June 20, 2021

Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Chapter 189

 Translator: B-san

189 - Verifikasi Tubuh Baru


Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Chapter 189


Aku berpindah ke lapisan dalam dengan Transfer.

Di depanku ada tiga Earth Dragons.

Kaguna, Geere, and Fuito.

Saat ku periksa dengan Appraisal, level mereka tidak pernah naik.

Bahkan hampir tidak ada pertumbuhan status mereka.

Hanya dua atau tiga status yang naik 1 tingkat.

Walaupun sudah beberapa hari sejak aku memeriksa mereka, mereka hanya bertambah sedikit.

Tidak ada skill yang berubah juga.

Bukan Earth Dragons yang lama dalam berkembang, perkembanganku yang justru abnormal.

Walaupun aku piir aku tidak punya skill yang curang selain "Idaten", perkembanganku bisa dibilang cheat kalau dipikir-pikir.

Itulah kenapa, walaupun aku kabur dari Kaguna dan Geere sebelumnya, dengan diriku yang sekarang, bahkan dengan Fuito sekaligus pun aku bisa menang.

Bahkan itu mudah.

Alasan utama kenapa aku kabur dari mereka adalah kurangnya daya serangku dan kemampuan defensif ku.

Daya serangku kurang dan aku bahkan hampir tidak bisa melakukan damage pada Kaguna. Satu serangan dari mereka akan berdampak vital karena kurangnya pertahananku, aku pun dipaksa mundur karena pertahanan Kaguna dan kecepatan Geere.

Tetapi, aku sudah evolusi setelah pertarungan itu, dan statusku juga sudah naik sangat tinggi. Untuk diriku yang sekarang, tidak ada faktor kekalahan dalam pertarungan ini.

Itulah kenapa, aku tidak akan menggunakan sihir kali ini, dan aku pikir aku akan bertarung dengan trio Earth Dragons dengan tangan kosong.

Bukannya aku meremehkan mereka.

Tubuhku yang telah berevolusi menjadi Arachne juga berbeda dengan tubuh laba-labaku sebelumnya.

Dengan tujuan untuk uji coba tubuhku yang baru, aku perlu memahami fungsi tubuh baruku.

Ya walaupun bisa dibilang aku meremehkan mereka, sih.

Jika aku tidak bisa memahami pebedaan tubuhku dengan musuh yang statusnya lebih rendah, aku akan kesulitan jika melawan musuh yang setara ataupun lebih tinggi dariku.

Untuk menghindari hal itu, aku harus memastikan tubuh Arache dalam pertempuran yang sesungguhnya.

Selain itu, hanya ada tiga Earth Dragon yang akan kulawan.

Earth Dragon ang lain sibuk melawan Raja Iblis di lapisan yang lebih dalam.

Raja Iblis? Tidak usah dibahas.

Untuk monster-monster kecil, mereka akan mati bahkan sebelum aku serius melawan mereka.

Walaupun Water Dragon itu musuh yang kuat, pertarungan di laut tidak cocok untuk menguji tubuhku yang baru.

Oleh karena itu, mempertimbangkan kemampuan musuh, dan medan pertempuran yang cocok untukku, aku memilih trio Earth Dragon sebagai lawanku.

Earth Dragon berhenti bergerak karena merasakan keberadaanku yang baru saja menggunakan sihir transfer, mereka pun memasang pose bertarung seolah-olah mereka sudah menunggu kedatanganku.

Erm.

Walaupun mereka mengerti bahwa mereka tiak bisa menang, tetap saja, aku merasakan niat mereka untuk bertarung.

Walaupun Alaba juga seperti itu, aku merasa Earth Dragon memiliki sifat kesatria yang dimiliki Samurai.

Aku tidak mengerti.

Kaguna di tengah, Geere sebagai lini depan, dan Fuito sebagai lini pertahanan belakang. Mereka bergerak ke posisi bertarung.

Geere dengan kecepatannya dan kekuatannya yang tinggi sebagai penyerang fisik, Kaguna yang merupakan spesialis pertahanan menjadi teboknya, dan Fuito sebagai pendukung formasi.

Dengan ini, jika Fuito memiliki pertahanan yang kuat, keseimbangan kekuatan mereka akan sangat bagus.

Walaupun Fuito adalah tipe yang seimbang seperti Alaba, untuk diriku yang sekarang itu hanyalah bualan semata.

Geere melompat untuk menyerang, dan mengayunkan mata pisau yang tumbuh dari tangannya ke arahku.

Un.

Walaupun gerakannya cepat, dengan statusku yang sekarang, ini dapat kuhindari dengan mudah.

Dengan kombinasi "Super Thought Acceleration" dan  "Future Foresight", serangannya seolah-olah berhenti.

Aku menghindari serangan yang mengarah ke bagian tubuh mausiaku tanpa kesulitan.

Aku sengaja menghindari tepat di saat-saat terakhir sebelum serangan itu mengenaiku, untuk menguji sampai sejauh mana kecepatanku untuk menghindarinya.

Kemudian, bagian manusiaku terkejut.

Oh.

Tubuh yang tergerak berlawanan arah dengan pergerakan tubuh laba-labaku, dan tubuh yang bergetar dengan reaksi yang sama saat berhenti.

Ugh, sungguh tidak nyaman.

Ah, ini tidak berguna jika aku tidak bisa menunduk saat bergerak.

Kegagalan.. Ini adalah kegagalan.

Semburan Kaguna pun mendekatiku saat aku sedang merenung.

Kali ini, aku bergerak dengan memfokuskan kekuatanku di bagian dimana tubuh manusia dan laba-labaku tersambung.

Un.

Kali ini aku bisa bergerak dengan baik tanpa tubuh manusiaku bergetar.

Walaupun aku merentangkan kedua tanganku untuk menjaga keseimbangan tubuhku, aku merasa sepertinya hal ini tidak diperlukan.

Geere bersusah payah untuk mengejarku dan menyerang.

Status kecepatan Geere adalah 4123.

Jika dibandingkan dengan monster lainnya, kecepatannya tidak terandingi, tetapi dibandingkan kecepatanku dengan selisih 1 digit, kecepatannya tidak ada apa-apanya.

Aku menarik mata pisau dari sayapnya pada saat-saat terakhir serangannya, dan menghindarinya dengan mudah.

Sangat mudah.

Mata pisau yang mengarah ke leher bagian manusiaku bisa kuhindari dengan mudah hanya dengan menundukkan tubuh manusiaku.

Un.

Bagian tubuh manusiaku lumayan fleksibel.

Walaupun aku tidak tau apakah ini selevel atlet gimnastik atau penari balet, sepertinya tubuhku sangat lentur sehingga bisa bergerak tanpa menyulitkan tubuh laba-labaku.

Bahkan bisa dibilang, tubuh manusiaku bisa berbaring  di tubuh laba-labaku menghadap ke atas.

Jika memang seperti itu, sepertinya aku bisa menggerakkan tubuh itu sepenuhnya seperti tubuh laba-labaku.

Ya, tapi itu akan menghilangkan keuntungan bentuk tubuh Arachne yag kumiliki.

Aku menghentikan pisau Geere dengan tanganku.

Seperti di film-film dimana karakter utama menghentikan ayunan pedang musuhnya dengan tangan kosong.


Dengan mengerahkan kekuatanku saja, mata pisau itu pecah.


Aku mengeluarkan jaring laba-laba dari jarku dan membungkus Geere yang berhenti bergerak seolah-olah terkejut.

Aku mengayunkan Geere yang tidak bisa bergerak, dan melemparnya.

Aku melemparkannya ke arah Kaguna.

Dua Naga itu bertubrukan satu sama lain, dan terjatuh.

Aku mendekati Fuito yang tidak bisa melakukan apa apa sebelum dua Naga yang lain bangkit.

Naga yang belum dewasa itu tidak dapat bereaksi terhadap kecepatnku, dan tangan tombakku menembus tubuhnya.

Fumu.

Tangan tombakku punya daya serang yang bisa menembus sisik naga dan memberikan damage.

Kemudian, aku membuat aring di tubuh Fuito.

Jaring-jaring ku menghancurkan fuito dari dalam, dan Fuito jatuh.

Ini sangat kejam.
Tapi ini yang paling mudah dilakukan.

Geere yang berusaha melepaskan jaringnya, dan Kaguna yang sudah abangun.

Aku menggerakkan jaringku di sekitar Kaguna.

Aku menarik jaring yang memiliki daya tebas tinggi itu.

Ugh, keras.

Seperti yang diharapkan dari spesialis pertahanan.

Tetapi, tidak sekeras itu, jaringku pun perlahan merobek sisiknya, mengoyak dagingnya dan akhirnya tubuh Kaguna pun terbelah.

Aku menghajar Geere yang tidak bisa bergerak dengan pukulanku.

Satu-Dua.

Hook Kanan.

Straight kiri.

Saat aku sadar, Geere telah mati.

Un.

Kesimpulan.

Dengan tanganku, beberapa hal menjadi mudah.

Aku bisa menemukan kesalahan yang harus aku atasi saat bergerak dengan kekuatan penuh, sehingga hasil verifikasi kali ini bisa dibilang sukses.


-----------------


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang COPAS dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini


EmoticonEmoticon