July 01, 2020

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 65 - Gossip ~ Pahlawan Gritonia Bagian 2 ~

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 65 - Gossip ~ Pahlawan Gritonia Bagian 2 ~




Chapter 65 - Gossip ~ Pahlawan Gritonia Bagian 2 ~



Pahlawan level 389.

Pada saat party pahlawan Limia menyaksikan dan berdiri di medan perang, dunia abu-abu yang tak pernah berubah, kekaisaran sudah memulai perang mempertahankan wilayah melawan ras iblis.

Dan aktor utamanya, tak perlu disebutkan, pahlawan yang memiliki level paling menonjol di kekaisaran. Iwahashi Tomoki.

Kekaisaran saat ini memiliki hyuman terkuat yang berada di level 920, tetapi daripada ikut berpartisipasi dalam perang melawan ras iblis, dia sedang mempersiapkan ancaman lain. Seseorang yang sering berada di medan perang justru menjadi Tomoki.



Kekaisaran dengan cepat mengirimnya ke berbagai medan perang, dan Tomoki melakukan seperti yang diminta dan ikut serta dalam pertempuran tersebut. Oleh sebab itu, keterampilannya terus terpoles dalam pertempuran-pertempuran itu.

Dia mendaftar di Serikat Petualang pada malam keduanya berada di dunia ini. Ketika diukur levelnya 98.

... Dia naik level dengan kecepatan abnormal.

Pada awalnya, sebagai pahlawan, Tomoki diberitahu kalau tujuannya adalah Sofia. Gadis itu, yang disebut pembunuh naga, berada di level 920.

Mungkin ada seseorang di luar sana yang lebih kuat darinya. Tomoki dengan tekad dirinya sendiri ikut serta dalam peperangan, dan kekaisaran, bukan, putri kedua Lily bertindak sebagai asistennya dan memberikan dukungan yang baik kepadanya, mempercepat peningkatannya.

Kekaisaran menyembunyikan pahlawan dan memandang pahlawan hanya sebagai sebuah senjata perang.

Kadang-kadang dia kembali dari medan perang dengan banyak sambutan saat melintasi jalan-jalan ibukota, tetapi karena dia memakai full body armor dan pelindung kepala tertutup rapat, orang-orang tidak mengetahui rupa wajahnya.

Kehidupan sehari-harinya sebagian besar dihabiskan di kastil. Yah, lebih akurat untuk menyebutnya medan perang kehidupan sehari-harinya.


"Pahlawan Limia level 138 ya. Apakah dia bisa membantuku dengan itu?"


Tomoki bertanya pada putri yang memberitahunya mengenai pahlawan lainnya, Hibiki, tanpa niat untuk mempermalukannya, tetapi dengan jujur hanya ​​bertanya. Perempuan itu sepertiga dari levelnya. Dan juga, Tomoki agak gelisah bertarung di sisinya.


"Belum begitu lama sejak dia dipanggil. Kami tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan Tomoki-sama."


Sang putri memanggil Tomoki dengan sebutan –sama, dan menanggapinya dengan senyum. Pada awalnya Tomoki melihat dirinya sebagai gadis yang baik dan dingin, tetapi seiring waktu berlalu kesan itu menjadi lebih ringan, dan jika dia menggambarkannya saat ini, dia seperti putri bangsawan yang baik hati.

Itulah tipe yang didambakan Tomoki, dan sembari berpikir ini juga efek dari mata iblisnya, dia menyukainya.

Pada hari pertama ia muncul di dunia itu, Tomoki dipandu ke banyak tempat dan pada waktu itu, ia sedang diselidiki secara diam-diam. Tidak mungkin mata iblis yang sudah perempuan itu kenal akan mempengaruhi dirinya sendiri. Karena itulah putri melakukan tindakan pencegahan agar kaum bangsawan tidak akan terpengaruh olehnya.

Tomoki, yang tidak menduga jika dirinya sedang diselidiki, masih mempercayai mereka tidak tahu mengenai mata iblisnya dan bahkan tidak memiliki kecurigaan sedikitpun.

Tomoki belum memberi tahu siapa pun mengenai mata iblisnya, atau karakteristik keabadiannya yang istimewa. Karena dia tidak merasa ingin memberitahu siapa pun mengenai kemampuannya yang mungkin akan menunjukkan kesan negatif pada orang lain atau bisa menjadi kartu trufnya. Keabadiannya belum diketahui oleh siapa pun.


"Hmph, kau benar. Levelku dulu 98, maka dia bisa meningkat dengan cepat." (Tomoki)


Saat ini hanya berbentuk sebuah rencana, tetapi saat ini kekaisaran tengah membahas bagaimana menaklukkan salah satu markas ras iblis. Hanya saja, dalam rencana itu mereka benar-benar harus meminta bantuan Limia, karena ini merupakan rencana berskala besar. Mereka menunggu pahlawan Limia sampai ke titik dia bisa berguna.

Itu sebabnya sesuatu tentang pahlawan Limia, Otonashi Hibiki, mereka telah memperoleh informasi terbaru itu dari seorang mata-mata di kerajaan Limia. Informasi akurat tersebut dikirim dari tempat yang jauh.

Tak mengejutkan jika Tomoki, yang mengetahui rencana ini ketika berada di dalam kastil, ingin mengetahui informasi mengenai pahlawan Limia.


"Tetapi Tomoki-sama, mengapa anda tiba-tiba ingin mengetahui informasi mengenai pahlawan Limia? Mungkinkah... anda mengenalnya?" (Lily)

"Bukan begitu. Aku pernah mendengar namanya, tetapi itu seseorang yang aku tidak kenal. Usianya 18 tahun kan? Aku tidak mengenal seseorang yang 3 tahun lebih tua dariku." (Tomoki)

"Lalu mengapa? Apakah itu karena dia memiliki rupa yang cantik? Apakah anda mulai menginginkannya?" (Lily)

"Apa, apakah kau cemburu? Tidak apa-apa. Karena aku mencintai Lily dan yang lainnya." (Tomoki)

"... Benarkah? Jika anda menginginkan seseorang tolong katakanlah ya? Bagi seorang atasan yang menginginkan wanita merupakan sesuatu yang alami. Saya tidak akan menyalahkan anda untuk itu." (Lily)


Suara manis dibisikkan di telinganya.

Tomoki mengangguk dengan puas.


"Ya, pada saat itu aku akan mengatakannya tanpa sungkan." (Tomoki)

"Oke." (Lily)

"Mengenai pertempuran..." (Tomoki)

"Coba kita lihat, sepertinya pertahanan di barat laut sudah mulai diserang, maka, jika kita akan kesana, itu mungkin ada di sana." (Lily)

"Aku mengerti. Apa yang harus kita lakukan?" (Tomoki)

"Pertama, ayo kita makan siang. Saya datang ke sini untuk memanggil anda lho?" (Lily)

"Begitu ya. Aku mengerti. Kalau begitu ayo kita ke meja bundar." (Tomoki)

"Baik, Tomoki-sama." (Lily)


Mereka berdua, ditemani sejumlah pelayan, meninggalkan ruangan.

Ruangan Tomoki berada tepat di sebelah ruangan putri kedua. Ukurannya besar sehingga suara desahan tidak bocor hingga ke luar.

Di lantai di mana awalnya hanya diizinkan untuk para bangsawan, seorang pahlawan yang tidak memiliki hubungan darah dengan siapa pun ada di sana, jadi kebisingan semacam ini bisa dimengerti.


"Aku, Lily Furont Gritonia, telah memutuskan untuk bekerja pada pahlawan Tomoki-sama dan mengabdikan diriku padanya. Karena itu aku berpikir untuk membiarkan Tomoki-sama berada di dekatku, dan melayaninya dengan sempurna agar aku bisa mendukungnya." (Lily)


Pada awalnya, usulan tiba-tiba dari putri kedua membingungkan keluarga kekaisaran. Tetapi ucapan selanjutnya membuat mereka segera menjadi tenang.


"Itu sebabnya aku akan mengundurkan diri dari perebutan takhta kekaisaran. Aku ingin menyerahkan urusan pemerintahan kepada saudaraku. Jadi bisakah kalian memperlakukan pahlawan-sama dengan baik?" (Lily)


Sebagian besar orang yang menentang usulnya merupakan faksi-faksi yang berjuang memperebutkan tahta kekaisaran, faksi saudara laki-laki dan saudara perempuan Lily. Dan lawan politik mereka menyatakan jika dirinya ingin turun dari panggung itu sendiri. Tidak ada hal yang paling membahagiakan selain ini.

Hanya saja, ada hak yang dimiliki putri Lily. Dia berasal dari keluarga kekaisaran dan telah berpartisipasi dalam perselisihan politik yang intens memperebutkan tahta kaisar, karena itu dia memiliki banyak hak. Apa yang akan terjadi mulai saat ini yaitu sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Para bangsawan dan saudara kandungnya yang mengerti itu, segera terdiam dan menunggu apa yang selanjutnya di ucapkan sang putri.


"Untuk berbagai bagian bisnis dan pemerintahan yang aku tangani, aku berpikir untuk melepas hampir semuanya dan memberikannya kepada semua orang yang ada di sini. Aku hanya ingin kalian memberikan bagian kecil untuk diriku sebagai pendukung yang bisa memperkuat pahlawan. Lebih tepatnya itu bagian militer, tetapi karena kekuatan militer kekaisaran secara keseluruhan terbuka untuk umum dan memiliki kepemilikan bersama, aku tidak bisa sepenuhnya membuat kekuatan militer menjadi milikku sendiri. Selain itu, aku berencana untuk pergi melaksanakan sebuah tugas." (Lily)


Sorakan dan keributan bermunculan. Putri Lily, dengan kelihaiannya, mendapatkan banyak persetujuan. Bahkan tanpa bagian militer, diberi bagian lain dari milik putri itu pun sudah cukup.

Dengan ini, para bangsawan dan saudara kandungnya menutup mulut mereka. Seperti yang dia rencanakan.

Berikutnya dalam daftar yaitu ayahnya. Pria yang merupakan seorang kaisar.

Jelas, dia bertanya pada sang putri alasan dirinya mengundurkan diri dari perebutan takhta kekaisaran. Bahkan jika pahlawan telah datang, lebih realistis untuk menggunakan kekuatanmu dengan benar dan kekuatan politikmu akan meningkat secara besar-besaran. Selain itu, dengan mempertimbangkan sejarah masa lalu sang putri, ini merupakan kesimpulan alami. Dan pada kenyataannya, putri kedua Lily tentu saja yang paling dekat dengan sang pahlawan. Dia tidak perlu mengundurkan diri dari perebutan takhta untuk memberikan dukungan kepada pahlawan.


"Menjadi seorang kaisar merupakan keinginan ayah. Namun saya ingin mewarisi keinginan ibu. Ibu adalah pengikut setia Dewi-sama. Dia selalu mempercayai Dewi-sama sampai akhir hidupnya. Saya benar-benar minta maaf ayah, tapi saya akan mewarisi keinginan ibu dan tetap di sisi pahlawan yang dikirim oleh Dewi-sama." (Lily)


Di tempat di mana keinginan tertinggi di negara itu berada, gema dari ucapan seperti bom perlahan-lahan memudar. Saudara-saudaranya, ayah, dan juga para bangsawan sudah mengetahui jika Putri Lily sangat mencintai ibunya, dan ada beberapa yang terharu hingga menangis mendengar ucapannya.


"... Tolong maafkan keegoisan saya. Saya pasti akan menghancurkan ras iblis bersama dengan pahlawan-sama dan menunjukkan kepada anda jika kami bisa menghidupkan kembali tanah Elision yang indah itu." (Lily)


Menyisakan sedikit aset yang dia pikir akan diperlukan untuk mendukung pahlawan...

Pada hari itu, Lily meninggalkan panggung perselisihan politik. Ada banyak yang mengira ini semacam konspirasi, tetapi setelah itu, dia mendukung sang pahlawan dengan dedikasi dan menghilangkan keraguan yang mereka miliki atas tindakannya.

Dan sekarang...

Tomoki dan Lily berada di meja bundar, di tempat mereka dipanggil.

Di sebuah taman di mana bahkan di masa genting seperti ini masih ditumbuhi tanaman-tanaman subur yang menyejukkan mata. Di pusatnya seseorang dapat melihat beberapa orang duduk mengililngi meja bundar.

Ini merupakan taman yang dicintai oleh ibu putri Lily. Tempat itu adalah tempat yang Lily sarankan pada pahlawan sebagai tempat untuk beristirahat. Di masa lalu tempat ini tidak mengizinkan siapapun untuk memasukinya. Ketika tempat ini dibuka, hal itu mengejutkan para bangsawan tetapi akhirnya meningkatkan penilaian orang-orang yang menggunakan pahlawan sebagai pembatas.

Ada beberapa bangsawan yang angkuh dan sombong, tetapi politikus merupakan prajurit tanpa prospek. Itu penilaian Tomoki. Itu sebagian karena prasangka mereka dan penilaian mereka yang terkoagulasi, tetapi karena mereka melayani sang putri, mereka tidak akan berpikir untuk melakukan pemberontakan dan dia tidak memiliki satu ons pun kecurigaan jika mereka akan mengkhianatinya.


"Tomoki-sama! Semua persiapan sudah selesai. T-Tolong datang ke sini."

"Onii-chan kau terlambat!"

"Aku mengorbankan waktu penelitianku untuk datang ke sini lho. Jangan buat aku menunggu terlalu lama........ aku juga tahu kau itu sibuk."


Tiga orang yang menyambut Tomoki dan Lily yaitu teman-temannya. Jika mereka meniru meja bundar, maka mereka akan menjadi Ksatria Meja Bundar Tomoki.

Seorang gadis yang memanggilnya dengan gugup ketika mengundangnya kesini yaitu Ginebia. Disebut-sebut sebagai ksatria terkuat di kekaisaran yang melindungi para bangsawan, salah satu penjaga kekaisaran. Dia awalnya bawahan Lily dan juga seorang teman dekatnya, tetapi dia saat ini bertugas menjaga Tomoki dan juga Lily.

Meskipun ia memiliki tubuh seorang gadis, ia telah dilatih untuk menyempurnakan seni pertahanan dan perannya sebagai dinding. Jenis senjata sihir yang diberikan kepadanya juga merupakan salah satu yang dikhususkan dalam pertahanan dan jobnya terdapat nama naga superior yang terkenal dengan pertahanannya, Grount. Penjaga Kekaisaran Grount merupakan nama jobnya yang unik.

Grount tinggal di gurun terluas di dunia ini dan merupakan naga yang disebut-sebut memiliki pertahanan terkuat. Ia juga dikenal dengan julukan Sand Wave.

Berikutnya pemilik suara gadis kecil yang memanggil Tomoki dengan sebutan kakak, namanya Mora. Sama seperti suaranya, dia merupakan seorang gadis kecil yang berusia 12 tahun. Dia dijuluki spiritualis naga dan mampu menggunakan teknik pemanggilan khusus, pemanggil naga. Dia awalnya dibesarkan di sebuah desa yang menghasilkan para gadis kuil, tetapi karena invasi ras iblis desa itu dihancurkan. Lily merawatnya dan akhirnya menemani Tomoki.

Gadis yang menggunakan naga tidak memiliki job unik seperti Ginebia, tetapi itu merupakan kemampuan langka yang hanya dimiliki oleh beberapa orang di dunia ini.

Gadis terakhir yang mengungkapkan keluhannya yaitu Yukinatsu. Dia berasal dari Konfederasi Lorel, tetapi dia mencari tempat di mana dirinya bisa melakukan penelitian dengan lebih bebas, dia akhirnya bekerja menjadi bawahan Lily. Mendengar banyak ide unik sang pahlawan, dia memutuskan untuk menemani mereka. Perpaduan armor dan sihir, kekuatan raksasa yang dibalut oleh sihir dan replika dari apa yang disebut harta suci; memiliki minat abnormal untuk menciptakan sesuatu seperti ini, dia merupakan tipe orang yang terfokus pada penelitiannya. Terutama berfokus pada armor dan sihir, cara menelitinya sangat berbeda dari para dwarf dan karena pandangan berbahaya yang dimilikinya, dia diusir dari konfederasi. Jobnya adalah Force Player. Ini merupakan job langka yang hanya dimiliki sedikit orang di bidang alkimia.

Saat ini, ketiganya merupakan teman Tomoki. Karena sang putri tidak berpartisipasi dalam pertempuran, dia memiliki peran pendukung garda belakang.

Karena saran Tomoki untuk makan bersama, semua orang menantikan moment ketika mereka berkumpul di meja bundar yang berada di taman. Moment ketika mereka dapat bersama dengannya selain di medan perang merupakan moment yang sangat berharga bagi para gadis meskipun itu hanya untuk sebentar saja.

Diam-diam Lily sudah melakukan pencegahan terhadap mata iblis agar tidak mempengaruhi kaum bangsawan, tetapi dia tidak melakukan hal yang sama pada orang lain.

Untuk Ginebia, Mora atau Yukinatsu. Yang sudah terkontaminasi mata iblis begitu lama, keinginan baik mereka muncul secara alami dan emosi terlahir di dalam diri mereka, itulah apa yang mereka yakini.


"Lily-sama, Albert-sama mengatakan jika dia ingin anda mengkonfirmasi dokumen rapat."

"Ara, Ani-sama memberitahukan hal ini di tengah makan, waktu yang buruk. Maaf, Tomoki-sama. Saya akan pergi sebentar. Ketika anda berangkat ke medan perang, saya pasti akan ada di sana untuk mengantar anda, jadi jangan pergi tanpa mengabari saya terlebih dahulu ya?" (Lily)


Kebetulan yang sangat sempurna ketika sang putri hendak bergabung pada meja bundar, seorang bendahara datang dan berbicara dengannya.


"Begitu ya. Jika itu panggilan dari Albert-sama, mau gimana lagi. Setelah selesai makan dengan semua orang, aku akan beristirahat jadi tidak masalah. Jika aku akan berangkat ke medan perang, aku pasti akan mengabarimu." (Tomoki)


Tomoki mengetahui saudara laki-laki Lily dan dia tidak akan menyalahkannya untuk itu. Sesuatu seperti ini sering terjadi sebelumnya sehingga ia sudah terbiasa. Saat ini putri telah memposisikan dirinya untuk secara penuh mendukungnya, tetapi dia juga tahu sang putri dahulu berhasil menyelesaikan banyak pekerjaan untuk terus mendukungnya. Dia mengerti jika Lily sibuk.


"Saya mengerti. Lalu, Ginebia, aku mengandalkanmu." (Lily)

"Serahkan padaku." (Ginebia)


Ginebia mematuhi ucapan sang putri. Loyalitasnya untuk sang putri kemungkinan besar tetap tidak berubah.

Lily mengangguk terlihat puas dan mengikuti pemandunya, meninggalkan taman.



-------------------------------------------------------------------

- Sudut Pandang Lily -


"Bagaimana kemajuannya?"

"Saat ini berjalan lancar. Kemampuan beradaptasi pahlawan bisa disebut sebagai sebuah keajaiban. Tak disangkat bisa dengan bebas mengayunkan tombak dewa itu tanpa mengendarai kuda benar-benar membuatku kewalahan."


Wajar baginya untuk melakukan sesuatu sejauh itu.

Iwahashi Tomoki kompatibel dengan semua senjata sihir. Itu sebabnya kekaisaran membiarkannya memilih apa pun dari gudang harta yang berisi senjata dan armor yang sangat luar biasa.

Hal pertama yang dia pilih bukanlah senjata atau armor, tetapi cincin yang berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan barang-barang di dalamnya.

Setelah itu, matanya terlihat serius ketika memilih beberapa senjata dan setelah mengujinya, dia menyimpan 12 senjata di cincinnya yang memenuhi kapasitasnya. Selanjutnya dia memilih armor dan dia mulai menyesuaikannya sembari melakukan peregangan.

Dia memilih pakaian karet yang pas dengan ukuran tubuhnya dan pelindung tipe logam yang menutupi beberapa bagian tubuhnya yang sudah dienchant dengan sihir pertahanan. Di kekaisaran, itu merupakan pelindung dengan kemampuan yang luar biasa, tetapi tidak ada yang bisa memakainya. Maka pemberian perlengkapan itu segera disetujui.

Tidak mungkin dia menjalani kehidupan sehari-harinya dengan mengenakan perlengkapan seperti itu, perlenngkapan itu merupakan sesuatu yang dipersiapkan hanya ketika ada kebutuhan untuk menggunakannya dalam pertempuran.

Setelah itu, Iwahashi Tomoki diberi sejumlah item sihir yang mampu menciptakan barrier dengan efisiensi tinggi terhadap sihir kegelapan dan serangan fisik untuk menjalani kehidupan sehari-harinya. Rasanya nyaman kalau sudah memiliki item untuk melindungi dirimu sendiri. Maha karya itu sudah diuji di daerah  perbatasan gurun, Aegis Clay dan banyak lainnya.

Ini berjalan dengan sempurna.

Efek dari sepatu perak yang diberikan oleh Dewi juga luar biasa. Bahkan jika dia berlatih lebih keras daripada orang-orang pada umumnya, atau berdiri di medan perang terus menerus, kelelahannya bisa pulih dengan sangat cepat.


"Bagaimana dengan tubuhnya? Apakah ada perbedaan efek pemberian dosis antara dirinya dan hyuman lainnya?"

"Tak masalah sedikitpun. Item itu pada dasarnya merupakan sesuatu yang hanya mengurangi umur seseorang. Sisanya juga berjalan dengan lancar."

"Aku mengerti. Maka itu bagus."


Apa yang dimaksud yaitu ramuan campuran yang mempercepat laju peningkatan level tubuhnya dan kekuatan sihirnya. Aku ingin mengetahui perbedaan efek antara dia dan orang-orang lainnya, untuk itu aku juga memberikan ramuan pada anggota partynya. Aku memberikannya secara diam-diam.

Tapi untuk bisa berjalan dengan lancar itu cukup bagus. Ada kemungkinan efek sekunder muncul segera dan membuat mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pertempuran. Jika itu terjadi, semuanya akan menjadi kacau.

Aku membuang hakku untuk memperebutkan takhta kekaisaran. Karena itu, masalah yang menjengkelkan mengalir pada saudara-saudaraku. Aku hanya akan melakukan apa yang harus aku lakukan dan memusatkan semua yang aku miliki ke dalamnya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik dari ini.

Itu benar, aku tidak perlu tahta kekaisaran.

Pada akhirnya...

Kekaisaran akan...

Direbut oleh Iwahashi Tomoki.

Aku sudah membisikkan kepadanya keinginan penguasa tertinggi, komponen pemerintahan dan logika raja yang kejam.

Sepertinya bocah itu mendapatkan kekuatan ketika dia memasuki dunia ini dan sebelum itu dia merupakan seorang pecundang. Aku juga mendengar cerita tentang dirinya yang ditindas oleh gadis-gadis di lingkungannya.

Singkatnya... dia sedang merasakan euforia kekuatan besar yang tiba-tiba ia dapatkan.

Sungguh mudah. Benar-benar pecundang.

Itu sebabnya aku bertingkah sebagai tipe gadis yang disukainya dan menyihirnya. Bisa dibilang aku sudah setengah berhasil.

Ketika aku mengundangnya pada pesta malam, dia tidak menolakku.

Sebaliknya, sepertinya itu memberinya kepercayaan diri dan dia mulai menyebut dirinya dengan 'ore'. Kelihatannya dia juga sudah bermain-main dengan Ginebia, Mora dan Yukinatsu.
(TL Note: 'Ore' ini bentuk gaulnya watashi/boku. THE REAL FUCEK BOY Bocah 12 tahun juga di entot)

Aku tidak peduli.

Di masa depan dia mungkin saja menciptakan sebuah harem atau apa pun yang dia inginkan. Lebih tepatnya, aku akan membantunya melakukan hal itu.

Lebih baik memiliki lebih banyak hal untuk mengikatnya kedalam takhta dan kekuatan politik.

Jika aku memasukkan racun manis ke dalam hati lemah yang sudah dipengaruhi oleh intimidasi, dia tidak akan berpikir untuk menentangku. Tak diragukan lagi dia sendiri akhirnya akan berpikir untuk menjadi raja dan menguasai kekaisaran untuk dirinya sendiri.

Tentu saja, itu akan terjadi ketika kemenangan kami melawan ras iblis telah diselesaikan. Itu tidak bisa terwujud sebelum kemenangan itu berhasil diraih.

Ketika waktu itu tiba, aku yang telah menjadi 'budak setianya' akan mendukungnya pada apa pun yang dia inginkan.

Negara-negara lain juga perlu aku awasi.

Pahlawan, yang dikirim oleh sang dewi, telur muda seorang tirani mengatakan kepadaku ide yang sangat menyenangkan.

Ini pasti menjadi waktu yang tepat bagi eksperimen untuk memasuki tahap nyata. Demi hari yang akan datang.

Eksperimen eliksir seharusnya sudah cukup untuk saat ini. Alkemis pria paruh baya ini benar-benar membantuku dengan baik.


"Lalu, apa yang harus kita kembangkan sekarang? Saya tahu, bagaimana dengan... untuk dia... ro... eh?"

"Sudah cukup. Terima kasih atas kerja kerasmu." (Lily)


Lengan baju putihku mulai berwarna merah tua.

Lebih mudah memiliki orang yang tidak memiliki pengetahuan dan hanya memberi tahu mereka proses produksi untuk merakitnya.

Aku seseorang yang melayani Iwahashi Tomoki, oleh sebab itu aku tidak perlu bukti jika aku menciptakan sesuatu yang membahayakan tubuhnya. Aku juga tidak membutuhkan satu orangpun yang tahu.

Membuat tim bersamaku, yang berada di puncak, dan beberapa peneliti yang terampil, kami memperoleh hasil yang cukup baik. Saat ini aku akan menyelesaikannya dengan rapi seperti ini. Sempurna.

'Mengapa?' pria paruh baya yang membuat wajah seperti itu, roboh dan menghentikan semua fungsi organnya.

Aku menyerahkan belati yang ada di tanganku kepada pelayan yang sedang menunggu di pintu masuk. Matanya tidak memiliki cahaya kehidupan.


"Bersihkan itu dan bakarlah mansion ini. Pastikan semua yang ada di ruangan ini menjadi abu. Dan kau akan terbakar bersama dengan orang pentingmu yang ada di sana. Ok?" (Lily)


Aku membisikkan instruksi terperinci secara perlahan ke telinganya, dan menyuruhnya memegang belati.

Sangat bagus.

Ketika aku mengkonfirmasi bendahara sudah mengumpulkan semua dokumen, aku melepas pakaianku dan mengubahnya menjadi abu.

Setengah bagian atasku saat ini pakaian dalam, tetapi itu tak masalah. Aku akan berteleportasi ke ruanganku di kastil, maka tidak ada yang bisa melihatku.

Aku harus segera kembali ke tempat Tomoki. Hari ini merupakan hari pertempuran di wilayah barat laut.

Tapi sebelum itu....


"Maka, selanjutnya yaitu mengembangkan senjata hebat yang diceritakan pahlawan-sama." (Lily)


Setelah kembali ke ruanganku, aku mengganti pakaianku dan mengkonfirmasi dokumen rencana yang telah disusun dengan cukup rapi.

Itu... senjata yang memberikan kekuatan luar biasa kepada anak-anak tanpa kekuatan, para orang tua yang kehilangan kekuatan mereka, orang-orang yang tidak memiliki apa-apa. Dan tak perlu menggunakan kekuatan sihir.

Ini benar-benar senjata yang praktis dan 'tidak memihak'. Senjata yang hanya dengan memilikinya, kau bisa mendapatkan kekuatan.

Pada saat negara-negara lain memulai memproduksi senjata dengan kualitas lebih rendah dan melemparkannya ke medan perang, perang akan berakhir.

Ras iblis, Dewi, dan agamanya ...

Aku akan menghancurkan mereka semua.


"Pistol. Kalau tidak salah itu namanya. Aku harus segera membuat senjata itu." (Lily)



---------------------------------------------


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang COPAS dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.



Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini


 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  

5 comments:


EmoticonEmoticon