagi.” (Tomoe)


Tomoe, dengan bantuan Mio, menuangkan energi ke dalam formasi sihir sekali lagi.

Di ruang antara Lich dan diriku, pilar cahaya naik dan berubah warna. Cahaya yang terus berubah warna itu berubah sekali lagi.

Coklat muda. Warna yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Warna Tomoe dan Mio merah.

Merah adalah hubungan penguasaan, Tomoe mengatakan bahwa hubungan itu saja sudah sangat 'wah'. Lalu apakah itu berarti coklat muda tidak bagus?


"Warna tanah ya. Lebih rendah dari perbudakan. Jika dia menjadi boneka tanpa kesadaran diri, tidak ada gunanya memiliki kerangka ini.” (Tomoe)


Perbudakan. Jika aku ingat dengan benar, itu akan menghancurkan dirinya sendiri dan menjadikan orang itu hanya sebagai boneka yang mengikuti perintah. Tentu saja, kami tidak perlu sesuatu yang seperti itu.


“Tomoe-san, bukankah ini tidak mungkin? Jika kau ingin menjadikan mahluk itu sebagai pelayan Waka bagaimanapun caranya, bukankah akan lebih cepat untuk mencobanya dan melatihnya?" (Mio)


Apa yang kau maksud dengan mencoba? Pelatihan seperti apa yang kau rencanakan? Juga, jangan katakan "hal itu".


“Oi Mio, jangan ngomong begitu. Aku punya rencana kecil.” (Tomoe)


Sembari mengatakan itu, apa yang dia ambil dari saku dadanya adalah ... itu ?!


"Bukankah itu cincin Waka-sama?!" (Mio)

"Umu! Selain itu, ini adalah produk yang telah lolos pengujian. Oke, Mio ...” (Tomoe)


Wadaw! Itu cincin yang menyerap kekuatan sihirku sampai batasnya. Memangnya dia punya berapa lagi?

Aku tidak tahu apa yang dia maksud dengan "selain itu".

Sepertinya mereka berdua melakukan pembicaraan rahasia karena terlihat saling membisikan sesuatu.

Perkataan Tomoe membuat wajah Mio menjadi terkejut. Tapi mungkin itu karena dia setuju, atau karena dia mengerti, dia mengangguk dan suasana sekitar menjadi agak sunyi.

Mio juga memiliki banyak keterampilan dalam genggamannya kan. Bisa mengerti hanya dengan insting, jenius sekali dirinya.

Ketika cahaya berwarna tanah menetap dan pilar cahaya menghilang, Tomoe masuk.

Dan kemudian dia perlahan memberikan cincin itu pada Lich.


“Tanya-tanyanya nanti saja-ja. Oke, kenakan ke 13 cincin yang kuberikan padamu.” (Tomoe)


13 katanya, jumlah yang tidak menyenangkan.


“Memakai ini? Diriku hanya memiliki sepuluh jari?" (Lich)

"Aku tidak peduli di mana kau memakainya, selama kau memakai itu semua di tubuhmu maka semua itu tidak masalah. Sekarang, cepat dan lakukanlah. Tau nggak, ini lebih mudah daripada melompat ke dalam lapisan dunia?” (Tomoe)

"... Aku mengerti" (Lich)


Lich melakukan apa yang diperintahkan dan mulai memakainya. Sepertinya tidak ada perbedaan. Ketika dia memakainya satu, bahkan tidak ada tanda-tanda dia kesakitan.

Yah, itu adalah cincin yang sudah menyerap hingga batasnya. Itu sudah dalam keadaan berbahaya sehingga mereka mengatakan kepadaku untuk tidak menggunakannya lagi dan memberikan yang baru tetapi, apa yang akan terjadi jika kekuatan alat sihir melampaui apa yang dapat diserapnya?

Setidaknya Lich tidak mengering begitu dia memakai cincinnya, jadi untuk saat ini aku lega.

Ketika kami mengkonfirmasi bahwa Lich telah memakai semuanya, Tomoe sekali lagi berjalan ke luar.

Sekali lagi mereka berdua melanjutkan aria yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu dan perjanjian dimulai.

Tidak, bukan itu. Tomoe merupakan orang yang bertanggung jawab atas mantra perjanjian dan aku merasa Mio melakukan sesuatu pada Lich.

Pilar cahaya muncul sekali lagi.

Tapi warna itu ... merah. Tidak mungkin!


“Sukses-ja! Warnanya merah-ja zo! "(Tomoe)

“... Tomoe-san? Memalsukan kekuatan sihir merupakan sesuatu yang belum kita mengerti dan juga sulit-desu, jadi tolong berkonsentrasilah untuk menyelesaikan ini sebelum merayakannya.” (Mio)


Jika itu adalah sesuatu yang kau tidak mengerti, lalu bagaimana kau melakukannya?! Itu sesuatu yang aku pasti tidak bisa lakukan!


"Aku tahu itu. Waka, kita akan memulai perjanjiannya. Tidak apa-apa kan, Lich?" (Tomoe)


Memalsukan kata mereka, maksudnya kamuflase? Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan untuk menipu perjanjian itu tetapi ... itu bukan sesuatu yang kau lakukan dengan sembarangan!

Spesifikasi Tomoe dan Mio menakutkan. Apa jangan-jangan, mereka berdua juga memiliki jiwa mad scientist?

Sepertinya mereka melakukan doping yang cukup berlebihan dan berhasil ?!

Intuisi atau sebuah kehokian semata. Mengapa para pelayanku orangnya gini-gini amat? Aku merasa saat-saat di mana aku dapat mengejutkan mereka dengan pengetahuan modernku sudah tidak bisa bertahan lama lagi.


"... Apakah tidak apa-apa bagiku untuk diterima sebagai pelayan, Makoto-dono?" (Lich)


Sepertinya kerangka ini sejak awal tidak keberatan menjadi pelayanku.

Mungkin itu efek dari Tomoe yang membuatnya putus asa dan kemudian mengangkatnya sedikit. Setelah itu dia menjelaskan tentang diriku, dan sepertinya Tomoe tidak mempunyai niat untuk membiarkannya melarikan diri.

Meskipun ketegangannya cukup rendah. Aku agak mengerti perasaanmu.


“Jangan khawatir, aku sebenarnya saat ini sedang menginginkan pelayan pria. Kau ini kerangka yang bertalenta kan? Aku mengharapkan banyak darimu. Ahahaha.” (Makoto)


Aku yang sekarang seperti apa yang mereka sebut sebagai, menunggangi arus.

Cahaya merah mulai menyelimuti semua bagian dalam formasi.

Setelah percakapan singkat antara Lich dan diriku, kami tetap diam dan berdiri tegak.

Sekejap kemudian, aku bisa mengetahui ada hubungan yang jelas antara kami. Perjanjian telah selesai ya.

Menjadi yang ketiga, aku sudah terbiasa, atau lebih tepatnya aku sudah lebih kalem dengan hal seperti ini.

Cahaya yang menyilaukan perlahan menghilang.

Yang tersisa, tentu saja, aku dan Li ... ch?

Tomoe dan Mio seharusnya masih terlihat sama seperti sebelumnya, tapi...

Yang ada di depanku adalah ...

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 58 - Perjanjian Ketiga


Rambut berwarna merah gelap yang tergerai sampai punggungnya, dan dengan mata berwarna gelap yang sama dengan milikku, dia menatapku.

Ada hyuman yang sama sekali tidak inferior dan penampilannya seperti seorang pemuda berusia sekitar 20 tahunan.

Dia memiliki daging mahluk hidup. Dan juga, keduanya masih di sana!


"Hohoh ~ Aku telah penasaran bentuk apa yang akan kau ambil, jadi yang itu ya!" (Tomoe)

“Fu ~, lagipula jati dirinya adalah hyuman. Mungkinkah ini penampilan semasa hidupnya?" (Mio)


Aku mengerti kau tertarik pada penampilan apa yang akan dia ambil tetapi! Tahu tidak, kau perempuan? Penampilanmu seperti gadis-gadis yang sedang mekar lho ?!
(TL Note: Remaja)

Dia hanya mengenakan jubah di pundaknya, jangan menatapi pria setengah telanjang dengan serius!

Dia tidak mengenakan pakaian yang pantas lho ?! Hanya jubah di pundaknya. Bahkan bagian atas dadanya sangat terbuka. Setengah bagian bawahnya telanjang.

Tomoe sepertinya sedikit terpengaruh. Aku tidak tahu tentang Mio.

Ketika aku mencoba memeriksa keadaanku sendiri setelah mendengar kata-kata keduanya, Lich mengangkat tangannya dan dengan mata lebar dia terkejut dengan lengannya sendiri.

Dia menyentuh pipinya dengan kedua tangan, memeluk bahunya, dan sepertinya dia menyentuh tubuhnya sendiri untuk memastikan.


"Hangat. Aku bisa merasakan denyut kehidupan?!" (Lich)


Aku tidak tahu definisi undead sama sekali, tetapi sepertinya ia telah memperoleh tubuhnya kembali.


"Eh? Apa yang terjadi pada cincinnya? "(Makoto)

“Sekarang setelah anda menyebutkannya, dia sepertinya tidak memakainya. Apakah mereka bergabung dengannya ketika tubuhnya sedang dibuat ulang?" (Tomoe)

“Cincin itu awalnya adalah kumpulan kekuatan sihir Waka-sama. Selama dia berada di bawah kendali Waka, seharusnya tidak ada efek negatif padanya.” (Mio)


Kalian, apa tidak apa-apa hanya dengan itu?

Setelah Lich selesai merasakan sensasi tubuh barunya, dia memasang ekspresi yang sangat serius dan dengan gerakan yang bisa dilihat berlebihan, dia berlutut di depanku. Jubahnya sudah dipakai.

Eh, sepertinya suasana menjadi serius.


"Makoto-sama. Agar anda menerimaku sebagai pelayan kursi terendah anda, diriku, tidak, saya benar-benar berterimakasih. Juga, kekuatan tuan yang saya rasakan di tubuh ini membuat saya menggigil dalam kebahagiaan, dan kenyataan bahwa saya terlambat untuk memperkenalkan diri, saya akan meminta maaf dengan cara mengerjakan pekerjaan dari saat ini. Saya sangat menantikan pekerjaan dari anda.” (Lich)

"Ah, ya. Uhm, tak perlu seformal itu. Aku tidak keberatan jika kau menggunakan "Diriku" atau "Aku". Aku juga menantikannya.” (Makoto)

"Ya !!" (Lich)


Dia menunduk dengan tulus. Perjanjian tidak mengubah kepribadian kan? Benar kan?


"Bagaimana-ja, Lich? Kau tidak memiliki penyesalan kan? Bukan hanya itu saja yang bisa kau ketahui. Masa depanmu dengan Waka adalah saat di mana kau akan benar-benar menggigil dalam kebahagiaan-ja.” (Tomoe)


Setelah kata-katanya, Tomoe, yang sedang mencari pendapat yang sama dari Mio, terlihat bahagia atas kelahirannya pelayan baru. Lich adalah pecinta penelitian, jadi aku pikir mereka akan rukun.


“Ya, ada banyak hal yang harus kami ajarkan padamu. Terutama tentang aturan yang mengatur tentang Waka-sama.” (Mio)


Sepertinya karena dia adalah pelayan pria, dia tidak begitu dibenci oleh Mio. Yah, bahkan jika dia seorang wanita atau pria, aku yakin dia masih akan menjejalkan banyak hal tentang aturan dan mengatur hal-hal lainnya. Bahkan hal-hal yang tidak perlu.

Pelayan ketigaku adalah Lich. Karena dia adalah pembawa ke 13 cincin, aku pikir aku akan dapat bergantung padanya sebagai teman yang kuat yang bisa bertarung.

Aku akan menyembunyikan keberadaannya ketika di Tsige dan menyuruhnya menemaniku ketika kami menuju Kota Akademi.

Atau ada juga pilihan meninggalkannya di Asora. Itu belum terjadi, tetapi ada kemungkinan bahwa para petualang melakukan hal-hal bodoh. Akan lebih aman jika ada seseorang yang bisa menghadapi mereka jika terjadi sesuatu.


“Waka! Apakah tidak apa-apa bagiku untuk berbicara tentang apa yang aku ketahui kepada si keras kepala Mio ini dan seseorang yang dulunya kerangka?” (Tomoe)


Tentang aku yang datang dari dunia yang berbeda ya. Ya, sebagai pelayan, mereka adalah teman dalam hubungan penguasaan, jadi mari saling berbagi informasi. Aku dalam arti tertentu diberi izin dari Dewi untuk tetap tinggal di dunia ini, meskipun sayang sekali aku bukan seorang graunt.

... Tidak apa-apa kan? Itu tidak akan seperti 'Asora adalah dunia yang berbeda sehingga kau benar-benar seorang graunt!' kan? Karena aku bisa berkeliling tanpa beban. Yang aku maksudkan adalah itu, tidak perlu mencekoki Lich dengan rasa penasaran Tomoe tentang dunia ini, kemungkinan ini juga bisa muncul.

Tomoe awalnya bisa mengendalikan ruang. Dia pasti dapat membuat sejumlah kesimpulan yang lebih luas dan saat dia memverifikasinya pada saat yang sama, dia menyusunnya bersama dan memberitahu itu semua kepadaku. Penciptaan dunia pasti menjadi salah satu dari banyak kesimpulan yang dia buat.

Kemungkinan, itu benar, kemungkinan ... Untuk saat ini, izinkan aku mempersiapkan hatiku untuk saat-saat ketika kebenaran terungkap.

Jika ini tentang Asora dan kota ini tidak apa-apa. Saat ini pembicaraan yang akan dia lakukan adalah memberi tahu Mio dan Lich tentang diriku.

Ini bukan sesuatu yang Tomoe harus katakan kepada mereka. Itu sesuatu yang harus kukatakan pada mereka sendiri. Jika aku menganggap mereka sebagai keluarga dan berencana memperlakukan mereka seperti itu, maka permasalahannya lebih kompleks.


“Tidak, aku akan mengatakannya sendiri. Ayo menuju ke gudang data.” (Makoto)


Ya itu benar.

Apa yang harus aku lakukan tentang namanya Lich? Aku harus memikirkannya. Setidaknya aku harus memberinya nama secepatnya. Aku punya beberapa pilihan jadi sebaiknya dia memilihnya.


“!! Waka! "(Tomoe)

"Hm, ada apa Tomoe?" (Makoto)

"Telah terjadi sedikit masalah ... Ei!" (Tomoe)


Apa? Pada saat Tomoe tiba-tiba membuat ekspresi tidak sabar dan mencoba untuk memberi tahuku tentang masalahnya ...


"!!"


Cahaya yang terang bersinar dari luar jendela memasuki ke dalam ruangan.


[ Chapter 58 Selesai ]





 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  




2 comments:


EmoticonEmoticon