April 16, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 8

Saya ucapkan terimakasih kepada Awang Khairullah dan Aris Revaldy yang telah membantu saya menerjemah parti ini.


Translator: Sai Kuze

Chapter 2 - Hitungan Mundur Menuju Pembinasaan


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 8


          Ainz membuka pintu es berbalut gaya chateau layaknya pintu di istana suatu dongeng. Sama seperti sebelumnya, hawa dingin berhembus keluar dari dalam, namun Ainz, sebagai undead dengan kekebalan mutlak dari temperatur dingin, tidak terganggu akan hal tersebut. 

Ainz berjalan sendirian melewati koridor menyeramkan. Selain memeriksa lubang di langit-langit sembari dirinya berjalan, dia melangkah tanpa henti menuju pintu yang berdiri sebagai pusat *mural raksasa yang membentang keseluruhan dinding.
(TLer: lukisan dinding)


Sama seperti sebelumnya, plester pada titik-titik tertentu mural sudah terjatuh. Itu terlihat sangat menyedihkan.

Pintu didorong dengan satu dorongan dan perlahan terbuka, ketiga penghuni ruangan berdiri untuk menyambut Ainz.

Pemilik ruangan, Nigredo.

Maid berkepala anjing, Pestonia.

Dan yang terakhir dari trio tersebut, yaitu Sebas.

"Selamat datang, Ainz-sama."


Dengan pemilik ruangan, undangan Nigredo, Ainz mendekati meja tempat mereka duduk.

Terakhir kali dia berada di ruangan ini, yang dia dapatkan hanyalah sebuah *buaian.  Kali ini buaiannya tidak terlihat, hanya sebuah meja dan empat kursi.
(TLer: jaring buat tidur2 di pantai, yg harus di iket ke 2 pohon)

Kursi itu mungkin diambil dari ruangan lain di Frozen Prison.  Sebagai catatan, Nigredo hanya Area Guardian dari bagian atas tanah Frozen Prison, Neuronist merupakan Area Guardian untuk bagian bawah tanah 
(TLer: maksudnya di Frozen Prison, wilayah Nigredo di permukaan sedangkan Neuronist di bagian bawah atau bawah tanah)

Setelah Ainz duduk, Pestonia segera menyiapkan teh. Uap yang keluar dari cangkir di depannya membawa aroma teh hitam yang ada di dalamnya. Sebas mengeluarkan beberapa biskuit pada saat yang bersamaan.

Tentu saja, Ainz tidak bisa mengkonsumsi apa pun dengan kondisi tubuhnya, tetapi dia dengan senang hati menerima keramahan mereka. Setelah itu, Ainz memerintahkan mereka bertiga yang masih berdiri untuk duduk.

Biskuit yang diberikan pada Ainz sama sekali tidak mewah, hanya dibungkus kotak biasa.  Itu bisa dikatakan pemandangan langka di Nazarick.

Apakah ini eksperimen seseorang? Ainz memandang ke arah Sebas dan bertanya tentang itu melalui tatapannya sendiri, menyuruh Sebas untuk menjawab,

“Itu bukan dari Nazarick, tetapi barang-barang yang saya bawa dari E-Rantel.  Karena banyaknya bahan-bahan segar dan murah yang dibawa ke kota, budaya makanan perlahan berkembang di sana. Biskuit ini merupakan salah satu makanan yang sedang dikembangkan. Ada yang pernah mengatakan, sebelumnya biskuit itu lebih keras, tetapi saat ini sudah cukup lembut."

"Saya sudah pernah mencicipinya, kualitas rasanya sudah di tingkap dapat diterima sebagai camilan, woff."

"Hmmm."


Ainz mengambil biskuit dan menggigitnya.  Memang, itu tidak sekeras yang dia harapkan.

Biskuit itu patah menjadi dua ketika Ainz menangkap remah-remah dari bagian dalam rongga rahangnya dan meletakkan serpihannya di sebelah cangkir teh hitam.

Dia bisa mengetahui tekstur biskuitnya, tetapi tidak dengan rasanya, sungguh mengecewakan tubuh ini.

Akan tetapi, dari sudut pandang Ainz sama sekali tidak demikian. Itu secara khusus dikarenakan kenyataan bahwa tubuh ini tidak mempunyai libido, nafsu makan, dan membutuhkan tidur, berkat itu dirinya bisa berhasil dalam perannya sebagai penguasa Nazarick.

Jika salah satu aspek itu berlaku untuknya, tentunya  sejak awal dirinya akan berada pada kegagalan tanpa henti menjadi seorang penguasa.


“Jika Ainz-sama menyewakan lebih banyak undead untuk tujuan pertanian, maka pasti akan ada perkembangan dalam perbaikan jenis makanan. Budaya makanan pasti akan berkembang dan mungkin mereka bahkan bisa menghasilkan makanan dengan kualitas yang sama sebanding dengan kualitas sajian Nazarick.”

“Itu akan bagus, karena tubuhku, aku tidak bisa memeriksa buff yang diberikan dari berbagai macam food item. Jika kita menanamkan lebih banyak sumber daya untuk ini, maka akan membantu memperkuat nazarick. Tetapi- jika itu masalahnya, aku berasumsi mereka yang tidak memiliki level pada [ Cook ] tak bisa memasak sama sekali kan?”

“Kami juga mengkhawatirkan tentang itu, maka akan lebih baik untuk menyelamatkan sebanyak mungkin ras sebisa kami.”


Ainz mengangguk setuju dalam menanggapi saran Nigredo.
     
Tiba-tiba, Ainz teringat mengenai *biodomes eropa di masa lalu dan konflik yang muncul setelahnya. Meskipun dia tidak terlalu tertarik pada topik saat itu, Blue planet sangat kesal.
(TLer: model yang dibangun untuk mewakili lingkungan tertentu dan komunitas organisme yang hidup di sana)


“Ah, ya. Itu akan lebih baik. Satuan tugas harus dibentuk untuk mengatasi masalah tersebut.” Dia mungkin harus mengusulkan ide ini pada Albedo. “Sekarang – sudah saatnya kita membahas topik utamanya. Katakan kepadaku. Mengapa kalian mengundangku kesini?”


Nigredo, sebagai perwakilan mereka,berbicara,


“Ya, mengingat situasi saat ini, bukankah sudah saatnya kita menghentikan pembantaian warga Kingdom?”
     
“Ditolak, bagaimanapun, bukankah ini adalah sesuatu yang seharusnya kalian tanyakan kepada atasanmu langsung, Floor Guardian, daripada diriku?”


Ainz menjawab seketika.

Penghuni Nazarick – terutama Area Guardian – telah diinformasikan, secara tertulis, tindakan Floor Guardian dan tujuan dibaliknya.

Jika mereka memiliki saran, seharsunya mereka melapor kepada atasannya, Floor Guardian. Ini untuk menyatukan seluruh penghuni Nazarick, untuk mendapatkan pendapat dari mereka yang memiliki sudut pandang yang berbeda dan untuk menarik minat dan keingintahuan mereka semua.

Namun, meskipun Nigredo menyatakan pendapatnya seperti yang dia harapkan, dia seharusnya melapor kepada atasannya, Floor Guardian lantai 5 Cocytus. Jika Ainz menerima sarannya secara langsung, itu akan merugikan otoritas Cocytus.
     
Sebagai *konformis sosial, dia sama sekali tidak bisa melakukan itu.
(TLer: suatu jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada)

Jika beberapa dari kalian tidak mengerti, jangan melewatkan atasanmu sendiri dan mengajukan petisi yang lebih tinggi dari departemen lain semau kalian. Apakah kalian mengerti sekarang? Tak ada hal baik yang akan datang setelahnya.

Dari sudut pandang tersebut, Ainz, sebagai kepala dewan direktur – puncak hirarki perusahaan atau bisa disebut guild master – harus dapat melakukannya, tetapi untuk membangkitkan perselisihan antara bawahannya dapat membuat perusahaan berada pada situasi yang sulit dan karenanya harus dihindari dengan cara apapun.


Jika konsekuensinya hanya menyerahkan Floor Guardian lantai 4, Gargantua, sebagai gantinya, Ainz akan bersedia melakukannya.


“Ainz-sama benar. Maka, izinkan juga saya untuk mengajukan saran ini, woff."


Dalam arti tertentu, atasan pestonia yaitu Sebas.

Jika Floor Guardian ditugaskan sampai lantai  9 dan 10, Sebas akan menjadi Floor Guardian lantai 9 dan Albedolah yang akan menjaga lantai 10.

Karena Sebas yang mengundang Ainz, seharusnya sejak awal tak ada masalah mengenai penghinaan.


“-Aku mengerti, Aku memahami perasaanmu sekarang, tetapi aku mau mengajukan satu pertanyaan. Perang ini merupakan eksperimen besar-besaran untuk kebaikan kita dalam memperkuat Makam Besar Bawah Tanah Nazarick, rumah kita. Itu tidak akan berhenti hanya karena berkah pengampunan, maka apakah saran mu berdasarkan atas alasan tersebut?”


Jangan salah, Makam Besar Bawah Tanah Nazarick – Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown tidaklah unik, juga tidaklah tak terkalahkan. Jika mereka bertemu Guild lain yang juga dikirim ke dunia ini, mereka bisa kalah.

Untuk berasumsi jika mereka bukanlah satu-satunya yang dikirim ke tempat ini. . . sangatlah terlalu optimis.

Sejujurnya, dia sudah merasakan kehadiran World Class Item yang lain maka asumsi bahwa beberapa guild berada di tempat lain bukanlah sekedar imajinasi belaka.

Ini sebabnya, untuk menjamin kemenangan dalam perang guild yang tak terhindarkan, itu merupakan tugasnya untuk memperkuat Nazarick sebanyak yang dia bisa.


“Tak bisakah kita memberikan berkah agar mereka diselamatkan karena belas kasihan saja? woof.”

“. . .uh. Apa maksudmu? Jika ada manfaat yang bisa dipetik dari saranmu, katakanlah, kalau itu sesuatu seperti ‘jika kita menyelamatkan sebanyak mungkin yang kita bisa, makhluk yang kuat mungkin akan terlahir di masa depan’ aku tidak akan memperalatkannya. Sepanjang sejarah Kingdom, tidak ada yang lebih kuat dari peringkat petualang Adamantite. Dalam hal kekuatan murni, mungkin itulah batasan manusia. Jika itu masalahnya, akan lebih baik memilih dragon atau ras kuat lainnya.”

“Semua bayi memiliki potensi, Ainz-sama.”


Pestonia memberikan tatapan dingin pada Nigredo – setidaknya Ainzmengira itu hanya – lirikan.


“Bukan hanya bayi, woof.”


Nigredo memiliki titik lemah pada bayi, bahkan mungkin melampaui Pestonia. Namun, belas kasihnya hanya sebatas pada bayi. Begitu mereka berumur 2 tahun, dia melihat mereka hanya sebagai sekarung daging untuk dibuang.

Untuk alasan itu, balita yang telah diselamatkan selama penyerangan di ibukota sudah tak dirawat Nigredo dan ditempatkan dibawah pestonia setelah mereka berusia 2 tahun.

Saat ini mereka mungkin dikirimkan ke panti asuhan milik Yuri.

    
“Begitu, itu benar. Tetapi, bukankah hal yang sama juga berlaku untuk capung?”




“Aku mengerti, itu benar. Tapi, bukankah hal yang sama juga berlaku untuk dragonling?”
(TLer: ini keknya semacam ras)

“Apa yang baru saja kita bicarakan, meningkatkan jenis makanan, bukankah itu juga berlaku untuk manusia? Jika kita menerapkan teknik berbeda yang kita miliki di Nazarick untuk memperkuat mereka, tentu saja variasi manusia yang lebih kuat dapat dibuat. Plus, nilai ras bukan hanya dalam kekuatan mereka, kecenderungan manusia untuk kreativitas dalam ciptaan mereka... anda bisa menyebutnya kemampuan pengembangan budaya, saya percaya mereka memiliki kemampuan itu. Jika kita harus mengurangi populasi mereka hingga tak tersisa, bukankah itu kerugian bagi Nazarick? "


Apakah itu sebabnya mereka memberi Ainz biskuit? Jika itu masalahnya, semuanya telah berjalan seperti yang mereka inginkan. Tidak, itu tidak masalah. Selama mereka bisa meyakinkan Ainz, itu akan menjadi kemenangan mereka.


“Memang, itu patut dipertimbangkan. Namun, aku tidak ingin penghuni dunia ini menjadi terlalu kuat, bahkan aku mempercayai jika peradaban mereka berkembang, itu akan menjadi suatu ancaman." Ainz mengepalkan tangannya. “Mereka yang kuat tetapi tidak bisa menjadi lebih kuat dan mereka yang lemah tetapi masih memiliki ruang untuk berkembang, pembalikan nasib harus dihindari dengan cara apa pun. Begitu kita menemukan kemungkinan sekecil apa pun dari hal itu terjadi, kita harus mencegahnya dengan cara apa pun. Ini semua untuk kebaikan Nazarick... benar kan?”


Mereka berdua terdiam. Ainz mengalihkan pandangannya pada Sebas.

Daritadi Sebas tak mengatakan apapun.


“Saya berterimakasih karena Ainz-sama bersedia datang ke sini dan mendengarkan pemikiran mereka. Itu sebabnya saya tidak akan membuat permintaan lebih lanjut."

"Hmmm..."


Ainz menangkupkan dagunya dan mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua.


"Mmmm, memang benar, itu akan merugikan kita jika mendorong umat manusia menuju ambang kepunahan. Ketika dorongan datang untuk mendorong, mereka akan melakukan apa saja untuk menjadi lebih kuat karena putus asa. Untuk alasan itu, tindakan terbaik untuk kita yaitu memusnahkan semua yang memiliki pengalaman semacam itu. Jika kalian ingin mengasuh mereka, kembangkan mereka yang belum melalui pengalaman-pengalaman seperti itu - mereka yang tidak memiliki dorongan untuk memperkuat diri mereka sendiri.” Ainz mengalihkan pandangannya di antara mereka berdua. “Apakah kita sudah selesai di sini? Haruskah aku kembali ke ruanganku?”

"Ya, woof!"


Suara Pestonia agak terlalu keras. Dia menundukkan kepalanya karena malu dan berkata, "Saya sangat menyesal."


"Tidak apa-apa. Daripada meminta maaf, katakan saja.”

"Ya - Ainz-sama. Saya telah mendengar strategi anda kali ini disebut Permen dan Cambuk, untuk memberitahu kerajaan-kerajaan di sekitar kita tentang perbedaan hasil antara Empire yang memilih untuk menjadi pengikut kita dan Kingdom yang memilih untuk menganggap kita sebagai musuh. Apakah itu merupakan alasan pembantaian saat ini, woff?” Pestonia melanjutkan setelah Ainz mengangguk, “Jika semakin banyak orang yang berhasil melarikan diri dari pembantian ini, bukankah persepsi tentang betapa bodohnya tidak mematuhi Ainz-sama, atau lebih tepatnya Sorcerous Kingdom, menjadi semakin meluas? Uh, woof."

"Kau menyarankan agar aku sengaja membiarkan beberapa dari mereka lolos karena itu?"

"Ya, woof."


Jika itu masalahnya, ada beberapa nilai yang memungkinkan mereka untuk melarikan diri.

Namun.

Dia tidak percaya jika Albedo dan Demiurge belum mempertimbangkan hal ini. Keduanya merupakan tipe yang tidak menjalankan rencana sampai mereka memikirkan kemungkinan semacam ini. Jika Ainz membiarkan itu, dia akan menjalankan rencana yang Albedo dan Demiurge tinggalkan karena suatu alasan.

Bagaimana mereka berdua, yang selalu mengira tindakan Ainz sebagai orang jenius, bereaksi terhadap ini?

Perut Ainz yang tidak ada terasa sesak saat dia memikirkan hal ini.

Tunggu sebentar, dia telah mengatakan kepada mereka, "Aku akan membuat kesalahan dengan sengaja," jadi bahkan jika sesuatu yang luar biasa terjadi, itu masih bisa berjalan dengan baik pada akhirnya. Namun, pertama-tama masalah sebenarnya terletak pada apa yang akan terjadi sesudahnya, khususnya tindakan mereka yang akan menyebut warna putih sebagai hitam dan sebaliknya.


{Jika mereka menyerah pada rencana karena kesalahan fatal dan aku memerintahkan mereka untuk melaksanakannya, itu bisa menyebabkan kerugian besar di pihak kita.}


Itu akan sama dengan perusahaan yang mengalami kerugian besar karena ketidakmampuan CEO sementara karyawan tidak berdaya untuk menghentikannya.


{Bahkan jika mereka memulihkan kerugian, seseorang seperti diriku akan terlalu lemah lembut dan tidak berdaya untuk melakukan apa pun. Seseorang yang bahkan tidak bisa memikul tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan mereka seharusnya tidak melakukan sesuatu seperti ini.}


Tetapi bahkan jika dia ingin menolaknya, dia tidak bisa memastikan apa yang salah dengan saran Pestonia.

Meskipun "tidak" yang sederhana mungkin sudah cukup.


{... Jadi aku seharusnya dengan paksa membawa Albedo dan Demiurge ya? Tapi...}


Dia tidak melakukan itu karena dia kurang lebih mengetahui tujuan pertemuan ini setelah mengetahui yang ingin ditemui adalah Nigredo dan Pestonia.

Inilah sebabnya mengapa itu berubah menjadi situasi yang sulit.

Karena, keduanya pernah dipenjara sebelumnya. Saat itu, Albedo sudah menyarankan untuk mengeksekusi mereka. Dia takut jika hal yang sama terjadi lagi, Albedo akan sangat meminta untuk mengeksekusi mereka. Dia juga takut akan perpecahan yang tidak bisa didamaikan di masa depan.

Sebuah organisasi yang kelihatannya tangguh bagi orang luar masih bisa runtuh dari dalam.

Itulah sebabnya mereka harus menghindari apa pun yang dapat mengancam mereka.

Maka, apa yang harus dia lakukan saat ini?

Akal sehatnya menyuruhnya untuk menolak saran mereka tetapi sesuatu masih mengganggunya: masa depan.

Meskipun Makam Besar Bawah Tanah Nazarick hanya akan menerima satu set orang luar ke dalam pasukan mereka, Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown telah menyerap sejumlah besar orang luar. Meskipun mereka mungkin tidak memegang jabatan penting dalam organisasi, itu mungkin hanya berlaku sementara.

Jika orang luar itu ingin menjadi pejabat tinggi, mereka tentu akan memiliki banyak pendapat yang berbeda. Mungkin juga akan ada saran untuk kebajikan yang akan membuat Albedo dan sisanya menyebut mereka "berkemauan lemah" atau sesuatu yang serupa.

Apakah mungkin untuk menugaskan Nigredo dan Pestonia dengan mengintegrasikan pendapat-pendapat semacam itu?

Jika itu masalahnya, mengabaikan saran mereka saat ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Jika orang-orang dengan pendapat yang sama seperti mereka merupakan pengecualian di Nazarick, maka dia harus mengalihkan perhatian lebih ke masalah ini.

Juga-


{Aku sudah membayar kebaikan yang ditunjukkan Touch Me-san kepadaku, jadi jika aku menganggap ini sebagai balasan kebaikan Mochi-chan dan Tabula-san, ini seharusnya baik-baik saja.}


"... Meskipun aku mempercayai kalian semua saat ini sudah mengetahui tentang hal ini, aku akan mengulanginya lagi. Aku tidak pernah bermaksud untuk memusnahkan setiap manusia dari Kingdom. Yang benar adalah, kita telah meyakinkan banyak bangsawan untuk bergabung dengan pihak kita... paling banyak, hanya sekitar 90% dari mereka yang akan terbunuh."

"Maka beberapa orang yang terpilih untuk selamat akan hidup di bawah kekuasaan Nazarick, woof. Saya tidak yakin hal itu akan mengiklankan pesan lebih luas dibandingkan jika kita membiarkan orang-orang yang tak terpilih melarikan diri."


Dia bisa memahami keinginan Pestonia untuk membantu mereka yang belum dipilih oleh mereka.


“Aku benar-benar mengerti apa yang ingin kau katakan. Jika itu bukan karena belas kasihan, tetapi untuk kebaikan yang lebih besar dari Nazarick, ada ruang untuk dipertimbangkan ... Aku akan mempertimbangkan untuk membiarkan beberapa dari mereka melarikan diri."

"Kami berterimakasih sedalam-dalamnya."

"Kami berterimakasih sedalam-dalamnya, woof."


Sebas juga dengan tenang menundukkan kepalanya.

Namun, meskipun dia mengatakan itu, dia tidak mengetahui tepatnya bagaimana dia harus melakukan ini. Hati Ainz bertambah berat.

Dia harus memikirkan solusi. Mungkin dia hanya perlu membiarkan beberapa ratus orang melarikan diri untuk menenangkan mereka..



--------


Mini-FAQ:
T: Dah nyampe mana?
A: 270/568


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

119 comments:

  1. ๐Ÿ˜ Iyes hadir min, thanks tlnya. . .

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Gk sabar nunggu war ny Red drop. Flor guardian mana yg jadi lawan ny

    ReplyDelete
  4. Akhir nya update juga..
    Makasih min lanjutkan..

    ReplyDelete
  5. 1 Hari 3 Kali check update

    ReplyDelete
  6. Terima kasih ka Awang K, ka Aris R, dan translator komoetranslation. Kalian pertamaxx. Mantapp

    ReplyDelete
  7. Seharusnya dibunuh aja itu Pestonya & nigredo๐Ÿ˜  Ngambil keputusan kok pke perasaan wkwkwk gk jauh beda dengan protagonist Anime isekai Mainstream ampas dengan mc naif.......Mereka yg sekamat bisa menjadi mala petaka utk nazarick,

    Bdw sasuga mimin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jangan dong
      Sayang. Emang di NW masih bisa buat NPC lvl 100 kaya di game nya?
      Plus, Ainz kan udah anggap npc itu anak2nya, peniggpenin temen2 nya, main bunuh aja -,-

      Lagian ada istilah yg bilang, banyak ide, banyak jalan yg tersedia

      Delete
    2. Oh,,, itulah inti yg menarik. Nigredo, Pestonya at Sebas at Theocracy๐Ÿค”๐Ÿ˜ Pstinya akan ada yg akn mnghentikan kejahatan Nazarick... Hehe... mkin gx sbar liat klanjutannya, ap entrnya bklan brakhir kya "Death Note?"

      Delete
  8. Penasaran gimana ainz nyelesain Masalah internal ini. Bakalan hebat kalo ending nya mulus

    ReplyDelete
  9. Mantap, Lanjut lagi min...

    ReplyDelete
  10. Lanjut terussssss min. Terimakasih

    ReplyDelete
  11. Makasiii min, mau nanya min tl dari eng ya ? Klo iya link nya dong min hehe

    ReplyDelete
  12. Semoga tidak seperti EGK ajalah, hancur karena masalah internal.

    ReplyDelete
  13. Makin ga sabar nunggu chapter selanjutnya

    ReplyDelete
  14. Nigredo sih gk masalah, dia cuma maniak bayi.. Yg masalah disini pestonya. Dia masih mengutamakan egonya sama kaya nigredo..
    Kalo sebas kelihatannya dia udah mengerti dan terima apapun keputusan ainz, mungkin dia flashback tentang suare..

    ReplyDelete
  15. gak sabar kelanjutannya
    makasih min

    ReplyDelete
  16. Bacanya kecepetan tai jdi cepet selese
    Arghh

    ReplyDelete
  17. Kukira ainz bakalan ngaku tentang dirinya yang asli

    ReplyDelete
  18. wuih ada yg mau kasih donasi tu min. .
    moga sehat selalu min. .gak kayak aku. . batuk2 dan kurang enak badan.

    ReplyDelete
  19. Kami tidak menerima donasi
    Kalo kalian punya rezeki lebih, belilah novel resminya

    ReplyDelete
  20. Semoga sehat dan lancar selalu buat admin

    ReplyDelete
  21. Akhirnyaaaaa update juga!! Semangat!!

    ReplyDelete
  22. Mantul... Mantap betul ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  23. Gak sabar nunggu aksi Pandora actor sama Albedo...

    ReplyDelete
  24. Lanjut min
    Sehat selalu

    ReplyDelete
  25. Mantul min, sip smangat truss

    ReplyDelete
  26. Jika tidak slah hitori-san tidak lagi melanjutkan translationnya apakah itu benar?

    Semoga saja itu HOAX

    ReplyDelete
  27. Ains sama yg malang,,terimakasih banyak translate nya gan

    ReplyDelete
  28. Gua pantengin terus tiap pagi hari siapa tau aja ada udah ada lanjutannya :>)

    ReplyDelete
  29. Mantapp, makasih Mimin Sama Arintsu~
    Semoga di next chapter cepet kluar itu si armor putih berkepala dragon yg di cover

    ReplyDelete
  30. Tiap hari jadi cek update terus nih, semangat min

    ReplyDelete
  31. Katanya maruyama akhir dari overlord adalah nazarick melawan negara negara yang saling bekerja sama di benua tengah. Tapi karena volumenya berubah jadi 17 doank endingnya berubah yah kayanya? Btw kapan update min? Thanks.

    ReplyDelete
  32. Min di tunggu kelanjutanya

    ReplyDelete
  33. manatapps min lanjut...
    btw vol ini udh sampe setengahnya, apakah ada kabar untuk vol 15 ?

    ReplyDelete
  34. Mantap min lanjottt

    ReplyDelete
  35. Mantap min translatenya mudah dipahami dan ada keterangan translatornya juga mudah dipahami

    ReplyDelete
  36. pestonya dibunuh aja.woof
    bisa jadi ancaman, woof

    ReplyDelete
  37. Ternyata masih banyak netizen yg meskipun mendukung Nazarik, orangnya masih Rasis..

    ReplyDelete
  38. Ditunggu keputusan anda ainz sama

    ReplyDelete
  39. nah ini dy yg sependapat dgn gw, pestonya dan nigredo, dr awal kingdom hrsnya menerima kepala raja kingdom saja, drpd hrs ngebantai earganya kingdom, istilahnya ya jgn terlalu keras lah ngucurin keringat, sama halnya dgn pertempuran di holy kingdom, hny kerajannya ajalah yg hancur..
    #changeMyMind

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon