July 04, 2022

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Chapter 1 - Part 1

  Penerjemah: B-san


Chapter 1

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Chapter 1 - Part 1


Part 1
 
Ainz selesai membaca isi dari binder besar di depannya dan kembali ke halaman pertama untuk membubuhkan stempel pribadinya. Setelah ragu-ragu selama beberapa saat, ia akhirnya menekan dengan kuat pada area yang ditandai untuk persetujuannya. Hanya itu yang diperlukan agar binder dokumen yang berisi catatan masalah politik yang jauh di luar pemahaman Ainz dan masing-masing solusinya disetujui. Yang sekarang harus dilakukan hanyalah untuk Albedo memilih rombongan yang cocok dan mereka pun bisa berangkat menuju tujuan mereka.
 
Ia memberikan binder itu kepada Lumière, yang selama ini telah standby. Hal itu mengakhiri tugasnya untuk hari ini.
 
Ainz mengalihkan pandangannya ke arah jam.
 
Jam itu menunjukkan pukul 10:30.
 
Ainz mulai bekerja pada pukul 10:00. Dengan kata lain, baru tiga puluh menit berlalu sejak ia mulai bekerja. Ini sudah menjadi status quo belakangan ini. Biasanya Ainz baru akan selesai dengan tugasnya saat siang hari, tetapi ini terlalu cepat. Seorang budak upah seperti Satoru tidak akan pernah memulai pekerjaan sesiang ini, kecuali pada hari-hari saat ia terlambat. Meskipun demikian, berdasarkan apa yang Satoru ketahui, tidak aneh bagi mereka yang bekerja di perusahaan besar untuk masuk kerja terlambat. Jika Ulbert berada di posisinya, dia akan sangat berterima kasih atas fakta bahwa pekerjaan mereka dibagi menjadi beberapa shift.
 
Jadi, kehidupan kerja penduduk dunia ini (misalnya, penduduk desa seperti Enri dan Nfirea), yang waktu mulai dan berakhirnya kerja sesuai dengan dengan terbit dan terbenamnya matahari, harus dianggap sebagai norma.
 
Meskipun penduduk kota di dunia ini beroperasi dengan cara yang sama, mereka cenderung memulai dan mengakhiri hari kerja mereka lebih larut daripada penduduk desa. Faktor utama yang bertanggung jawab atas perbedaan gaya hidup ini adalah penduduk kuta memiliki akses penerangan. Mereka yang memiliki akses pada sihir sebagai sumber cahaya kemungkinan besar adalah kaum bangsawan. Jadi, semakin lama seseorang memulai pekerjaannya, semakin larut pula mereka harus bekerja.
 
Jadi, apakah semua Nazarick mulai bekerja pada pukul 10:00? Tidak sama sekali.
 
Pertama-tama, para pelayan biasa dibagi menjadi shift siang dan malam dan jam kerja mereka panjang. Bawahan Cocytus yang berjaga di Lantai Sembilan berada dalam situasi yang sama. Sulit untuk mengetahui kapan waktu mereka beristirahat, karena mereka jarang meluangkan waktu untuk beristirahat sama sekali, bahkan tidak ada waktu senggang untuk makan camilan atau istirahat merokok.
 
Tetapi meskipun begitu, hampir 90% dari mereka yang memiliki jadwal seperti itu tidak memiliki keluhan apapun tentang bagaimana mereka diperlakukan.
 
Ainz telah mempertimbangkan pendapat para maid biasa, itulah mengapa ia berusaha menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi.
 
Namun, yang bisa ia pikirkan setelah mendengar apa yang mereka katakan adalah, {...Apa yang salah dengan kepala mereka?} Tidak, mungkin akan lebih baik untuk mengatakan bahwa kesetiaan mereka benar-benar tak tergoyahkan.
 
Bagaimana mereka bisa mengatakan hal-hal seperti "menggunakan item untuk menghilangkan kelelahan seseorang supaya terus bekerja selamanya adalah hal hal yang masuk akal" dengan wajah yang datar? Mendengar hal ini, Ainz terguncang sampai ke intinya. Dan mereka yang tidak puas dengan pengaturan kerja mereka saat ini hanya memohon, "Kami ingin lebih banyak pekerjaan."
 
Percakapan ini terjadi belum lama ini.
 
Sementara memaksakan keinginannya kepada bawahannya bisa dianggap sebagai penyalahgunaan otoritasnya, Ainz terus meningkatkan tunjangan yang mereka terima. Pertama yang menjadi incarannya adalah para maid biasa.
 
Alasan utamanya adalah karena level mereka sangat rendah. Penampilan feminin mereka yang menarik juga merupakan faktor utama. Meskipun Ainz tidak berniat membeda-bedakan perlakuannya berdasarkan penampilan, dia tidak bisa untuk menahan dirinya untuk bisa membandingkan mereka dengan bawahan Cocytus.
 
Jika itu adalah perintah langsung dari Ainz, tidak ada keraguan bahwa semua orang di Nazarick akan mematuhinya. Namun, mengingat perintahnya dapat merusak moral mereka, dia harus berhati-hati dalam memberikan instruksinya.
 
Jadi ia memberikan alasan seperti ini:
 

"Ke depannya, ada kemungkinan bahwa pembantu biasa harus mengawasi pembantu manusia. Ketika hari itu tiba, para pembantu biasa harus menjelaskan situasi ketenagakerjaannya kepada mereka. Akan lebih baik untuk mulai memperbaiki kondisi ketenagakerjaan kita sekarang untuk mencegah calon pembantu manusia bekerja terlalu keras di masa yang akan datang."


Melalui metode ini, meskipun mereka mungkin akan protes, ia bisa memangkas jam kerja mereka dan memberi mereka hari libur tambahan secara efektif .
 
Sebelumnya, mereka akan mengambil satu hari libur setiap 41 hari. Sekarang, sudah dua kali lipat.
 
Mereka memiliki dua hari istirahat sekarang.
 

{Aku merasa kalau aku tidak membuat perbedaan sama sekali...}

 
Sementara pemikiran itu pernah terlintas di benak Ainz sebelumnya, dia merasa akan ada lebih banyak perlawanan yang akan dia temui. Tetapi, kemajuan tetaplah kemajuan sekecil apapun itu, bahkan kalau kemajuan itu tercapai melalui sebuah kompromi.

Dengan demikian, rencana liburan yang komprehensif - yang mencakup Paid Time Off (PTO)* dan hari libur berbayar - belum berhasil diterapkan. (*Komoe note: Paid Time Off itu cuti. Di beberapa perusahaan, disebut paid leave.)
 
Alasan mengapa Ainz bersiteguh untuk menerapkan sistem liburan ini tanpa menghiraukan fakta bahwa para NPC merasa keberatan mungkin bukan karena keinginannya untuk memperlakukan para maid dengan lebih baik, melainkan lebih kepada sisa-sisa keinginan Satoru untuk liburan yang tidak akan pernah bisa ia miliki.
 
Jadi, Ainz harus mempertimbangkan metode lain.
 
Jika dia ingin mengubah pola pikir semua orang tentang pekerjaan di Nazarick, maka Ainz, yang duduk di puncak struktur komando Nazarick, tidak bisa bekerja terlalu keras. Dia ingin menanamkan pola pemikiran {Kalau atasanku saja tidak bekerja keras, maka tidak masalah bagiku untuk melakukannya juga}. Rencana Ainz adalah untuk meyakinkan semua orang tentang gagasan itu.
 
Salah satu alasannya tidak perlu dikatakan lagi. Jika dia, seorang hack yang tidak berbakat, secara aktif mengelola Nazarick, tidak akan sulit untuk meramalkan komplikasi yang menanti mereka.
 

{Tentu saja, jika seseorang yang tak berbakat sepertiku yang memimpin, Nazarick akan menjadi sangat berantakan.}
 

Namun, pada akhirnya rencana itu gagal.
 
Para penghuni Nazarick malah berpikir {Ini adalah hak yang istimewa Ainz-sama untuk tidak bekerja keras, jadi bagian dari tugasnya yang belum selesai harus diselesaikan olehku.}
 
Hasil dari semua ini adalah Ainz yang hanya kebagian satu-satunya tugas yaitu untuk memberikan stempel persetujuannya, tetapi bahkan pekerjaan itupun telah menjadi semakin langka.
 
Dia seharusnya menganggap ini sebagai hal yang baik. Kalau Ainz yang tidak berbakat mengambil lebih banyak tanggung jawab hanya akan menjadi penghalang bagi Nazarick. Tapi dengan itu, Ainz masih merasa tidak enak karena membebani yang lain.
 

{Ahh...}
 

Ainz menyipitkan matanya agar terlihat seperti sedang berkonsentrasi (karena penglihatannya sangat bagus) dan melihat ke arah kedua pelayan itu. Mereka adalah orang-orang yang ditugaskan untuk melayani dirinya dan berjaga di ruangan untuk shift ini. Jika tatapan mereka bertemu, maka dia akan segera bertanya, "Apakah ada yang bisa saya bantu?"
 

{Sebenarnya kau tidak perlu seserius itu... Oh, aku benar-benar berharap mereka sedikit lebih santai... Suasana tegang ini membuatku sakit perut...}
 
{Berapa lama waktu telah berlalu sejak terakhir kali aku melihat para pelayan tersenyum?}


Ainz hanya bisa bertanya-tanya. Dia menghela nafas untuk terakhir kalinya sebelum dia berpaling ke arah maid di sebelahnya untuk bertanya, "Uhm... Lumière."

"Ya, Ainz-sama?"
 
"Hanya ingin mengkonfirmasi sekali lagi, apakah hanya ini tugas yang harus aku lakukan untuk hari ini?"
 
"Ya, Ainz-sama. Hanya ini tugas anda untuk hari ini"
 

Dia bertanya pada pelayan yang bertugas sebagai sekretarisnya saat Albedo sedang pergi.
 
Sepertinya tidak ada orang yang meminta bertemu dengannya atau mengatur negosiasi hari ini. 
 
Meskipun begitu, masih ada kemungkinan bahwa akan ada pekerjaan tambahan, jadi ia tidak bisa lengah. Alasan untuk kehati-hatian tersebut adalah karena setiap kali Entoma menyampaikan situasi yang muncul kepadanya melalui sihir seperti [Pesan], itu akan selalu menjadi sesuatu yang cukup serius untuk menyebabkan perutnya yang tidak berwujud menjadi kram.
 

"Apakah begitu..."
 

Ainz menoleh untuk melihat meja lain di ruangan itu.
 
Albedo telah bersikeras agar meja itu ditempatkan di sana, namun dia pergi entah kemana.
 
Biasanya Albedo akan bekerja berdampingan dengan Ainz, namun ia cukup sibuk karena sekarang baru beberapa hari sejak ibukota Kerajaan jatuh. Dia kadang terlihat berjalan-jalan di sekitar Nazarick dan tidak jarang dia juga menyelesaikan masalah secara langsung.
 
Setelah menanyai pelayan itu tentang status Albedo ketika dia tidak ada, dia mengetahui bahwa dia cukup mudah tersinggung. Dia pasti terlalu banyak bekerja, atau mungkin karena dia tidak bisa untuk bertemu Ainz sesering biasanya.
 

{Jika memang alasannya adalah yang terakhir, mungkin akan lebih baik bagiku untuk bertemu dengannya lebih sering.}
 

Jika hanya itu yang diperlukan untuk memperbaiki suasana hatinya, dia tidak punya alasan untuk menolak.
 

"......"
 

Jika Ainz tidak berbicara, tidak ada orang lain yang akan berbicara, sehingga ruangan itu benar-benar hening.
 
Sejujurnya, Ainz lebih menyukai lingkungan kerja yang santai dan rileks, di mana setiap orang bebas berbicara sesuka hati mereka. Ainz setelah beberapa tahun terakhir ini akhirnya memahami bahwa keinginan ini adalah sebuah kemustahilan.
 

{Sepi sekali.}
 
{Aku takut aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk dihormati di sini... Yah, tidak ada yang bisa kulakukan tentang hal itu, tapi perubahan lingkungan masih diperlukan.}

 
Ainz biasanya akan menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan banyak kegiatan.
 
Menunggangi kuda.
 
Berpura-pura membaca dan memahami artikel akademis, intel bisnis, dan literatur politik. Alasan mengapa tidak ada satupun dari materi itu yang berhasil mengakar dalam pikirannya mungkin karena dia tidak membacanya dengan serius, tapi hanya meminainya. Sudah pasti bukan karena kepala Ainz tidak berisi.
 
Dia juga akan melakukan segala macam eksperimen dengan sihir.
 
Baru-baru ini, selain latihan tempurnya dengan Cocytus, dia juga telah melakukan sesi latihan khusus dengan Pandora's Actor.
 
"Jadi sekarang..." Ainz bertingkah seolah-olah dia bergumam pada dirinya sendiri, tapi sebenarnya ia sengaja mengatakannya ke ruangan itu.
 
Semuanya harus berjalan sesuai rencana.
 
Yang tersisa hanyalah menjalankan rencananya untuk membantu Aura dan Mare mendapatkan teman. Semua yang telah ia lakukan sebelum ini adalah persiapan untuk memastikan keberhasilan eksekusi rencana ini.
 
Adapun jenis teman apa yang harus mereka miliki, prioritas pertama mereka adalah Dark Elf. Selanjutnya adalah ras terkait seperti Elf. Meskipun dia memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang ditawarkan dunia ini, menjadikan Lizardmen atau Goblin sebagai teman pertama si kembar masih merupakan pil yang sulit untuk ditelan Ainz.
 
Mereka harus mulai dengan ras yang paling mirip dengan mereka.
 
Ainz mengalihkan pandangannya ke arah Lumière.
 

"...Aku akan menuju ke Lantai Enam, kalau bisa kau ikut."
 
"Baik, seperti yang anda inginkan."
 

Meskipun dia akan mengikuti bahkan tanpa dia mengingatkannya, dia masih merasa bahwa ini lebih baik.
 
Ainz, bersama dengan Lumière, berteleportasi ke Lantai Enam dengan kekuatan cincinnya.
 
Dia bisa saja memerintahkan Lumière untuk membawa kepadanya siapapun yang ingin Ainz temui dengan teleportasi. Faktanya, itu akan lebih pantas baginya sebagai Overlord™ Nazarick, tapi dia memilih untuk melupakan prosedur tersebut untuk memastikan bahwa pekerjaan ini akan selesai dengan sempurna. Dengan demikian, akan lebih baik baginya untuk pergi sendiri.
 
Daripada dianggap angkuh dan tidak sopan, berkunjung secara langsung mungkin dipandang sebagai pendekatan yang lebih hormat dan bersahabat.
 
Penguasa negeri yang muncul di hadapan mereka juga bisa memberikan tekanan, memungkinkan segala sesuatunya berjalan lebih lancar daripada biasanya.
 
Orang-orang yang ingin dia temui adalah tiga elf yang telah diusir oleh para pekerja beberapa tahun lalu dan mengungsi ke sini.
 

{...Kita seharusnya mengambil beberapa intel dari mereka ketika kita menempatkan mereka di Lantai Enam... tapi kita tidak bisa saat itu.}

 
Meskipun sudah bertahun-tahun sejak saat itu, satu-satunya informasi yang dikumpulkan dari ketiganya adalah jawaban atas beberapa pertanyaan dasar. Mereka tidak ditanyai tentang Negara Elf atau bahkan diri mereka sendiri. Ini karena Ainz ingin mereka menganggapnya sebagai seseorang yang menentang perbudakan, sosok undead yang murah hati. Seandainya dia menanyai mereka tanpa henti tentang lokasi rumah mereka dan informasi mengenai para Elf, mereka mungkin akan mempertanyakan apakah dia memiliki motif tersembunyi untuk menyelamatkan mereka.
 
Apakah situasinya berubah sejak saat itu? Tentu saja.
 
Keadaan Nazarick saat ini dibandingkan dengan Nazarick di awal yang tenang sudah seperti perbedaan antara siang dan malam.
 
The Great Underground Tomb of Nazarick telah menerima orang-orang dengan berbagai asal-usul. Jika Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown ingin menjalin kontak diplomatik dengan Negara Elf yang mana akan membutuhkan segala macam informasi tentang mereka, itu tidak aneh sama sekali.
 

{Sekarang aku punya alasan yang cocok untuk menanyakan semua yang ingin kutanyakan pada mereka. Sepertinya mereka tidak diintimidasi oleh si kembar... Skenario terbaiknya adalah jika mereka terbuka sepenuhnya padaku, tapi aku harus meredam ekspektasiku. Andai saja aku foresight* saat itu, pasti hal itu akan membuatku lebih mudah untuk memberikan perintah...} (*Komoe note: Foresight : skill melihat ke masa depan)

 
Saat pikiran itu terbentuk di kepalanya, dia merasa kalau memerintahkan Aura dan Mare untuk berpura-pura baik terhadap para elf. adalah tindakan yang tidak benar Dia tidak perlu berpikir sekeras ini jika saja dia mendelegasikan masalah ini kepada Demiurge atau Albedo.
 
Kurang lebih dia telah mengetahui apa yang terjadi dengan pelayan biasa dan Cocytus sekarang. Meskipun sering dikatakan bahwa seseorang tidak boleh menilai buku dari sampulnya, mungkin karena Ainz tidak bisa memahami proses berpikir mereka karena dia hanyalah orang biasa.
 
Ainz dan Lumière berjalan menyusuri terowongan gelap. Di ujung terowongan itu ada sebuah gerbang vertikal raksasa yang merupakan asal sinar matahari yang menerangi tempat itu.
 
Lebih jauh di depan seharusnya ada Arena Lantai Enam.
 
Sementara cincin itu bisa saja memindahkan mereka langsung ke kediaman si kembar, dia memilih untuk tidak melakukannya karena-
 
-Seperti satu set pintu otomatis, gerbang vertikal itu dengan cepat terangkat dengan sendirinya. Ainz teringat akan hari pertamanya di dunia ini, ketika ia berjalan menyusuri jalan yang sama untuk mengunjungi tempat ini. Matanya bertemu dengan sosok mungil di kejauhan.
 

"Ainz-sama, selamat datang!" Gadis itu menyapanya dengan penuh semangat.
 
"Umu. Aura, ada yang ingin kutanyakan padamu- oh iya, terima kasih atas kerja kerasmu."
 

Ekspansi Sorcerous Kingdom berarti banyak tugas yang harus ditangani oleh Floor Guardians. Meskipun sebagian besar aktivitas berlangsung di luar Nazarick, mereka selalu memastikan untuk memastikan setidaknya ada dua atau tiga Floor Guardians - beberapa kombinasi dari Albedo, Demiurge, Mare, Aura, Cocytus, dan Shalltear - berjaga di dalam Nazarick apa pun yang terjadi.
 
Seringkali Cocytus, Shalltear, dan Albedo menjaga benteng. Namun, Cocytus terkadang harus mengurus para Lizardmen dan Shalltear juga harus mengurus para naga. 
 
Pada saat-saat itu, yang lain akan mengambil tempat mereka.
 
Ini bukan atas perintah Ainz.
 
Memang, Ainz sempat berpikir untuk menunjuk Cocytus sebagai Kepala Pertahanan dan Shalltear sebagai Wakil Kepala, tetapi ukuran domain mereka sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Saat itu dia percaya bahwa cukup hanya satu orang yang mengawasi Nazarick sementara yang lainnya bekerja di luar.
 
Tapi pada akhirnya, dia terlalu malu untuk menyarankan rencana itu dan mengajukan diri untuk menjadi orang satu-satunya.

Dia takut bahwa dia mungkin akan merusak rencana awal Floor Guardians sebagai atasan mereka. Ainz masih ingin menghormati inisiatif mereka.
 
Bagaimanapun, Albedo dan Demiurge memiliki kecerdasan yang jauh lebih besar dari dirinya. Selama mereka berdua sepakat, Ainz akan malu untuk berpikir sebaliknya. Dibandingkan dengan rakyat jelata seperti dia, ide para Guardian pasti lebih baik.
 

"Ya! Aku mengerti. Ainz-sama, apa yang membuatmu datang kemari hari ini?"
 
"-Umu." Dihadapkan dengan senyuman Aura, Ainz memasang pose bermartabat dan menjawab. Sejujurnya dia tidak berniat untuk bertindak tinggi dan perkasa pada awalnya, tetapi sebagian besar masalah dalam hidupnya bisa diselesaikan dengan "umu" yang sesuai dengan persona tegas yang telah dia bangun. Namun, dihadapkan dengan keraguan apakah ia bisa berhasil menyelesaikan tugasnya yang akan datang, tanpa sadar ia meninggikan nadanya.
 

Tampaknya hal itu berpengaruh, karena Aura segera mengambil ekspresi yang lebih serius.
 

{Oops, sekarang aku pasti akan disalahartikan}.
 

"Sial-" dia tidak sengaja bergumam. Jika dia ditanya apakah ada yang mengganggu pikirannya, dia tidak akan bisa mempertahankan aktingnya ini. Ainz memilih untuk yakin pada kemampuannya untuk meraba-raba jalan menuju jawaban yang bisa diterima.
 
"....Pertama-tama, oh iya, aku ke sini untuk mengunjungi para elf."
 
"....Tolong izinkan saya untuk mengkonfirmasi, Anda ingin melihat para elf yang kita tawan?"
 

{Maafkan aku, aku seharusnya tidak mencoba menggunakan penjelasan aneh ini untuk menutupi kesalahanku sendiri... Tolong jangan menatapku dengan tatapan serius seperti itu, tolong senyum saja seperti yang selalu kau lakukan...}
 

"....Benar. Aku ingin tahu apa yang selama ini mereka lakukan, menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka sebagai persiapan untuk apa yang akan terjadi selanjutnya, kurang lebih hal-hal semacam itu."
 
"Saya mengerti, maka saya akan segera menjemput mereka."
 

Ainz tahu ini akan terjadi, atau lebih tepatnya, dia sudah paham bahwa semua penghuni Nazarick akan bereaksi dengan cara yang sama. Itulah mengapa ia telah menyiapkan sebuah respon - yang pada kenyataannya hanya sebuah alasan yang buruk.
 

"Tidak, tidak. Kau tidak perlu melakukannya, karena aku sebenarnya ada dua tujuan datang ke sini."
 
"....Jadi ada dua, benarkah begitu? Anda mempertimbangkan begitu banyak aspek hanya untuk percakapan sederhana dengan beberapa tawanan..."
 

Sangat mudah untuk mengetahui apa yang dipikirkannya dari matanya saja, "{Seperti yang diharapkan dari Ainz-sama.}"
 
{Tidak, ini hanya sesuatu yang kukatakan sebagai antisipasi "Rational defenses" mu dan Mare. Itu tentu saja bukan sesuatu yang bisa dikatakan Ainz dengan lantang, jadi dia memilih untuk berpaling.
 

"Tujuan pertama adalah menggunakan kehadiranku untuk memberikan tekanan mental pada mereka. Tujuan kedua... tidak berhubungan langsung dengan para elf itu. Karena kita sekarang menguasai seluruh Great Forest of Tob, kita telah membawa segala macam makhluk ke Lantai Enam. Aku ingin melihat sendiri apakah ada perubahan di sekitar sini. Aura, jika memungkinkan, aku ingin kau membawaku ke tempat dimana telah terjadi perubahan besar. Apakah itu tidak masalah untukmu?"

 
Singkatnya, Ainz telah mencoba yang terbaik untuk menghindari campur tangan dengan Floors karena mereka dikelola langsung oleh para Guardians; Oleh karena itulah, ia belum melihat secara langsung apa saja perubahan yang telah terjadi.
 
Itu adalah bukti kepercayaannya pada mereka. Jika pekerjaan bawahan semuanya berjalan lancar, campur tangan atasan mereka hanya akan menjadi gangguan bagi mereka.
 
Jadi karena ini adalah kesempatan langka, Ainz ingin mampir untuk melihat sendiri. Apa yang membuatnya ragu adalah bagaimana Aura akan menafsirkan apa yang baru saja ia katakan. Suasana di sekelilingnya tiba-tiba berubah. Ia bisa merasakan tingkat stres yang tak terbayangkan dari Aura. 
 

"-Saya mengerti. Keinginan anda adalah perintah bagi saya" jawab Aura dengan ekspresi serius." Tidak perlu bagi Ainz-sama untuk bertanya 'apakah tidak masalah untukmu?'! Karena Ainz-sama adalah Overlord™ Nazarick, kemana pun kau pergi, pendapat mereka yang mengelola tempat itu tidaklah relevan!"
 
"Apa...? Um, umu. Aku sangat berterima kasih Kau mengatakan itu."
 
" Anda mengatakan bahwa anda sangat berterima kasih... Umm, Saya yakin area padang rumput adalah tempat dimana segala sesuatunya telah berubah paling banyak, jadi saya akan menuntun anda kesana."
 
"Padang rumput-" Ainz mencari-cari melalui ingatannya, "-tempat dimana monster tipe tanaman dipelihara."
 
"Ya, itu benar. Ada juga area terpisah untuk monster tipe tanaman yang tidak bisa kita identifikasi dan area untuk monster tipe tanaman cerdas. Diantara mereka ada desa yang dibangun untuk mereka yang hidup seperti manusia, haruskah kita berkunjung kesana juga?"

 
Desa tersebut dibangun agar manusia juga bisa hidup di dalam Nazarick. Jika mereka bertemu dengan Player di masa depan, mungkin perlu untuk menunjukkan bahwa Nazarick dan penduduk asli dunia ini bisa makmur bersama. Itulah sebabnya desa itu dibangun.
 
Di sana berdiri beberapa rumah kecil dan sebuah peternakan, memang bukan pada skala di mana orang bisa menyebutnya sebagai desa. Meskipun demikian, tampaknya tidak ada istilah yang lebih baik untuk itu.
 

"Apakah anda masih ingat? Dryad yang bernama Pinison?"
 
"...Ah, aku rasa aku masih ingat."

 
Itu adalah kebohongan.
 
Dia tidak bisa mengingat wajahnya, hanya sosok yang samar-samar. Dibandingkan dengan Pinison, pertarungan melawan Evil Tree yang besar jauh lebih berkesan. Pinison adalah sebuah renungan belaka dibandingkan dengan pengalaman itu.
 
Sejujurnya, Ainz sangat buruk dalam mengingat wajah dan nama orang lain. Dia adalah tipe orang yang diam-diam mencatat kesan pertamanya tentang seseorang di kartu nama mereka jika mereka memberinya.

 
"Saya pikir yang satu itu mengidentifikasikan dirinya sebagai kepala desa atau kurang lebihnya begitu."

 
Setelah ditanyai, Ainz mengetahui bahwa banyak dari monster tipe tanaman hidup sesuka mereka, jadi gelar Kepala Desa Pinison sudah pasti buatannya sendiri. Namun, dia adalah yang pertama kali datang ke Nazarick dan juga sosok yang membantu membentuk koneksi antara monster tipe tanaman lainnya. Bagi monster-monster dari luar Nazarick, dia memiliki kedudukan dan merupakan seseorang yang bisa mereka jadikan panutan.
 
Ada monster tipe tanaman yang lebih kuat dari Pinison, jadi jarang bagi mereka untuk membentuk konsensus. Karena dia memiliki dukungan dari Aura dan Mare, belum ada masalah besar yang terjadi. 
 
Monster-monster asing tipe tanaman akan sering menerima "sambutan" Aura dan Mare. Yang dimaksud dengan penyambutan itu adalah demonstrasi kekuatan dan kehebatan bertarung si kembar dan sihir summon mereka sampai monster-monster itu tunduk. Perbedaan kekuatan itu akan membekas di pikiran mereka sehingga setiap kali perintah diberikan oleh si kembar mereka akan berusaha untuk melaksanakannya dengan sempurna.
 
Selain itu, setelah menyaksikan Woodland Dragons yang merupakan summon dari cash shop yang melayani Mare, para monster akan menebak-nebak apakah Mare adalah sosok dewa atau bukan.
 
Kepercayaan mereka terhadapnya telah kokoh sampai hari ini. Terutama setelah melihat bahwa Mare bisa memanggil badai dan meningkatkan nilai gizi tanah ke tingkat yang menakjubkan.
 

"Tapi, aku ragu semua monster memandangnya sebagai dewa. Ada beberapa monster yang mengakui peristiwa itu sebagai hasil sihir druid, tapi mereka tetap memujanya... Bagaimana saya harus menjelaskannya..."
 

Aura mengeluarkan kata "umm" dan tenggelam dalam pikirannya.
 
Ainz kurang lebih bisa memahami situasinya. Ini sama dengan para Player yang memuja mereka yang memiliki equipment yang kuat sebagai Dewa, Berhala, atau sesuatu di antaranya.
 

"-Aku mengerti, aku mengerti intinya. Selama semuanya berada di bawah kendalimu, semuanya akan baik-baik saja. Gunakan metode atau pendekatan apapun, umm... hmm, umu. Jadi itu saja."
 

Ainz menyesali pilihan kata-katanya. Tidak perlu menyisipkan omong kosongnya mengingat pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan keduanya dalam mengelola Floors. Tanggapan terbaik darinya adalah dengan mengatakan, "Luar biasa!" 
 
Ainz mencuri pandang ke wajah Aura. Sepertinya apa yang ia katakan tidak mempengaruhinya, tapi sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia pikirkan.
 

{Aku seharusnya tidak mengatakan hal-hal yang berpotensi akan menurunkan semangat kerja bawahanku, aghh, aku bahkan membacanya di buku-buku tentang manajemen bisnis...}
 

Ainz mengingatkan dirinya sendiri untuk memperhatikan apa yang dia katakan. Selain itu, dia harus memperhatikan nada dan volumenya juga.
 

"...Ahem! Meskipun akan menyenangkan untuk mengunjungi desa itu, mari kita berkeliling di sekitar padang rumput ini pada kesempatan ini. Lagipula itu adalah saranmu. Aku minta maaf, Aura."
 

Aura segera mulai melambaikan tangannya dengan panik.
 

"T-tolong jangan pedulikan itu! Seperti yang sudah saya katakan, Ainz-sama adalah Overlord™ Nazarick! Anda bebas berkunjung ke mana pun yang Anda mau di Lantai ini. Saya membuat saran yang bodoh dan saya sangat menyesal untuk itu!"
 
"T-tidak..."
 
{Mengapa kau meminta maaf? Atau lebih tepatnya, bukankah perilaku Aura sejak awal sudah sedikit mencurigakan? Apakah itu karena perkataanku tadi saat awal bertemu? Apakah dia berpikir bahwa aku punya rencana lain?}

 
Saat Ainz merenung, Aura terus mengoceh.
 

"Di dalam Nazarick-tidak, tidak ada tempat di seluruh dunia ini yang tidak boleh dikunjungi oleh Ainz-sama!!"
 

{Yah, ada banyak sih tempat di dunia ini di mana aku tidak boleh pergi}, pikir Ainz. Terutama tempat-tempat yang hanya khusus wanita. 
 
{Rasanya seperti ada banyak tempat yang hanya terbuka untuk wanita...}
 
Bahkan untuk tempat-tempat itu Aura mungkin masih akan mengatakan sesuatu seperti, "Jangan ragu untuk masuk, tidak apa-apa." Itu akan menjadi hal yang sangat memalukan bagi Ainz, jadi dia tetap diam.
 
Dia melihat ke arah Lumière, yang ekspresi wajahnya seolah-olah mengatakan "Tentu saja" saat dia mengangguk padanya.
 
Itu semakin menjengkelkan karena harus selalu memberikan alasan yang berbeda.
 
Tapi ia harus memastikan bahwa ia tidak mengumbar perasaannya yang sebenarnya. Ainz dengan lembut berkata pada Aura, "Kalau begitu aku harus memintamu untuk memimpin perjalanan ini."
 
"Baik!! Serahkan padaku," kata Aura sambil memukul-mukul dadanya dengan keras. "Lalu... bagaimana dengan alat transportasi? Apa anda ingin mengendarai sesuatu?"
 
"Memang, bolehkah aku merepotkanmu?"
 
"Ya, tolong biarkan aku yang menanganinya!"
 

Aura melihat ke belakangnya dan mengangkat alisnya, tampak sedang berpikir dalam-dalam. 
 

Beberapa detik berlalu.
 

"Meskipun ada binatang buas yang ada di dekat kita, aku telah memanggil Fenn dan Quadracile ke sini berdasarkan penilaianku sendiri. Apakah hal ini tidak masalah bagi anda?"
 
"Tidak perlu meminta persetujuanku di sini. Jika Aura percaya itu yang terbaik, maka aku tidak menolaknya."
 
"Oke, terima kasih banyak. Kalau begitu, bisakah saya meminta waktu Anda untuk menunggu sebentar?"
 
"Ah, kalau begitu, aku akan menemanimu," Ainz mengakhiri percakapan dan mulai melihat-lihat ke sekeliling arena. 
 

Berjalan-jalan di sekitar Lantai Kelima dan Keenam dari Great Underground Tomb Nazarick menimbulkan kegembiraan yang berbeda dibandingkan dengan Lantai Kesembilan dan Kesepuluh. Meskipun sangat jarang, ada kemungkinan untuk melihat Aurora Borealis pada waktu-waktu tertentu, pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, di bagian negara ini, yang seluruhnya berada di Lantai Kelima. Dibandingkan dengan itu, kepuasan dari berjalan-jalan lebih mudah didapatkan di Lantai Enam.
 
Ainz tersenyum. Perutnya yang tidak berwujud pun terasa sedikit lebih baik.


 
♦ ♦ ♦
 


"Permisi," kata Aura sambil melangkah menjauh dari tuannya dan Lumière untuk mengambil kalung.
 

Si kembar mengenakan kalung legacy-class yang memungkinkan komunikasi dua arah. Item yang tidak terlalu kuat, tetapi si kembar masih sering memakainya karena butuh waktu dua hari sejak mereka mengenakan kalung itu untuk mereka bisa menggunakan fungsinya. Biasanya, item dengan kondisi seperti itu sangat kuat, tetapi ini adalah pengecualian. Selain itu, orang yang berbicara harus memegang kalung itu, hal ini sangat tidak optimal selama pertarungan yang sulit.
 
Dengan keterbatasan yang parah, muncullah kemampuan komunikasi tanpa batas. Apakah item seperti ini cukup berguna hingga layak mendapatkan slot equipment merupakan perdebatan yang tidak pernah berakhir.
 

"...Mare, Ainz-sama sedang menunggumu."

 
Sesaat kemudian, suara Mare bergema dalam pikirannya.

 
"「Eh, eh? Ainz-sama datang sendiri ke sini? Apakah terjadi sesuatu?」"
 
"Bukankah sudah jelas? Ini adalah sebuah inspeksi, inspeksi!."
 
"「Hah, hah? 」"
 
"Aku pikir Ainz-sama mungkin ingin memeriksa apakah kita dan Area Guardians sudah mengelola Lantai ini dengan benar. Meskipun inspeksi kali ini hanya untuk padang rumput yang baru ditanam, kita perlu memastikan bahwa Area Guardians tidak malas-malasan."
 
"「Jadi menurutmu dia memulai inspeksi dari Lantai kita karena di Lantai kita orang luar yang bergabung dengan kita? Atau Ia hanya mengunjungi satu per satu dengan acak?」"
 
"-Oh, mungkin." Aura merasa seperti dia sedang berbicara dengan orang yang berbeda, tapi itu hanya imajinasinya.
 
"Ainz-sama bilang dia datang ke sini dengan dua tujuan, tapi kita sedang berbicara tentang Ainz-sama, jadi kurasa tidak mungkin hanya ada dua. Mungkin memberikan tekanan pada kita adalah tujuan ketiga yang ia tidak utarakan."
 
"「Apaa!? Meskipun pekerjaan di luar Nazarick telah meningkat, penting juga untuk memastikan bahwa tugas yang paling penting dan mendasar diurus dengan benar, kan?"
 

Meskipun dia masih bingung, dia masih memiliki beberapa petunjuk.
 
Di masa lalu, orang-orang seperti Shalltear dan Cocytus biasanya mengamati pekerjaan Albedo dan Demiurge dengan iri. Tapi sekarang, mereka semua telah dikirim ke luar Nazarick dengan frekuensi yang meningkat untuk memulai pekerjaan mereka di sana. Mereka secara khusus menunjukkan kesetiaan mereka selama penghancuran Kerajaan melalui kekuatan militer mereka. Tuan mereka, bagaimanapun, mungkin telah memperhatikan suasana pesta di antara mereka.
 
Terlepas dari tugasnya, Aura dan Mare adalah Floors Guardian Nazarick. Pertahanan, manajemen, dan pemerintahan adalah tanggung jawab yang selalu hadir dari Lantai yang ditugaskan kepada mereka. Apakah tuan mereka mempertanyakan tentang kemungkinan bahwa mereka telah melupakan tugas awal mereka karena tugas baru atau tidak?
 
Jika tuan mereka menyuarakan keprihatinannya atas etika kerja mereka, mereka akan menjadi aib Floor Guardians. Jika Floor Guardians lainnya, terutama Guardian Overseer Albedo, mendengar tentang hal itu, mereka pasti akan ditegur. Jadi mungkin ini adalah bentuk perhatian tuan mereka.
 

"「Mungkin Ainz-sama ingin kita memberitahu Guardian lain apa yang terjadi untuk membuat semua orang lebih waspada」."
 
"Sangat mungkin. Kalau begitu, hal ini seharusnya menjadi tujuan keempat, kan? Tapi aku masih merasa ada sesuatu yang lain."
 

Aura tidak tahu, begitu juga Mare. Pemikiran mereka bahwa Demiurge dan Albedo mungkin tahu sesuatu tentang ini membuat keduanya sedikit panik.
 

"Bagaimanapun juga, aku harus bersiap-siap sebentar."
 
「"Hm? Apa yang perlu kita persiapkan?」"
 
"Oh, maaf, aku lupa memberitahumu. Aku bilang ada dua tujuan, kan? Inspeksi adalah yang pertama. Yang kedua adalah mengunjungi para elf yang ditugaskan ke ruangan-ruangan yang kosong."
 
"「Oh, mereka. Mereka selalu membicarakan tentang bangsawan ini, bangsawan itu itu. Mereka sangat berisik, bisakah Ainz-sama membawa mereka pergi?"」

 
Suara Mare menunjukkan ketidaksukaan yang dalam pada mereka.
 
Mare suka bersembunyi di dalam selimutnya sepanjang hari. Bagi ketiga elf itu, dia adalah seseorang yang tidak mampu hidup mandiri, jadi mereka lebih peduli padanya daripada mereka peduli pada Aura. Menggantung selimutnya hingga kering, membantunya berpakaian, bahkan terkadang memandikannya. Tindakan-tindakan itu tidak dihargai oleh Mare, justru ia melihatnya sebagai gangguan. Namun, tuannya telah memerintahkannya untuk menjaga mereka di sana, jadi ia tidak bisa menolak "layanan" yang diterimanya.
 

"-Ah, Fenn dan Quadracile sudah dekat. Aku tidak tahu berapa lama lagi sampai kita berada di sana, tapi bersiaplah, Mare."
 
"「Mhm, serahkan padaku."」

 
Aura memutuskan panggilan mereka dan kembali ke tuannya.


 
♦ ♦ ♦


 
Padang rumput di Lantai Enam Nazarick adalah rumah bagi bunga-bunga mekar dengan semua warna. Jika salah satu penyerang yang melewati neraka di atas melihatnya, mereka pasti akan mulai mencurigai lokasi ini hanyalah tipuan dan jebakan mematikan lainnya menanti mereka. Namun, tidak ada hal seperti itu di sini.
 
Sejujurnya, kalau dipikir-pikir seharusnya ada jebakan di sini, tetapi kenyataannya tidak ada langkah pencegahan yang dilakukan terhadap penyerbu di area ini.
 
Ada monster jenis tanaman dan serangga yang mampu meniru bunga di YGGDRASIL, tapi tidak ada yang dikerahkan di sini. Tidak ada Area Guardians yang ditugaskan ke area itu juga.
 
Dalam artian, ini hanyalah padang rumput indah yang ada di bawah kendali langsung Aura dan Mare.
 
Pada awalnya, memang ada rencana untuk mengisi tempat itu dengan jebakan.
 
Penyerang yang mencapai Lantai Enam mungkin tidak akan menerima fakta bahwa padang rumput itu hanyalah padang rumput biasa. Mereka akan berhati-hati, tetap berada di kejauhan, dan kemudian menggunakan serangan dengan efek burn untuk membakar seluruh area ini. Oleh karena itu, pada waktu itu ada pembicaraan tentang penanaman bunga yang bisa merespon api dan menyebarkan racun yang mematikan atau melumpuhkan. Rencana itu didesain ulang karena pertentangan yang kuat dari tiga anggota wanita dari guild. Yang pada akhirnya menghasilkan keputusan kalau area ini hanyalah padang rumput pada umumnya.
 
Dulu itu adalah sesuatu yang hanya Ainz yang tahu, tapi sekarang tidak lagi.
 
Sebanyak dua belas kuncup bunga yang cukup besar untuk menelan seseorang bermunculan secara tiba-tiba di padang rumput. Mereka terlihat cukup aneh, atau lebih tepatnya, mereka tampak seperti pertanda buruk.
 
Ainz mencari-cari melalui ingatannya.
 
Di dunia ini, banyak makhluk yang tidak diketahui oleh Ainz. Dia juga memikirkan tentang makhluk yang tampak serupa dari YGGDRASIL.
 

"Itu Alraune, kan?"
 
"Ya!"
 

Semua bunga itu tidak ada saat Ainz datang di Nazarick setelah tiba di dunia ini, jadi mereka pasti spesies asing yang dibawa dari Great Forest Tob.
 
Sebuah sekop mencuat dari tanah di tengah padang rumput. Itu adalah item divine class "Earth Recover."
 
Sebagai senjata divine class, senjata ini memiliki daya tahan yang sangat tinggi tetapi kekuatan ofensifnya hampir nol. Itu karena sebagian besar data digunakan untuk kemampuan sekunder.
 
Juga di padang rumput ada binatang ajaib yang tampak seperti kelinci Angora, "Spear Needles". Cara mereka duduk dengan benar di padang rumput sambil mengunyah wortel raksasa menambah kesan bahwa tempat ini adalah tempat yang terletak di antah berantah, hampir seperti dongeng. Tetap saja, mungkin mereka tidak ditempatkan di sana hanya untuk menambah sisi estetik.
 
Dia mungkin tidak akan pernah mengetahuinya tanpa bertanya pada Aura, tapi sudah pasti itu untuk pemantauan.
 
Meski begitu, level mereka sekitar 60-an. Alraune itu akan dengan mudah dimusnahkan tidak peduli apa yang mereka coba lakukan.
 

"Ngomong-ngomong, wortel yang sedang dikunyah anak itu dipanen dari perkebunan. Monster tipe tanaman seperti Pinison menggunakan kekuatan mereka untuk menyediakan nutrisi yang melimpah, mengubah wortel biasa menjadi raksasa."
 
"Bukan pertumbuhan, tapi transformasi? Apakah aman untuk dikonsumsi? Meskipun untuk alraune dengan level 60-an beberapa racun yang nanggung tidak akan berpengaruh pada Spear Needles."
 
"Ini tidak beracun. Kami telah memastikannya dengan Kepala Chef dan mereka lolos persyaratan minimum sebagai bahan kuliner. Sayangnya mereka tidak memberikan buff seperti bahan yang sudah kita miliki di Nazarick - mereka hanya tumbuh lebih besar dan lebih manis."
 
"Bukankah itu cukup sukses sebagai bahan makanan? Bisakah para petani Sorcerous Kingdom menumbuhkannya?"
 
"Tidak mungkin. Saat ini, bahkan dengan bantuan dari monster tipe tanaman, jumlah yang tumbuh terbatas. Satu wortel seperti itu akan menguras sejumlah besar nutrisi dari tanah, bahkan dengan kekuatan Earth Recover. Tanahnya tidak akan menjadi gurun, tapi tanpa menggunakan sihir untuk memulihkan nutrisi tanah, setidaknya diperlukan waktu satu tahun istirahat untuk tanahnya bisa digunakan lagi."
 
Saat mereka melihat sekeliling, kuncup bunga terbesar terbuka secara bertahap.
 
"Ini adalah Alraune Lord, pemimpin dari 14 alraune di sini."
 
Aura memberikan perkenalan ringan untuk kuncup yang terbuka.
 
"Empat belas?" Setelah menceritakannya dengan cepat, Ainz bertanya, "Bukannya... dua belas?"
 
"Ya, dua sisanya tersembunyi di padang rumput karena mereka baru saja lahir. Haruskah saya menarik mereka keluar?"
 
"...Tidak, tidak perlu."
 

Apakah monster yang lahir di dalam Nazarick akan dihitung dalam hitungan monster Nazarick? Performa seperti apa yang bisa diharapkan dari mereka? Pertanyaan-pertanyaan bermunculan satu per satu. Sebelum ia bisa menumpahkannya pada Aura, bunga itu mekar sepenuhnya.
 
Seperti yang diharapkan, monster berpenampilan wanita ada di dalamnya. Itu terlihat sangat mirip dengan apa yang ia lihat di YGGDRASIL. Sosok itu disebut Lord, tapi tidak ada yang luar biasa selain dari ukurannya.
 
Rambut dan matanya berwarna sama dengan bunganya. Seluruh tubuhnya berwarna hijau seperti tangkainya. Ia telanjang, tetapi kulitnya tampak seperti terdiri dari tunas-tunas kecil. Secara keseluruhan, itu menjijikkan.
 
Matanya sipit dan tipis seperti garis. Ekspresinya terlihat tidak ramah, hampir mendekati ekspresi marah.
 
Tiba-tiba, Ainz merasakan nostalgia, saat dia memikirkan seorang gadis dari Holy Kingdom dengan tatapan yang sama.
 
Ainz tidak pandai mengingat wajah, tapi sepasang mata itu meninggalkan kesan yang kuat.
 
Wajah monster itu berkerut dengan aneh.
 

"Selamat pagi, Aura-sama. Sekali lagi Anda telah membawa sinar matahari yang begitu indah ke hadapan kami. Atas nama benih-benih hijau, saya mengucapkan terima kasih kepada Anda."
 

Suaranya sangat jernih, bebas dari kemarahan. Sebaliknya, rasa hormat bisa dirasakan. Tampaknya "senyuman" dari sebelumnya murni adalah bentuk sambutannya, meskipun terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu.
 
Sosok-sosok lain di samping Alraune Lord juga mulai bergerak kelopak bunganya, tetapi tidak ada yang mekar. Kepala mereka tidak tertutup, dan mereka semua mengintip ke arahnya.
 
Karena dia tidak bisa memahami apa maksud tindakan mereka, tidak pantas kalau ia menyebut tindakan mereka sebagai tindakan yang tidak sopan. Mungkin itu adalah cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat dalam budaya Alraune.
 

"Dan..." mata sang Alraune Lord beralih ke Ainz.
 
"Ini adalah penguasa Great Underground Tomb of Nazarick. Selain hutan itu, seluruh area ini juga berada di bawah kekuasaannya. Pendiri Sorcerous Kingdom yang menyambut semua spesies. Raja dari segala raja, raja absolut, Yang Mulia Ainz Ooal Gown!"

 
Aura memperkenalkannya dengan bangga. Ainz merasa bahwa wajah sang Alraune Lord telah berubah menjadi lebih mengerikan. Kelopak alraune lainnya bergetar saat mereka menyembunyikan wajah mereka. Apakah mereka khawatir atau takut? Atau mungkin ini adalah cara lain untuk menunjukkan penghormatan?
 
Mustahil untuk menilai dari wajah mereka, tetapi Ainz berpikir itu adalah bentuk penghormatan.
 

"S-Senang berkenalan dengan and, sang penguasa tanah ini, penguasa Sorcerous Kingdom, dan yang paling penting, penguasa Aura-sama dan Mare-sama, Yang Mulia Ainz Ooal Gown." Ia membuka lengannya seolah-olah menyambutnya, "Nama saya Violet, mohon bimbingan anda."
 

{Nama yang diambil dari warna rambutnya, kan? } Ainz berpikir.

 
Itu adalah nama yang relatif sederhana dan mudah, tapi ia tidak bisa mengatakannya dengan lantang. Bukan ide yang bagus untuk mengolok-olok nama seseorang tepat di depan mereka.
 

"Hm, aku mengerti. Ngomong-ngomong, tempat ini berada di bawah yurisdiksi Aura dan Mare. Aku tidak akan banyak campur tangan, jadi ikuti saja perintah mereka."
 
Hal-hal akan menjadi berantakan jika seseorang mencampuradukkan perintah yang dikeluarkan oleh manajer departemen dan CEO, Ainz memiliki pengalaman pribadi dengan ini. Karena ia tidak tahu bagaimana si kembar mengelola alraunes, yang terbaik adalah menjaga hal-hal agar tetap samar.
 
Dia tidak tahu apa-apa tentang jenis tugas yang diberikan kepada para alraunes, atau bagaimana mereka diperlakukan. Jadi, dia tidak tahu harus berkata apa.
 

"Dimengerti, Yang Mulia."
 

{Meski selama ini hidup di hutan, sopan santunnya cukup baik}, pikir Ainz. Kapan perempuan ini dibawa? Atau apakah karena dia dibimbing oleh si kembar?
 

Atau mungkin-
 

{Mungkin juga dia mengucapkan basa-basi yang samar-samar tapi diam-diam memikirkan tentang para alraune. Sama seperti bagaimana aku menganggapnya hanya sebagai kuncup bunga yang besar.}
(T/N: Kalimat di atas memang seperti itu dari sumber TL CN, tidak akan tahu apa arti sebenarnya sampai bukunya sudah di tangan)

 
Meskipun sangat bagus bahwa mereka bisa berkomunikasi secara normal, jelas bahwa mereka punya masalah sebelum semua ini. {Ahh, jika itu benar-benar hanya kuncup bunga yang besar, aku tidak perlu khawatir tentang niat tersembunyi yang ia miliki.}
 

Ainz melirik ke arah padang rumput. 
 
Meskipun dia berpikir bahwa alraune akan menghalangi penglihatannya, pemandangannya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan apa yang bisa dia lihat di awal.
 
Ekspresi Ainz berubah menjadi senyuman yang tak terlihat. Tentu saja, tidak ada yang bisa membaca ekspresinya. Dia mengayunkan jubahnya dengan gaya dan cara yang pantas saat dia berbalik. Di depannya ada Fenrir dan Itzamna, bersama dengan Lumière.
 
Saat ia melangkah maju, Aura muncul di sisinya dan bertanya, "Bagaimana? Apakah ini tidak masalah? Apakah Anda ingin melihat alraunes lainnya?"
 

"Tidak perlu, tidak ada yang menarik bagiku di sini. Aku telah melihat apa yang ingin aku lihat di sini. Maukah kau membawaku ke para elf sekarang?"
 
"Saya mengerti," jawab Aura dan naik ke atas Fenrir bersama Ainz. 
 

Saat tujuan mereka sudah dekat, dia bisa melihat di antara cabang-cabang di atasnya, pohon yang agak tidak sedap dipandang yang merupakan tempat tinggal Aura dan Mare. 
 
Dalam beberapa detik, rasanya seolah-olah pohon-pohon itu telah merunduk keluar dari jalan mereka. Di depan mereka adalah dataran yang luas dan di tengah-tengah dataran itu ada pohon raksasa. Kanopinya yang rimbun memancarkan bayangan raksasa di atas tanah.
 
Berdiri di depan sebuah lubang di batang pohon itu adalah Mare dan ketiga elf.
 
Mereka ada di sana untuk menyambut Ainz.
 
Ia tidak yakin kapan tepatnya Aura berbicara dengan Mare. Jika itu bukan baru-baru ini, mereka mungkin telah menunggu cukup lama.
 
Itu karena Ainz tidak menjadwalkan waktu kunjungannya, jadi dia cukup malu pada dirinya sendiri.
 
Namun:
 
Katakanlah seorang manajer cabang menerima berita bahwa CEO perusahaan utama akan tiba di halte bus terdekat, pasti mereka juga akan berdiri di luar untuk menunggu mereka. Bukannya manajer cabang akan menolak untuk menyambut CEO. Meskipun begitu, itu masih kesalahan Ainz karena tidak memberitahu mereka sebelumnya.
 
Ainz ingin mengatakan pada dirinya sendiri bahwa tidak ada yang bisa dilakukan karena hal itu baru saja terlintas dalam pikirannya, tapi apakah dia benar? Lagipula, ia tidak tahu berapa lama mereka telah menunggunya. Jika ia mengatakan kepada mereka "Kamu tidak perlu menungguku," mungkin ia akan dihukum karena menyakiti perasaan mereka atau tidak mempertimbangkan apa yang mereka lakukan untuknya.
 
Mare mengenakan pakaiannya yang biasa. Para elf di sisi lain mengenakan pakaian yang cukup polos. Mungkin beberapa orang lebih suka itu. Itu adalah pakaian yang pas untuk seorang pekerja. {Mungkin jika itu... sudahlah, selama Aura dan mereka senang dengan itu, seharusnya tidak apa-apa.}

{Tapi kemudian... Lumière dan para maid biasa mungkin tidak menyukai seragam maid mereka.}
 

Para maid yang ditugaskan untuk Ainz rupanya lebih sombong daripada rekan-rekan mereka. Jadi jika mereka mengimpor calon maid, bahkan jika mereka tidak akan dibully secara langsung, mereka mungkin saja sengaja diberitahu hal yang salah selama pelatihan. Setidaknya itulah yang Ainz dengar dari Sebas.
 
Sementara maid yang ditugaskan untuk Aura dan Mare mungkin tidak seperti yang Sebas gambarkan, ia tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan mereka merasa tidak puas. Mungkin mereka merasa tidak nyaman dikelilingi oleh orang lain yang berseragam sama dengan mereka. Sejauh yang mereka tahu, pakaian maid adalah pakaian perang mereka.
 
Fenrir membawa mereka ke tempat dimana keempat orang itu berada.
 

"Terima kasih kalian semua telah datang untuk menyambut kami. Aku senang dengan kesetiaan kalian," Ainz menyapa mereka saat ia duduk di atas Fenrir.
 

Meskipun ia mungkin seharusnya mendengarkan apa yang ingin dikatakan Mare terlebih dahulu, ia merasa berterima kasih kepada mereka terlebih dahulu mungkin akan membuatnya lebih baik.
 

"T-terima kasih banyak!" Mare tersenyum dan menundukkan kepalanya. Para elf mengikutinya.

 
[Bagus].
 

Ainz mengangkat kepalan tangannya di dalam pikirannya, memberikan ucapan selamat pada dirinya sendiri karena telah berkomunikasi dengan baik.
 
Semua orang di sana tampak membeku baik dalam postur maupun ekspresi wajah. Saat mereka merasakan tatapan Ainz pada mereka, mereka menelan ludah.
 
Tidak peduli siapa yang dia lihat, semua orang tampak gugup. Pertanyaannya adalah apakah mereka takut atau mungkin ada hal lainnya? Mungkin itu adalah campuran dari rasa takut kalau setiap gerakan yang salah bisa berujung dengan kematian mereka serta kegelisahan karena bertemu dengan orang terkenal secara langsung.
 
Hanya untuk memastikan, Ainz memeriksa apakah auranya aktif. Karena dia tidak menunjukkan permusuhan atau niat untuk membunuh mereka, mereka seharusnya tidak takut padanya... bukan?
 

{Situasi tegang yang tak terduga. Aku kira aku telah melakukannya dengan baik...}
 

Ketika seseorang sekaliber Ainz menunjukkan emosi yang kuat, orang-orang di sekitar mereka akan sangat menyadarinya dan merasakan rasa takut yang luar biasa. Dengan kata lain, orang-orang di sekelilingnya bisa mengetahui apa yang sedang ia pikirkan. Untuk menghindari hal ini, dia telah meminta bimbingan dari Cocytus, tetapi Ainz masih saja belum bisa membaca niat jahat orang lain dengan baik. 




-------- 


Catatan Penerjemah:
Setelah ditunggu ternyata prolognya cuma 1 part doank gaesss



Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ya~


Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

83 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Ayo elf2 kecil cepat katakan smua informasi tntang elf country, jika tdk jujur akan saya bunuh hahaha

    ReplyDelete
  3. Mantap lanjutkan thor

    ReplyDelete
  4. ternyata 3 elfnya ditawan dan masih hidup walo ku tahu emang gk mati

    ReplyDelete
  5. Sengaja bacanya dilama2in.... Tp ttp g puas. Makasih translatenya admin. Ditunggu next chapt. Kapan ya???..

    ReplyDelete
  6. Yess..Akhirnya up juga..saikuze mana?

    ReplyDelete
  7. Semangat min updatenya

    ReplyDelete
  8. Kapan lanjutannya min?

    ReplyDelete
  9. Mantap min, translate nya adem dibaca.
    Kapan part kedua nya keluar min ?

    ReplyDelete
  10. Lanjutkan miin, mantuull

    ReplyDelete
  11. 5 hari sekali kah update nya min

    ReplyDelete
  12. Mantap min, kira* selesai semua volume 15 kapan yak?

    ReplyDelete
  13. Pas Baca part 1 kukira naga Aura itu Heavenly Dragon.. karena warnanya Golden.. dan level nya 95 yg jadi naga spesies terkuat dari spesies naga lainnya baru kedua black dragon atau darkness dragon etc .. ternyata woodland Dragon.. apa naga mare lebih lemah ya dari platinum dragon secara itu naga dari gacha super rare kata ainz dan levelnya tinggi banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena gk punya wild magic, coba di pasangin wci, pasti gk sanggup tu pdl.

      Secara level mereka sama

      Delete
  14. Thankyou min 😍😍😍.
    Ngakak sama bagian Ainz yang lagi jalan-jalan malah dikira inspeksi.

    ReplyDelete
  15. Lnjut min, kelanjutanya kapan realis?

    ReplyDelete
  16. semangat min ,, ditunggu lanjutannya,,

    ReplyDelete
  17. Nice habis nonton s4nya lanjut novelnya tq min

    ReplyDelete
  18. Mantap min, akhirnya yang di tunggu tunggu

    ReplyDelete
  19. sudah lama menunggu...terima kasih min...ditunggu kelanjutannya yang makin bikin penasaran

    ReplyDelete
  20. terima kasih min...sudah terlalu lama menunggu...ditunggu kelanjutannya yang makin bikin penasaran...sukses terus

    ReplyDelete
  21. Titip sandal dulu min, :(

    Ane nunggu terjemahan kelar semua vol 15, baru meraton bacanya :D

    ReplyDelete
  22. mantap, malem" baca buat tidur

    ReplyDelete
  23. moreee moreee!
    thx min dah ngeTL

    ReplyDelete
  24. Terima kasih min, sangat sangat ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  25. LN yg tidak pernah megecewakan

    ReplyDelete
  26. yang semangat ya babang up nya dibantu doa biar babangnya sehat selalu rejekinya lancar juga😁

    ReplyDelete
  27. Ayo minnn semangat, aku padamu ❤️❤️❤️❤️. Ditunggu lanjutan part 2 nyaaaaaaa…..

    ReplyDelete
  28. Semangat buat nya terjun dalam project nya,sehingga sampai ke para pembaca.terima kasih

    ReplyDelete
  29. Lanjut part 2 Min🙏

    ReplyDelete
  30. Huahhhh... Akhirnya kebaca juga 🤣

    ReplyDelete
  31. gas terus bang jgn kasih kendor

    ReplyDelete
  32. Tiap hari refresh komoetranslation, nunggu translasi chapter baru, belum keluar2 T.T

    Butuh chapter baruu miinn. Ganbattee

    ReplyDelete
  33. Klo boleh tau pertarungan sama evil tree itu di volume brp ya? Ada yg tau?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertarungannya cuma ada di dvd bonus gan, di ln gaada, kalo di wn kurang tau lagi sih

      Delete
  34. Ini translate indo dari Hitori ya

    ReplyDelete
  35. ngintip update tiap hari...sampe detik ini blom update lagi..😥

    ReplyDelete
  36. Part 2.. part 2.. part 2... Btw, arigato min.. mangat😤

    ReplyDelete
  37. Ditunggu bangettt min lanjutannya

    ReplyDelete
  38. Ini rilis tiap part volume 15 nya, berapa minggu sekali bang?

    ReplyDelete
  39. Part 2 nya lagi dikerjain sama miminnya, Gais. Mohon bersabar

    ReplyDelete
  40. Kak.. emg ini translatenya selesai 2024.. aku ada info katanya engsubnya selesai 2024 emg iya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 'RESMI', kalo yg kita baca sekarang Ilegal :v

      Delete
  41. Chapternya ini doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya enggak lah, pasti nggak ngikutin fanpage FB Komoe, disitu ada pengumumannya

      Delete
  42. Kukira naga itu punya aura eh ternyata punya mare

    ReplyDelete
  43. OK sip , terima kasih byk, di tunggu lanjutannya 👍

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon