April 06, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 4

Translator: Sai Kuze

Chapter 2 - Hitungan Mundur Menuju Pembinasaan


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 4


  Mengapa mereka yang pandai berbicara juga pintar? Bagaimana mereka bisa mengutarakan kalimat dan frasa yang mereka pelajari tanpa henti? Biasanya, bahkan jika seseorang lupa apa yang akan mereka ucapkan, mereka tidak akan berhenti di sana kan?

Hanya ada satu kemungkinan kesimpulannya, otak mereka dibuat secara berbeda.



"... Haaah ... Tak masalah jika kita menghancurkan kota-kota Kingdom maupun membantai warganya, itu tidak terlalu merepotkan mengingat kekuatan Makam Besar Nazarick. Namun, kita harus fokus untuk mendapatkan banyak pengalaman. Sehingga jika kita menghadapi situasi yang jauh lebih sulit, pelajaran yang telah kalian pelajari dari perang ini bisa membantu."


Ainz memiliki pengalaman meluncurkan serangan ke markas musuh dan mengepung kota selama perang guild terakhir dan event serupa lainnya. Namun, itu semua hanya di Yggdrasil. Pengetahuan yang dia peroleh dari game harus diimplementasikan dalam kenyataan dengan tepat.

Dalam konteks itu, pengalaman yang mereka peroleh dari berbagai metode yang mereka gunakan untuk menghancurkan berbagai jenis kota tidak diragukan lagi akan berguna di masa depan.

Makam Besar Nazarick harus memperkuat dirinya sendiri. Sangatlah naif jika meyakini Ainz Ooal Gown dan Makam Besar Nazarick merupakan satu-satunya guild dan markas guild di dunia ini. Ainz ada di dunia ini, oleh karena itu pasti ada player dan guild lain di dunia ini, mungkin mereka akan muncul di masa depan.

Untuk mempersiapkan masa depan itu, merupakan suatu keharusan bagi organisasi ini untuk meningkatkan kekuatannya sendiri.

Memang, sangatlah penting bagi mereka semua untuk mendapatkan pengalaman pribadi dalam masalah ini.

Ainz melanjutkannya lagi pada para Guardian yang mendengarkannya dengan sungguh-sungguh,


“Berbicara tentang situasi kita saat ini, aku bisa merasakan beban tanggung jawab telah menjadi semakin meningkat pada masing-masing Floor Guardian. Pada saat yang sama, jumlah orang seperti kalian yang bisa aku percayakan pekerjaan ini jauh lebih sedikit.”


Para Floor Guardian - tidak termasuk Victim - semuanya merupakan makhluk berlevel 100 yang kekuatannya bisa membuat Ainz ingin melarikan diri. Dibandingkan Floor Guardian, para Area Guardian lebih lemah sehingga Ainz merasa enggan atas saran untuk membawa mereka ke luar, di mana mungkin ada musuh yang kuat. Inilah sebabnya, mengapa jumlah tugas yang diberikan kepada para Floor Guardian semakin meningkat.
(TLer: Idiom itu, belum nemu pengganti yg cocok)


“Namun, jika kita mempertahankan status quo, banyak masalah akan mulai muncul. Ketika Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown muncul untuk menaklukkan wilayah yang cukup luas, Area Guardian akan mengambil tanggung jawab untuk berbagai tugas. Mungkin suatu hari akan tiba ketika bahkan manajemen perang harus didelegasikan kepada seseorang.”

“—bisa dikatakan jika master kita mengharapkan mereka yang tak punya pengalaman harus menciptakan sejarah mereka sendiri benar?”


Demiurge mulai menyemburkan hal-hal yang tidak dapat dipahami lagi. Tapi, apa yang dia katakan tentang menciptakan sejarah mereka sendiri kurang lebih mengenai sasarannya. Kedengarannya keren juga.


"-Itu benar. Seperti dugaanmu, Demiurge.”


Meskipun dia tidak merasa seolah-olah itu bisa disampaikan dengan benar, Ainz masih tersenyum sembari mempraktikan latihannya, intonasi berupa 'Suatu Omong Kosong Yang Terdengar Seperti Seorang Penguasa!'.

Omong-omong, biasanya jika dia mendengar dirinya sendiri menggunakan suara itu melalui rekaman, dia tidak akan mampu menahan ke cringe-an dirinya sendiri, namun saat ini dia tidak terlalu memikirkannya. Bagaimanapun, dirinya merasa emosinya akan ditekan dengan cepat jika dia membayangkan suara yang dirinya gunakan.

Bagaimanapun, ide 'sejarah' Demiurge merupakan ide yang bagus.

Mereka telah memperoleh pengetahuan tentang berbagai jenis metode untuk mengepung kota selama invasi melawan Kingdom ini, dan mereka harus mencatat seluruhnya dalam sebuah buku atau yang lainnya. Dengan Area Guardian sebagai fokus mereka, para penghuni Makam Besar Nazarick pastilah bisa mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman-pengalaman bersama ini kan?

Tentu saja, seperti kata pepatah, 'sebuah gambar bernilai ribuan kata', mereka yang telah mengalami sesuatu secara langsung dapat belajar lebih banyak darinya daripada mereka yang hanya mendengarnya setelah itu. Namun, dia merasa mereka tidak akan mendapatkan lebih banyak peluang seperti ini lagi.
(TLer: 'ide kompleks dapat disampaikan hanya dengan satu gambar')


“Lalu sekarang untuk para Floor Guardian, mulai hari ini dan seterusnya, cobalah untuk membuat strategi unik dalam mengepung kota. Demiurge dan Albedo, kalian berdua terlalu brilian untuk ini, jadi dengarkan saja dan catat proposal yang lainnya. Dari sudut pandangku, sampai saat ini Shalltear-lah yang paling kreatif dalam strateginya.”

"A-apakah Ainz-sama merujuk pada bagaimana saya menggunakan frost dragon untuk membinasakan para tentara dari langit-arinsu?"

"Itu benar. Aku yakin itu merupakan hasil dari Shalltear yang kupercayakan semua tugas yang berhubungan dengan transportasi sehingga dia dapat menemukan ide itu. Dengan taktik ini sebagai dasarnya, kita dapat mengatur - sesuatu yang dinamakan? Pasukan terjun payung? Mampu memikirkan sesuatu seperti itu sama sekali tidak buruk.”


Dia tidak hanya menggunakan serangan napas dragon untuk strategi hit-and-run, tetapi juga untuk menjatuhkan soul eater dari 500 meter di atas kota. Soul eater bisa menyembuhkan diri mereka sendiri, lalu mengamuk di kota membunuh kerumunan orang dengan aura mereka.

Bahkan jika itu merupakan soul eater, menjatuhkan mereka dari ketinggian 500 meter pasti akan memberikan damage. Di dunia ini, akselerasi karena gravitasi sepertinya tidak terpengaruh oleh hambatan udara sehingga kecepatan jatuh bebas seseorang dapat meningkat tanpa batas. Itu sepertinya bisa terjadi atau malah tidak akan terjadi, tetapi Ainz tidak ingin menghabiskan waktu dan upaya untuk eksperimen semacam itu, maka dia tidak memiliki informasi terperinci tentang itu.

Soul eater mampu mengaktifkan aura dari jiwa yang mereka konsumsi untuk mengubahnya menjadi HP, yang berarti strategi ini termasuk cara untuk meniadakan damage jatuh yang diterima oleh unit secepat mungkin.


“Meskipun rencana itu gagal dalam beberapa aspek - tetapi itu merupakan pelajaran yang bagus untuk dipelajari di masa depan. Singkat cerita, mereka malah menabrak atap."


Aura tertawa ketika dia membaca laporan dan Ainz melakukan hal yang sama dalam benaknya. Tentu saja, mereka tidak menertawakan strategi Shalltear, itu hanya sesuatu yang tidak mereka harapkan, tetapi sangat jelas Ainz sudah memahami apa yang terjadi.

Dari para soul eater yang dijatuhkan dari atas, salah satu diantaranya memantul dari beberapa atap yang runcing, terbang ke arah yang salah, dan menerima lebih banyak damage dari yang mereka duga. Itu masih lebih baik dibandingkan dengan salah satu yang menabrak atap, mencoba mendobrak pintu, dan akhirnya tersangkut.

Dari empat yang dijatuhkan, hanya satu dari mereka yang tak bisa bergerak. Jumlah samplenya sedikit, tetapi hasil  tingkat kegagalannya cukup tinggi.

"Akan lebih bagus untuk melakukan percobaan ini beberapa kali lagi, kita mungkin bisa mendapatkan data berharga dari pasukan yang dijatuhkan ini."

"Ya!"

"Aku akan menyerahkannya padamu, pilih beberapa kota untuk di ujicoba."

"Seperti yang diinginkan Ainz-sama, saya akan menyusun dan melaksanakan rencana tersebut secepatnya."


Rincian lain yang menarik perhatian Ainz termasuk bagaimana 300 elder liches digunakan untuk membombardir sebuah kota dengan menyinkronkan mantra [ Fireball ] mereka dan bagaimana assassis dikirim untuk membunuh kepala kota, dimana invasi akan dimulai sementara kota itu jatuh dalam kekacauan. 

Catatan-catatan tentang metode yang mereka gunakan untuk menghancurkan kota-kota tidak hanya berguna untuk mendidik Guardian Area, tetapi mereka juga berguna sebagai studi tentang strategi apa yang bisa digunakan musuh untuk menyerang Nazarick.

Ainz menghela nafas dalam benaknya.

Mungkin para guardian berpikir dirinya terlalu paranoid.

Jika Nazarick benar-benar tak terkalahkan, tidak perlu melakukan hal-hal ini, tetapi itu tidak mungkin.

Sangat tidak mungkin.


"—Ini untuk mempersiapkan pertarungan kita yang tak terhindarkan melawan guild yang sama kuatnya atau lebih kuat dari kita."


Setelah Ainz selesai berbicara, para guardian menjawab jika mereka akan mematuhinya.


"Lalu - sudah saatnya kita memulai pengepungan berikutnya."


Ainz melirik Albedo - karena Ainz tidak memiliki bola mata, kebanyakan orang tidak bisa melihat pandangannya tertuju pada mereka. Selama ini dirinya harus menoleh untuk berbicara dengan mereka, namun tanpa melakukan itu Albedo cukup peka untuk menyadarinya- Albedo mengangguk dengan cara yang sepertinya menyampaikan pesan, "Seperti yang dikatakan Ainz-sama."


"Omong. Omong. Ainz. Sama,. Jumlah. Pasukan. Yang. Kami. Gunakan. Untuk. Pertempuran. Ini, Sepertinya. Kurang.. Untuk. Alasan. Apakah. Itu?."


Ainz seketika membeku.

Dia tidak bisa memikirkan jawaban untuk pertanyaan logis semacam itu. Sejujurnya, dia berpikir akan bisa mengendalikan situasi tidak seburuk ini. Demiurge dan Albedo tidak mengajukan pertanyaan, dirinya mengharapkan Cocytus dan yang lainnya juga akan melakukan hal yang sama—


{—jadi itu sebabnya. Karena Cocytus telah mengalami kekalahan selama pertempuran dengan lizardmen, aku telah menginstruksikannya saat itu untuk berpikir sendiri.}


Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, sumber kesengsaraannya selalu seperti yang dia katakan sebelumnya. Lalu bagaimana? Tidak, apa yang dia katakan saat itu benar. Dari perspektif dirinya yang ingin memperkuat Nazarick, pernyataannya sudah bagus. Dahulu dia pernah mengatakan bahwa Cocytus dapat semakin bertumbuh sampai dirinya yang saat ini.

Mengapa Ainz menyusun sejumlah pasukan yang tidak bisa menjamin kemenangan mereka? Penjelasannya tidak serumit itu, tapi itu bukan penjelasan yang bisa dia ceritakan pada para Floor Guardian.

Kenapa begitu? Itu karena penjelasannya bisa membawa kehancuran Nazarick.

Ainz menelan ludahnya (yang tidak ada).

Dirinya membisu terlalu lama. Dia harus mengatakan sesuatu, sesuatu yang kelihatannya masuk akal.


"Omong-omong, hal sama juga berlaku ketika kita menyerbu kota-kota tetangga. Sedikit orang diizinkan untuk melarikan diri kan? Apakah itu ada alasannya?”

"Pertanyaan Cocytus dan Aura sudah diduga, mungkin ada diantara kalian yang memikirkan pertanyaan yang sama." Ainz mensurvei orang-orang di depannya dengan menatap setiap Floor Guardian yang mengangguk. "...Saya mengerti. Baiklah, mari kita amati bagaimana pertempuran pertama kita akan berlangsung. Setelah itu, aku akan memberi tahu kalian alasannya.”


Ainz hanya menyeret semuanya, meninggalkan masalah yang menyusahkan ini untuk masa depannya.



----



Berada di ujung utara Kingdom yang menghadap ke laut Rhynd merupakan kota E-Naüru.

Itu merupakan kota terbesar di dalam wilayah Earl Naüa, sebuah kota yang diberkati oleh laut.

Meskipun itu merupakan kota terbesar dalam hal luas wilayahnya, jika kau menuju ke timur melintasi perbatasan wilayah, kau tidak akan terlalu jauh dari kota yang terkenal dengan pelabuhan angkatan lautnya, Re-Urovua. Kota itu memiliki lebih banyak daratan dan kapal-kapal berlabuh di dalam pelabuhannya, satu-satunya keuntungan yang dimiliki E-Naüru atas kota itu mungkin adalah memiliki tangkapan ikan yang lebih bagus. Dengan kata lain, E-Naüru sama sekali tidak memiliki tujuan strategis.

Bisa disimpulkan para gourmet merupakan orang-orang yang menonjolkan nilai sebenarnya dari E-Naüru. Earl Naüa dikenal dengan penelitian makanan laut mereka selama beberapa generasi dan mereka selalu membual memiliki makanan laut terbaik di seluruh Kingdom. Ada yang mengatakan mereka penemu saus, itu dibuat dengan mencampurkan kecap dan madu, yang digunakan untuk glasir atas bahan lainnya. Saat proses mengolahnya, panasnya harus dikontrol dengan tepat untuk mencegah sausnya terbakar. Semua usaha itu menciptakan ikan bakar khas E-Nauru, cerita ini sudah tersebar luas.

Suasana kota seperti itu tetap sama terlepas dari deklarasi perang hingga beberapa hari yang lalu. Nelayan masih berlayar untuk mencari ikan dan pasar masih penuh dengan orang-orang yang berbelanja ikan segar dan kerang. Selain berkurangnya jumlah pedagang keliling di jalanan, di kota ini kehidupan berjalan seperti biasanya.

Tidak dapat dihindari jika tidak ada yang mengambil tindakan khusus.

Mereka telah menerima berita tentang Sorcerous Kingdom yang menyatakan perang terhadap Kingdom dari seorang utusan yang dikirim dari ibukota sekitar sebulan yang lalu, tetapi mereka tidak mempercayai Sorcerous Kingdom akan menyerang hingga ujung utara Kingdom. Dengan logika konvensional, sebelum itu terjadi, ibu kota akan diambil alih dan mengakhiri perang.
Ada juga kota-kota besar lainnya yang berdekatan dengan mereka yang termasuk dalam wilayah orang lain, dan tidak lupa terdapat banyak desa di dalam wilayah mereka sendiri. Sorcerous Kingdom harus melewati mereka sebelum mereka sampai di kota ini.

Jika dan ketika perang mencapai mereka, mereka pastilah menerima permintaan bantuan dari kota-kota itu terlebih dahulu. Itu sebabnya mereka tidak berusaha untuk meningkatkan pertahanan, yang paling mereka lakukan adalah membuat persiapan untuk mengirim pasukan bantuan mereka.

Namun - skenarionya tidak berjalan seperti yang mereka harapkan.

Baron tetangga, beberapa bawahannya, dan anggota keluarganya yang lain dengan tergesa-gesa melarikan diri ke E-Naüru.

Penjelasan Baron sederhana, "beberapa undead tiba-tiba muncul dan membantai setiap warga sipil di wilayah ku."


Para undead bisa muncul secara alami dan yang bisa menghancurkan seluruh desa tidak pernah terdengar sebelumnya.

Tetapi, untuk undead kuat yang secara alami akan muncul seharunya butuh waktu yang lama. Terkecuali dataran Katze, seharunya ada lebih banyak undead lemah yang muncul dahulu sebelum undead kuat muncul.

Dia berkata, jika wilayahnya dikelola dengan baik, akan sangat mudah untuk menahan para undead disana sebelum mereka mendatangi wilayah ini.

Itulah sebabnya undead kuat biasanya tidak pernah terlihat di dekat tempat tinggal manusia. Hanya ada dua pengecualian untuk aturan ini.

Entah ada seorang evil magic caster yang bisa mengendalikan undead di dekatnya, atau undead itu melintasi wilayah ini dari suatu kerajaan yang jauh.

Jika itu masalahnya, hanya ada satu orang yang terpikirkan.

Ainz Ooal Gown, sang Sorcerer King.

Mereka juga pasti menerima informasi perang diumumkan. Jika mereka menganggap para undead itu sebagai bagian dari pasukan Sorcerous Kingdom, semuanya masuk akal. Kecuali, pertanyaan terus muncul satu demi satu.

Bagaimana dengan kota-kota tetangga lainnya?

Berapa banyak kekuatan musuh? Pasukannya seperti apa?

Apa yang terjadi dengan ibu kota?

Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan, tetapi ada hal-hal yang lebih penting untuk dijawab sebelum mereka dapat menyimpulkan jawaban atas pertanyaan itu.

Setelah mereka mendengarkan Baron menceritakan kembali secara rinci dan menganalisa informasi yang mereka miliki, mereka memprediksi jika E-Naüru berada di jalur yang akan dilalui oleh undead untuk menyerang Kingdom.

Mereka segera mengirim utusan dengan kuda cepat ke setiap desa dan kota di wilayah mereka, memerintahkan warga untuk mengungsi.

Dengan informasi yang mereka miliki, mereka tidak bisa mengatakan untuk tujuan apa tentara Sorcerous Kingdom dikerahkan menuju pelabuhan terpencil seperti ini. Mungkin itu karena Sorcerous Kingdom merupakan kerajaan yang terkurung daratan dan ingin segera mendapatkan kota pelabuhan, sehingga mereka memilih untuk menyerang tempat yang tak terbentengi. Mungkin mereka berharap untuk menggunakan E-Nauru sebagai ujung tombak rencana perang masa depan mereka.

Meskipun masih berbahaya bagi warga untuk mengungsi ke kota, tak banyak yang bisa berlari lebih cepat dari pasukan Sorcerous Kingdom yang terus merambah dan berhasil mencapai wilayah lainnya.

Pada akhirnya, sebagian besar warga memilih untuk tetap berada di dalam tembok pertahanan E-Naüru.

Lima hari setelah evakuasi warga di dalam wilayah mereka berakhir, mereka melihat siluet undead dari atas menara pengawas E-Naüru.


Mini-FAQ
Q: Nyampe mana?
A: 205/568


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

87 comments:

  1. Ahhhhhh selalu di gantungi bangke

    ReplyDelete
  2. Kasian sama Soul Eaternya sampe dilempar gitu wkwkwk

    ReplyDelete
  3. para floor guardian beraksi, makin seru.

    ReplyDelete
  4. Makin kejam keliatanya... Mo gimana lg...pengen tau reaksi kingdom dan tentunya slane treoracy yg punya kekuatan peninggalan para player... Ehm gmn serunya pertarungan lawan PDR yah... Sehat selalu

    ReplyDelete
  5. Lanjutkan min, penasaran liat nasib orang-orng Kingdom. Hari yang indah menunggu mereka :)

    ReplyDelete
  6. Bruh,semakin gila nih novel. Keren min lanjutkan

    ReplyDelete
  7. Kasian sma rajanya, semua gara gara si idiot bohlam

    ReplyDelete
  8. Gk sabarnya liat reaksi pdl pas di pukul mundur ma albedo

    ReplyDelete
  9. Wokwokwok pembatain lagi

    ReplyDelete
  10. Min upnya tiap brapa hari dan jam berapa?

    ReplyDelete
  11. Bantai...bantai...bantai.... Ratakan... Semangatmin

    ReplyDelete
  12. Nice work min...😊😊
    Semangat terus...

    ReplyDelete
  13. Mantab sekali lanjutkan min

    ReplyDelete
  14. Min fans nya tiap jam buka nunggu update . Semangat min pantang kenor

    ReplyDelete
  15. Arrgghhh gantung amat ya Lord!!!!

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. ainz sama sepertinya ingin membuat kaki tangan nya memiliki sejarah mereka sendiri yg terukir di dunia ini, jadi apa artinya ini kita akan di perlihatkan kekuatan nazarick perlahan akan muncul dan membuat legendanya sendiri. atau ainz akan merecrut orang2 berbakat untuk menciptakan sejarah untuk menunjukkan bahwa nazarick memiliki kaki tangan kuat yg mampu mengubah sejarah?
    dan rencana apa yang akan di tunjukkan ainz dalam perang ini?
    maaan nih novel memang beda, penasaran wa min, lanjutin

    ReplyDelete
  18. Njir shalltear abis maen COC kali. Make balon isi tengkorak

    ReplyDelete
  19. "Suatu omong kosong yang terdengar seperti seorang penguasa"

    ReplyDelete
  20. mantap lanjutkan, perjuangan mu min. Semangat rush End

    ReplyDelete
  21. Uwuw makin sadis dan kejam.. ngeri oi.. mati atau jadi budak?!

    ReplyDelete
  22. Kingdom Rata gak dikasih kendor....
    sampe ke plosok - plosok....

    ReplyDelete
  23. terima kasih, selalu mendukungmu, dr Philips sang penerang

    ReplyDelete
  24. Awokwokwok run for the money = demi uang? Ah google translate awokwokeok

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Tidak masalah membantai warganya, LOL

    ReplyDelete
  27. Sisi gelap Ainz sbgai undead. Mngkin ni crita akn brakhir kya "Death Note." Mkin gx sbar wat liat klanjutannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nope, sudah di spoiler bahwa happy ending untuk nazarick kata maruyama sendiri, jangan samakan overlord ama crita lain

      Delete
  28. Gk kayak MC lain sok damai damai, disini adanya banyak bantai

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon