March 22, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 1 - Part 5

Translator: Sai Kuze

Chapter 1 - Langkah Yang Tak Terduga


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 1 - Part 5


 Karavan itu segera mendekati hutan.

Mereka dapat memanfaatkan informasi itu untuk memperkirakan waktu penyerangan.

Christopher membayangkan mental map untuk memastikan perjalanan mereka sudah menempuh jarak yang lumayan jauh. Dia akhirnya bisa santai. Mengotori pekerjaan yang berkaitan dengan Sorcerous Kingdom akan mendatangkan konsekuensi yang menakutkan.

(TLer: mental map, kemmapuan dasar manusia untuk mengingat dan menemukan tempat baik yang pernah dilalui atau yang akan di kunjungi)

Saat ini sudah berada di tengah hari. Mereka hanya harus melewati hutan ini supaya bisa istirahat sesuai rencana. Hutan ini bukanlah hutan liar, bisa terlihat dari jejak pekerjaan manusia yang merawatnya maka seharusnya tidak terlalu lama bagi mereka untuk melintasi tempat ini.

Suara langkah kuda bisa terdengar di dalam guncangan kereta, yang mana menandakan kerata sedang melambat.

Christopher mengintip pemimpin tentara bayaran dan menemukan auranya benar-benar berbeda dari saat itu, semuanya menjadi serius.


"Maaf, tapi sepertinya aku punya pekerjaan."


Dua orang menganggukan kepala mereka melalui portière, mereka bawahan pemimpin tentara bayaran.
(TLer: portiere jendela kereta kuda)


"Maaf, boss! Pria ini mengatakan terdapat banyak penduduk desa yang bersembunyi dibalik hutan."


Tentara bayaran berbicara setelah dia melirik Christopher. Seseorang yang disebut 'Pria ini' merupakan pengintai mereka.


"... Bukan bandit, tapi penduduk desa? Bagaimana kau mengetahuinya?"

"Ya. Pertama adalah peralatan mereka. Mereka tidak berarmor atau bersenjata. Banyak dari mereka menggunakan cangkul sebagai senjata improvisasinya ... bukan pemukul, melainkan cangkul.”

"Batu saja bisa dijadikan senjata... tapi cangkil katamu? Ini aneh. Tidak, apakah itu cangkul logam?"

"Aku tidak bisa melihat lebih dekat tetapi cangkul itu sepertinya terbuat dari kayu."


Christopher, yang membisu mendengarkan percakapan itu, berpikir kalau itu pasti penduduk desa biasa yang pulang setelah bekerja di ladang mereka.


"Hah? Benerkah? Cangkul? Apakah ini perangkap ...?"

"Kurasa tidak seperti itu ..."

"Kirim beberapa orang untuk membubarkan mereka? Mungkin kita terlalu berhati-hati ..."


Pemimpin tentara bayaran bergumam.

Dalam situasi seperti ini semua orang harus mengutarakan pendapatnya, dan mungkin itulah sebabnya dia bergumam cukup keras untuk agar yang lainnya mendengar. Mungkin.


"Maaf, maaf karena ikut campur dalam pembicaraan kalian, tetapi bisakah aku mengatakan sesuatu?"

“Ah, tidak apa-apa. Selama itu saran yang bagus, bisa kami dengarkan.”

“Pertama-tama, hutan ini diurus dengan baik - hutan yang sengaja dipelihara, masyarakat membiarkan babi mereka mencari makan di sini. Bukankah mereka di sini hanya untuk mengumpulkan babi mereka? Jika itu masalahnya, jika kita membubarkan mereka, mungkin kita terdengar seperti akan mencuri babi-babi mereka. Kita juga sedang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom, jika desas-desus beredar kalau Sorcerous Kingdom mencuri babi ... bukankah itu buruk jika {kerajaan} itu mengetahuinya?”

"Tsss", pemimpin tentara bayaran mengisap bibirnya.


Hingga saat ini keamanan mereka telah terjamin oleh bendera tersebut. Mereka memiliki hak untuk melewati beberapa kota di sepanjang jalan dan diperlakukan dengan hormat karenanya, tetapi saat ini sepertinya seolah-olah berkah Sorcerous Kingdom telah berubah menjadi belenggu sebagai gantinya. Membuat malu Sorcerous Kingdom sama dengan membawa bencana bagi diri mereka sendiri.

Itulah sebabnya Christopher tidak berani membawa barang selundupan untuk dijual nanti.


"Kau bilang jumlah mereka banyak, seberapa banyak yang kau sebut 'banyak' itu?"

"Perkiraan kasarnya ... Kurasa sekitar 50 orang."

"Aku pikir itu terlalu banyak hanya untuk pekerjaan pertanian sederhana, bagaimana denganmu?"


Dia merupakan seseorang yang mengurus hasil pertanian, tetapi orang tuanya juga seorang pedagang. Christopher tidak punya pengalaman beternak babi.


"Tidak tidak. Aku tidak tahu apakah itu terlalu banyak atau terlalu sedikit. Aku tidak tahu berapa banyak orang yang diperlukan untuk menangkap babi. Mungkin mereka di sini untuk menanam lebih banyak pohon, atau bahkan menebang beberapanya. Aku mendengar ada beberapa jenis pekerjaan pertanian yang membutuhkan babi atau yang mirip-mirip seperti itu... "


Yah, jika mereka membawa cangkul, maka {itu} akan lebih masuk akal.


“Lalu, bagaimana dengan bangsawan wilayah ini? Adakah kisah tentangnya yang membuat rakyatnya mati?"


Christopher memijat lehernya yang tebal sembari menjawab.


“Tidak, dulu aku pernah melihatnya sekali. Dia cukup muda tetapi juga sangat andal. Wilayahnya juga stabil di bawah manajemennya. Jika dia mempelajari lebih banyak tentang etiket kebangsawanan dan strategi politik, dirinya akan memiliki masa depan yang cerah."


Meskipun dia tidak mengenalnya dengan baik, mereka pernah berbincang-bincang ketika Christopher memasok alkohol ke sebuah kedai minuman di ibukota yang didanai oleh Eight Fingers.

Sangat disayangkan Christopher tidak diberi surat pengangkatannya, jadi dia tidak pernah melakukan bisnis dengan bangsawan itu bahkan ketika dia harus melewati wailayahnya sebelumnya. Pemilik wilayah ini memiliki potensi yang layak mendapat perhatian Christopher, dan tidak mungkin dia tipe orang yang memobilisasi penduduk desa untuk menyerang karavan. Dari apa yang diingat Christopher, tidak ada begitu banyak penduduk desa yang kelaparan di wilayah pria itu sehingga nekat menyerang karavan pedagang, bahkan sampai 50 orang.

Perbedaanya sangatlah jauh antara bangsawan itu dan pria yang diperkenalkan oleh Hilma Cygnaeus pada Christopher. Tidak, pria itu tidak tertandingi dalam kedunguannya.

Christopher tiba-tiba mengerutkan dahinya karena ingatan buruknya di sana.


“Bos, bahkan jika mereka akan menyerang, mereka hanya lima puluh penduduk desa yang tidak beramor dan bersenjata. Kita pastilah bisa mengalahkan mereka dengan mudah.​​”

"Adakah peluang ini merupakan umpan dan ada lebih banyak tentara yang menunggu untuk menyergap?"


Kedua tentara bayaran saling memandang setelah mendengar apa yang dikatakan pemimpin mereka.


"Itu mungkin. Bolehkah kita mengawasi area sekitar? Jika boleh, kami perlu waktu.”

"Lebih baik main aman daripada menyesal, lakukanlah."

"Kumohon jangan terlalu lama, jika kita terlalu banyak menyimpang dari rencana, aku harus menjadi budak corpartion untuk menebus waktu yang telah terbuang."

"Ok, setelah mengamati sekitar aku akan kembali sesegera mungkin."


Si pengintai mengangguk dan berlari menjauh.

Setelah sekitar sepuluh menit, dia kembali untuk melaporkan bahwa selain lima puluh orang itu, sepertinya tidak ada lagi yang menunggu untuk menyergap.

Mereka sampai pada kesimpulan kalau orang-orang itu ada di sana untuk bekerja dan sedang dalam perjalanan pulang. Bahkan belum lima menit berlalu sebelum kereta berhenti lagi.


"... danna, aku minta maaf tapi bisakah aku meminta tolong padamu untuk keluar sebentar? Penduduk desa telah memblokir jalan kita. Jika mereka memiliki niat jahat, kami sudah mencoba menggertak untuk menakut-nakuti mereka, tetapi mereka terlihat acuh tak acuh, masa bodo, atau ... bisa dibilang mereka terlihat aneh. Untuk itu aku berharap kau bisa keluar dan berbicara dengan mereka? Tentu saja, keselamatanmu merupakan prioritas nomor satu bagi kami, oleh karena itu kami menyiapkan perisai ini untukmu.”
(TLer: 'danna', sebutan untuk pedagang kaya, w belum nemu yg cocok untuk menggantinya)


Sejujurnya, Christopher benar-benar ingin menolak permintaan tentara bayaran itu. Dia tidak percaya pada kemampuannya sendiri, lagipula, dia telah menghindari setiap dan semua konfrontasi kekerasan sepanjang hidupnya.

Tapi, ini bukan sesuatu yang bisa dia abaikan. Jika mereka terlibat dalam perselisihan tentang apa yang terjadi hari ini, Christopher akan menerima ganjarannya. Dalam hal ini, itu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri tetapi juga anak-anaknya yang akan mewarisi bisnisnya.


"... ya, ayo kita kesana."


Christopher dan pemimpin tentara bayaran melangkah turun dari kereta bersamaan dan berjalan menuju bagian depan sekumpulan orang itu. Mereka dikawal oleh tentara bayaran yang membawa perisai besar yang dikenal sebagai tower shield, yang bisa menutupi setengah dari tubuhnya selama negosiasi berlangsung.

Terlebihm mereka juga diikuti oleh para penombak yang ada di sana sebagai pencegah dan para pemanah yang bersembunyi dibalik hutan. Tentu saja, pemimpin tentara bayaran juga ada di sana. Dia telah memperingatkan Christopher untuk mendengarkan dengan seksama perintah-perintahnya jika situasi khusus terjadi.

Di antara kedua sisi hutan pada jalan di hadapan mereka, duduk beberapa penduduk desa yang mengobrol.

Tidak salah lagi, mereka pastilah hanya penduduk desa yang pulang setelah mereka menyelesaikan pekerjaan pertanian sehari-harinya.

Tetapi jika memang begitu, mengapa mereka berhenti di tengah jalan untuk menghalangi mereka?

Mungkin pemimpin tentara bayaran telah merasakan kekhawatiran Christopher, dia lalu menggumamkan sesuatu ke arahnya untuk memulai percakapan.


"Hei, cukup membingungkan kan? Jika mereka berencana untuk menyergap kita, mereka seharusnya membagi pasukan dan bersembunyi di hutan. Ada banyak taktik untuk melakukan serangan, tetapi tidak satu taktik yang mengharuskan mereka untuk menunjukkan diri di tengah jalan. Tak ada komandan yang cukup bodoh untuk melakukan kesalahan seperti ini."

"Mungkinkah mereka mencoba menakuti kita?"

"Menakuti kita? Dengan persenjataan mereka? Dengan jumlah segini? Bukankah itu akan menjadi sebuah penghinaan serius bagi kita jika itu memang yang terjadi? Apakah danna ini sebelumnya hanya mempekerjakan tentara bayaran dengan level serendah itu?”


Seperti yang dia katakan.

Christopher tidak repot-repot menjawab tetapi hanya menatap ke arah penduduk desa. Bisa dikatakan, jarak di antara mereka sangat renggang dan ada barisan demi barisan tentara bayaran berdiri di depan mereka.


"Aku hanya pedagang sederhana yang telah menerima kontrak transportasi. Jika kalian sedang berencana mencegat seorang bangsawan, kami tidak ada hubungannya dengan itu. Silakan menyingkir dari jalan, jika tidak kami akan memaksa kalian melakukannya atas dasar membela diri.”


Seorang lelaki muncul dari hutan tepat setelah dia selesai mengatakan itu pada para penduduk desa.

Laki-laki itu telah mengenakan full-plate armor yang sangat bagus, tetapi karena dia tidak mengenakan helmnya, Christopher bisa melihat wajahnya.

Dia merupakan seseorang yang ditemui Christopher sebelumnya.


"Sayangnya, demi masa depan Kingdom, aku tidak bisa membiarkanmu lewat!"

"... Hah?"


Christopher tidak bisa menahan diri untuk tidak bersuara. Bukan hanya dia juga, tentara bayaran di sekitarnya telah membuat suara yang sama juga.


"...Aku mengerti. Sepertinya ada semacam kesalahpahaman disni, kami hanya membawa bantuan makanan Sorcerous Kingdom menuju Holy Kingdom.”

"Aku ahu itu! Ahem-! Aku tahu itu! Itulah mengapa aku melakukan ini!"
(TLer: Goblok sempet-sempetnya gagap)

{Apa-apaan yang dikatakan orang ini?} Atau lebih tepatnya, {dia ini memikirkan apa sampai tiba di kesimpulan itu?}


Christopher bingung dari lubuk hatinya.

Tapi tunggu-


{Tak peduli apa yang dipikirkan orang bodoh yang tidak menyenangkan ini. Aku tidak berpikir wilayahnya bahkan dekat dengan tempat ini? Kenapa dia ada di sini? Apakah mereka bersekongkol? Tapi apakah pemiliki wilayah ini akan repot-repot bekerjasama dengan orang ini?}


{Meh, terserahlah.} Pikir Christopher.


Pria itu sudah mengaku bersalah, sekarang Christopher bisa melaporkan ini kepada atasannya kalau mereka dihadang oleh orang-orang bodoh yang berdiri menghadang bantuan Sorcerous Kingdom. Bahkan seharusnya tak ada hubungannya dengan Kingdom atau Sorcerous Kingdom jika mereka membantai orang-orang itu. Saat dia hendak mengucapkan perintah ke tentara bayaran di sekitarnya untuk membantai mereka, dia merasakan perasaan yang kuat bahwa dia seharusnya tidak melakukannya.

Pria yang disebut Philip ini merupakan seorang bangsawan yang mendapat dukungan dari Hilma Cygnaeus. Christopher, yang dihina dan harus menyembunyikan amarahnya di bawah senyum palsu waktu itu, diberi tahu bahwa meskipun pria ini gila, dia masih memiliki nilai, maka yang terbaik mengabaikan bacotannya itu.

Apakah tak apa membunuh pion berharga dari Eight Fingers?

Dipikirkan dengan akal sehat, tidak mungkin seorang bangsawan biasa akan menyerang karavan yang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom. Semua orang pastilah mengetahui itu hanya akan mengundang murka Sorcerous Kingdom dan memicu perang habis-habisan pada kerajaannya. Tidak peduli seberapa bodohnya seorang bangsawan, mereka pasti tidak akan melakukan sesuatu yang begitu bodoh.

Jika itu masalahnya - apa alasannya untuk melakukan tugas seperti itu?


{Plus, jika dia mencoba berpura-pura menjadi bandit, dia setidaknya akan menutupi wajahnya. Aku tidak bisa mengerti alasannya.}

Tidak peduli seberapa bodohnya seseorang, setidaknya mereka pastilah mengetahui untuk menyembunyikan identitas dalam situasi seperti ini. Karena dia mengenakan full-plate armor, maka seharusnya ada juga helm yang bisa menutupi seluruh wajahnya. Jika itu masalahnya-


{Dia ingin kami melihat wajahnya. Dia ingin kami mengidentifikasi dirinya sebagai Philip? Kenapa haru- Ah!}


Christopher tiba-tiba teringat akan keberadaan sihir ilusi.


{Itu dia! Itu hanya ilusi! Seseorang berusaha menjebak Philip sehingga mereka memalsukan penampilannya. Mungkin penduduk desa itu bukanlah penduduk desa ...}


Dia berhasil menyimpulkannya dengan sempurna.

Kemudian-


“Jadi, menurutmu, kalian merampok kami secara khusus karena kami membawa gandum Sorcerous Kingdom. Apakah itu benar?"

"Oy, oy? Danna, kenapa?"


Pemimpin tentara bayaran yang telah berdiri di sampingnya bertanya dengan ekspresi kebingungan. Sudah di duga. Dia mengharapkan perintah untuk membunuh, Christopher pasti terlihat olehnya seperti orang gila.


"Benar! Kami akan menggunakan gandum ini secara efisien!"


Pria itu, yang disebut Philip, menjawab dengan bangga.


{Dia mengatkaannya seperti orang bodoh ... Pria yang berpura-pura menjadi dirinya juga pasti berpikir mengapa dia harus mengatakan sesuatu yang begitu bodoh. Tetapi...}


Mungkinkah ini akting yang sudah disiapkan? Tapi kenapa?

Pikiran pertama Christopher mengacu pada rival organisasi ini yang telah disebutkan oleh pemimpin tentara bayaran dalam percakapan mereka sebelumnya, lalu dia memikirkan para pemimpin Eight Fingers.

Jika itu yang pertama, mereka harus segera pergi dari tempat ini. Eight Finger memberikan hukuman yang paling kejam bagi mereka yang telah mengkhianati mereka, lalu diikuti oleh mereka yang telah gagal dalam pekerjaan yang telah diberikan kepada mereka. Jika alasannya yang pertama, maka lawan mereka pastilah memiliki jumlah yang cukup untuk mengalahkan seluruh penjaga Christopher. Tetapi bahkan jika mereka hanya mengenakan penyamaran atau apa pun, Christopher tidak bisa memikirkan alasan mengapa akan ada penduduk desa yang menggunakan cangkul.

Ketika dia memikirkannya, yang terakhir terasa lebih alami. Jika itu masalahnya, maka mereka sedang berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar merepotkan, sesuatu yang sangat merepotkan. Ini dapat menyiratkan para pemimpin Eight Finger tidak bersatu seperti yang diperkirakan sebelumnya, tetapi masih berusaha untuk saling menyabotase. Atau, apakah ini keinginan semua pemimpin?


{-Apakah kami dibuang? Apakah mereka berusaha melimpahkan kejahatan membunuh Philip, seorang bangsawan Kingdom, kepadaku? ... tubuhnya yang sebenarnya mungkin sudah ditangani.}


Jika itu masalahnya, apa langkah terbaik mereka selanjutnya?


"Hei, danna? Apa yang akan kita lakukan? Apakah kau takut? Kau tahukan kita dapat dengan mudah melawan seseorang seperti dirinya? Meskipun bangsawan ampas ini mengenakan armor sebagus itu, kemampuannya tidak terlihat pantas dengan apa yang dia kenakan.”


Pemimpin tentara bayaran berbicara dengan nada rendha. Ini bukan waktunya untuk itu, dia seharusnya tidak membantah apa yang dipikirkan Christopher.


"-tahan. Tunggu sebentar.”


Masalah mereka tidak hilang. Jika mereka berjalan sesuai rencana untuk membunuh Philip, mengapa para pemimpin tidak menyebutkan sebelumnya? Seandainya mereka memberi tahu Christopher sebelumnya, dia tidak perlu terlalu khawatir. Dia hanya akan mengurus orang itu layaknya mengurus bandit seperti biasanya.

Jadi, apakah rencana mereka yaitu untuk menunjukkan karavan Sorcerous Kingdom telah membunuh salah satu bangsawan Kingdom, dan membawa kerajaan mereka diujung tanduk peperangan? Memikirkan ini membuat Christopher memiringkan kepalanya dengan tak terkendali.

Pada situasinya saat ini, ini lebih seperti pedagang Kingdom yang membunuh salah satu bangsawannya untuk membela diri.

Akan sulit untuk memaksakan perang pada kondisi saat ini. Tentu saja, Christopher, sebagai seseorang yang memiliki hubungan mendalam dengan dunia kriminal, tahu betul banyak orang tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu selama mereka punya alasan yang sudah dipersiapkan. Ada juga orang-orang yang akan membunuh untuk alasan sepele, tetapi sulit membayangkan sebuah kerajaan menjadi seimpulsif ini.


{... Lalu hanya ada satu kemungkinan yang tersisa. Pemimpin sudah memutuskan ini, tetapi perintah itu tidak pernah sampai padaku, itu pastilah hanya kesalahpahaman. Lagipula, tidak mungkin mereka memikirkan untuk membunuh kami semua dan tak ada rumor tentang itu yang tersebar.}


Kesalahan ceroboh yang dibuat merupakan dongeng setua waktu, jadi itu bukan asumsi yang tidak masuk akal. Apa langkah terbaiknya untuk saat ini?
(TLer: kalimat pertama idom)

Jika dia mengambil tindakan independen, ada kemungkinan dia akan 'diurus'. Jika dia ingin menghindari situasi seperti itu, setidaknya dia harus memiliki alasan untuk dirinya sendiri - dia harus bertindak dengan cara yang memungkinkan untuk mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain.


{Membunuh Philip akan menjadi pilihan terburuk. Begitu dia mati kami tidak bisa menghidupkannya lagi dan itu mungkin akan membuat Cygnaeus-sama marah. Jika itu masalahnya ...}

"... Tinggalkan kereta barang... tinggalkan tempat ini. Jika kita melakukan itu, mereka tidak akan mengejar kita, kan?”

"Hah?"


Christopher mencoba yang terbaik untuk mengabaikan suara kebingungan yang keluar dari mulut pemimpin tentara bayaran.


"Tentu saja! Aku tidak bermaksud menyakiti para pedagang Kingdom!”

{Meskipun itu tidak secara langsung, kau masih menyakitiku.} Meskipun saat ini di dalam pikirannya dia sangat membencinya, Christopher tidak membiarkan itu muncul di wajahnya.


“Oy, oy, oy? Apakah kau sungguh-sungguh? Apakah kau serius sekarang? Apa yang terjadi? Kenapa kau mengatakan itu? Apakah kau sedang dikendalikan menggunakan sebuah mantra? Atau apakah kau telah melihat seluruh pasukan yang tidak bisa kulihat saat ini?"

"Ini merupakan perintah dari dannamu, bersiaplah untuk mundur."


Pemimpin tentara bayaran memutar matanya dan terdiam sesaat. Mungkin dia sedang mempertimbangkan kemungkinan Christopher dikendalikan dengan sebuah mantra, meski hanya pendapatnya sendiri. Setelah beberapa saat, dengan ekspresi yang menyiratkan dia tidak bisa menerima semua ini, dia berkata, "Aku mengerti."

Para tentara bayaran melindungi Christopher ketika mereka berjalan mundur.

Dia membiarkan gandum itu diambil, tetapi dia mengetahui jumlah totalnya dan apa sebenarnya isi kereta barang itu. Jika hal terburuk terjadi, dia selalu bisa membeli kembali kereta barang dan mengirimkannya ke Holy Kingdom. Mereka tidak akan pilih-pilih sehingga hanya menginginkan karavan gandum yang persis seperti ini kan?

Meskipun dia harus meminta maaf kepada pedagang maritim yang sedang menunggunya, sangalah penting untuknya kembali ke ibukota dan menanyakan kejadian ini kepada Cygnaeus-sama.

Christopher sudah mengetahui dari lubuk hatinya jika tidak ada jalan keluar yang mudah dari situasi ini.


---



Apakah itu karena para pedagang mengetahui sisi mana yang lebih benar? Mereka mundur tanpa menghunuskan pedang mereka.

Ada banyak kereta barang sebagai rampasan perang mereka.

Dia telah melihat isinya, mereka semua dipenuhi dengan tong dan peti, masing-masing terisi sampai penuh dengan gandum. Meskipun itu semua jenis gandum yang mudah disimpan dan sama sekali tidak segar, mereka pastilah aman untuk dikonsumsi.

Agak mengecewakan karena ini semua adalah makanan.

Philip ingin mengambil sesuatu sebagai piala untuk memperingati pencapaian besarnya, tetapi gandum tidak dapat memenuhi tujuan itu.


{Kalau saja ada set armor atau pedang di sini, aku bisa mengambilnya sebagai suvenir ... tadi haruskah aku meminta orang-orang itu untuk meninggalkan senjata mereka ya?}


Philip mengamati kereta barang yang merupakan hadiahnya.

Kuda-kudanya sudah diambil sehingga mereka tidak tahu menggunakan apa untuk menariknya. Tentu saja, Philip telah memerintahkan mereka untuk meninggalkan kuda, tetapi seseorang yang kelihatannya memimpin kelompok tentara bayaran telah menolak perintahnya.

Dia bahkan menembakkan panah ke pohon di sebelah Philip saat itu.

Meskipun Philip sangat membenci tindakan itu, dia tidak punya pilihan lain selain mengurungkan keingnginannya.


{Aku mempunyai full plate armor maka aku seharusnya baik-baik saja, tetapi para tentara ini tidak berada dikeadaan yang sama sepertiku. Ah, sungguh berbelas kasihannya diriku untuk kehilangan keuntunganku sendiri karena mempertimbangkan keselamatan orang-orang ini. Meski begitu, mengingat bagaimana semuanya berjalan dengan sangat baik - tidak ada satu pun cedera dan tak ada satu tetes darah pun yang tumpah - aku ingin mempertahankannya sampai akhir.}


Philip mengamati rampasannya dan pandangannya jatuh pada bendera Sorcerous Kingdom.


{Oh, aku bisa menyimpan ini sebagai suvenir. Orang pertama yang menangkap bendera Sorcerous Kingdom, negara yang telah mengalahkan 200.000 pasukan Kerajaan yang kuat dalam pertempuran, adalah aku!}

{Umu umu, umu umu}, Philp mengangguk.

Meskipun dia ingin menyembunyikan kegembiraannya, dia tidak bisa menahan senyum.

Kesimpulan yang sempurna cocok untuknya yang terbaik - seperti yang dia pikirkan, dia benar-benar seseorang dengan kemampuan luar biasa. Ini membuatnya sangat bahagia.







Di hadapannya terdapat buah-buah luar biasa dari kerja kerasnya.

Karena ada beberapa bendera di sekitarnya, maka tak apalah membuang salah satunya, kan? Setelah menyudahi pemikiran seperti itu, Philip menjatuhkan bendera dan kemudian menginjak-injaknya.

Penampilan bendera Sorcerous Kingdom yang terkotori oleh debu memenuhi hatinya dengan kegembiraan. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain di Kingdom.

Itu benar, Philip telah mencapai apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.


{Lihatlah itu! Aku bukanlah seseorang yang tak berguna! Dibandingkan kakakku, dibandingkan dengan ayah - dibandingkan dengan semua orang di Kingdom! Aku benar-benar yang terbaik!}

“Ah, umm, tuanku. Apakah tak apa-apa mengambil ini? Atau lebih baik meninggalkannya saja disini?”


Salah satu penduduk desa yang memeriksa kereta bertanya dengan nada agak takut. Dengan kegembiraannya yang terhenti, Philip bertanya tanpa menutupi emosinya, "... Apa yang kau katakan?"

"Tidak, umm, gimana yak, bukankah mereka yang melarikan diri akan kembali lagi dengan pasukan tentara?"

"Apa maksudmu? Kau pikir akan lebih baik jika kita membunuh para pedagang itu?"

"T-tidak! Saya tidak bermaksud begitu! Kita tidak perlu membunuh mereka.”

"Lalu apa yang ingin kau katakan?"

"Umm, tuanku. Apa yang harus kita lakukan dengan ini? Jika kita bisa membawa semuanya pulang, bagaimana kita melakukannya? "


Penduduk desa yang lain menimpali, itu juga yang mengganggu Philip.


"Apa yang harus kita lakukan…"


Bahkan jika dia memaksa kelima puluh orang ini untuk membawanya, masihlah tidak akan cukup untuk membawa pulang seluruh rampasan mereka. Kereta itu sendiri juga berkualitas tinggi sehingga mereka mungkin bisa mendapatkan harga yang lumayang tinggi, atau bisa saja Philip gunakan sendiri.

Tetapi, dengan tenaga yang dia miliki, membawa semua ini bukanlah tugas yang mudah - ini akan menjadi pekerjaan fisik yang berat dan melelahkan.

Tepat ketika Philip frustasi akan masalah ini, dia mendengar suara orang-orang berlari di atas semak-semak. Setelah melihat sumber suara, dia melihat siluet dua pria bertopeng.


"Philip-kakka!"


Itu suara Wayne, tapi peralatannya terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Armor kulit kotor yang dia pakai sekarang diganti dengan chestplate yang terlihat kokoh, dia juga membawa pedang di pinggangnya. Kenapa dia mengganti peralatannya? Philip merasa ragu dalam hatinya, tetapi perasaan kegembiraan atas hasil operasi ini jauh lebih kuat dan karenanya mengatasinya.


"Hei! Kalian berdua! Ayo, ke sini - lihat tangkapan kami!"

"Ini ... apa, apa yang terjadi?"


Wayne berdiri diam, mengamati sekitarnya, dan berbicara dengan nada tidak percaya seolah-olah ada kereta barang di sana. Tanpa pertempuran dan pembunuhan — begitu dia mempertimbangkan hal itu, Philip memahami pertanyaan apa yang ada dalam benak Wayne.

Seolah menegaskan pemikiran Philip, Igor membuka mulut untuk bertanya.


"...Tepat sekali. Sepertinya tidak ada tentara Philip-kakka yang terluka. Medannya terlihat baik-baik saja - udaranya juga bagus, bahkan tidak ada bau darah. Strategi seperti apa yang anda gunakan? Apakah prajurit anda mengenakan magic item?”


Kalau saja dia memiliki bakat tersembunyi, tapi bukan itu yang Igor bicarakan kan?


“Tidak ada satu pun dari itu, lagipula aku sudah mengumpulkan banyak orang, musuh tidak mau bertarung sampai mati. Kupikir begitu."


Keduanya berpaling untuk saling mentapa, tetapi karena keduanya memiliki wajah yang tertutupi helm, keduanya ekspresi satu sama lain.


"Sekarang- bagaimana kita membagi ini?"


Kenyataanya, rampasan perang dihadapan mereka saat ini sepenuhnya karena apa yang didapatkan oleh Philip. Dia agak kesal karena dia harus membagi hadiah dengan dua orang yang baru saja berdiri jauh sebagai penonton. Namun, jika Philip mengambil semuanya untuk dirinya sendiri, mereka juga pasti tidak akan senang. Lagipula, mereka juga harus memobilisasi penduduk desa dari wilayah mereka. Delapan puluh persen rampasan harus diberikan kepada Philip, mereka berdua dapat mengambil sisanya.


{Mereka harusnya menerima mendapatkan sepersepuluh rampasan hanya untuk memobilisasi beberapa penduduk desa dari wilayahnya, tak mungkin mereka menginginkan lebih kan?}

“Ah, tidak perlu khawatir tentang itu. Tidaklah pantas untuk kami jika meminta sebagian rampasan tanpa melakukan apa pun. Kumohon, Philip-kakka, anda harus mengambil semuanya. Aku percaya tidak akan ada yang keberatan."

"Itu benar, Philip-kakka harus mengambil semuanya, termasuk kereta barangnya."


Bahkan seseorang seperti Philip pun akan merasa bersalah untuk mengambil semuanya setelah mendengar kata-kata ramah semacam itu. Meskipun mereka mengatakan desa mereka terlalu kecil sehingga Philip tidak bisa singgah di sana, kenyataan bahwa mereka telah mendirikan tenda di dekat hutan dan menyiapkan makanan untuknya mengyiratkan bantuan itu harus dibayar kembali.


"Omong kosong, omong kosong. Bukankah kita rekan? Aku akan meninggalkan beberapa rampasan, jangan ragu untuk mengambilnya."

"Tidak, tidak, kami punya lebih dari cukup, Philip-kakka."


Wayne menjawab tanpa ragu, tidak ada sedikit pun keraguan terdengar dari jawabannya.


“Ini semua di dapatkan dari kerja keras Philip-kakka. Seperti yang dipelajari dari etiket kebangsawanan, kami tidak bisa menerima ini. "

"Benarkah itu?"

"Ya," keduanya menjawab secara bersamaan. Mereka terlihat memiliki kemauan keras tentang hal ini, jadi tidak ada yang bisa dia lakukan tentang hal itu. {Ini semua milikku!} Philip sangat gembira dalam hatinya.


“Karena sudah begini, aku akan mengambil semuanya. Dan juga- meskipun aku malu untuk mengatakannya, aku punya permintaan untuk kalian berdua. Bisakah aku meminjam kuda untuk menarik kereta ini?”

"Kuda?"

"...Apa yang harus kita lakukan?"

"Kami akan membicarakan ini secara pribadi sebentar, permisi."


Dua yang sementara meninggalkan kehadirannya tampaknya bertukar pendapat mereka, tetapi dari jarak ini sulit untuk mengatakan apakah mereka berbicara sama sekali. Mereka tampaknya mencapai kesepakatan setelah beberapa saat dan segera kembali ke Philip.


“Kami akan menyiapkan beberapa kuda sesegera mungkin. Namun, karena ini bukanlah kuda perang, tetapi kuda pekerja, bisakah anda mengembalikannya segera setelah anda selesai menggunakannya?”

"Terima kasih banyak."

“Umm, hal terpenting yang perlu diperhatikan, mungkin akan lebih baik untuk menurunkan bendera Sorcerous Kingdom. Anda tidak ingin dilihat oleh penduduk biasa saat mengangkut pulang rampasan anda kan, jadi meskipun itu akan sulit, tolong pertimbangkan untuk mengangkutnya melalui hutan.”

"Aku mengerti, aku akan melakukan itu."


Keduanya berjalan pergi begitu mereka selesai berbicara.

Segera siluet mereka tidak lagi terlihat di hutan. Philip mengamati kereta barang lagi.

Ini adalah bukti kemenangannya.

Mereka seterang masa depannya.

Di sisi lain, apa yang saat ini terletak di bawah kaki Philip, bendera kotor Sorcerous Kingdom, pada akhirnya merupakan representasi dari kehancuran kerajaan itu.


--------

Mini-FAQ Hitori-san:
T: Apakah kita akhirnya sudah selesai dengan si Philip?
A: Tidak, dia muncul lagi nanti, tapi setidaknya part selanjutnya mengisahkan Ainz dan E-Rantel
T: Di mana kita sekarang?
A: Sekarang di halaman: 104/568
T: Di mana saya bisa mengirim umpan balik untuk kesalahan dan yang lainnya?
A: Langsung kirim ke fanficerrors@protonmail.com
K: Untuk Indonesianya, bisa kirim ke overlordidblog@gmail.com


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

97 comments:

  1. Penasaran pas nanti hilma ditanya ainz wkwk

    ReplyDelete
  2. Christoper cukup cerdas, tp keputusannya justru ngebuka jalan perang.. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kan emant itu tujuan awalnya

      Delete
    2. Ya kan emang itu tujuan awalnya

      Delete
    3. Kagak, itu sama sekali bukan tujuan awalnya

      Delete
  3. Muehehehe next update buat bahan malam

    ReplyDelete
  4. Hilma di tampol, Philips dibacok
    bego sampe ketulang emang ini bola lampu wkwkwk
    makasih udah mau ngetranslate bro,

    ReplyDelete
  5. Dh lah , gk pham lagi aku cuk sma si bohlam ni 😂

    ReplyDelete
  6. yg di tunggu2, gud job lah buat mimin..

    ReplyDelete
  7. Mantab min........ Ngomong"
    Si philip dah ilang otaknya ya

    ReplyDelete
  8. Pengen liat si philip disiksa :), btw semangat minnn

    ReplyDelete
  9. Awal gw baca di sini gw kira karna updatenya cepet terjemahannya bakal pake google translate, ternyata ngga! Bener2 bagus terjemahannya, gw bisa liat seberapa besar niat para admin yang nerjemahin novel ini. Untuk kalian yang udah nerjemahin novel ini dengan sungguh2, gw ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dari lubuk hati gw yang paling dalam, dan semoga kalian diberi kesehatan agar senantiasa dapat mengerjakan terjemahan ini sampai selesai.

    ReplyDelete
  10. Kunjungannyang ke 100110 baru di update.. sangkyu min

    ReplyDelete
  11. lanjutin min, nggk mampu beli novelnya

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Semoga adminnya gak kena Corona
    Semangat terus min

    ReplyDelete
  14. AMIIIN
    w kerja di RS, makanya w rawan banget ini ke Corona
    :(

    ReplyDelete
  15. Komedi senam pikiran overlord memang yang terbaik wkwkw
    Christoper berpikir dengan akal sehat sedangkan philip bodohnya di luar akal sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok keingat dengan ucapan demiruge tentang kaisar dari bahamoth kingdom dengan Ainz-sama ya wkwkwk

      Delete
    2. Sumpah ini Philip bodoh nya udh ahhh

      Delete
  16. Mau tanya min..untuk vol 14 ini berapa chapter ya

    ReplyDelete
  17. Anjir dah tuh philip... Moga aja ainz yg menyiksa dia sendiri..kesel banget ama tuh bohlam 💡disiksa dengan grasp heart terus di hidupon lagi ampe gila otaknya

    ReplyDelete
  18. Philip oh Philip, memang yang terbaik hahahahahaa....

    ReplyDelete
  19. Itu si philps nginjek" bendera AOG minta di siksa namanya itu...
    Semanga min translate nya

    ReplyDelete
  20. Penasaran dgn nasib philips-kakka..😂
    Btw, volume 15 nanti katanya dah masuk arc Kerajaan Elf... apa betul?🤔

    ReplyDelete
  21. 'mental map' ada di pelajaran geografi min. thanks TL nya

    ReplyDelete
  22. Minta di getok nih si Philip

    ReplyDelete
  23. Kok ane bingung ya dgn karakter Philip ini kok ada orng bodo sampe ketulang

    ReplyDelete
  24. Mantap tempat garap ilegal

    ReplyDelete
  25. Kehadiran admin adalah kehadiran yang oaling di tunggu

    ReplyDelete
  26. Kok gw ngakak sih di bagian cangkul. Soalnya coba bayangin lagi, lu mau memicu peperangan dgn sekumpulan petani bawa cangkul pengen gertak lu dan itu berhasil.. Bayangin Sorcerer digertak oleh petani pake cangkul

    ReplyDelete
  27. Gak paham lagi sma si bohlam ini...
    Nunggu nyiksanya ajaa laah gua..

    ReplyDelete
  28. dah parah sih ini sampe menginjak bendera SK , Harus disiksa ini Bohlam

    ReplyDelete
  29. Bakal di jadiin contoh nih buat bangsawan yg nentang ains. . wilayah nya rata dengan tanah. .wkwkwk

    ReplyDelete
  30. Semuanya Jga kesehatan (。・ω・。)

    ReplyDelete
  31. gas terus min...
    kalo gini aku bukan kaum ampas

    ReplyDelete
  32. Danna itu kan singkatan dari tuan muda atau tuan. Agak aneh kalo dibaca dana

    ReplyDelete
  33. Ainz: semuanya berjalan sesuai rencana...
    All guardian : sasuga ainz-sama

    ReplyDelete
  34. buat para pembaca, jgn lupa beli LN aslinya untuk menghargai authornya yaa ;)

    ReplyDelete
  35. gk niat adain donasi? pulsa atau apa.
    niat donasi nih

    ReplyDelete
  36. Ni orang asli bego banget dah..
    Gak sabar pengen liat dia di siksa

    ReplyDelete
  37. komen nih aku min karna anda ngegas di endingnya jadi kasihan wkwkwkwk

    ReplyDelete
  38. Bohlam makin ngeselin lama lama pengen buru buru dibacok

    ReplyDelete
  39. Gilaaaa semangat admin...benar" mudah dipahami

    ReplyDelete
  40. ini lah yang di sebut kebodohan yang hakiki

    ReplyDelete
  41. Note buat TL
    Danna sendiri bisa di artikan Tuan
    Sbnernya Danna tuh di pake buat menyebut/memanggil seseorang(Laki") yg mereka hormati,biasanya ini di pake oleh istri ke suami,seseorang ke tuan/atasannya,dll
    Itu sih yg gw tau

    ReplyDelete
  42. Upvote buat tl yang niat...

    ReplyDelete
  43. Beg0 nya tembus galaxi, dah jelas kerajaan akan hancur karna ini

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon