March 24, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 1 - Part 6

Translator: Sai Kuze

Chapter 1 - Langkah Yang Tak Terduga


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 1 - Part 6


     Ainz berjalan dengan bangga melewati jalan-jalan E-Rantel.

Momon berjalan di sebelahnya.

Tak perlu dikatakan, itu sebenarnya Pandora Actor.

Untuk terlihat seperti Momon, dia telah dilengkapi dengan satu set full-plate armor dan dua pedang besar yang tergantung di punggungnya.



Cara berjalannya yang agung dan tegas memberinya banyak pujian dan prestise. Kenyataannya, dirinya versi Momon lebih heroik ketimbang Ainz.

Sejujurnya, Ainz telah mempertimbangkan memintanya untuk mengadopsi gaya berjalan yang lebih buruk agar para penduduk dapat mengetahui perbedaan dari kedua versi dirinya.

Tentu saja, ini bukan sesuatu yang benar-benar akan dia katakan dengan lantang, maka dari itu dia seditaknya diam-diam mencoba meniru cara jalan Pandora. Untuk tujuannya ini, kadang-kadang Ainz curi pandang ke Pandora Actor di sebelahnya dan untungnya, Pandora Actor belum terlihat menyadarinya.

Seseorang yang dalam diam membuntuti untuk mengawasi mereka dari belakang adalah Nabe - Narberal Gamma. Meskipun kelihatannya mereka tidak memiliki pengawal, pada kenyataannya, beberapa Hanzo bersembunyi di sekitar mereka dan sedang bersiaga; akibatnya, Nabe, yang levelnya lebih rendah dari level mereka, agak berlebihan.

Namun, mengingat sejak awal Nabe sudah dijadikan sebagai teman Momon, Ainz mereasa tidak perlu memerintahkannya untuk berhenti.

Penting untuk diketahui, ketiganya sedang berjalan di jalanan kota ini tanpa tujuan apapun.

Lagipula itu hanyalah pawai semata.

Melalui pawai dengan Momon dan Nabe, Ainz mampu menunjukkan pandangan yang berbeda kepada banyak orang. Karena alasan inilah Ainz tidak membawa pelayan.

Tindakan ini memiliki banyak tujuan, yang paling penting adalah untuk memvalidasi fakta Ainz masih bekerja sama dengan Momon, maka tidak pantas untuk mengecualikan Narberal dari kegiatan ini. Lagipula, Momon selalu terlihat mengenakan full-plate armor dan wajahnya tidak diketahui banyak orang. Jadi, seandainya mereka tidak membawa Narberal, rumor akan mulai beredar bahwa, "Momon sudah terbunuh oleh Sorcerer King dan armor itu hanya terisi undead buatannya." Sebenarnya, rumor itu sudah mulai beredar, sangat penting bagi mereka untuk menghindari menciptakan kesalahpahaman lebih lanjut.

Seluruh pejalan kaki berhenti dipinggir jalan seolah-olah jalan itu merupakan tanah tak bertuan ketika mereka melihat siluet ketiganya.
(TLer: tanah sengketa/konflik, jadi nggak pada berani)

Ini tentu saja, alasannya karena kehadiran Sorcerer King. Jika Ainz berjalan menyusuri jalanan ini sebagai Momon, ini tidak akan terjadi. Meskipun sudah lama waktu berlalu semenjak berdirinya Sorcerous Kingdom hingga saat ini, warga masih takut pada Ainz.

Bukan hanya manusia yang bereaksi kepadanya dengan cara seperti itu, tetapi juga beberapa demihumans.

Ini karena E-Rantel, yang dulunya merupakan kota yang dihuni manusia saja, tidak lagi seperti dulu. Demihumans bisa terlihat diantara kerumunan.

Jika seseorang melihat-lihat di mana mereka berada, mereka akan melihat barisan besar demihumans (walaupun tidak terlalu banyak) di toko-toko. Mereka itu merupakan karyawan dan pelanggan, dan ada juga yang menjadi pemilik toko.

Bagian kota yang dulunya kumuh direnovasi menjadi zona perumahan bagi para demihumans di bawah perintah Ainz. Jika mereka tinggal dikota ini, ini bukanlah pemandangan yang tidak biasa untuk dilihat, namun saat ini Ainz dan lainnya tengah berjalan melalui salah satu jalanan utama E-Rantel, yang tak terlihat kumuh seperti dahulu kala.

Dari fakta itu sangatlah mudah untuk melihat banyak demihumans mengalir masuk dan keluar dari E-Rantel.

Meskipun ini bukan karena kebijakan khusus yang diterapkan Ainz, melainkan, Albedolah yang telah berusaha dalam kasus ini, dia masih merasa bangga karenanya. Ini menyiratkan bahwa rencananya untuk menyatukan seluruh ras mengalami kemajuan dengan kecepatan yang konstan.


{Jika ini kasusnya, aku sangat ingin memberlakukan kebijakan yang dapat mempercepat proses menyatukan mereka semua...}


Bahkan, dia sudah memiliki rencana seperti itu dalam pikirannya. Ainz telah mempertimbangkan mengadakan semacam acara di E-Rantel dengan motif tersembunyi untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan mereka dari sumber-sumber asing. Apa yang tidak dia pikirkan adalah betapa tidak bersahabat dan tidak partisipatifnya dunia ini secara umum, yang merupakan penyebab kebosanannya selama ini.

Meskipun arena gladiator seperti yang ada di Empire tidak akan terlalu buruk, Ainz menginginkan sesuatu yang belum pernah dilakukan, sesuatu yang benar-benar istimewa.

Jika dia akan mengadakan acara besar yang melibatkan partisipasi audiens atau apapun yang akan memungkinkan tim antar ras untuk bersinar, itu pasti akan meningkatkan persatuan antar ras. Jika seseorang memiliki sesuatu yang sama untuk dibicarakan, tentu akan lebih mudah bagi mereka untuk berteman.


{Bagaimana dengan olahraga berbasis bola seperti baseball atau sepak bola? Atau haruskah aku melakukan sesuatu untuk membumbui acara yang sudah ada ...}


Ketika dia merenungkan hal semacam itu, Ainz juga mengamati seorang penjaga toko orc yang tampaknya sedang dalam diskusi serius dengan pelanggan manusia mereka.

Orc itu mungkin bagian dari orc yang dia temui di Holy Kingdom, sekumpulan dari mereka yang telah dihancurkan oleh Evil Lord Wrath dan kemudian dipersatukan di bawah Ainz. Dia tidak bisa mengingat kapan lagi dirinya membawa Orc ke E-Rantel.

Ainz tidak tahu, siapa orc ini sebenarnya. Meskipun dia telah memasukkan sejumlah besar orc ke dalam dominasinya, alasan utamanya karena Ainz, sebagai seseorang dengan kepekaan manusia, tidak dapat membedakan orc sama sekali.
(TLer: gimana mau bedain, mukannya kan mirip semua)

Untuk alasan yang sama, dia juga tidak bisa membedakan anggota ras lain. Sebagai contoh, Zerns betina membedakan diri mereka dengan warna mereka. Berbicara tentang zerns, dia tidak bisa tidak penasaran, bagaimana mereka 'melihatnya'? Bagaimanapun, mereka semua terlihat hampir sama bagi Ainz.
(TLer: 'jenis kelamin')

Masalah ini berlaku untuk kebanyakan orang.

Sama sulitnya bagi seorang orc untuk membedakan antara dua manusia seperti halnya bagi seorang manusia untuk membedakan antara dua orc.

Untuk alasan ini, mereka telah terjebak untuk mengenali manusia melalui fitur-fitur seperti panjang rambut, warna pupil, dan lain-lain, tetapi beberapa insiden masih muncul dimana barang-barang yang dipesan untuk orang tertentu dijual kepada seseorang yang terlihat serupa, meskipun untuk seseorang seperti Ainz kedua orang tersebut terlihat benar-benar berbeda.

Sorcerous Kingdom tidak memiliki masalah dengan ketertiban umum. Tingkat kriminalitas untuk pelanggaran ringan rendah, tidak pernah terjadi tindak pidana berat. Namun ini, bukan karena penegakan hukum yang ketat, melainkan ketakukan orang-orang seperti itu kalau mayat mereka akan diubah menjadi undead untuk melayani kerajaan setelah kematian mereka.

Karena alasan inilah kesalahpahaman diselesaikan dengan cepat dan tanpa banyak keributan, penduduknya sangatlah legowo. Inilah sebabnya mengapa orc itu dengan tenang mendiskusikan bisnis dengan pelanggan manusianya.
(TLer: kalimat pertama ada idiom 'mountains weren’t being made out of molehills', mungkin yg mendekati ya legowo, 'tidak over-reactive', cmiiw)


“Guild Adventurer juga sudah mulai menerima demihumans sebagai petualang. Aku percaya jika semua demihumans akan dapat mencapai potensi mereka di masa depan."


Ainz berkata pelan tanpa banyak berpikir, mendorong Pandora Actor untuk menjawab,


"Ainz-sama, persis seperti yang anda kira. Para demihumans itu, setelah menyaksikan undead yang diciptakan Ainz-sama, pasti berpikir karier seorang prajurit biasa tidak lagi layak. Mereka yang memiliki bakat di bidang seni, manufaktur, dan penelitian akan lebih cenderung memanfaatkan bakat tersebut untuk potensi maksimal mereka.”


Sorcerous Kingdom masih mengikuti sistem, "rasmu cukup bagus dalam hal ini, jadi kau mungkin harus mencari pekerjaan di bidang ini." Namun, ketika pengetahuan warga tentang ras lain dan budaya masing-masing meningkat, mereka mungkin akan mulai menginginkan berbagai profesi lain. Meskipun perubahan ini masih dalam fase awal, keinginan untuk menentukan nasib diri sendiri pasti akan berkembang seiring waktu.

Dorongan utama untuk perubahan ini merupakan kenyataan bahwa semua pekerjaan kasar saat ini ditangani oleh undead.


“Albedo tampaknya mengelola sektor kerajaan itu dengan baik. Bagaimanapun, sangat penting bagi kita untuk menghentikan pengembangan kerajinan bermasalah itu.”


Ainz dan yang lainnya sudah berada di batas level mereka, maka dari itu diperlukan untuk merencanakan melawan mereka yang lebih lemah dari mereka dan yang memiliki potensi untuk menjadi lebih kuat.

Sebagai bagian dari rencana itu, mereka tidak bisa membiarkan penduduknya mendapatkan keunggulan dalam suatu keahlian dibandingkan mereka sendiri. Lemah harus tetaplah lemah.

Pada saat yang sama, mereka harus memastikan jika supremasi kerajaan mereka secara keseluruhan dipertahankan dengan baik terhadap kerajaan-kerajaan tetangganya. Albedo merupakan satu-satunya orang yang mungkin bisa mempertahankan keseimbangan rumit ini.


{Untuk tujuan itu, kami sangat membutuhkan mata-mata yang bisa mendapatkan informasi rahasia dari kerajaan tetangga... Untuk hal itu kami masihlah terlalu lemah.}


Untuk membuat pop monster yang Nazarick tidak akan secara otomatis merespawnnya diperlukan dua bahan. Satu adalah data monster dan yang satunya lagi adalah sejumlah koin emas dari Yggdrasil.

Meskipun perpustakaan Nazarick berisi data tentang berbagai jenis monster, disana tidak memiliki data dari setiap jenis monster di Yggdrasil. Beberapa data monster juga terbatas penggunaannya. Sebagai contoh, mereka sudah kehabisan persediaan data Hanzo dan perpustakaan tidak berisi data apa pun untuk pembuatan Eight-Edge Assassins.

Biaya penciptaan monster tingkat tinggi membutuhkan banyak koin emas.

Jika itu masalahnya, bukankah monster yang lebih lemah sudah cukup? Meskipun dia ingin mengatakannya seperti itu, sebenarnya menggunakan mereka berarti akan ada peluang lebih besar bagi mereka untuk tertangkap setiap kali mereka mencoba menyusup ke suatu tempat.

Di antara kerajaan-kerajaan di sekitarnya, tak masuk akal untuk berpikir bahwa mereka merupakan satu-satunya yang mampu mempekerjakan monster. Akan lebih baik bagi mereka untuk menggunakan monster tingkat tinggi yang lebih sulit untuk dideteksi orang lain sementara kerajaan mereka masih berukuran sedang. Atau mungkin-


"Mata-mata manusia?"


Ainz secara tidak sengaja mengungkapkan pikirannya dengan kencang. Nabe, setelah mendengarnya berbicara, berjalan lebih dekat di belakangnya untuk berkata,


"Ainz-sama. Omong-omong, bagaimana saat ini anda melatih mata-mata itu? Haruskah saya memastikan babi betina itu tahu siapa tuan mereka yang sebenarnya*?”


Ainz menurunkan suaranya dan menjawab,


"... Nabe. Kau merupakan teman dari pahlawan Momon sekarang, jangan lupakan posisimu.”


Lagipula, mereka berhasil karena Momon dan Nabe terikat ke kota ini karena khawatir akan keselamatan penghuninya, dan itulah sebabnya mereka bekerja dengan Ainz Ooal Gown.

Mungkin sudah cukup waktu berlalu sehingga tidak akan terlalu buruk jika sikap mereka sedikit berubah sehingga sebagai gantinya mereka tinggal di kota karena menghormati Sorcerer King. Bisa dikatakan akan lebih aman untuk membahas masalah ini sebelumnya dengan Albedo dan yang lainnya untuk merumuskan naskah yang lebih baik sebelum melakukan suatu tindakan. Sampai saat itu, yang terbaik adalah tidak memberikan saran kepada Ainz secara langsung. Lebih baik membahas masalah-masalah ini di dalam Nazarick dan menghindari topik-topik itu sepenuhnya saat berada di luar.


"-Saya minta maaf sebesar-besarnya."

"Kau telah dimaafkan," akan menjadi apa yang dia katakan, sampai dia memperhatikan sekeliling mereka.

Banyak orang melihatnya penuh perhatian dengan ekspresi ketakutan, semoga mereka tidak mendengar apa yang dikatakan Nabe. Pada akhirnya tidak mungkin baginya untuk membunuh mereka semua karena curiga terhadap apa yang mungkin mereka dengar, jika tidak akting yang dia bangun jika dirinya merupakan "undead unik yang mampu berbicara dan berbeda dari jenisnya” akan lebih sulit untuk dipertahankan.


  Meskipun demikian, mengabaikan pertanyaan Nabe dan membuatnya memasang ekspresi kecewa membuat Ainz merasa kasihan padanya.

Akan merepotkan jika dia pada akhirnya berhenti bertanya. Dengan mengingat hal itu, Ainz menggumamkan jawabannya dalam volume yang tidak bisa dimengerti oleh orang-orang di sekitar mereka,


"... Kita meminjamkan Hanzo. Tira saat ini bertugas melatih mereka, tetapi jika aku jujur, mereka tidak lebih baik dari seorang Eight-Edge Assassin... hmmm, anggap saja itu investasi untuk masa depan.”


Meskipun tidak mungkin mereka akan menerima pengembalian investasi yang sebanding dengan emas dan waktu yang telah mereka investasikan ke dalam program ini, bukan seolah-olah itu benar-benar mustahil. Hal yang sama berlaku untuk investasi mereka di Runecraft ™ dan teknologi sihir lainnya.

Mereka benar-benar tidak mengetahui apakah upaya itu akan membuahkan hasil, karena itu yang terbaik untuk saat ini membuat investasi mereka ke level terendah.

Ainz berhenti bicara.

Dan seperti itu, ketiganya terus melangkah menyusuri jalanan dalam diam.

Kadang-kadang mereka akan bertemu dengan tim patroli yang terdiri dari Death Knight, PDeath Wizard, Death Warrior, Death Priest, dan Death Assassins. Meskipun mereka berjalan di jalan yang sama, mereka mempertahankan formasi yang ketat dengan Death Assassins siaga mengawasi di depan. Ini bukan karena bahaya yang terlihat dengan jelas, melainkan lebih karena fakta bahwa mereka hanya mengikuti perintah asli mereka untuk berpatroli dalam formasi.

Sesuatu yang perlu dicatat adalah meskipun Death Assassins buruk dalam menyembunyikan diri mereka, mereka mengeluarkan damage yang tinggi berkat peluang serangan kritikal yang tinggi. Jika musuh membiarkan pertahanan mereka turun karena mereka percaya jika Death Assassin tidak menimbulkan ancaman bagi mereka, maka mereka akan dapat memberikan sejumlah damage yang mengkhawatirkan. Inilah mengapa Ainz tidak bisa membuat mereka menjadi mata-mata.


{Meskipun kita mengekspor undead, ekspor itu sebagian besar terdiri dari Skeleton yang lemah ...}


Tentu saja, mereka memungut harga yang sangat berbeda untuk undead yang lebih lemah dibandingkan dengan yang lebih kuat, karena itu produk yang paling populer masih yang dirancang untuk tenaga kerja murah.

Akibatnya, jumlah undead di sekitar tingkat Death Knight yang mereka ekspor sangat minim.

Akan sia-sia untuk tidak menggunakan batas hariannya [ Create Undead ], jadi Ainz menguras kemampuan penggunaannya dalam sehari; sebagai hasilnya, jumlah undead yang telah ia ciptakan telah menjadi gangguan baginya.


{Jika aku harus menurunkan biaya sewa mereka dan menaikkannya di masa depan, tidak ada yang akan menyewa dari kami lagi. Ditambah lagi, secara langsung aku tidak ingin memotong harga... Haruskah aku membuat sistem penghargaan? Empire menyewa cukup banyak Death Cavaliers dari kami, maka kami mungkin harus secara langsung fokus memasarkannya pada kerajaan-kerajaan sekitar... namun...}


Ainz melirik Pandora Actor, yang ada di sebelahnya.


{Agak canggung berjalan seperti ini dalam keheningan. Tapi, tidak banyak yang ingin aku bicarakan dengannya.}


Jika seseorang memahami hubungan mereka tidak terlalu hebat, maka tidak akan ada gunanya latihan ini.


"Ah- nona Nabe"


Berbicara dengan Pandora Actor akan sangat melelahkan, maka dari itu Ainz memilih untuk berbicara dengan Nabe.


"Ya!"


{Tunggu, kau tidak harus menjawab dengan ketegasan seperti itu kan?} Ainz memikirkan itu tetapi tidak repot-repot untuk mengatakannya dengan lantang. Tindakannya pada dasarnya tidaklah aneh; Jika keseluruhannya dipertimbangkan, mereka pada dasarnya merupakan bawahan Ainz.


“Umm, bagaimana aku harus mengatakan ini. Bagaimana panti asuhan Yuri? Sudahkah kau mengunjunginya?”

"Tidak, saya belum ke sana."


Dan itu adalah akhir dari percakapan mereka.

Alasannya mungkin bukan karena dia memiliki hubungan yang buruk dengan Yuri, tetapi hanya karena dirinya tidak tertarik dengan masalah itu kan? Tunggu sebentar-


{-Apakah seseorang akan benar-benar tidak tertarik pada tempat kerja seseorang yang bisa dikatakan keluarganya? Tapi, respons itu juga seperti yang diharapkan dari Narberal.}

{Apakah dia akan bereaksi dengan cara yang sama jika pertanyaannya mengenai Shizu atau tempat kerja Entoma?} Ainz mengangkat bahu ketika pikiran itu muncul.


"Haruskah kita mengunjunginya?"


Karena seluruh tanggung jawab untuk panti asuhan telah diberikan kepada Yuri, bahkan Ainz tidak tahu keadaannya saat ini. Tentu saja, dia telah diberi detail rencana tentang hal itu, tetapi tidak ada ingatan tentang hal itu yang tersisa di kepala Ainz yang kosong melompong.

Seharusnya juga ada beberapa laporan terjadwal tentang keuangan panti asuhan, tetapi karena Ainz mendelegasikan tanggung jawab itu kepada Albedo, dia hanya berpura-pura membaca laporan itu.



--------


Mini-FAQ Hitori-san:
T: Dah sampai mana sekarang?
A: Sekarang di halaman: 104/568
T: Di mana saya bisa mengirim umpan balik untuk kesalahan dan yang lainnya?
A: Langsung kirim ke fanficerrors@protonmail.com
K: Untuk Indonesianya, bisa kirim ke overlordidblog@gmail.com

Hitori-san:
- Komentar Nabe tentang babi betina? Maruyama gagal make idiom "唾 を つ け つ け" dan butuh waktu cukup lama untuk mengetahuinya.
- Tanggal 27 dan seterusnya lagi sibuk-sibuknya, kemungkinan jarang update tetapi tidak akan berhenti selamanya.


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

64 comments:

  1. Semangat admin, semoga diberikan kesehatan selalu

    ReplyDelete
  2. Apakah kalian melihat philip ����

    ReplyDelete
  3. Jaga kesehat min, semangat

    ReplyDelete
  4. :-# bohlam ga muncul nih apa udah disiksa corona-chan

    ReplyDelete
  5. Ngakak anjr pas kalimat "dan itu adalah akhir dari percakapan mereka",wkwk btw novel dulu bacanya sampe 30 menitan sekarang baru bentar udh selesai ya?

    ReplyDelete
  6. Akhirnya aku muncul kembali..
    Lanjutkan..

    ReplyDelete
  7. Gara2 Corona nih hidup gue makin susah,padahal gak terinfeksi tapi keadaan sekitar jadi gak karuan. Maaf gue curhat

    ReplyDelete
  8. penting dicatat ketiganya berjalan dikota tanpa tujuan sama sekali ��

    ReplyDelete
  9. Waduh, bakal jarang update ya, lari ke web mana lagi ya gue buat baca LNnya..

    ReplyDelete
  10. Itu Hitorinya cok, Hitori bakal sibuk tanggal2 segitu

    ReplyDelete
  11. Babi betina yg dimaksud narberal itu siapa?

    ReplyDelete
  12. Babi betina yg dimaksud narberal itu siapa?

    ReplyDelete
  13. Babi berina yang di maksud itu Tira ,tira adalah pemimpin tim assasin Ijaniya markasnya di kekaisaran , dan saudara perempuan kembar tiga Tia dan Tina, karna kekaisaran jadi negara bawahan ainz kayaknya ainz pinjam itu Assasin bersama dengan hanzo bertugas buat ngelatih mata mata manusia baru

    ReplyDelete
  14. Trio ainz pandora naberal lagi pencitraan ya..haha

    ReplyDelete

  15. Wokwokwok manfap jiwa lanjutkan min

    ReplyDelete
  16. Lanjut terus semangat min

    ReplyDelete
  17. Rezeki admin selalu bertambah dengan pesat di setiap harinya

    ReplyDelete
  18. Babi betina itu Tira?
    Bukannya Renner?
    Baru kali ini gue denger Tira
    #cmiiw

    ReplyDelete
  19. Akhirnya ains-sama menampakan dirinya

    ReplyDelete
  20. minnaa tolongin gw, gw lgi di siksa sma albedo������

    ReplyDelete
  21. Sumpah mantap banget min

    ReplyDelete
  22. Apa cuma gw yg masih berharap ainz-sama mendapatkan tubuh manusia???

    ReplyDelete
  23. komen nih aku min karna anda ngegas di endingnya jadi kasihan wkwkwkwk

    ReplyDelete
  24. Jadi penasaran gimana kalo Ainz goda bawahannya
    "Ah Nona nabe anda hari ini terlihat cantik" :v

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon