May 01, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 3 - Part 3

Translator: Sai Kuze

Chapter 3 - Raja Terakhir


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 3 - Part 3


          Sorcerous Kingdom akhirnya memulai invasi ke bagian barat. Kota demi kota dan desa demi desa hangus disepanjang jejak mereka. Pasukan mereka kini menuju ibukota, meskipun dengan kecepatan yang sangat lambat.

Semakin besar pasukan, semakin lambat ia bergerak. Namun, menurut rekannya, Evileye, ini seharusnya tidak berlaku untuk pasukan Sorcerous Kingdom, yang sepenuhnya terdiri dari undead. Dia yakin ini dilakukan untuk memberi tekanan pada penduduk Kingdom.


Tekanan dari pasukan invasi telah menyebabkan pecahnya kericuhan di ibukota dan banyak yang tewas sebagai akibatnya. Setelah itu terjadi, orang-orang di ibukota memiliki dua pilihan.

Yang pertama adalah meninggalkan ibukota dan bergerak ke arah yang berlawanan dari E-Rantel - barat.

Pilihan lainnya adalah tetap di ibukota, menutup pintu, dan tidak pernah keluar dari persembunyian.

Mengenai opsi mana yang lebih populer, mayoritas orang memilih yang terakhir. Mereka yang memilih pilihan pertama merupakan semua orang yang memiliki harta, koneksi, atau keterampilan untuk menjamin kelangsungan hidup mereka bahkan di negeri yang jauh.

Itulah sebabnya lebih dari 95% populasi ibu kota memilih untuk tinggal.

Tapi, itu hanya berlaku sampai kemarin.

Keluarga kerajaan telah membuat keputusan.

Dekrit itu muncul karena pasukan Sorcerous Kingdom yang terus merambah, kota membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mempertahankannya. Semua pria berbadan sehat harus berpartisipasi dalam pertempuran. Itu pada dasarnya konsep.

Tentu saja, ada orang-orang yang takut pada medan perang dan masih memilih untuk bunuh diri, tetapi jumlah orang yang meyakini jika mereka tidak berkontribusi pada perang ini, menghasilkan orang-orang yang mereka cintai akan mati, memegang mayoritas.

Gairah yang berapi-api dari para penduduk mulai menyebar di ibukota, mereka yang terkena dampaknya mulai sangat bersemangat. Jalanan dipenuhi oleh orang-orang yang bersiap untuk berperang. Para ayah dan putra mereka menjadi tentara. Mereka yang menginginkan ransum yang rasanya lebih lezat untuk perang menjadikan industri kuliner mengalami ledakan kreasi. Ini semua diperburuk oleh informasi yang beredar jikalau keluarga kerajaan telah memerintahkan setiap pedagang di kota untuk menjaga harga makanan tetap rendah.

Para anggota Blue Roses menyelinap melewati kerumunan.

Lakyus menyarankan sesuatu kepada teman-temannya di belakangnya.


“Seperti yang kubilang, teman-teman, aku bisa menanganinya sendiri. Permintaan itu tidak menentukan siapa yang harus menanganinya, tetapi itu bukan berarti kita semua yang harus menanganinya. Aku yakin semua orang sedang sibuk kan? Bagaimana kalau kita berpisah di sini?"

"... Ada apa denganmu, Lakyus? Apakah ada alasan mengapa kau tidak ingin kami ikut?”


Lakyus dengan paksa membuat senyuman setelah mendengar apa yang dikatakan Evileye. Meskipun dalam benaknya dia berpikir, "kepo banget sih kamu!" dia tidak menyuarakan pemikiran itu. Evileye tidak salah mengenai itu, Tina dan Tia jauh lebih tajam daripada dirinya. Syukurlah, dia tidak menghadapi mereka.


        "Aku mengerti perasaan Lakyus saat ini. Kudengar Azuth-danna akan datang juga kan?"


        Lakyus merasakan jantungnya berdebar sesaat.

        Itu benar. Paman Lakyus, pemimpin kelompok petualang Red Drop peringkat Adamantite, Azuth Aindra diundang bersama mereka.


        "Oh, yah karena keluargamu. Pasti ada banyak yang ingin kalian berdua diskusikan kan? Kami mengerti."


        Bagus, kebingungan mereka membuat mereka menjauh dari alasan sebenarnya. Lakyus setuju dengan apa yang dikatakan Gagaran,


        "Benar. Bisakah kalian lakukan ini untukku? Dia bahkan tidak mencariku setelah dirinya sampai di ibukota. Begitu-"

        "Sungguh membingungkan."

        "Tak dapat dipercaya."

        "Eh?"


        Lakyus memandang ke arah si kembar.


        "Kalian berdua memiliki hubungan dan juga merupakan pemimpin kelompok petualang berperingkat Adamantite. Mengingat situasi saat ini, dia masih tidak memberi tahumu mengenai kepulangannya ke ibukota, jadi bagaimana pemohon kita mengetahuinya?"
(TLer: Ini sepertinya guild adventurer masih aktif, ampe bisa ngirim quest ke Blue Roses)

        "Jika dia berhubungan dengan Red Drop, dia seharusnya mengatakannya. Tapi, pemohon itu tidak mengatakan apa-apa.”


        Tadi malam, seorang lelaki bertubuh tidak proposional muncul di penginapan tempat Blue Roses menginap, memberi tahu mereka jika mereka memiliki permintaan pekerjaan, dan mendatangi lokasi ini. Untuk meminta mereka secara langsung daripada melalui Guild Adventurer merupakan tindakan yang cukup mencurigakan sehingga membuat Lakyus ingin menolak tawarannya. Namun, setelah mengetahui Azuth dari Red Drop akan ada di sana juga, mau tak mau dirinyapun harus kesana.


        "Ya. Ini sangat mencurigakan, ini bahkan bisa disebut konspirasi. Bisa jadi itu kebohongan untuk memancing kita atau ada sesuatu yang lain.”

        "Ya. Mengingat kemungkinan ini bisa menjadi jebakan - meskipun kau kuat, masih ada beberapa hal yang tidak dapat kau tangani sendirian. Jika pihak lain ini mencoba untuk menyakiti kita, kita harus berusaha untuk tidak dikalahkan satu per satu.”

        "Teman-teman ..."


        Lakyus senang semua orang sangat mengkhawatirkan dirinya. Tetapi-


        "Juga, kami juga ingin bertemu dengan hero-senpai itu."

        "Aku dulu hanya mendengar namanya tetapi belum pernah bertemu dengannya. Jika kau memiliki hubungan dengannya, seharusnya mudah bagi kami untuk bertemu dengannya kan?”


        Lakyus merasakan perutnya tiba-tiba sakit.

        Meskipun pamannya bukan orang jahat, dia juga tidak bisa disebut orang baik. Secara keseluruhan, apa yang dia yakini yaitu kebenarannya pamanya merupakan seseorang yang hanya bisa menjadi pengaruh buruk pada anak-anak.

        Ketika Lakyus bertemu dengannya dahulu ketika dirinya masih kecil, pamannya terlihat seperti orang biasa namun itu mungkin karena dia hanya menyembunyikan sifat aslinya. Sekrupnya lepas selama petualangannya?
(TLer: ungkapan yang menyiratkan kalo dia nih dah nggak kek orang normal)

Dia hanya punya satu solusi untuk masalah yang tak dapat dirinya pahami - meskipun ini bukan sesuatu yang Tuhan inginkan - yaitu berdoa. Selain itu, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk itu.

        Pamannya merupakan tipe orang yang bersikap jujur ​​dan sopan ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Dia juga tipe seseorang yang melontarkan kalimat klise seperti, "jika kau merindukan seorang pahlawan, maka tugas pahlawanlah untuk mengabulkan keinginanmu."
(TLer: hilih kintil)

        Dia hanya bisa berharap pamannya akan melakukan hal yang sama kali ini.

        Lakyus dan kawan-kawan tiba di penginapan tempat mereka diminta datangi.

        Bisnis di sekitar sini sepertinya cukup buruk dan tempat itu terlihat kumuh.

        Pintu-pintu penginapan dibuat dengan bagus dan sangat kokoh.

        Tepat setelah Lakyus mendorong pintu hingga terbuka, Tia dan Tina mengetuk pinggangnya dua kali.

        Itu merupakan sinyal baginya untuk waspada. Mereka pasti menyadari sesuatu.

        Di seberang pintu merupakan meja resepsionis namun mereka tidak bisa melihat tanda-tanda bar sedang dijalankan di sini.

        Itu menyiratkan tempat ini cukup terpencil sehingga tempat ini tidak dapat beroperasi sebagai sebuah bar, tetapi hanya sebagai sebuah penginapan.

        Lakyus merasa semua orang telah beralih mode karena keseraman tempat ini. Mereka siap untuk pecahnya pertempuran kapan saja.

        Lakyus berbicara kepada pria yang menyendiri di belakang meja.


        "... Kami Blue Roses, di sini untuk bertemu dengan klien kami."

        "Pergilah ke ruangan 301. Tuan Azuth dari Red Drop sudah ada di sana."


        Apakah dia benar-benar di sini? Sudah waktunya untuk mencari tahu.

        Lakyus mengucapkan terima kasih dan segera menaiki tangga di sebelah.

        Penginapan itu sangat sunyi. Mereka tidak berpapasan dengan orang lain sepanjang langkahnya di sana, juga tidak mendengar suara apa pun. Apakah itu karena dindingnya memiliki sifat isolasi suara yang mengagumkan atau apakah karena penginapan itu benar-benar kosong?

        Kelompok itu mencapai lantai tiga dan ternyata jumlah ruangan di lantai itu sangat sedikit. Ruangan-ruangan di lantai ini mungkin sangat besar.

        Lakyus mengetuk pintu yang memiliki tanda bertuliskan 301.


        "Paman, aku Lakyus!"


        Setelah memfokuskan telinganya, dia samar-samar mendengar suara seorang pria di sisi lain pintu berkata, "masuk." Volume suaranya begitu rendah sehingga dia tidak bisa memastikan apakah itu suara pamannya atau bukan.

        Setelah memblokir Tia dan Tina, Lakyus mendorong membuka pintu sendiri.

        Interior ruangan itu sangat berbeda dari eksteriornya.

        Ruangan itu dipenuhi dengan meja kursi yang indah dan kokoh, jauh lebih mewah dari penginapan Lakyus. Sejujurnya, itu membuatnya gelisah. Penginapan ini sangat mencurigakan.

        Mereka bahkan belum selesai mengamati seluruh ruangan ketika sebuah suara diarahkan pada Lakyus.


        “Ah, Lakyus! Lama tidak bertemu!"

        "Paman ..."


        Itu memang suara pamannya.

        Lakyus dengan paksa membanting pintu hingga menutup asal suara pamannya.


        "A-apa yang terjadi, Lakyus?"


        Gagaran merupakan yang pertama berbicara.

        Semua orang pasti sudah mendengar suara pamannya. Sulit baginya untuk mengatakan tidak ada yang terjadi setelah kejadian itu.


        "Kawan, aku merasa harus bertemu dengan pamanku sendirian."

        "Gadis ini ... Apa kau serius mengatakan hal seperti itu bahkan setelah kami datang jauh-jauh ke sini."


        Suara Evileye yang tercengang sudah bisa diduga.

        Lakyus melihat ekspresi semua orang. Evileye telah mengatakannya sebagai perwakilan mereka, dia bisa mengatakan mereka semua memiliki pemikiran yang sama dari masing-masing ekspresinya.

        Maka-


        "Huh, kawan. Biarkan aku menjelaskannya. Pamanku merupakan seseorang yang aneh."

        "... Pemimpin Red Drop?"


        Lakyus memasang ekspresi tegas seperti yang diharapkan dari seorang pemimpin dan mengangguk setelah mendengar apa yang dikatakan Tina, dia kemudian melihat ke arah yang lain. Mereka bingung, tetapi sudah lama mengenal Lakyus, mereka mengetahui dirinya berkata jujur. Setelah dia mengurai itu dari ekspresi mereka, Lakyus membuka pintu lagi.

        Ada sofa beludru mengkilap di ruangan itu.

        Di atasnya duduk seorang pria, seorang pria yang dikenalnya dengan baik - yaitu Azuth Aindra.

        Tubuh bagian atasnya benar-benar terbuka, seseorang dapat dengan jelas melihat perutnya yang kencang dan ototnya yang mengembang. Ini bukanlah penampilan yang tepat untuk seseorang yang akan menemui kliennya, tetapi itu bukan alasan mengapa Lakyus menghentikan teman-temannya untuk maju.

        Di atas tubuh Azuth, di sebelah kiri dan kanannya, ada dua wanita setengah telanjang yang memeluk dirinya.

        Tidak, mereka tidak bisa disebut setengah telanjang. Dada menggairahkan mereka sepenuhnya terbuka dan meskipun mereka mengenakan pakaian dalam, itu cuma tali yang nyaris tidak menutupi apa pun.

        Dari penampilan mereka, mereka terlihat seperti pelacur kelas atas.

        Pakaian erotis yang kemungkinan dilepaskan beberapa saat yang lalu berserakan di lantai. Azuth memegang kedua wanita di masing-masing lengannya, tangannya terjepit di payudara mereka, menggosok-gosok mereka.


        “Paman ... keponakanmu dipanggil ke sini oleh klien yang sama. Tidak bisakah kau menyambutku dengan cara yang lebih tepat?" Ucap Lakyus.


        Namun, tangan Azuth tidak meninggalkan payudara wanita-wanita itu saat dia terus meremasnya tanpa banyak mempedulikannya. Para wanita sepertinya benar-benar tidak keberatan dengan kelompok Lakyus tetapi hanya tanpa sadar melanjutkan dengan erangan lembut mereka.

        Sikap ini jujur saja ​​membuat Lakyus sedikit marah. Jika para wanita ini dipesan oleh klien mereka, Lakyus ingin berbicara dengan mereka.


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 3 - Part 3


        “Naaah, kupikir kalian akan datang agak lama lagi. Uhh, akupun sebenarnya tidak melakukannya di tempat tidur, jadi mengapa itu penting?”

        "Tentu saja itu penting!" Lakyus tidak repot-repot berbalik untuk memeriksa ekspresi temannya.

        "...Benarkah?" Ekspresi Azuth kebingungan, namun dia tidak berhenti menggosok-gosok para wanita. “Cara berpikirmu terlalu tidak fleksibel!" Sudah menjadi sifat setiap pria menginginkan bercinta dengan wanita cantik. Anak-anakku juga mungkin akan dilahirkan dengan hadiah yang sama. Apa kau tak tahu, sangatlah penting untuk memastikan keturunan kita terus berlanjut kan?"

        "Hmmm, meskipun kau sudah dewasa, mentalitas seperti ini masih tertanam dalam hatimu?"


        Setelah mendengar apa yang dikatakan Evileye, Azuth memasang ekspresi tidak senang dan menatapnya. Meskipun mereka bisa merasakan tekanan dari pandangannya sendiri, tidak ada Blue Roses yang mundur. Bagi Evileye, rasanya seperti angin sepoi-sepoi. Dia melanjutkan,


        "...Huh. Dari ekspresimu sendiri aku tahu itu tepat sasaran. Mereka memanggilmu pahlawan, tetapi kau tidak berbeda dengan anak-anak. Sebenarnya, mungkinkah alasan mengapa kau meninggalkan statusmu sebagai seorang bangsawan dan memilih hidup sebagai seorang petualang justru karena sifatmu yang seperti itu...? Bagaimanapun, ini bukan sikap untuk menerima klienmu. Nona-nona, pergilah.”

        “—Apa-apaan dengan anak ini?”


        Wanita yang berbaring di sebelah kanan menatap Evileye.


        “Huh, sungguh merepotkan. Hei, Aindra... Apakah ruangan di sebelah situ masih kosong?”


        Evileye menunjuk ke arah pintu yang bukan diarah koridor.


        "Ahhh. Itu kamar tidur, aku sudah memeriksanya.”

        "Begitukah? Lalu suruh mereka ke sana."

        “Ada apa dengan anak ini? Apa yang dia coba lakukan?" Wanita di sebelah kiri itu menatap Evileye dengan ekspresi marah. "Saat ini jangan bertingkah sombong dan sok kuat, kau hanya anak nakal yang bahkan tidak berani menunjukkan wajahmu."

        "...huh. [ Charm Person ]. Pergilah."

        "Ah, ya. Saya mengerti.”


        Wanita di sebelah kiri segera berdiri, membuat wanita di sebelah kanan merubah ekspresinya menjadi terkejut dengan mulut terbuka lebar—


        "Kau juga. Jangan lupakan pakaian kalian di lantai.”


        Sebelum wanita itu bisa menjawab, [ Charm Person ]-nya sudah dilemparkan. Para wanita patuh berjalan menuju kamar di dekat mereka.

        Azuth cemberut dan mengangkat bahunya. Dari sudut pandang seorang petualang, apa yang telah dilakukan Evileye tidak berbeda dengan seseorang yang menarik pedang mereka, namun dia kelihatannya tidak menyalahkannya karena hal itu. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, Evileye kelihatannya cukup toleran dalam hal itu.


        "Siapa mereka?"

        “Kami dahulu dilatih untuk melakukan sesuatu seperti itu juga. Wanita yang tidak berbakat dalam kekuatan mentah atau bakat misterius hanya bisa menggunakan senjata feminitas mereka. Meskipun Gagaran tidak bisa dihitung, aku masih akan menjelaskan metode mereka. Pertama-"


        Evileye mengabaikan penjelasan Tia dan berbicara kepada Lakyus sebagai gantinya.


        “Akan merepotkan jika itu tidak dilakukan. Yah, aku tidak akan mengganggumu dengan topik ini lagi. Tanyakan saja apa yang kau inginkan.”

        “Terima kasih, Evileye. Sekarang ... haaaah ..." dia sudah kelelahan sebelum dia mengucapkan sepatah kata pun, "Lalu, paman, klien kita kali ini sangat mencurigakan. Siapa mereka?"

        "Hmm? Oy oy, kau datang ke sini tanpa mengetahui tentang mereka? Hmm, mereka seseorang dengan latar belakang organisasi besar, mungkin.”

        "Mungkin? Omong-omong, apakah mereka seseorang yang kau kenal?"

        “Aku belum pernah menemui mereka secara langsung. Jika mereka memiliki sopan santun, mereka akan memberitahuku nama mereka. Hmmm, jika mereka bermaksud menyembunyikan identitas mereka, maka—" Azuth tersenyum, "mereka pasti seseorang yang mencurigakan. Jadi, apa yang akan kau rencanakan?”

        "Apa maksudmu dengan apa yang aku rencanakan?"

        "Jika kalian ingin pergi— tinggalkan tempat ini, kau bisa menggunakan jalan yang sudah aku rencanakan."

        "Kami tidak bermaksud pergi."


        Lakyus merasakan pandangan semua orang padanya.


        "... Pfff. Pikirkan itu. Tentara Sorcerer King telah membunuh setiap penduduk sipil di sepanjang jalan menuju ke sini dan juga meruntuhkan kota-kota. Untuk berpikir jika ibukota akan berbeda, bukankah kau terlalu naif?"

        "Kalau begitu, paman, mari kita bertarung bersama!"

"Tidak mungkin. Karena aku tidak mengkonfirmasi kekuatannya secara langsung, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti. Tapi jika rumornya benar, aku— kita tidak bisa menang melawan pria itu. Hanya monster yang bisa melawan monster itu, tidaklah bijaksana seorang manusia untuk menanganinya."


        Azuth menghela nafas dengan lelah. Lakyus belum pernah melihat pamannya seperti ini.


        “... Aku tahu ini buang-buang waktu, itu sebabnya aku tidak membawa sisa tim. Aku juga menyuruh saudaraku untuk melarikan diri.”

        "Tapi ... tidak ada yang melakukannya kan?"

        "Haaah. Banyak sekali ... idiot. Tetapi, dia memang menempatkan anaknya di bawah pengawasanku. Mereka dibawa oleh teman-temanku menuju Council-State dan mungkin sudah sampai di sana."


        Sama seperti emosi yang rumit muncul dalam hati Lakyus, Tia dengan gugup berkata, "bos". Pada saat yang sama, suara seorang pria datang dari koridor, "Kalian semua tepat waktu!"

        Tiga orang yang berdiri di dekat pintu, Tia, Tina, dan Gagaran, terlihat terdorong oleh kekuatan tak terlihat ke dalam ruangan. Seorang pria dan seorang wanita mengikuti mereka.

        Orang terdepan yang berjalan masuk merupakan seorang pemuda.

        Sepuluh jarinya dihasi cincin. Senyum lembut bersinar dari wajahnya.

        Di belakangnya merupakan wanita yang terlihat kelelahan. Pakaiannya longgar dan dia berjalan dengan cara yang mengatakan dirinya tidak ingin berjalan sedikitpun. Sebuah topi yang luar biasa besarnya berada di kepalanya, menutupi sebagian besar wajahnya.
(TLer: kemungkinan topi witch)

        Lakyus meningkatkan kewaspadaannya.

        Teman-temannya ditekan pada tingkat biologis - yaitu, dari kekuatan mentah saja. Kedua pengunjung itu mampu membuat Lakyus, petualang peringkat Adamantite yang terkenal di dunia merasakan ketakutan yang tak bisa di ungkapkan.

        Namun, begitu seseorang di belakang mereka muncul, suasananya berubah lebih dari sebelumnya.

        Tubuh raksasa pria itu perlahan menyelinap masuk ke dalam ruangan. Panampilannya layaknya barbarian pemakai kampak. Tekanan kuat dan luar biasa berasal darinya yang membuat mereka merasa seolah-olah ruangan di sekitar mereka terdistorsi.

        Kedua orang di depan mereka memang kuat.

        Tetapi, pria itu jauh lebih kuat dari mereka berdua.

        Lakyus tidak bisa bergerak, seolah-olah dia sedang mati lemas.

        Sebagai petualang peringkat Adamantite, dia telah mengalahkan banyak monster dan demihuman kuat namun mereka semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pria ini. Dia bahkan mungkin lebih kuat dari iblis pemakai tengkorak yang muncul selama serangan Jaldabaoth.
(TLer: yang dilawan ama Lakyus & Gazef)


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 3 - Part 3


        Pria itu mungkin merupakan pengawal dari keduanya.

        Seseorang sekuat mereka, jika mereka bukan milik organisasi manapun, pasti akan menyebabkan tersebarnya desas-desus tentang mereka. Jika itu masalahnya, apa yang ada di belakang mereka pastilah sebuah organisasi tingkat nasional yang sangat besar untuk dapat menyembunyikan informasi tentang mereka sepenuhnya.


        "...Keputusan kita benar untuk membawa perlengkapan."

        "... setiap orang dari mereka lebih kuat dari kita."

        "Haaah. Aku tidak ingat pernah mendengar tentang orang-orang seperti mereka di dalam Kingdom.”

        “Oy oy oy, kau sudah terlambat jadi jangan berkeliling menyebarkan aura berbahaya itu. Apakah manajemen menyuruhmu melakukannya? Lakukan sesuatu yang membosankan ini?”


        Azuth mengejek keberatan pada wanita itu,


        “Untuk membawa pelacur, benar-benar mengesankan, pak tua. Ini bukan hotel cinta~”


        Azuth langsung membalasnya,


        "Hmph, tempat ini merupakan alasan tepat mengapa aku memanggil mereka, aku ingin kalian semua menjadi jijik sepertiku."

        "Che-" Wanita itu menggertakkan giginya saat dia membuat ekspresi yang sulit untuk dilihat.

        Dia tidak keberatan dengan apa yang dikatakan Azuth, artinya penginapan ini memang terhubung dengan mereka. Hanya ada dua kerajaan yang memiliki kemampuan untuk mendirikan organisasi tingkat nasional. Salah satunya Council-State, satu lagi Tehocracy.

        Yang terakhir jauh lebih mungkin.


        "Baiklah, jika kalian semua akan mengakhiri ini sekarang, aku akan sangat senang."

        "Quie-chan ... huh, Quie-chan yang memimpin kali ini jadi aku akan mendengarkanmu."
(TLer: Quiesce, saudara Clementine)


        Setelah dimarahi oleh pria itu, wanita itu memaksa dirinya untuk mengangkat bahu dan mengangguk.


        "Azuth-sama benar sekali. Anda meluangkan waktu anda yang sibuk untuk bertemu dengan kami namun kami malah datang terakhir. Saya meminta maaf kepada kalian orang-orang terhormat sekalian."

        "Hmph.".



----------------------


Mini-FAQ
T: Nyampe mana?
A: 320/568

Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

82 comments:

  1. Sasuga mimin ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat min...

    ReplyDelete
  3. langsung up lgi min klo bsa haha

    ReplyDelete
  4. Calon mayat sedang bercengkrama..

    ReplyDelete
  5. Lanjuuuut min (เน‘•̀ใ…‚•́)ูˆ✧

    ReplyDelete
  6. Apakah klien mereka dari organisasi enam jari yg sekarang digerakan oleh nazarik. Seperti dalag dalang sebelumnya yg hanya sebuah konsvirasi nazarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak mungkin kali, jelas2 narasinya blg itu theocracy, dan lagi hrsnya bukan 6 jari tp 8jari-jari..

      Delete
  7. Gak sabar nunggu mereka Terbantai

    ReplyDelete
  8. Thx min .... Di tunggu cap3 part 4

    ReplyDelete
  9. Semoga Tamat sebelum lebaran, biar malam lebaran bisa baca ulang dari awal

    ReplyDelete
  10. Dari awal baca volume 14 baru part ini yg namanya ngerasain penasaran next nya

    Calon mayat 3 org yg baru dateng itu siapa?

    ReplyDelete
  11. Gile Mimin ngebut betul translate nya. Baru terbit di discord, disini sudah ada versi Indonesia nya. Sasuga mimin-sama!

    ReplyDelete
  12. Wah mantap, anggota Black Scripture muncul

    ReplyDelete
  13. Tetap Cumungut!!!! :3

    ReplyDelete
  14. ๐Ÿ‘ Makasih sangat min, atas tlnya. . .

    ReplyDelete
  15. Saran aja min, jangan kasih TL yang ga ada hubunganya sama Novel atau penjelasan kata.

    ReplyDelete
  16. Hmm... Menurut gw mereka ber 3 itu dari slane teochrachy yang datang untuk ajak kerja sama para petualang tingkat adamantite melawan sourcerous kingdom. Mereka ber 3 aja dapat membuat petualang (blue rose and red drop) ketakutan itu mungkin karena efek dari item item mereka yg merupakan peninggalan "player(six god)" dan dimention bahwa quil chan itu kakaknya clementine sedangkan clementine itu mantan anggota "black scripture" yaitu scripture terkuat di teochracy jadi pantas dapat membuat manusia lain takut saat berhadapan dengan mereka. Ayo min semangat translatenya~

    ReplyDelete
  17. ↑↑↑

    Tapi, semuanya sia-sia di hadapan kekuatan Ainz-Sama!

    Selain dari naga perak yg jumpa dengan rigrit, dan cewe dari kerajaan naga tu, mungkin blm ad yg bisa nandingin Ainz. Yah, meskipun Ainz mmg terlalu khawatiran (waspada). Lagi pula, Ainz mungkin muncul di akhir konspirasi...

    Gj Min :D

    ReplyDelete
  18. Ini yg udah di revisi sama hatori apa bukan? Soalnya yg dipost satunya ada paragraf yg ilang ditengah

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. Platinum dragon lord lvl.100 tapi itungannya bukan raid type monster
    Jadi gk susah² amat di lawan

    ReplyDelete
  21. Trus zz dari slane theocary, bukan kerajaan naga ๐Ÿ˜‚ zz demigod,bukan demidragon, klo dragonic kingdom udah lama di samperin ama momonga

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. hmmm.udh mendekati bagian seru nih, makin dibikin penasaran.

    ReplyDelete
  24. Klo dari deskripsi, kemungkinan 3 org itu dr black scripture nya Slane Theocracy. Kursi ke 4, 6, dan 10. Salah satunya adh saudara dr clementine

    ReplyDelete
  25. Anying gue kira yang dateng si momon sama nabe cuan

    ReplyDelete
  26. Hah kapan ainz ke dragonic kingdom ?

    ReplyDelete
  27. pas ke dwarf kingdom, itu naga2 nya dari draconic kingdom

    ReplyDelete
  28. musuh tulang yg dimaksud lakyus apakah death knight? cuma death knight? trs gmna lawan pleiades, aplg guardian floor

    ReplyDelete
  29. Terima Kasih, Min
    Lanjut sampai tamat, Min

    ReplyDelete
  30. Mantap yg ditunggu keluar. Makasih admin

    ReplyDelete
  31. Slane mulai turun tangan, beneran nih tamatnya dipercepat.

    ReplyDelete
  32. Hemmm, orang² baru ini terdengar kuat, siapa mereka?

    ReplyDelete
  33. Rupanya Tia-Tina bisa nyamar jadi lacur juga >//<

    ReplyDelete
  34. ktk mya itu sebas. krn sebas yg terkuat diantara semua maid.
    dia jga lebih kuat dari iblis pemakan tulang yaitu entoma

    ReplyDelete
  35. Itu dari slane theocracy...black scirpture.....
    nanti ainz(pa) Lawan riku(pdl armor) yang agak asik

    ReplyDelete
  36. Mantap min, semoga lanjuttanya cepet keluar. Aamiin

    ReplyDelete
  37. di link ini sudah jauh,,malah sudah Volume 15: The Myriad Betrayals Chapter 5, part 13 ttp://jaconue.com/

    ReplyDelete
  38. kamu yg diatas, baca dengan "seksama" dulu. link yang kamu sebut itu adalah fan fiction, makasih ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜ฌ.

    ReplyDelete
  39. Anjir ternyata klo baca 1part 1part ternyata agak nyebelin juga

    ReplyDelete
  40. Mantap min lanjutkeun ah ahaha

    ReplyDelete
  41. Semangat min menterjemah novel ini

    ReplyDelete
  42. TMA dijadiin tempat berkembang biak orc����

    ReplyDelete
  43. Pelukan hangat dari papa ainz bisa dikasih ke sodaranya gk ya?

    ReplyDelete
  44. ilustrasi gambar monster itu ngambil dr anime kan kan ?

    ReplyDelete
  45. Yang memakai 10 cincin itu siapa ya? Apakah itu salah satu godkin?

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon