August 03, 2022

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Chapter 1 - Part 3

   Penerjemah: B-san


Chapter 1

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Chapter 1 - Part 3


Part 3

Apa yang akan dilakukan seseorang ketika dihadapkan dengan tantangan?

Ada banyak metode yang cocok untuk mengatasinya dan kali ini Ainz memilih untuk menggunakan keunggulan jumlah dan lokasi.

Dengan Aura dan Mare mengapitnya, Ainz duduk di singgasana di aula audiensi yang disiapkan oleh para guardian, akhirnya memegang Staff asli Ainz Ooal Gown setelah sekian lama.

Bisa dikatakan ini adalah bentuk terakhir dari penguasa mutlak Nazarick dan pemimpin guild Ainz Ooal Gown.

Namun, kemenangannya melawan lawan yang akan segera muncul bukanlah hal yang pasti. Lawannya adalah bos terakhir yang sebenarnya. Bos yang lebih menakutkan daripada sesuatu seperti Devourer of the Nine Worlds, pikir Ainz sambil menelan ludah dengan tenggorokannya yang tidak ada.

Dia sudah melalui simulasi beberapa kali, tapi Ainz hanyalah orang biasa. Dia mungkin bahkan tidak mencapai kaki gunung yang merupakan kecerdasan lawannya.

Jadi-

{Tidak ada lagi yang bisa dilakukan...kecuali menyerahkan semuanya pada keberuntungan!!!}

Dia menaruh harapannya pada kemampuan ad-libnya. Dia yakin bahwa dirinya di masa depan akan berhasil.

Lumière, yang telah menunggu di depan pintu masuk, mengumumkan kedatangan lawan.

"-B-Baik lah. Biarkan mereka masuk"

"Mengerti, Ainz-sama."

Semua orang seharusnya sudah mengerti siapa lawannya sekarang.

Itu tak lain adalah bos terakhir alias Guardian Overseer, Albedo.

Saat dia menyadari Ainz, Albedo beralih dari wajahnya yang biasanya tersenyum ke ekspresi serius.

"Maafkan Saya karena membuat anda menunggu."

Melihat Albedo membungkuk dalam-dalam di dekat pintu masuk, Ainz memerintahkannya untuk mengangkat kepalanya.

"Jangan khawatir tentang hal itu, Albedo. Aku sudah diberitahu bahwa kau akan terlambat. Bahkan kau bisa mengatakan bahwa saat ini tepat waktu."

Ketika dihubungi melalui [Message] sebelumnya, Albedo memberitahukan bahwa karena dia melakukan sesuatu di Penjara Frozen, penampilannya mungkin tidak cocok untuk penonton. Jadi, dia meminta waktu untuk berdandan terlebih dahulu.

Tanpa alasan untuk menolak permintaannya, Ainz menetapkan waktu ini (30 menit lebih dari apa yang diminta Albedo) untuk menemuinya di sini. Fakta bahwa Albedo masih tiba sepuluh menit sebelum waktu yang ditentukan kemungkinan karena kepribadiannya. Atau mungkin itu hanya sebuah peraturan bagi orang dewasa yang bekerja untuk selalu datang sebelum waktunya.

Albedo mengangkat kepalanya, berjalan ke depan singgasana, dan berlutut.

Ainz segera memberitahunya.

"Albedo. Aku akan mengambil cuti mulai saat ini juga"

Ia bisa membuat sejumlah alasan, tetapi setiap kali ia melakukan itu, percakapan cenderung mengarah ke arah yang aneh. Jadi dia merasa lebih baik untuk langsung menyatakan tujuannya di sini. Demiurge tidak hadir kali ini, jadi tidak mungkin mengarah ke topik pembicaraan yang aneh.

Albedo sedikit mengernyitkan alisnya sambil mengangkat kepalanya untuk melihat Ainz. Ia kemudian melemparkan pandangannya ke kiri dan kanannya, mungkin memeriksa reaksi Aura dan Mare terhadap kata-kata itu.

Ainz terus mengamati Albedo, khawatir tentang reaksinya. Dia menjawab dengan ekspresi serius.

"Termasuk Nazarick, semua yang ada di Kerajaan Penyihir adalah milik Ainz-sama."

{Apa?}

Dia tidak bisa mengerti apa yang dia katakan sama sekali.

Tidak, tidak sedikitpun.

Bagaimana seseorang bisa mencapai kesimpulan seperti itu?

Lompatan logika macam apa, alur pemikiran apa yang akan membawa seseorang pada kesimpulan seperti itu?

Bagaimana seharusnya Ainz menanggapinya?

Ia bisa langsung memikirkan dua jawaban.

"Apa-apaan yang kau katakan?" adalah salah satunya, yang lainnya adalah "Ya, seperti yang sudah kau duga". Tentu saja, ia akan memberikan lapisan pernis di atas kata-kata itu untuk membuatnya terdengar anggun.

Ainz mulai mengaduk-aduk materi otak imajinernya dengan kekuatan penuh, tetapi tidak ada cukup waktu. Albedo sudah melemparkan bola ke dalam lapangannya, ia harus mengembalikannya sesegera mungkin. 

"...Sepertinya kau telah salah memahami sesuatu, Albedo. Bukan itu yang ingin kukatakan."

Dia memutuskan untuk jujur. Apakah akan lebih baik jika ia berakting seperti yang biasanya ia lakukan?

-Ya, mungkin.

Bagaimanapun, dia berhasil melindungi citra Ainz Ooal Gown, penguasa mutlak Nazarick, untuk saat ini.

...Dengan mengorbankan hati Suzuki Satoru.

Albedo membuat ekspresi seperti dia menyadari sesuatu.

"M-mohon maafkan saya atas kesalahan saya, Ainz-sama."

Dia membungkuk lagi dengan panik.

"Tidak, ini bukan berarti aku marah. Kau tidak perlu membungkuk."

Hanya sampah yang akan menikmati saat ada seseorang menundukkan kepala mereka tanpa kesalahan mereka sendiri.

"Sepertinya istilah 'liburan berbayar' menyebabkan kesalahpahaman."

Nazarick tidak memiliki gaji atau hari libur. Ia berdiri di puncak perusahaan kulit hitam. Oleh karena itu, sangat mungkin dia mengira istilah "liburan berbayar" adalah metafora untuk sesuatu yang lain. Bisa dibilang ini adalah kesalahan Ainz karena dia belum menerapkan sistem seperti itu di Nazarick. Tentu saja, Ainz ingin membenarkan dirinya sendiri dengan menunjuk pada sikap keras kepala NPC dan permintaan untuk lebih banyak bekerja.

Berikut ini hanyalah pengalaman pribadi Suzuki Satoru, tetapi betapapun buruknya sebuah perusahaan, para karyawan biasanya dapat mentoleransi banyak hal selama hubungan interpersonal mereka baik. Sebaliknya, jika hubungan ini buruk, tidak masalah seberapa baik perusahaan memperlakukan karyawan mereka; mereka cenderung cepat rusak.

Mungkin Nazarick berjalan lancar karena hubungan interpersonal di antara para penghuninya sangat baik.

"Itu adalah kesalahanku. Maafkan aku."

Ainz juga menundukkan kepalanya.

"A-Ainz-sama! Tolong angkat kepala anda!"

Ainz mengangkat kepalanya mendengar kata-kata Albedo yang kebingungan.

"....Bagaimanapun, karena kita berdua telah menunduk, bisakah aku dianggap dimaafkan?"

"Tidak perlu bagi Ainz-sama untuk..."

"-Jika ada hari ketika aku tidak bisa membungkuk kepada kalian, maka hari itu akan menjadi akhir dari diriku. Orang itu tidak akan lagi menjadi diriku."

Albedo tersentak dengan matanya terbuka lebar dan kemudian membungkuk dalam-dalam.

Gangguan di sisi Ainz kemungkinan disebabkan oleh keterkejutan si kembar pada reaksi Albedo.

Sebelum Ainz bisa menanyakan apa masalahnya, Albedo mengangkat kepalanya.

"Ainz-sama mengatakan kalau ini cuti, tapi apakah ada rencana untuk pergi ke suatu tempat dengan mereka berdua?"

Seperti yang diharapkan dari Albedo.

Untuk menyadari bahwa Ainz berencana untuk bepergian hanya dari frase "cuti" Albedo cukup menakutkan. Jika Ainz yang berada di posisinya, dia mungkin akan mengatakan sesuatu seperti, "karena mereka berdua ada di sini, apakah kamu berencana untuk menghabiskan waktu luang di Lantai Enam?"

"Aku berencana untuk pergi ke Negara Elf di selatan bersama mereka berdua."

"Jadi itu adalah negara Elf..." Albedo merenung sejenak sebelum berbicara lagi, "Aku mengerti..."

Mengerti? Apa maksudmu?

Mungkin dia berpikir bahwa Ainz sedang menuju ke sana untuk berdiplomasi. Dia harus memastikannya.

"....jangan terburu-buru. Aku tidak pergi ke sana untuk alasan diplomatik. Aku hanya ingin mengamati keadaan mereka."

"Saya mengerti."

Sebuah jawaban sederhana. Ainz mengira dia akan mengatakan lebih banyak...

Ini jauh lebih menakutkan. Dia merasa bahwa kesalahpahaman yang kritis telah mengakar.

"...Jadi aku akan melakukan perjalanan ke negara Elf dengan mereka berdua. Jika ada sesuatu yang mendesak, hubungi aku dengan [Message]. Aku akan segera kembali...itu saja, oke? Aku tidak berencana melakukan hal lain, oke? Aku benar-benar tidak berencana seperti itu. Mengerti?"

"Mengerti. Jadi, apakah anda akan segera berangkat?" 

"Y-ya, Itu benar" Dia tidak berpikir sejauh itu ke depan, tetapi mengingat kemajuan Theocracy, akan lebih baik bagi mereka jika mereka mulai lebih awal. "Aku memang ingin segera berangkat, tapi Aura dan Mare harus mempersiapkan diri kan?"

"Aku pikir mereka berdua tidak akan memiliki masalah. Jika Ainz-sama memutuskan untuk berangkat saat ini juga, maka akan wajar bagi mereka untuk segera menyelesaikan persiapan mereka."

Ainz ingin mencela dia karena mengatakan hal-hal seperti itu, tetapi si kembar juga sependapat dengannya.

"Mmmmmm-"

Jika mereka berdua mengatakan bahwa itu bukan masalah, maka itu bukan hak Ainz untuk merasa keberatan.

"A-Aku ingin memastikan tentang sesuatu. Bukan hanya Albedo, tapi Aura dan Mare juga. Aku punya pertanyaan untuk kalian semua. The Great Underground Tomb of Nazarick mendirikan Sorcerer Kingdom, menjadikan Kekaisaran sebagai bawahannya, memperluas kendalinya atas demihuman di alam liar, dan baru saja menghancurkan Kerajaan Re-Estize. Bisa dibilang ukuran organisasi tumbuh mengikuti perluasan wilayahnya. Kalau begitu- aku punya beberapa kekhawatiran. Organisasi kita telah berkembang, tetapi apakah kita memiliki ekspansi personel yang sesuai?"

Sebuah organisasi bukanlah sesuatu yang akan berhenti bekerja hanya karena satu atau dua orang sedang beristirahat.

Aura dan Mare tentu saja merupakan bagian dari petinggi. Jika kita menganggap Nazarick sebagai perusahaan, mereka akan menjadi eksekutifnya. Karyawan normal bisa membiarkan rekan-rekan mereka menggantikan mereka, tetapi eksekutif tidak memiliki kemewahan itu. Dengan demikian, akan menjadi buruk jika organisasi terhenti hanya karena mereka berdua beristirahat.

Dalam kasus itu, rencana harus ditunda dan mungkin diubah.

"-Aku khawatir tentang itu. Kita mungkin perlu mengambil beberapa tindakan drastis jika itu yang terjadi."

"Saya tidak berpikir akan ada masalah. Dan, jika itu terjadi, selalu ada saya dan Demiurge. Jika kita juga memiliki kerja sama Pandora's Actor, tidak akan ada masalah sama sekali."

"Aku mengerti. Memang kau bisa diandalkan, Albedo. Jadi sudah ada solusi untuk keraguanku. Pekerjaan yang luar biasa, layak menjadi mo- salah satu makhluk paling cerdas di Nazarick dan pemegang gelar Guardian Overseer. Benar-benar brilian. Aku sangat terkesan."

Ia memuji Albedo dengan sepenuh hati.

Tidak seperti Ainz, dia dengan tekun mengelola organisasi. Jika dia tidak pantas mendapatkan pujian seperti itu maka tidak ada yang pantas.

"-Saya sangat berterima kasih atas pujian-pujian anda."

Albedo mendapatkan kembali postur tubuhnya setelah membungkuk dalam-dalam, tetapi ekspresinya sedikit kaku.

Pertanyaan lain muncul di kepala Ainz saat hal ini terjadi.

"Kali ini Aura dan Mare...tapi apakah semuanya akan berjalan lancar jika kau dan Demiurge yang berlibur?"

Albedo sedikit goyah namun segera menjawab.

"Saya percaya bahwa bahkan jika kami absen, yang lain akan mampu menggantikan kami tanpa masalah. Mereka akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan Ainz-sama."

"Ummm...Albedo. Ini bukan tentang apa yang kau yakini. Apa yang ingin kuketahui adalah apakah mereka bisa menanganinya tanpa masalah atau tidak... Tentu saja, sulit bagimu untuk mengungkapkan keraguan tentang kemampuan Floor Guardians-yang merupakan rekanmu, dan aku mengerti bahwa itu menyakitkan bagimu. Tapi, bisakah Kau memberi tahuku apakah mereka bisa melakukannya, jawab sejujurnya. Jika jawabannya adalah mereka tidak bisa, maka kita harus melatih mereka dan merestrukturisasi organisasi ketika kita memiliki kelonggaran untuk melakukannya. Yah ... bahkan jika seseorang seperti aku saja bisa meramalkan hal ini, Albedo mungkin sudah melihat ke dalamnya."

"E-maafkan saya, Ainz-sama...maaf telah mengganggu...tapi."

"Ada apa, Mare"

"Eh, umm, s-maaf tapi, saya n-tidak yakin bisa melakukan pekerjaan menakjubkan yang dilakukan Albedo-san..."

Setelah hening sejenak, suara tajam Albedo bergema di aula.

"-Apakah itu saja yang bisa kau katakan?"

Apa ini?

Dia tidak merasa kata-kata Mare barusan memancing kemarahan Albedo. Bahkan, Ainz sangat setuju dengannya.

"Mare!"

Mare tersentak saat Albedo berteriak. Dia benar-benar marah.

Sebelum Ainz bisa menghentikannya, Albedo melanjutkan. "Apakah aku mendengar seorang Floor Guardians, seorang elit di antara para elit, mengatakan bahwa dia tidak bisa melakukan pekerjaan yang diharapkan darinya oleh seorang Makhluk Tertinggi?"

"Albedo! -Jangan terlalu keras. Apa masalahnya dengan seseorang yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu ketika itu adalah kebenarannya? Bahkan, akan lebih menjadi masalah jika mereka mengatakan bahwa mereka bisa, ketika mereka tidak bisa melakukannya"

"Maafkan saya atas ketidaksopanan saya, tapi biarkan saya melanjutkan."

Meskipun ditegur Ainz, Albedo melanjutkan dengan suara yang lebih keras. Tetapi, karena sepertinya ia tidak lagi mengarahkan kemarahannya pada Mare, Ainz membiarkannya melanjutkan.

"Tidak ada masalah dengan seseorang yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu, tapi mereka juga harus menyarankan bagaimana mereka bisa berusaha untuk bisa melakukannya! Seorang Floor Guardian tidak dapat diizinkan untuk mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu yang diharapkan oleh Makhluk Tertinggi kepada mereka dan mengakhiri kata-kata mereka dengan itu."

{Ainz mengerang di dalam hati.}

Dia tidak bisa mengatakan bahwa Albedo salah. Apa yang dikatakan Mare tentu saja tidak baik dari sudut pandang itu.

"....Ainz-sama, aku pikir Albedo benar. Mare harus menarik kembali kata-katanya."

Aura berkata dengan dingin. Dimarahi oleh kakaknya sendiri, Mare mengeluarkan suara yang menyedihkan. 

"Sebagai seorang Floor Guardian-"

"Berhenti!" Ainz berteriak dengan marah untuk menghentikan Albedo melanjutkan. Tentu saja, itu hanya akting, dia tidak benar-benar marah. Fakta bahwa penekanan emosinya tidak terdengar adalah buktinya.

Ainz melepaskan auranya bersamaan dengan suaranya. Dia baru saja menggunakan efek visual aura untuk mengendalikan percakapan, bukan untuk men-debuff orang lain. Ia memilih untuk menggunakannya karena ia tahu Aura, Mare, Albedo, dan bahkan Lumière dilengkapi dengan item yang memberikan kekebalan terhadap efek status mental.

Dia tidak tahu apa yang akan dikatakan Albedo jika dia membiarkannya melanjutkan. Mungkin dia akan menjelaskannya dengan lembut pada Mare nanti, tapi selama ada kemungkinan hal itu bisa mengakibatkan hubungan mereka hancur, Ainz tidak bisa membiarkan hal ini berlanjut.

"Mare. Apa yang dikatakan Albedo itu masuk akal. Jika kamu mengungkapkan ketidakmampuanmu untuk melakukan sesuatu, kamu juga harus menyarankan cara-cara untuk memperbaikinya."

"To-tolong maafkan saya."

"Bagaimanapun juga, Albedo. Tidakkah menurutmu ada masalah dengan atasan yang memaksa bawahannya melakukan sesuatu yang tidak mampu mereka lakukan?" 

"....Saya tidak bisa mengatakan tidak ada masalah"

"Saya pikir kalian berdua bersalah kali ini. Aku senang atas kesetiaan kalian, tetapi siapa pun bisa membuat kesalahan. Kau harus lembut dalam mengoreksi mereka pertama kali sehingga mereka tidak akan menyembunyikan kesalahan mereka atau mengulanginya."

Sejujurnya, Albedo terlalu setia dan terlalu mampu, sehingga ia cenderung keras pada orang lain. Dia pikir satu-satunya alasan hal itu tidak menyebabkan masalah besar sampai saat ini adalah karena dia menolak sebagian besar sarannya tentang bagaimana berurusan dengan orang lain. Jika Albedo pernah menerima otoritas penuh, itu mungkin akan berakhir dengan pembersihan skala luas.

{Meskipun aku pikir itu adalah ketakutan yang tidak beralasan...mungkin...}

"Ya. Aku merasa seperti aku sedikit terlalu marah juga. Maafkan aku, Mare."

"Eh, Ah, tidak, tidak perlu. Albedo-san benar. ...Aku yang salah. Aku sangat menyesal."

Setelah mereka saling membungkuk satu sama lain (dengan Mare membungkuk lebih dalam dari pinggang), insiden ini bisa dianggap selesai untuk saat ini.

"...Jadi, sampai mana pembicaraan kita tadi? Ah, itu benar. Karena aku akan menuju ke Negara Elf untuk cuti dengan mereka berdua, aku ingin si kembar memastikan bahwa pengganti mereka akan ada di tempat. Pertama-tama, serahkan pekerjaanmu ke orang yang akan menggantikanmu dalam waktu tiga hari. Jika memungkinkan ... percayakan kepada Area Guardian di bawahmu, bukan Floor Guardian. Jika itu tidak memungkinkan-"

Ainz berpikir itu akan sulit bagi Albedo, karena baru sebentar sejak kehancuran Kerajaan.

"Diskusikan dengan Pandora's Actor, oke?"

Dia mendapat jawaban yang energik dari mereka.

"Jadi bagaimana dengan rombongan Ainz-sama? Apakah itu Hanzos?"

Itu bukan ide yang buruk, atau lebih tepatnya, Hanzos sangat sesuai untuk diajak kali ini. Sejujurnya, dia ingin memanggil lebih banyak jika uang dan data tidak menjadi masalah. Data tentara bayaran Hanzo sudah habis, tapi masih ada data untuk monster tipe ninja lainnya di perpustakaan. Akan sangat bagus jika dia bisa menggunakannya tapi-

{Aku lebih suka tidak menggunakan aset di perbendaharaan jika memungkinkan, jadi aku harus menanggungnya sampai aku bisa menabung cukup banyak kekayaan pribadi. Atau, haruskah aku memprioritaskan memperkuat pertahanan Nazarick terlebih dahulu? Aku harus memikirkan hal ini dalam perjalanan ke negara Elf. Aaah, aku ingin uang... Uang yang bebas kugunakan sesukaku... Aku ingin tahu apakah ada seseorang dengan harta karun yang tersimpan. Jenis orang yang tidak bisa mengeluh bahkan jika aku mencurinya}.

"....Ainz-sama?"

"Hmm? ...Ah, maaf. Sepertinya aku melamun cukup lama. Tentang pengiring-"

Ainz menghentikan dirinya sebelum mengatakan "Hanzos akan melakukannya." Secara umum dikatakan bahwa karyawan yang sangat baik semuanya pandai membaca suasana hati. Meskipun Ainz adalah karyawan yang biasa-biasa saja, mungkin dia telah melempar kritik hanya untuk saat ini, karena intuisinya menyuruhnya untuk menutup mulutnya sejenak.

Itu karena ia berhasil membaca beberapa emosi yang sedikit berbeda dari biasanya dalam nada bicara Albedo.

"-Tidak, awalnya aku tidak berencana untuk membawa Hanzos, tapi apakah ada pekerjaan yang kau ingin Hanzos lakukan?"

"Ah, tidak, karena anda tidak berencana untuk membawa Hanzos kali ini, bukan tempatku untuk menolak keputusan Ainz-sama..." Albedo ragu-ragu sejenak saat ia mencoba membaca suasana hati Ainz dari wajahnya. "Beberapa orang secara vokal mengeluh bahwa Hanzo adalah satu-satunya yang banyak dipanggil...ada banyak orang yang ingin bekerja untuk Ainz-sama, jadi aku ingin bertanya apakah mereka bisa diberi kesempatan."

Saat Ainz mulai merenungkannya, Albedo segera menjabat tangannya dengan bingung.

"Sudah cukup baik bahwa Ainz-sama sekarang menyadari bahwa ada orang yang ingin melayani jika diberi kesempatan."

Ainz secara mental menangkupkan wajahnya sambil merespon dengan "umu."

Ainz-Suzuki Satoru hanyalah orang biasa, jadi dia tidak pernah membayangkan bahwa masalah seperti itu bisa ada.

Dia banyak menggunakan Hanzos, pastinya, tetapi membiarkan orang lain memiliki kesan seperti itu sangat buruk.

Favoritisme akan selalu ada di dalam sebuah perusahaan. Itu wajar bahwa akan lebih mudah bagi orang yang disukai oleh atasan mereka untuk dipromosikan bahkan jika bakat mereka sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. Konon, favoritisme akan menyebabkan hubungan sosial di dalam perusahaan memburuk.

Itu tidak baik. Apakah dia tidak hanya berpikir bahwa meskipun Nazarick adalah perusahaan hitam, entah bagaimana perusahaan itu berjalan lancar karena kekuatan hubungan sosial internalnya?

Dia tidak bisa mengatakan, "Aku hanya akan mengambil Hanzos" dalam situasi seperti itu.

"Baiklah, mari kita putuskan pengiringnya nanti-tidak, setidaknya kita harus segera memberi tahu mereka. Akan menarik untuk melihat siapa yang kupilih dan bagaimana kamu mempersiapkan diri sehingga pilihanku tidak akan menjadi masalah, bukan begitu?"

Ainz memberikan senyuman, sementara merasakan hal yang sama sekali berbeda di dalam hatinya.

Albedo menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang mengatakan, "Aku mengerti. Seperti yang diharapkan dari Ainz-sama".

"Mengerti. Aku akan segera memberitahu semua penghuni Nazarick."

"Umu. Aku mengandalkanmu."

Ainz berdiri dan meninggalkan ruangan dengan hanya Lumière yang mengikutinya. Dia kemudian menghela nafas panjang seperti seorang pegawai yang baru saja mengakhiri hari kerjanya.



♦ ♦ ♦



Albedo mengangkat kepalanya saat mendengar pintu tertutup dan matanya bertemu dengan dua orang lainnya yang mengangkat kepala mereka pada saat yang sama.

"Tentang itu, Albedo. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu."

"Apa itu?"

Albedo menjawab saat dia berdiri.

"Meskipun Ainz-sama mengatakan dia mengunjungi negara Elf untuk cuti...menurutmu apa tujuannya? Tidak mungkin dia hanya berpikir tentang menikmti liburan untuk dirinya sendiri kan?"

"-tentu saja."

"Eh? I-apakah begitu?"

Penguasa tertinggi Nazarick, Ainz Ooal Gown, adalah seorang raja yang bijaksana yang setiap gerakannya mungkin mengandung banyak makna di baliknya. Seseorang harus berpikir setidaknya ada tiga tujuan di balik setiap langkahnya.

Posisi seseorang sebagai raja bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Ini tidak seperti mantel yang bisa dikenakan dan dilepaskan sesuai dengan suasana hati mereka. Bahkan jika dia mengatakan bahwa dia sedang berlibur-bahkan jika negara-negara lain mempercayainya-ia tetaplah raja termasyhur Sorceres Kingdom pada akhirnya. Setiap gerakannya bisa dianggap memiliki agenda Kerajaan Penyihir di belakang mereka. Setiap orang bodoh bisa memahami itu.

Oleh karena itu, masuk akal bahwa ada makna lain yang tersembunyi dalam tindakannya mengambil cuti ke negara Elf.

"Lalu menurutmu apa tujuan Ainz-sama?"

"Seperti yang ia katakan, meningkatkan organisasi mungkin adalah bagian dari itu, tapi mengumpulkan intel mungkin adalah tujuan utamanya." Albedo berkata saat dia merenung. "Aku pikir Demiurge mungkin bisa memberikan jawaban yang lebih baik... Theocracy seharusnya mengerahkan serangan besar-besaran terhadap negara Elven sekarang."

"Y-Anda maksudkan Th-Theocracy itu?"

Informasi mengenai Theocracy telah beredar di sekitar Nazarick, jadi tidak perlu menjelaskan dasar-dasarnya.

"Ya, setelah mengetahui bahwa musuh hipotetis mereka, Sorceres Kingdom, telah memasuki konflik dengan Kerajaan, mereka secara alami akan mencoba menyelesaikan perang mereka dengan para Elf untuk selamanya."

"Karena akan buruk untuk bertarung di dua front, kan?"

"Itu benar. Meskipun Theocracy tidak berperang dengan kita sekarang, mengingat situasi masa depan, yang terbaik adalah tidak membagi kekuatan mereka antara front utara dan selatan. Dalam hal ini, sangat mungkin mereka menggerakkan kekuatan besar untuk menyerang negara Elf. Sulit untuk berpikir mereka akan melakukan pembicaraan damai pada saat ini, tapi saya tidak yakin."

Bagi Albedo, bukan masalah jika negara Elf dihancurkan oleh Teokrasi. Sebaliknya, bahkan lebih baik bagi mereka jika Theocracy memperbudak para Elf sehingga mereka bisa mendapatkan Casus Belli yang hebat untuk membebaskan para Elf. Itu bisa meningkatkan jumlah opsi yang mereka miliki untuk melawan Theocracy, tetapi sepertinya Tuan mereka berpikir berbeda tentang situasinya. Mungkin dia pergi ke sana karena dia ingin mendapatkan lebih banyak informasi sebelum membuat keputusan.

Demiurge mungkin akan menjawab dengan pasti jika dia ada di sini.

Albedo memiliki keunggulan atas Demiurge dalam hal urusan internal, tetapi dia harus mengakui Demiurge dalam masalah militer. Dia selalu kalah dari Demiurge dalam hal itu. Sementara pikiran ini terbentuk di kepalanya, dia memiringkan kepalanya bertanya-tanya mengapa Demiurge begitu diam mengenai masalah ini.

{Apakah Demiurge bergerak sambil merahasiakannya dari kita? Apakah dia merencanakan sesuatu dengan mengumpulkan informasi intelijen tentang situasi di dalam negara Elven secara diam-diam? Aku rasa bukan itu masalahnya tapi...}

Karena Demiurge sering bekerja di luar Nazarick, dia menerima lebih banyak kekuatan dibandingkan dengan Floor Guardian lainnya. Atau lebih tepatnya, lebih akurat untuk mengatakan bahwa Floor Guardian lain tidak banyak menggunakan hak istimewa mereka. Meskipun begitu, ia selalu menjelaskan informasi yang dikumpulkan dan tindakannya dalam laporan yang sangat rinci (yang selalu berakhir menjadi berat dan merepotkan untuk dibaca) kepada master mereka, yang melewati dia. Itulah sebabnya Albedo percaya bahwa Demiurge tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa dia menyadarinya karena dia tidak menerima laporan apapun mengenai negara Elf.

Mempertimbangkan kepribadian Demiurge, tidak mungkin dia menyembunyikan sesuatu. Dia mungkin hanya belum sempat melakukannya.

Namun, sebenarnya dia tidak bisa sepenuhnya yakin tentang hal itu.

Dia mungkin harus pergi dan menemuinya segera setelah meninggalkan tempat ini. Tidak-dia harus memanggilnya. Dia seharusnya tidak berbicara di wilayah kekuasaannya, tetapi jika dia menyuruh bawahannya menunggu di sisi mereka selama pembicaraan mereka, kemungkinan Demiurge akan mencoba untuk mengetahui niatnya. 

{Tapi jika dia membawa setan-setannya bersama...tidak, apakah dia akan mengambil tindakan picik seperti itu? Apakah dia meragukanku? Dia belum bergerak jadi masalahnya adalah-}

"A-apakah kita akan melawan Theocracy?"

"Eh? Ah, ya, tentang itu. Kita tidak tahu apakah itu akan terjadi. Mungkin bahkan Ainz-sama tidak yakin dan itulah mengapa dia menggunakan liburan berbayar sebagai alasan."

Albedo dengan cepat menjawab dengan bingung, tersentak dari pikirannya oleh pertanyaan Mare. Meskipun dia merenung cukup lama, tidak ada kecurigaan di mata si kembar. Dia memutuskan untuk menyimpan pikirannya tentang Demiurge untuk nanti.

Mungkin kali ini tuan mereka berpikir untuk melakukan perjalanan bukan sebagai penguasa Nazarick, tapi hanya sebagai undead yang sedang berlibur berbayar. Dengan begitu, bahkan jika hal terburuk terjadi, kerusakan Nazarick akan diminimalkan.

"Mungkin hanya sekali ini saja, ada beberapa elemen yang bahkan Ainz-sama tidak yakin, jadi dia mencoba untuk membuat gerakan independen dari Nazarick."

"Tidak mungkin!"

"Eeeh? Anda t-berbicara tentang Ainz-sama itu, Ka-Kau tahu?"

Kedua elf itu mengangkat suara mereka, dipenuhi dengan keterkejutan, dan menatap Albedo dengan mata yang dipenuhi ketidakpercayaan.

Kebijaksanaan tuan mereka telah berhasil membaca dan mengendalikan segalanya sampai sekarang. Mereka melihat berkali-kali ketika salah satu gerakannya yang biasa-biasa saja berakhir menjadi serangan fatal bagi lawan. Menurut apa yang mereka dengar, dia sudah memiliki gambaran umum tentang seribu tahun ke depan dan membuat gerakan yang sesuai.

Itu wajar untuk meragukan Albedo, yang mengatakan bahwa Tuan mereka bisa saja tidak yakin tentang sesuatu.

"....Seperti yang diduga, bahkan Albedo tidak bisa sepenuhnya membaca maksud tuan kita--"

Albedo mengarahkan senyum pahit pada Aura, yang berbicara dengan tangan bersilang di belakang kepalanya.

"Pertama-tama, mustahil bagi siapapun untuk melihat kedalaman rencana besar Ainz-sama. Itu adalah sesuatu yang telah kualami berulang kali sampai sekarang ... terus terang, aku masih tidak mengerti alasan mengapa Ainz-sama menggunakan kata "cuti". Ingatlah bahwa karena Kalian akan pergi ke negara Elf, kemungkinan besar Kalian harus menghadapi Theocracy."

Kedua Guardian itu mengangguk dengan ekspresi serius.

"A-apakah kami diperbolehkan membawa serta bawahan kami sendiri..."

"Selain yang dipilih oleh Ainz-sama maksudmu..."

Albedo mempertimbangkan saran Mare. Meskipun itu bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap tuan mereka, itu juga mungkin bisa membuatnya senang bahwa mereka menyiapkan beberapa sendiri.

"Jika Ainz sama menginginkan pasukan elit kecil...tidak, tunggu," Albedo mulai mempertimbangkan masalah ini pada tingkat yang lebih dalam.

"Pilih satu kelompok untuk pasukan kecil dan satu lagi untuk pasukan besar, sementara...di pihakku aku akan berdiskusi dengan Demiurge tentang tujuan Ainz-sama dan memberitahukannya nanti."

{Cara Ainz-sama sangat khawatir tentang kemunduran kapasitas organisasi Nazarick. Apakah itu juga salah satu faktornya kali ini? }

Setelah memberitahunya bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia dijawab dengan pujian sarkastik. Itu mungkin karena kegagalannya untuk memahami sepenuhnya kegelisahannya dan ketidakmampuannya untuk menjawab kepercayaan yang diberikan padanya.

{Dia sangat khawatir tentang hal itu...}

Untuk saat ini, mereka telah mendapatkan seseorang yang menyaingi mereka dalam hal kecerdasan untuk bekerja di bawah mereka. Apakah dia bermaksud mengatakan bahwa bahkan itu tidak cukup? Atau apakah itu sesuatu yang lain...

Albedo berbicara setelah dia mendengar si kembar mengakui sarannya.

"Aku pikir aku akan mendapatkan petunjuk dari niat Ainz-sama dari pilihan personilnya untuk pengiring...tapi aku berharap pekerjaan kali ini berada pada tingkat yang sangat tinggi. Perhatikan semuanya tanpa menurunkan kewaspadaanmu dan jaga akal sehatmu setiap saat."

Kedua pengawal itu memberikan respon yang bersemangat kepada Albedo.

Mempertimbangkan kekuatan tempur mereka, dia yakin bahwa mereka akan mampu melindungi tuan mereka, tetapi mereka tidak boleh ceroboh.

Dia harus berdiskusi dengan Demiurge dan mempersiapkan mobilisasi total Nazarick untuk berjaga-jaga.

{Meskipun itu akan memperlambat penanganan sisa-sisa Kerajaan, kita harus mempersiapkannya untuk memastikannya.}

Albedo meninggalkan ruangan bersama dua orang lainnya sambil mengatur urutan tugasnya di dalam kepalanya.

-------- 



Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ya~


Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

23 comments:

  1. Waw.. akhirnya update 🙏🙏 terimakasih admin. Ditunggu lanjutannya. Sehat selalu.. chap kali ini pendek dong 😭

    ReplyDelete
  2. Makasii min. Apa karna seru, jadi kayak sedikit aja translasi nya ahaha

    ReplyDelete
  3. Mengingat tema dari novel ini adalah Overthinking, kayaknya kalo dikira2 ke-overthinking-an mereka bakalan jadi begini...

    Ainz pake kata 'Cuti', jadi kalau kebetulan Ainz ada di suatu desa di Elf Kingdom dan kebetulan juga Theocracy menyerang desa itu, secara gx lgsg Theocracy bakalan berpikir kalo Sorc Kingdom sudah mengulurkan tangan untuk 'bekerja sama' dengan Elf. Dan SK bisa gunain itu, istilahnya "Raja Gw cuma lagi liburan malah lu serang juga cuk". Pas kan? itu bisa jadi Casus belli untuk SK perang dengan Theocracy. Padahal kita tau kalo Ainz cuma pengen LIBURAN dan bener2 cuma pengen cariin temen buat Aura dan Mare. Ngoahahaha

    ReplyDelete
  4. thx bang, di tunggu chap selanjutnya,
    maaf ada yg salah bang,di kata [Dimarahi oleh adiknya sendiri, Mare mengeluarkan suara yang menyedihkan.] seharusnya kakaknya kan ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk novel sudah keseringan bro terdapat keslahan yang seperti ini, mungkin jika translate dari jepang langsung tidak akan salah, tapi itu susah kan? Lalu di translate ke inggris, dimana saudara itu dipanggil sister / brother, nah klo di translate lagi itu ke indo, mengacu pada adik, gw gk tau kenapa, tapi untuk kakak defaultnya big sis/bro

      Delete
  5. haha mobilisasi total nazarick, jadi tambah tak sabar untuk liat part selanjutnya

    ReplyDelete
  6. Smngat min updatenya🤝🤝🙏

    ReplyDelete
  7. Ch 2 p1 dan p2 dah ada semangat bro...

    ReplyDelete
  8. Ty min translate nya, kualitasnya tetep ok, dan suasana di novelnya tetep kerasa 👍

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon