November 26, 2018

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 54 - Tree Punishment

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 54 - Tree Punishment


Chapter 54 - Tree Punishment


Aku berada di suatu tempat di mana hukuman para orgre hutan yang sering disebut sebagai 'Tree Punishment'.

Para ogre hutan dengan sungguh-sungguh meminta maaf, dan apa yang mereka nyatakan kepadaku merupakan eksekusi mati yang seharusnya terjadi malam ini.

Ilusi seperti menari dan bernyanyi, dan setelah mereka melemahkan seseorang dengan alkohol, mereka menangkapmu dan melakukan eksekusi mati. Mereka yang tetap ingin menjatuhkan lawan mereka bahkan setelah orang itu mengalahkan mereka sekali, sungguh menakutkan.

... Buruknya, aku tidak menyadarinya sama sekali.

Ketika kami membicarakan tentang hukuman mati, itu mengingatkanku tentang hukuman kurungan seumur hidup, yang mana kau dipenjara untuk waktu yang tidak terbatas sampai kau mati. Namun, tampaknya bukan itu cara kerja hukuman mati mereka.


"Hoh ~! Hukuman itu telah dihidupkan kembali. Aku penasaran mengapa mereka masih melakukannya.” (Tomoe)


Tomoe sepertinya sudah mengetahuinya, tapi sepertinya dia tidak mengharapkannya dan terkejut dengan menyebutkan hal aneh yang disebut Tree Punishment. Dia kemudian mengatakan kepadaku itu merupakan hukuman yang telah lama hilang.

Aku sudah menyerah sepenuhnya, tetapi sepertinya mereka tidak membunuh semua hyuman dan bahkan ada beberapa yang kuat yang selamat (sedikit) dan telah tiba di desa ini.

Ah ~, ini sudah tidak bagus. Aku menarik kesimpulanku sendiri dan tidak mencoba untuk menyelidiki sendiri tentang hal itu, menyerahkan semuanya pada Mio. Sungguh menyedihkannya diriku.

Mari kita ambil ini sebagai contoh. Ketika kau mendapatkan SLG atau RPG untuk pertama kalinya dan tidak tahu cara mengarahkannya tetapi kau masih memainkannya seperti Leroy Jenkins dan terbunuh. Dalam game yang dapat diulangi, kau cukup mengucapkan 'Bangsat!' Dan hanya itu, tapi ...
(TL Note: Leroy Jenkins, nama karakter game dari Blizzard)

Ada banyak hyuman yang dipenjara.

Itu benar-benar kesalahan besar.

Keesokan paginya, aku dipandu ke tempat eksekusi dan menemukan sungguh tak punya hati dan menakutkannya hukuman ogre hutan ini.

Mereka, beraninya mereka mengatakan sihir hitam yang aku gunakan untuk menyebarkan kekuatan sihir itu menjijikkan ketika mereka melakukan hal semacam ini.

Ngomong-ngomong, aku tidak berpikir hyuman merupakan orang-orang yang memberi mereka nama itu, tapi aku pikir aku anehnya mengerti mengapa mereka diberi nama 'ogre hutan'.

Inilah yang aku pikirkan tentang mereka sebelum aku datang ke sini.

Cara hidup mereka melindungi lingkungan hutan, atau setidaknya itulah kesanku. Menjadi penebang pohon dan pemburu, bahkan mungkin tukang kayu. Sejujurnya, aku pun sampai tidak mengerti mengapa mereka meninggalkan kemampuan untuk berbicara dengan roh dan tumbuhan.

Karena aku membayangkan mereka sama persis seperti elf yang tinggal di hutan.

Itu terlalu manis.

Sebutan hutan benar-benar sebuah sebutan yang menggambarkannya. Karena mereka memikirkan tanaman dan semak yang tumbuh dan segala sesuatu yang dapat disebut hutan sebagai "target untuk dikelola". Mereka bukan target untuk keyakinan agama atau target untuk hubungan persahabatan.

Mendengar suara mereka, memahami keinginan mereka, berbicara dengan mereka.

Setiap dari mereka akan berpengaruh buruk bagi mereka.

Kemampuan berbicara dengan hewan ditujukan untuk konsumsi, mampu menukar pikiranmu dengan sayuran yang kau tanam dan kembangkan. Jika kau bertanya kepadaku apakah itu akan bermanfaat bagi orang-orang ...

Setidaknya bagiku, itu tidak mungkin. Aku tidak akan tahan.

Apalagi, Tree Punishment itu. Tidak sepenuhnya, tetapi itu tidak memberiku gambaran elf yang melindungi hutan.

Pohon-pohon dan semak-semak yang tersebar di depan mataku.

Ada alasan aku tidak menyebutnya hutan. Itu karena hal-hal yang tumbuh di sana memiliki jeda yang tetap dan itu mengingatkanku pada hutan yang ditumbuhkan secara artifisial.

Selain itu, semuanya dikembangkan sampai batas tertentu. Tidak ada tanda pohon-pohon itu kekeringan air atau patah.

Dan di bawah setiap pohon. Area yang ditanami itu aneh.

Biasanya, pasti ada rumput dan daun kering. Seharusnya semua itu pasti ada tetapi disana tidak ada sama sekali.

Ini adalah tanah yang sama dengan gurun yang aku langkahi sebelumnya.


"Apakah ini Tree Punishment?" (Makoto)


Kata-kataku menjadi sopan tanpa disengaja.


"Ini ... semuanya?" (Makoto)


Aku terkejut, tetapi sepertinya Tomoe dan Mio tidak sama sekali. Tomoe sudah tahu tentang itu jadi tidak apa-apa, tetapi utuk Mio yang seperti itu juga. Standar seseorang dari dunia lain, seperti yang diharapkan, berbeda dari orang-orang di dunia ini ya. Tentu saja itu masalahnya.

Tree Punsihment.

Hukuman mati yang sebenarnya menguntungkan para ogre hutan.

Keahlian unik yang dapat mereka gunakan pada ras yang memiliki kekuatan sihir dalam jumlah tertentu.

Itu adalah hukuman 'untuk mengubah keberadaanmu menjadi pohon'.

Makhluk yang berubah akan kehilangan kesadaran mereka seiring waktu dan, pada akhirnya, mereka akan kehilangan ingatan mereka sendiri. Setelah beberapa saat ditransformasikan (beberapa tahun hingga beberapa dekade), karena sensasi dirimu masih terasa karena jiwamu, ketika ranting patah atau kulit dan batangmu rusak, kau masih akan merasakan kesakitan. Benar-benar mimpi buruk.

Keterampilan akan diaktifkan secara praktis dalam sekejap, dan jika efek abnormal terjadi, beberapa detik kemudian kau akan berubah menjadi pohon. Ada apa dengan orang-orang ini?


"Ya, ini adalah orang-orang yang telah melakukan hal-hal yang keterlaluan pada hutan dan orang-orang yang tanpa alasan datang menyerbu."


Salah satu elder mengatakan padaku seolah-olah itu bukan apa-apa.


"Ini adalah kemampuan kami yang sudah lama hilang, tapi orang di sana ..."


Di tempat di mana dia menunjukkan, mengejutkannya ada si otak otot yang dipapah menggunakan bahu AB.


“Itu mungkin karena keturunan ancestor. Dia membangunkan kekuatan ini, sehingga Tree Punishment dihidupkan kembali.”

“Aku mengerti, darahnya pasti lebih tebal atau pencapaian elemennya tidak umum. Untuk berpikir ada seorang individu yang bisa mencapai tingkat seperti itu. Sungguh mengejutkan-ja na.” (Tomoe)


Tomoe tampaknya diyakinkan oleh sesuatu dan mengangguk berulang kali.


“Seiring dengan melemahnya penghalang, penyusup mulai muncul di daerah yang kami awasi dan di desa kami. Kami menyerahkan masalah pertempuran kepada orang-orang itu.”


Para pemimpin pertempuran ya.

Tentu saja, orang-orang semacam itu ... bagaimana mengatakannya ...

Mereka memiliki kekuatan dan kepercayaan yang tidak masuk akal. Jika salah satu dari mereka mengangkat bendera, itu akan membuatmu berpikir orang itu adalah pengawal raja. Mereka ini merupakan tipe otak otot yang keras kepala dan memiliki naluri yang sangat bagus. Selain itu, ada beberapa yang benar-benar dapat memikirkan hal-hal secara menyeluruh dan bisa menggunakan otaknya, mirip cheater. Aku berharap mereka bukan seseorang yang seperti itu.

Kali ini, situasinya jelas tidak ada harapan. Mereka berdua yang seharusnya telah mati, dengan sempurna diselamatkan.

Si AB yang akan segera membuatku lelah jika aku mencoba untuk menemani mereka, mungkin berada dalam posisi seperti pembantu si pria itu. Mereka meminjamkan bahu mereka dan memasang wajah yang jelas memberitahu orang-orang di sekitar kekhawatiran mereka.


“Aku akan mengurus penghalang. Jangan khawatir.” (Tomoe)

“Tuan Shen, saya benar-benar berterima kasih banyak. Dengan ini, tidak perlu takut didatangi musuh dan kami akan bisa hidup damai sekali lagi.”


Ini bukan tempat yang aku ingin tinggali lama. Aku telah menyelesaikan sebagian besar dari apa yang aku lakukan di desa mereka.

Aku memberi tanda pada Tomoe dengan mataku dan sepertinya dia mengerti apa yang aku coba katakan. Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan hanya merasa suram di sini.


“Lalu, ayo kembali. Dan juga, ogre hutan. Namaku Tomoe-ja. Jangan membuatku terus mengulanginya.” (Tomoe)

"Ya, ya, Tomoe-sama."


Kata-kata Tomoe dipenuhi dengan kemarahan.

Aku harus melepaskan rasa dingin yang merembet ke tulang belakangku dengan sesuatu yang lain. Mungkin karena ini adalah pertama kalinya dalam hidupku aku datang ke tempat eksekusi mati. Ini sangat tidak menyenangkan.

Pada akhirnya, sekali lagi.

Aku melihat masing-masing dan setiap pohon yang aku tidak tahu bagaimana masa lalu mereka. Mungkin mereka adalah hyuman, mungkin demi-human, atau mereka bahkan bisa menjadi binatang iblis.

Bahkan ketika aku menggunakan [ Sakai ] atau Mio menggunakan penyembuhan dan pelepas kutukan, mereka tidak kembali ke bentuk sebelumnya. Saat itu diaktifkan, bahkan aku tidak dapat melakukan apa-apa. Dalam hatiku, aku mengukir fakta orang-orang seperti mereka ada di dunia ini.

Aku tidak berencana meninggalkannya seperti ini.

Mereka ini melakukan kejahatan, jadi mereka menerima hukuman mereka. Ini merupakan sesuatu yang bisa dimaklumi jika mereka hanya menggunakan kekuatan ini untuk situasi seperti itu, tetapi ada juga kemungkinan mereka membabibuta dan juga menggunakan kekuatan ini dalam pertempuran.

Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya, tetapi aku akan mencoba mencari penawarnya. Untungnya, aku memiliki laba-laba yang terampil dan saudara-saudaranya juga.


~ Otak Otot ~


Aku tidak mengetahuinya sama sekali mahluk seperti Lich menggunakan tubuhku sebagai sarang.

Stamina yang aku miliki akhir-akhir ini dan sensasi aneh yang semakin kuat sepertinya bukan karena membangkitkan kekuatan Tree Punsihment.

Tidak, dia mungkin ada di sana sebelum kemampuanku terbangun. Ini merupakan sesuatu yang tidak akan diketahui siapa pun.

Naga yang telah menciptakan penghalang untuk kami yang disebut Shen menangani Lich. Kabut tebal yang menyerupai asap, menyelimuti tubuh orang itu dan menghapusnya tanpa meninggalkan jejak setelahnya.

Bahkan tidak ada sisa miasma yang tertinggal, itu merupakan penggunaan kekuatan tingkat tinggi. Aku paham, aku telah memahami dengan jelas jenis eksistensi apa yang disebut naga superior.

Tubuhku tidak mendengarkanku dengan baik, tetapi aku entah bagaimana bisa menghadiri perjalanan ke tempat eksekusi.

Sungguh memalukan hingga Akua dan Eris memapah diriku, tetapi mereka memberitahuku energi kehidupanku mengering atau sesuatu seperti itu, keadaan yang sangat berbahaya, jadi aku tidak bisa mengeluh tentang hal itu. Aku harus bersyukur karena aku masih hidup.

Ketika aku melakukan obrolan ringan, aku mengamati wanita besetelan hitam dan pria bertopeng, dan juga wanita naga.

Tidak, sejujurnya, aku melihat pria bertopeng.

Orang itu sepertinya telah menggunakan skill yang tidak diketahui untuk mengalahkan Lich. Wanita naga itu sepertinya ras naga superior yang telah lama diceritakan oleh pak tua Nirgi padaku sebagai cerita tanpa henti sejak aku masih kecil. Wanita bersetelan hitam itu juga, aku tidak merasa dia seorang yang hyuman.

Tapi pria itu, anak itu seorang hyuman. Dan meskipun begitu, mereka berdua memiliki penampilan yang sama dengannya. Mungkinkah mereka melayaninya?

Aku tidak mengerti.

Akhir-akhir ini, sejak aku kembali dari luar, aku telah mewaspadai seorang lelaki yang tidak menyenangkan.

Anak lelaki elder yang bergerak aneh.

Karena aku dalam kondisi buruk, pengelolaan kawasan dan perlindungan hutan telah dipercayakan kepada orang lain. Kehidupanku tinggal di desa secara bertahap semakin bertambah.

Pergerakan orang itu, yang kelihatannya seperti mengawasi desa, meyakinkanku bahwa kekhawatiranku tidak sia-sia.

Ada saat-saat ketika dia sepertinya tetap berhubungan dengan seseorang, tetapi aku tidak bisa menangkap basah orang itu.


- Pada hari itu -


Akua dan Eris kembali dengan selamat tanpa cedera apapun bersama para penyusup.

Singkatnya, para penyusup menahan diri dan mereka masih tatap kalah. Akhir-akhir ini, pola orang-orang yang menghilang, memancing para hyuman menuju desa lebih sering. Ini merupakan pertama kalinya untuk Akua dan Eris, tetapi dengan ini aku harus membuat semua orang menjalani pelatihan sparta.

Itu berarti, nantinya para penyusup akan dihancurkan dalam perjamuan dan dijebloskan ke penjara, itulah bagaimana yang seharusnya terjadi tetapi ... Adonou bergerak.

Mungkin mereka adalah orang-orang yang terus berhubungan dengannya?

Aku berpikir tentang itu, tetapi sepertinya bukan itu masalahnya. Dia membuat beberapa tindakan mencurigakan dan pergi ke tempat lain. Aku salah ya.

Di kamar hanya ada para penyusup dan murid-muridku.

Sepertinya murid-muridku ingin membawa mereka ke tempatku.

Meskipun aku begitu dekat dengan mereka, mereka masih tidak memperhatikan kehadiranku. Aku harus memarahi mereka nanti.

Ah, aku mengerti.

Itu mungkin artinya mereka sangat berbahaya ya.

Sampai-sampai mereka ingin melewatkan semua urusan perjamuan itu dan membawa mereka langsung ke tempatku.

Lalu ada perubahan rencana.

Aku akan mengalahkan orang-orang ini dulu. Hasilnya akan tetap sama.


"Yo! Apakah kalian para tamu ?!”


Aku dengan cepat menghancurkan dinding dan menyambut mereka.

Wanita bersetelan hitam itu waspada terhadap murid-muridku sambil menatapiku. Wanita ini boleh juga, dia kuat.

Yang bertopeng juga menjadi waspada saat suara itu terdengar. Fumu.

Namun, itu sia-sia. Melawanku.

Sepertinya mereka menindas murid-muridku, jadi aku akan menyelesaikan ini secepatnya.


“Kudengar kau memperlakukan Akua dan Eris seperti anak-anak? Itu sangat mengesankan, hey, Nii-chan di sana, ayo jabat tangan! Ayo lakukan jabat tangan!”

"Shishou!"


Aku tersenyum lebar dan meregangkan tanganku ke tangan si bertopeng. Murid-muridku sepertinya telah memperhatikan apa yang ingin aku lakukan, aku dapat merasakan sedikit ketegangan dari mereka.

Dan kemudian, aku tentu memaksa pria bertopeng untuk melakukan jabat tangan denganku.

Ini dia.

Tree Punsihment diaktifkan.

Dalam beberapa detik, orang ini akan berubah menjadi pohon dan ...

Dia tidak berubah.

Aku mencoba mencengkeramnya beberapa kali. Aku bisa merasakan sensasi itu memancar, tetapi reaksinya lemah.


"B-Bisakah kau melepaskanku?"


Aku bisa tahu kekuatan di tangannya menghilang. Sedikit lagi ya. Tetapi ini merupakan pertama kalinya hal ini terjadi. Apa yang sedang terjadi?

Entah bagaimana ... menarik. Bagus. Situasi semacam ini juga terjadi ya.

Sesaat kemudian.

Suatu kejutan menerpa pergelangan tanganku.

Pada saat aku menyadarinya, itu terasa sakit, di depanku sesuatu muncul!

Aku merasakan sebuah hantaman yang luar biasa di seluruh wajahku, dan ketika aku mencoba memegang wajahku, apa yang aku lihat adalah postur dari wanita bersetelan hitam yang memegang kipas lipat.

Aku dihempaskan! Aku tidak bisa bereaksi sama sekali!

Merasakan banyak guncangan keras dari punggungku, aku melanjutkan momentum dan jatuh terkapar. Di tempatku jatuh, aku menjadi karakter 大.
(TL Note: Telentang)

Hebat. Wanita itu luar biasa!

Hingga dia bisa mengeluarkan serangan cepat dengan penampilan seperti itu. Sebenarnya siapa dia ini?

Ketika aku mendengar suara murid-muridku di kejauhan, aku mengeluarkan tembakau dari saku dadaku.


- Itu adalah kenangan terakhirku kemarin —-


Setelah itu, sepertinya aku melakukan banyak tindakan, tetapi aku tidak memiliki kenangan tentang itu. Itu masih hanya dugaan, tapi Lich mungkin menggunakan tubuhku seperti yang dia inginkan.

Kesadaranku kembali pada pagi hari berikutnya.

Seluruh tubuhku luar biasa berat dan kaku.

Mereka mengatakan kepadaku keberadaan yang disebut Lich keluar dari mulutku seperti asap hitam, atau sesuatu seperti itu.

Dan orang yang mengalahkan Lich itu adalah pria bertopeng. Aku tidak tahu dengan apa atau bagaimana dia bisa mengalahkannya, tetapi sepertinya serangan akhir yang terlihat ditangani oleh Shen berambut biru.

Raidou. Pedagang newbie dari Tsige ya.

Itu pasti bohong!

Percakapan dengan orang-orang itu dan kami, para ogre hutan, berlanjut bahkan setelah kembali dari tempat eksekusi.

Namun, hanya para elder dan mereka.

Kami bahkan tidak bisa mendengar hasilnya.

Dalam hal ini, aku akan tetap merahasiakan ketika aku melakukan Tree Punishment pada Raidou. Aku merasa itu hanya akan membuat situasinya menjadi lebih rumit.

Tapi, mengapa itu tidak berhasil? Ini belum pernah terjadi sebelumnya.


"Shishou, aku ingin menanyakan sesuatu."


Akua, sambil menunggu pertemuan berakhir, mulai berbicara kepadaku dengan ketegangan yang aneh.


"Hm?"

"Tentang lelaki bernama Raidou ..."

"Ah, uhm ... Nanti oke?"


Aku ingin menjawab pertanyaannya, tetapi sepertinya rapat sudah selesai.

Apa yang akan menjadi penebusan kesalahan kami? Dalam kasus terburuk, kami akan menjadi budak mereka. Dalam kasus terbaik, itu akan ada di sekitar menjadi pelayan?

Pertemuan dengan wanita bersetelan hitam, wanita naga, dan pedagang yang memiliki keduanya di sisinya. Tidak aneh jika dipaksa melakukan perintah yang mustahil.

Nah, jika terjadi sesuatu, aku akan maju. Bahkan jika Tree Punishment tidak berhasil, itu tidak berarti aku tidak bisa bertarung.

Jika aku entah bagaimana mendapatkan pertarungan satu lawan satu dengan Raidou, mungkin saja aku memiliki kesempatan.

Juga, jika aku menjadikannya sebagai pertarungan pukulan...

Semua Penyihir yang seperti itu, jika kau mendekatinya dan mampu menyerang mereka sekali, mereka selesai.

Bagian tersulitnya adalah membuat Raidou menerima pertarungan satu lawan satu dengan keterampilan percakapan. Tapi aku harus melakukannya bagaimanapun caranya.

Orang yang memiliki kemampuan tertinggi dalam pertempuran di antara para ogre hutan, tanpa keraguan, adalah diriku.

Raidou dan yang lainnya.

Jangan berpikir kami akan menyerah dengan patuh.


[ Chapter 54 Selesai ]





 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  




EmoticonEmoticon