January 17, 2026

The Eternal One - Chapter 2

The Eternal One - Chapter 2


Author : Sai Kuze


Chapter 2 - Janji yang Dilanggar

Pelabuhan belum sepenuhnya terjaga ketika fajar merayap di ufuk timur.


Kabut tipis menggantung di atas dermaga, menyamarkan kapal-kapal yang bersandar seperti bayangan raksasa. Bau asin laut bercampur dengan teriakan buruh, bunyi rantai, dan kayu basah yang dipijak tergesa.


Emily berjalan di antara dua penjaga.


Read More

The Eternal One - Chapter 1

The Eternal One - Chapter 1


Author : Sai Kuze


Chapter 1 - Abu yang Masih Bernapas

Emily Bradshaw terbangun tanpa tahu berapa lama ia telah kehilangan kesadaran.


Yang pertama ia rasakan bukan rasa sakit—melainkan kehampaan. Seolah tubuhnya masih ada, tetapi jiwanya tertinggal di suatu tempat yang tidak ingin ia ingat.


Langit-langit kayu retak membentang di atasnya. Bau lembap, besi karat, dan keringat manusia bercampur menjadi satu. Nafasnya terasa berat, setiap tarikan seperti menelan pecahan kaca.


Ia mencoba menggerakkan jarinya. Bisa.


Kakinya. Masih ada.


Emily menoleh perlahan.


Gaun bangsawannya telah lenyap. Yang tersisa hanyalah kain kasar yang dilemparkan tanpa peduli, menempel di kulitnya yang penuh lebam samar. Rambut pirangnya terurai kusut, sebagian dipotong sembarangan.


Read More

The Eternal One - Chapter 0

The Eternal One - Prolog


Author : Sai Kuze


Chapter 0 - Benua Aetheryn

Dunia yang Dibentuk oleh Ambisi dan Darah


Benua Aetheryn terbentang dari barat yang bergolak hingga timur yang dipenuhi iman dan hukum suci. Laut memisahkan daratan, namun ambisi para penguasa mengikatnya dalam satu siklus perang yang tak pernah benar-benar usai.


Di Aetheryn, tidak ada kerajaan yang berdiri tanpa dosa, dan tidak ada perdamaian yang lahir tanpa korban.


The Eternal One - Chapter 0


KEKUATAN BARAT: PENAKLUKAN DAN KELICIKAN


Clusas Empire


Di barat benua, Clusas berdiri sebagai kekaisaran tertua yang masih bertahan. Tanahnya keras, rakyatnya terbiasa dengan perang.
Militer Clusas adalah simbol disiplin mutlak—mereka tidak berperang untuk bertahan, tetapi untuk menaklukkan.


Banyak perang besar Aetheryn berawal dari langkah pertama Clusas yang terlalu jauh ke depan.


Kingdom of Vreucester


Terjepit di antara kekuatan besar, Vreucester memilih kecerdikan daripada pedang.
Kerajaan kecil ini makmur karena tanahnya subur dan diplomasi yang licin. Mereka jarang menang perang, tetapi hampir selalu bertahan hidup.



JANTUNG BENUA: DAGANG DAN KESTABILAN RAPUH


Rielnard Empire


Membentang luas di wilayah tengah-utara, Rielnard adalah kekaisaran perdagangan dan administrasi.
Jalan dagang terpanjang Aetheryn melintasi tanahnya, menghubungkan barat dan timur.


Namun kekuatan Rielnard terletak pada birokrasi—dan di situlah kelemahannya.
Setiap keputusan datang terlambat, setiap perubahan ditahan oleh tradisi lama.


Kingdom of Aerthalan


Terletak di pusat benua, Aerthalan menjadi simpul perdagangan darat.
Budayanya bercampur, rakyatnya pragmatis, dan ekonominya kuat.


Siapa pun yang menguasai Aerthalan, menguasai nadi perdagangan Aetheryn.



SELATAN BENUA: KEKAYAAN, PELABUHAN, DAN TARGET PERANG


Lushire Empire


Imperium hijau dan subur, lumbung pangan utama Aetheryn.
Kekayaan Lushire tidak berasal dari pedang, melainkan dari tanahnya yang memberi makan seluruh benua.


Dan justru karena itu, Lushire selalu menjadi sasaran tekanan politik dan militer.


Kingdom of Oprarsa


Kerajaan pesisir di barat daya Lushire.
Pelabuhan besar, armada dagang, dan mercantile guild menjadikan Oprarsa kekuatan laut yang disegani.


Namun kejayaan itu berdiri di atas posisi berbahaya—
dekat perbatasan ekspansi Clusas dan jalur konflik Lushire.


Emily Bradshaw lahir di sini.
Putri dari keluarga bangsawan bergelar Earl, penjaga wilayah perbatasan yang sering dilupakan peta, tetapi tidak pernah luput dari dampak perang.

 


SELATAN TENGAH: BATU DAN KEHORMATAN


Kingdom of Zedra


Kerajaan pegunungan dengan tambang logam dan benteng batu.
Zedra jarang menyerang, tetapi hampir mustahil ditaklukkan.


Kingdom of Velthar


Wilayah hangat dengan budaya kehormatan dan keluarga yang kuat.
Sering menjadi penengah konflik—namun bahkan Velthar tidak kebal terhadap api perang besar.



TIMUR BENUA: IMAN DAN HUKUM MUTLAK


Theocracy of Sahrim


Negara iman di timur laut.
Pemimpin agama adalah penguasa negara, dan hukum suci berada di atas nyawa manusia.


Penyimpangan tidak ditoleransi. Keraguan dianggap dosa.


Sacred Dominion of Dobryn


Teokrasi militan di tenggara.
Di Dobryn, iman menyatu dengan pedang.
Mereka sering bertentangan dengan Sahrim—perang suci bukan kemungkinan, melainkan keniscayaan.


Principality of Jhath


Negara kecil di antara kekuatan iman.
Pusat ilmu pengetahuan, arsip, dan catatan sejarah Aetheryn.



UTARA & LAUT


High Duchy of Norvane


Wilayah dingin di utara.
Pelaut, pemburu, dan hukum tradisi lama mengatur kehidupan mereka.


Aurelion Marches


Tanah perbatasan di utara tengah.
Setiap perang besar selalu melewati wilayah ini terlebih dahulu.


Maritime Republic of Thalassa


Republik laut di timur jauh.
Tidak ada raja—hanya dewan pedagang dan armada yang kuat.



TANAH TERBUANG


Saltwind Desert


Gurun pesisir berangin asin.
Reruntuhan kota tua terkubur pasir garam, menjadi saksi peradaban yang kalah oleh waktu.


Ashkar Coastal Waste


Pesisir abu-abu yang terbakar matahari.
Hanya klan nomad dan penyelundup yang bertahan.



API YANG MEMICU SEGALANYA


Ketika Clusas Empire mulai menekan Lushire Empire, keseimbangan Aetheryn runtuh.
Perang itu tidak selalu diumumkan, tetapi dampaknya terasa hingga ke wilayah-wilayah kecil.


Wilayah perbatasan menjadi korban pertama.


Dan di salah satu sudut Oprarsa—
sebuah keluarga bangsawan kecil dihancurkan oleh gelombang geopolitik yang tidak mereka ciptakan.


Tragedi Emily Bradshaw bukanlah kebetulan.
Ia adalah produk dari dunia yang lebih besar dari dirinya.


Dan dari puing-puing inilah,
sebuah sosok akan bangkit—
bukan sebagai penyelamat,
melainkan sebagai penguasa yang akan memaksa dunia mengingat namanya.




Read More

The Eternal One - Prolog





Author : Sai Kuze


Prolog


Di bawah kegelapan malam yang sunyi, sebuah distrik pertokoan terbentang layaknya kota mati.
Hanya cahaya rembulan yang menggantung di langit, memantul samar di antara bangunan-bangunan yang terkunci rapat.


Tak ada satu pun jendela yang memancarkan cahaya.
Lampu-lampu jalanan yang seharusnya menerangi, kini mati tanpa sisa.


Di tengah atmosfer mencekam itu, tampak sesosok siluet perempuan berlari sekuat tenaga.


Di bawah cahaya redup bulan, terlihat jelas paras cantiknya—rambut pirang sepinggang tergerai acak, langkah kakinya telanjang menyentuh jalanan berbatu yang dingin. Nafasnya tersengal, langkahnya tak lagi seimbang.


Gaun putih yang dikenakannya seharusnya tampak anggun, namun kini kotor, kusut, dan robek di beberapa bagian. Noda darah masih basah, mengalir dari luka di punggungnya, perlahan mewarnai kain putih itu menjadi merah.


Wajahnya kacau—ketakutan jelas tergambar.


Air mata mengalir tanpa henti, bibirnya bergetar.


Namun di balik itu semua, ada sesuatu yang lain…


Sinar kemarahan samar terpancar dari matanya.


Ia terus berlari.


Sesekali, perempuan itu menoleh ke belakang, memastikan jarak dengan orang-orang yang mengejarnya.


Di dalam hatinya, pertanyaan-pertanyaan berputar tanpa jawaban.


Kenapa semua ini bisa terjadi?
Kenapa berakhir seperti ini?
Apa salahku…?


Setiap langkah membuat luka di punggungnya semakin perih. Darah terus menetes, seakan tak ingin berhenti. Lukanya tidak terlalu dalam, namun cukup menyiksa—cukup untuk menguras tenaganya perlahan.


Sudah hampir dua puluh menit ia berlari menyusuri gang-gang sempit. Kecepatannya menurun, kakinya mulai gemetar. Otot-ototnya menegang, rasa lelah menjalar tanpa ampun.


Ketika ia akhirnya keluar dari gang menuju jalanan terbuka, matanya menangkap sebuah bangunan di kejauhan.


Harapan kecil menyala.


Dengan sisa tenaga, ia berlari ke arah sana.


Bangunan itu tampak seperti kandang kuda. Salah satu pintunya terbuka. Tanpa berpikir panjang, ia masuk dan menutup pintu rapat-rapat di belakangnya.


Di dalam kandang, cahaya rembulan masuk melalui jendela kecil di atap. Terlihat sebuah tong besar—cukup untuk menampung air minum kuda—serta tumpukan jerami tinggi di bagian belakang.


Namun, tak ada satu pun kuda di sana.


Beberapa detik kemudian, suara langkah kaki mendekat terdengar dari luar.
Disusul suara kasar seorang pria yang berteriak penuh amarah.


Emory Bradshaw! Jangan berpikir kau bisa lari dariku!


Nama itu—namanya sendiri—membuat tubuh Emory menegang. Dalam kepanikan, ia meringkuk di balik tumpukan jerami, memeluk lututnya erat-erat, tubuhnya gemetar hebat.


Takut?


Tentu saja.


Ia tak ingin bernasib sama seperti mereka yang telah tertangkap sebelumnya—
adik laki-lakinya, ayahnya, ibunya…
dan orang-orang lain yang ia kenal.


“Boss, jejak darahnya berhenti di sini.”


“Dia pasti masih di sekitar sini. Bagi tim dan cari!”


“Siap, Boss!”


Putus asa menyelimuti Emory. Tubuhnya terasa dingin, kepalanya pusing. Darah di punggungnya telah mengering—tanda bahwa ia mungkin sudah kehilangan terlalu banyak darah.


Apa yang harus kulakukan…?
Bagaimana ini…?
Bagaimana ini?!


Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.


Suara pintu-pintu didobrak terdengar dari bangunan sekitar.
Dan kemudian—


“BRAAKK—!!”


Pintu kandang didobrak dengan keras.


Langkah kaki perlahan memasuki ruangan.


Semakin dekat.


Semakin dekat.


Langkah itu berhenti.


“Tak perlu sembunyi, Emory,” ucap pria itu dengan nada santai.
“Aku tak akan melukaimu. Dengan penampilan sepertimu, kau bisa ditukar dengan dua kantung penuh koin emas putih. Para bangsawan akan menyukaimu.”


Tawa rendah bergema.


Tubuh Emory menegang. Tangannya mencengkeram lutut semakin erat, matanya terpejam kuat. Malam ini… mungkin akan menjadi akhir dari kehidupannya yang terhormat.


Ia tahu arti dari kata-kata itu.
Budak.


Atau lebih buruk—barang dagangan.


Air mata nyaris jatuh.


Langkah kaki itu kembali bergerak, mendekati tumpukan jerami.


Jangan mendekat…
Jangan…


Tiba-tiba, rasa sakit menjalar di kulit kepalanya.


Rambut panjangnya ditarik kasar ke atas.


Emory terpaksa membuka mata.


Wajah pria itu terpampang jelas di hadapannya.


Wajah seseorang yang lima tahun lalu dibawa ayahnya sendiri ke rumah keluarga Bradshaw.
Seseorang yang diselamatkan dari tragedi di perbatasan wilayah—
tragedi yang menghancurkan dua kereta pedagang.
Tragedi yang disebut sebagai serangan binatang buas tak dikenal.


Seseorang yang ia percaya sepenuh hati.


Pengkhianat itu menatapnya dingin.


Tirai perburuan telah diturunkan.


Dua sosok keluar dari kandang malam itu.
Salah satunya menyeret yang lain dengan kasar.


Dan sejak malam itu—

Keluarga bangsawan Bradshaw dinyatakan musnah.




Catatan Penulis:
Pembaharuan novel ringan mimin nih, dari 2019 terbengkalai waktunya dilanjut 2026 !!! Keep fight!!!




INDEX | NEXT

Read More

The Eternal One



Judul : The Eternal One
Penulis : Sai Kuze
Genre : Fantasy, Action, Tragedy, Thriller

Sinopsis: 

Pada satu malam berdarah, keluarga bangsawan Bradshaw dimusnahkan.
Emily Bradshaw—pewaris terakhir—berhasil melarikan diri, meninggalkan rumah, nama, dan kehormatannya di balik bayangan pengkhianatan.

Diburu, dikhianati, dan hampir dijual sebagai budak, Emily jatuh ke jurang tergelap dalam hidupnya. Dunia yang dulu ia kenal runtuh, digantikan oleh kenyataan kejam tentang kekuasaan, manusia, dan harga sebuah kepercayaan.

Namun Emily tidak mati malam itu.

Dari luka, trauma, dan kebencian yang membara, ia belajar satu hal:
belas kasihan tidak pernah menyelamatkan siapa pun.

Bertahun-tahun kemudian, nama Bradshaw kembali bergema—bukan sebagai keluarga bangsawan, melainkan sebagai simbol ketakutan. Emily bangkit bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai sosok yang siap menggunakan cara apa pun untuk menguasai dunia yang pernah menghancurkannya.

Dalam permainan darah, politik, dan pengkhianatan, Emily harus memilih:
apakah ia akan menghancurkan sistem yang kejam—
atau justru berdiri di puncaknya sebagai diktator yang lebih kejam dari semuanya?

Karena di dunia ini, yang lemah hanya punya dua pilihan: mati… atau menjadi monster.


Arc 1 - Kejatuhan
 
Read More

October 15, 2025

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 73 - Keputusan di Stella

   



 

 

Chapter 73 - Keputusan di Stella

“A–Apa?!”


Pemanah pedang yang sebelumnya mundur kini kembali, tubuhnya dipenuhi cahaya berkilauan.


Serangan yang Io gunakan sebagai umpan berhasil dihindari dengan kecepatan yang jelas berada di level yang sama sekali berbeda dari sebelumnya — dan dalam sekejap, pedangnya menebas ke arah sisi tubuh lawan.


Read More

September 16, 2025

OVERLORD Bahasa Indonesia Phantom Ship of Katze Plains Epilogue - Part 2

                        

 

 Epilogue - Part 2

Semua orang tahu hal ini: selama perang tahunan dengan Kerajaan, Kerajaan Sihir pernah menyatakan, “Tanah ini pada awalnya milik kami, dan Kerajaan secara ilegal mendudukinya.” Tentu saja, tak seorang pun mempercayai cerita semacam itu.


Namun, jika dipikirkan dengan tenang, ada hal yang cukup menggelitik: Dataran Katze — tanah yang terkenal karena kerap melahirkan undead — ternyata berada di wilayah yang pernah diklaim undead sebagai daerah kekuasaan mereka dahulu.

Read More

OVERLORD Bahasa Indonesia Phantom Ship of Katze Plains Epilogue - Part 1

                       

 

 Epilogue - Part 1

Berdiri di atas tembok kota, Antwali menatap ke arah selatan. Di kejauhan, kabut tipis menggantung di udara, dan setiap kali pandangannya jatuh ke sana, perasaan gelisah yang tak bisa dijelaskan menyergap dirinya.


Saat ia menapakkan kaki di dataran itu, fokusnya terlalu terpusat hingga tak menyadarinya. Namun, ketika melihatnya dari kejauhan seperti ini, emosi itu tiba-tiba saja membuncah di dadanya.

Read More

September 15, 2025

OVERLORD Bahasa Indonesia Phantom Ship of Katze Plains Chapter 4 - Part 11

                      

 

 Chapter 4 - Part 11

Satu di sepuluh ribu. Tidak, satu di antara satu miliar, bahkan satu di antara satu triliun kemungkinan — jika semua yang dia katakan itu benar—


—“Tidak, tidak, tidak, tidak. Tapi, tapi… aye. Tapi, sebaiknya pastikan dulu.”


Greluné lalu menjelaskan kepada makhluk hidup itu rupa dari Death Knight yang ia kenal. Kemudian, ia menanyakan seperti apa penampakan Death Knight yang dikenal oleh makhluk hidup tersebut.

Read More

OVERLORD Bahasa Indonesia Phantom Ship of Katze Plains Chapter 4 - Part 10

                     

 

 Chapter 4 - Part 10

“Apakah ini… hal yang biasa di dunia luar?”


“Dari semua hal bodoh yang pernah kudengar—ya, sungguh omong kosong. Seolah dia bisa dianggap biasa saja. Orang itu adalah Makhluk Tertinggi, raja yang menguasai segala yang ada di dunia ini. Dalam kecerdasan, wibawa, dan kekuatan. Tak ada yang bisa menandinginya dalam aspek manapun.”

Read More