April 12, 2020

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 6

Translator: Sai Kuze

Chapter 2 - Hitungan Mundur Menuju Pembinasaan


OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 14 Chapter 2 - Part 6


          Dari sudut pandang di dalam tembok kota, terlihat seolah-olah musuh tidak benar-benar memiliki formasi tetapi hanya kumpulan zombie di satu tempat saja. Ini akan memudahkan petualang berperingkat Mythril seperti Skama untuk membersihkannya, jika saja monster-monster itu tidak ada di sana.


"Tidak ada gerakan yahhh? Jadi - apakah ada yang mengenali undead itu?”



Dua undead berdiri di tempat yang ditunjuk Skama.

Salah satunya memegang perisai besar dengan satu tangan dan pedang besar di tangan lainnya, sementara undead satunya lagi menggunakan pedang ganda.

Magic caster di sekelilingnya menggelengkan kepala setelah dia mengajukan pertanyaannya. Skama mengalihkan pandangannya ke arah Lilynette.

Para priest biasanya berpengetahuan luas tentang sesuatu yang terkait dengan undead, entah itu undead biasa atau undead langka. 

Dengan responnya mengangkat bahu, hanya ada dua kemungkinan.

Salah satunya merupakan jenis undead yang sangat langka atau spesies baru - untuk saat ini abaikan saja *nomenklatur - undeadnya.
(TLer: penamaan spesies)

Kemungkinan kedua mereka sangatlah mengkhawatirkan. Biasanya, pada titik ini petualang akan melarikan diri.

Situasi lain di mana mereka akan mempertimbangkan mundur adalah jika undead itu memiliki kemampuan khusus yang dapat melakukan 'one hit KO' atau dapat melepaskan serangan fatal.
(TLer: KO bukan berarti langsung tewas)

Ini merupakan skenario di mana mereka sama sekali tidak memiliki informasi untuk menyusun strategi.

Sebagai contoh, para Ghoul memiliki serangan cakar yang dapat melumpuhkan lawan mereka melalui racun ketika mereka memberikan damage menggunakan serangan itu.

Jika seseorang tidak mengetahui tentang efek paralitiknya dan tidak bersiap melawannya, mereka bisa lumpuh masal atau bahkan *TPK. Apa yang akan terjadi pada sebuah party yang tidak mengetahui entang kemampuan Wraith untuk mencuri kehidupan? Atau bagaimana dengan party yang tidak mengetahui tentang werewolve dan resistensi monster serupa lainnya untuk setiap serangan yang tidak dilakukan dengan logam tertentu? Atau bagaimana dengan monster yang bisa beregenerasi jika kau tidak menyerangnya dengan serangan api atau asam?
(TLer: Total Party Kill, istilah di mmorpg 1 party tewas kena sekali serangan)

Informasi merupakan senjata ofensif dan defensif. Jika seseorang bertarung tanpa informasi untuk mendukung mereka, jumlah bahaya yang akan mereka terima pastilah banyak.


"... Ini benar-benar buruk. Kita harus mencoba untuk menyerang dengan segala macam serangan untuk melihat apa yang akan efektif, ada yang keberatan?"


Tak ada yang menjawab.


“Lalu, itulah yang akan kita lakukan - secara spesifik tentang siapa yang casting dan apa yang mereka casting, aku akan serahkan pembahasannya kepada kalian para profesional. Buatlah penilaian berdasarkan apa yang menurut kalian mampu untuk mengalahkan mereka didasarkan dari kemampuannya. Pertama-tama, mereka berdua terlihat seperti petarung jarak dekat.”


Kedua undead memang terlihat seperti itu, maka harapan mereka terhadap undead itu tak akan melenceng terlalu jauh kan? Bukannya monster yang bisa menyembunyikan kemampuan mereka tidak ada, hanya saja Skama belum melihatnya secara langsung.


“Mereka kelihatannya memiliki kemampuan pertahanan yang tinggi, kupikir akan berbahaya jika melakukan pertempuran jarak dekat dengan mereka. Jikat itu yang terjadi, kita akan menyerang mereka dari jauh, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi panah fisik mungkin tidak memiliki efek yang begitu besar. Kita mungkin masih harus melibatkan para petarung jarak dekat, sehingga jumlah damage yang bisa kita lepaskan pada sihir itu sebelum mencapai dinding akan menentukan apakah kita menang atau kalah dalam pertarungan ini. Tapi karena kita juga harus mempersiapkan kemungkinan musuh menghancurkan tembok dan terjadinya perang ditengah kota, kita harus menyisihkan beberapa caster untuk memberikan buff pada garda depan dan juga sihir ofensif.”


Dahulu, dia sudah memperingatkan mereka untuk tidak terlalu pelit menggunakan mana.


"Jika tidak ada yang punya ide yang lebih bagus, kita akan melakukannya seperti ini. Baiklah, mari kita mulai."


Magic caster mulai bertukar pendapat mereka sesuai dengan perintah Skama.

Skama berpindah ke suatu tempat yang agak jauh, dan kemudian berkumpul kembali dengan teman-temannya - meskipun ada satu yang tidak hadir. 


"Jadi, pemimpin, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Skama menjawab, "apa maksudmu?" untuk pertanyaan tidak jelas itu.

Dia sudah mengetahui tentang rencana pertempuran yang telah dijelaskan kepadanya, maka dia pasti bertanya tentang sesuatu selain itu.

Pertanyaan "apa yang harus kita lakukan?" terlalu samar untuknya.


"'Seberapa keras kita harus berusaha untuk kota ini' merupakan apa yang aku maksud. Karena sebagian besar musuh merupakan zombie dan seluruh sisi kota tidak akan terkepung, jika kita ingin lari, dengan kemampuan yang kita miliki, kita pasti dapat melarikan diri dengan mudah kan? Mencuri salah satu kapal dan melarikan diri dengan itu bukanlah ide yang buruk kan? Makanan sudah disiapkan sesuai pesanan yakan?”

"Bodoh," jawab Lilynette dengan nada kesal, "kau tahu, lawan kita ini undead? Itu tidak akan mengejutkanku jika mereka menyergap dari laut~”


Karena ujung utara kota ini menghadap ke laut dan ditutupi dengan dermaga, tidak ada dinding yang menutupi sisi kota itu. Jika musuh mereka benar-benar cerdas, mereka akan memilih untuk menyerang dari sisi itu. Mungkin saja pasukan utama mereka sedang menunggu untuk keluar dari laut.


"Ah - begitu ya? Itu-sangat mengkhawatirkan. Sudahkah kalian memberi tahu Earl tentang ini?"

"Tidak, tidak akan membantu jika aku melakukannya. Bahkan jika kita hanya memasang penghalang jalan, cakupannya terlalu lebar... sejatinya itu akan menciptakan kepanikan yang tidak perlu di kota. Mungkin ada alasan mengapa mereka tidak mengepung kita sepenuhnya. Seperti, bagaimana jika mereka menyiapkan kita sebuah lubang kecil di pengepungan mereka dan jika kita mencoba melarikan diri ke sana, itu akan menjadi jebakan?”

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

"Jika kau ingin lari, lakukan itu lewat sana," kata Skama sembari menunjuk ke arah sekelompok musuh, "Sangat mudah untuk memecah formasi jika mereka hanyalah para zombie, skenario terburuk kita hanya perlu mengintai kesana dengan [ Fly ] untuk memastikan kekuatan utama musuh tidak ada yang siembunyikan lagi."

"Aku mengerti, kau sudah memikirkan ini ya?" kata rouge, tidak menyadari tatapan kedua teman wanitanya, seolah-olah mereka mencoba mengatakan 'itu karena dari awal kaulah satu-satunya yang belum memikirkan hal ini.' Rouge itu melanjutkan, “Jadi, jika kita lari, ke mana kita lari? Kota tetangga atau di suatu tempat dekat ibukota?”

"Kami baru saja menyerah pada kerajaan ini."

"Kalian serius!?"

"Teriakanmu terlalu kencang," Skama melanjutkannya setelah mengkonfirmasi lingkungan disekitar mereka telah aman lalu mengatakan, "... ya."


Untuk tetap disini dan diperintah oleh Sorcerous Kingdom, kerajaan yang akan mengubah begitu banyak penduduk menjadi undead (meskipun mereka merupakan warga kerajaan musuh), pasti akan menghasilkan akhir yang tidak bahagia untuk mereka semua.

Pertanyaannya sekarang adalah: ke mana mereka harus melarikan diri?

Meskipun mungkin mudah bagi mereka sebagai party petualang untuk melarikan diri, pemimpin party masih harus mempertimbangkan berbagai skenario.

Tiga kerajaan yang bertetangga dengan Kingdom selain Sorcerous Kingdom: Council State, Holy Kingdom, dan Empire.

Dengan proses eliminasi, satu yang tersisa ialah Council State karena Holy Kingdom kelihatannya membuka tangan terhadap Sorcerous Kingdom dan Empire merupakan kerajaan bawahannya. Keuntungan memilih Council State yaitu karena relatif dekat dengan tempat mereka berada, tetapi selain itu, pilihan mereka mungkin City State Alliance atau Theocracy. Draconic Kingdom sedang tidak dalam kondisi bagus dari kabar terakhir yang dia dengar dan kerajaan-kerajaan lainnya manusia memiliki populasi minoritas. Dan lagi, di Council State juga City State Alliance populasi manusia hanyalah minoritas.

Jika mereka harus memperhitungkan persentase populasi yang dimiliki manusia dalam suatu negara, mereka haruslah menghapus Council State dari daftar kerajaan tempat mereka melarikan diri. Dia telah mendengar populasi manusia di kerajaan itu kurang dari 10%.

Jika jarak bukanlah masalah, City State Alliance sepertinya menjadi pilihan terbaik mereka. Rupanya setengah dari populasi City State Alliance merupakan manusia.


"Hufff—, apakah kita benar-benar melarikan diri? Skama, kau harus berusaha lebih keras untuk mengejar kebahagiaanmu sendiri~ ”

"... Jadi kau tidak serius ketika tadi mengatakan sesuatu tentang anak itu?"


Keinginan untuk membantu dan keinginan untuk melarikan diri, emosi yang saling bertentangan itu tumbuh pada Skama. Tepat ketika Skama menyadari bahwa para caster telah menyelesaikan pembahasan mereka.


"Pemimpin! Kami sudah selesai di sini~”

“Aku mengerti! - Sekarang, akankah kita? Bertindak sesuai rencana, jika yang terburuk menjadi yang terburuk - lompatlah turun dan cobalah untuk menerobos kerumunan zombie.”


Untuk melompat turun dari ketinggian seperti itu akan menimbulkan rasa sakit bahkan pada seseorang yang dilapisi armor seperti Skama. Masalah ini diselesaikan oleh magic caster mereka, yang akan memberikan [ Falling Control ] padanya untuk membiarkannya turun dengan aman.

Skama dan yang lainnya berpindah menuju pos mereka dan menunggu tindakan musuh.

Haruskah mereka menganggap diri mereka beruntung karena musuh memilih untuk tidak menunggu sampai malam hari untuk bergerak?

Tidak ada sinyal khusus yang menandakan dimulainya pertempuran.

Tidak ada pernyataan yang dibuat oleh pertukaran panah, tidak ada pihak yang menyatakan pembenaran mereka, hanya kerumunan besar zombie tertahan di tembok kota. Itu tidak terlihat seperti bagaimana pertempuran normal dimulai.
(TLer: Etiket perang)

Sekumpulan mayat yang berjalan dengan cepat mendekati mereka pastilah pemandangan yang menakutkan bagi beberapa orang, tetapi bagi seseorang seperti Skama ini merupakan pemandangan yang menggelikan. Jika itu merupakan ras zombie selain manusia seperti giant, dragon, atau monster raksasa lainnya, ini akan menjadi situasi yang sama sekali berbeda. Bahkan petualang pemula tidak akan takut hanya pada zombie manusia. Bagaimanapun, tembok kota ini bukanlah sesuatu yang zombie dari kaliber ini bisa tembus.

Para zombie, meskipun mereka memiliki lebih banyak kekuatan, daya tahan, dan stamina daripada rata-rata manusia baisa, mereka masih lebih buruk daripada seorang petualang dengan sedikit pengalaman dan kepintaran.

Sementara pemanah menyiapkan busur mereka, tatapan para petualang menempel pada dua undead.

Mereka tidak bergerak sama sekali. Mengapa? Apakah mereka sama sekali tidak berencana untuk bergerak?

Akhirnya, ketika mereka mengkonfirmasi bahwa zombie hampir tidak berada dalam jangkauan mereka, para pemanah melonggarkan panah mereka pada sinyal Skama.

Normalnya, mereka akan menunggu sampai jarak di antara mereka lebih pendek dibanding jarak saat ini untuk mulai menembak agar memastikan mereka bisa mengenai target mereka, tetapi karena ini merupakan zombie, kuantitas lebih penting daripada akurasi.

Seperti yang diharapkan dari para tentara yang percaya diri dengan keterampilan memanah mereka, mereka cukup akurat bahkan dari jarak ini. Mungkin hanya dua dari sepuluh anak panah yang meleset dari sasaran mereka, yang merupakan kerugian yang tidak signifikan.

Namun, itu bukan seolah-olah zombie akan musnah dengan satu panah. Bagaimanapun, mereka bisa membabat sebagian kehidupan palsu yang dimiliki lawan mereka selama mereka mendaratkan serangan.

Serangan kedua dan ketiga mulai memusnahkan banyak musuh.

Para petualang dan tentara tidak merasa senang saat melihat dan mendengar suara zombie menghantam tanah, belum ada yang terjadi di luar harapan mereka.

Masalah utama mereka tetap kedua undead itu.

Monster yang kuat bisa mengubah gelombang pertempuran sendirian.


"—Mereka bergerak."


Undead yang memakai perisai mulai bergerak. Dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada zombie biasa saat dia bergegas menuju gerbang kota. Undead yang membawa perisai menghantam para zombie tanpa banyak pertimbangan saat menerjang mereka dengan perisai di depannya.

Skama, dikejutkan oleh kecepatan luar biasa dari lawan mereka, lalu memberikan perintahnya,


"Lakukan serangan!"


Mantra magic caster terbang pada saat yang sama.

Di antara mereka, yang paling merusak merupakan [ Fireball ] milik rekan Skama, seperti yang dia duga.

[ Fireball ] terbang di udara dan meledak dengan undead yang tidak diketahui di pusatnya, bola api besar muncul dari ledakan dan menyelimuti zombie di sekitar titik itu. Bahkan jika dia berada di belakang perisai yang akan mengurangi jumlah damage yang diterima, kobaran api berikutnya dari serangan itu pastilah bisa menelannya.

Berbagai mantra ditembakkan ke arah "Shield-Bearer".

Namun kecepatannya tak melambat, masih sama seperti sebelumnya seolah-olah tak menerima damage sama sekali. Hal itu menyebabkan beberapa keributan di dalam formasi para tentara.


"Jangan panik!" teriak seorang petualang.


Bagi para petualang, ini merupakan hasil yang logis. Gerakan undead tak terpengaruh oleh jumlah damage yang mereka terima. Tidak peduli berapa banyak damage yang mereka terima - bahkan jika itu cukup untuk membawa makhluk hidup ke jurang kematian - mereka bisa bergerak seperti biasa selama kehidupan palsu mereka tidak ditiadakan.

Bahkan mantera terkenal [ Fireball ] tidak tertandingi dalam output damagenya. Beberapa petualang tangguh dapat menahan mantra itu dan masih hidup, yang lebih kuat bahkan bisa menerima banyak serangan.

Sihir sekaliber ini tidak cukup untuk menjatuhkan Shield-Bearer, petualang yang tidak mempertimbangkan kemungkinan ini seharusnya telah dipecat sejak lama.

Namun, masih ada pertanyaan.

Memangnya undead itu benar-benar menerima damage atau tidak? Tidak mungkin mereka bisa mengetahuinya.

Karena itulah Skama memusatkan perhatiannya pada hal itu.

Biasanya, damage mantra tidak dapat dihindari, meskipun diberi barrier, atau dikurangi dengan armor fisik. Serangan mantra berbasis energi murni seperti itu pastilah efektif melawan musuh dengan beberapa armor atau pengguna *exoskeleton. Tetap saja, itu tidak seperti monster dengan resistensi sihir atau elemen tidak ada.
(TLer: alat semacam pakaian tambahan yang bertujuan tidak hanya untuk melindungi, tetapi juga meningkatkan kemampuan penggunanya)

Jika dia harus memikirkan contoh di antara undead.

Ada yang terkenal, sangat berbahaya yang dikenal sebagai Skeletal Dragon yang memiliki kekebalan absolut terhadap semua sihir. Ada juga monster yang bisa mengurangi jumlah damage elemen api yang diterimanya atau bahkan menyembuhkan dari serangan.

Bukan tidak mungkin bagi undead itu untuk memiliki kemampuan semacam itu.

Jika serangan sihir tidak berhasil, mereka harus secara drastis mengubah rencana pertempuran mereka.


"Tidak apa-apa! Serangan kita efektif!"


Temannya, seseorang yang melemparkan [ Fire Ball ] berteriak.

Caster satu-per-satu dapat merasakan dengan intuisi mereka jika serangan mereka menghasilkan damage dan mulai berpadu mengatakan "itu bekerja", "serangan kita mempan", dan frasa serupa lainnya.


"Skama! Setiap jenis serangan sihir sepertinya efektif pada mahluk itu!”


Skama menghela napas lega mendengar berita terbaik yang diterimanya sepanjang hari ini. Mungkin mereka memiliki kesempatan untuk menang.


"Aku mengerti! Sekarang - teruslah menyerang!"


Lawan masih berlari ke arah mereka dengan kecepatan sangat tinggi. Dia berdoa agar mereka bisa mengalahkannya sebelum mencapai gerbang. Jika mereka mempertimbangkan bila makhluk ini tidak memiliki resistensi, maka jumlah damage yang telah dimilikinya pastilah sudah terlihat jelas, ini menandakan musuh yang mereka hadapi saat ini bukanlah undead biasa.


{Aku tidak ingin bertarung dengan mahluk itu dalam jarak dekat!}


Seolah setuju dengan pikiran Skama, gelombang mantra lainnya dilemparkan.

Banyak zombie telah musnah pada saat ini namun Shield-Bearer terus maju.

Kebanyakan undead akan ditaklukkan setelah beberapa lusin mantra.

Skama merasakan hawa dingin di punggungnya.


{Dia lebih kuat dari yang diharapkan ... tidak, dia terlalu kuat ... mahluk ini, bisakah kita, benar-benar mengalahkannya?}


Shield-Bearer bukan satu-satunya musuh yang harus mereka waspadai, ada juga satu lagi yang masih menunggu di tempat. Mengapa dia tidak bergerak, mereka tidak mengetahuinya—


{Apakah mereka kartu truf Sorcerous Kingdom? Itu sebabnya hanya ada dua ...? Atau apakah bisa dikatakan seluruh kota ini termasuk kami cukup lemah sehingga hanya dua dari mereka yang diperlukan?}


Rasa dingin lainnya meluncur ke tulang punggungnya.

Bagaimana jika Sorcerous Kingdom telah menerima informasi dari setiap petualang di kota, termasuk Four Armaments Skama dan telah mengirim pasukan dalam jumlah yang tepat untuk menjamin kemenangan mereka? Dan 'pasukan' yang dimaksud bukanlah para zombie melainkan Shield-Bearer?

Seolah-olah untuk menyangkal kekhawatirannya sebagai paranoia, Skama menggigit bibirnya dan menahan keinginan untuk berteriak, "Bunuhlah secepat mungkin!"

Semua orang sudah fokus pada undead itu dan berusaha yang terbaik. Efek apa yang akan diterima dalam pikiran para tentara jika dirinya, petualang terkuat di sini, sampai berteriak?

Meskipun dampak negatif, itu mungkin akan menurunkan moral mereka.

Dia harus menolak desakannya untuk saat ini.

Skama mempersembahkan doa kepada Tuhannya, Dewa Api, namun itu tidak bisa membuat senyum di wajahnya.

Shield-Bearer sudah berada di gerbang.

Undead itu telah berada di blinspot para caster, di mana mereka tidak bisa membidiknya dengan sempurna.

Skama mempertimbangkan apakah dia harus melompat dari tembok kota dan melarikan diri.

Saat melihat kearah lain, undead yang tidak bergerak membunuh gagasan itu.

Jika undead satunya secepat Shield-Bearer, dia bisa dengan mudah menyusulnya.

Bukan tidak mungkin baginya untuk bertahan hidup, dia sudah menggunakan [ Fly ] untuk mencari di luar pasukan zombie dan tidak menemukan apa pun selain dua undead itu.

Jadi jika mereka menggabungkan [ Gate ] dengan [ Floating Board] atau menarik musuh ke kota dan menyelinap keluar dalam kekacauan, itu bisa berhasil. Selama tidak ada pasukan undead lainnya yang siaga, tidak ada yang bisa menghentikannya.

Jika mereka melakukan rencana yang terakhir dan memikat musuh menuju kota, itu pasti akan membebani mereka semua dengan rasa bersalah yang jauh lebih kuat daripada jika mereka hanya meninggalkan kota. Mungkin rasa bersalah itu dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup.

Saat Skama menggertakkan giginya, dia mendengar suara 'Boom!' dari gerbang kota, seolah-olah seekor domba jantan baru saja menabrak gerbang.

Mereka kehabisan waktu.

Skama membuat pilihannya.


"... Sekarang giliran kita! Kalian tetap awasi undead yang tak bergerak itu dan apa yang ada di bawah tembok! Aku akan menjadi umpan agar kalian dapat melihatnya. Begitu kalian bisa melihatnya, segera lemparkan mantra kalian!”


Setelah perintah singkat kepada rekan satu timnya dan rincian perintah kepada para tentara dan para caster, Skama berlari menuju tangga yang menuju ke bagian bawah tembok kota. Temannya, yang masih memiliki mantra [ Fly ]-nya aktif, mengikuti dari belakangnya.


"Mahluk itu memiliki tingkat resistensi yang luar biasa, tapi seharusnya sudah cukup banyak damage yang dia terima!"


{Namun apakah itu benar ...? Apakah kesimpulannya tidak terlalu optimis? Tapi...}


Skama menampilkan ekspresi senyum pahit.


{Seorang undead yang telah menerima begitu banyak serangan mantra. Aku tidak merasa bisa cukup untuk membeli waktu sehingga mantra itu selesai dan dapat menyerangnya.}


Tapi, dia harus melakukannya bahkan jika dia harus mempertaruhkan hidupnya pada cobaan ini.

Gerbang kota merupakan sebuah pintu raksasa tunggal sederhana yang terbuat dari kayu kokoh. Itu akan menjadi titik kebanggaan bagi desa nelayan, tetapi sekarang tidak seperti itu mengingat situasi saat ini.

Serangan dari seekor domba jantan mungkin akan menghancurkan engselnya. Karena mereka tidak bisa menggantinya dengan sesuatu yang lebih kuat mengingat jumlah waktu yang mereka miliki, mereka hanya bisa memperkuatnya dengan papan kayu dan menyegel pinggirannya. Ketebalan gerbang itu sekitar dua kali lipat dari yang dulu.

Dari ujung pintu semacam itu, suara tubrukan berulang bergema.


"Kekuatan macam apa ini ..."


Dengan "Crack!", Sebagian bala bantuan papan kayu mulai runtuh.

Ada celah di antara dobrakan, mungkin Shield-Bearer mundur untuk memulai berlari sebelum mendobrak gerbang lagi.


"Apa yang harus kita lakukan? [ Lightning ] bisa mengenai mahluk itu melalui gerbang, haruskah kita melakukannya?"


Pintu seperti ini dapat bertahan terhadap serangan berbasis petir tetapi bukan mengartikan jika pintu itu benar-benar tidak akan menerima damage dari mantra semacam itu.

Potensi damage mantra seperti itu bisa dilakukan pada pintu harus dibandingkan dengan apa yang bisa dilakukan pada makhluk hidup. Perlu juga mempertimbangkan manfaat dari casting [ Lightning ] saat ini maupun menyimpan mana untuk mantra lain setelah Shield-Bearer menembus gerbang.

Tidak, pertimbangan tidak perlu.

Mereka seharusnya tidak mencoba menghadapi musuh secara langsung tetapi untuk memberikan sebanyak mungkin damage pada musuh saat ini.

Skama menganggukan kepalanya dan temannya segera memulai perannya.


"[ Lightning ]"


Sebuah busur petir melesat keluar dan melewati pintu, seharusnya memberikan beberapa damage pada Shield-Bearer.


"Owoahwoahwoahwoah!"


Entah mahluk itu merasa kesal atau tidak, undead mulai meraung cukup keras hingga suaranya menembus gerbang. Raungan itu memiliki tekad yang cukup di belakangnya untuk membuat seseorang lupa bernapas.

Garis keringat mengalir di wajah Skama.

Tidak ada kemampuan berbasis teriakan yang digunakan, tetapi raungan itu masih bisa membuat tubuh seseorang gemetaran, jadi ini pasti dari perbedaan kekuatan mereka sendiri - alam bawah sadarnya telah memahami perbedaan kekuatan di antara mereka.


{Tidak bagus, ini, ini tidak bagus sama sekali... itu tidak lagi pertanyaan apakah kita bisa menang atau tidak. Jika Sorcerer King bisa mendominasi undead semacam ini ... ahhh, itu masuk akal. Lagipula, dia merupakan monster yang bisa membunuh lebih dari seratus ribu orang dalam sekejap mata.}


Sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa mengendalikan beberapa undead di level ini. Mungkin undead ini merupakan kartu truf Sorcerous Kingdom.

Apakah kota ini layak dijadikan investasi semacam itu?

Mengapa dia berada di kota yang begitu mengerikan? Skama menyesali nasib buruknya.


"Boom!" suara keras lain terdengar, beberapa balok yang diperkuat sudah patah.

"[ Lightning ]"


Deretan petir bersinar, meninggalkan seberkas cahaya putih, namun suara dobrakan berulang gagal untuk berhenti.

Satu-satunya hal yang berubah adalah gerbanya. Kayu-kayu kokoh itu telah terbelah menjadi dua, papan-papan penguatnya tertiup angin, dan hanya paku engsel yang terpilin yang tersisa di pinggirannya.


“Sudah cukup dengan serangan mantranya. Bisakah kalian memberikan buff padaku saja?”

"... Ahhh"


Skama menghindari serpihan kayu sebaik mungkin sembari juga bergerak mundur. Dia menerima buff Divine dan Arcane dari kedua temannya.

Mereka menggunakan mantra tingkat satu [ Anti-Evil Protection ], mantra tingkat dua [ Lesser Strength ] dan [Lesser Dexsterity ], mantra tingka tiga [ Haste ], dan banyak lagi. Dibandingkan dengan mantra untuk melawan kemampuan spesial, lebih banyak mantra digunakan untuk meningkatkan kemampuan tubuhnya.

Gerbang akhirnya memberi jalan setelah mereka selesai memberi buff dan menghantam tanah dengan suara keras.

Di dalam awan debu yang perlahan mengendap yang baru saja tertiup, sepasang mata merah cerah muncul. Ketakutan yang tak tertahankan menyebar ke seluruh tubuhnya setelah menerima tatapan mata ganas itu.

Giginya gemerincing dan tangannya bergetar. Untuk menyembunyikan fakta ini dari yang lain, dia harus menekannya sampai hampir pingsan.

Tingkat teror ini tidak bisa dirasakan di atas tembok kota, itu merupakan sesuatu yang harus kau hadapi untuk menghadapi monster ini. 


"Apa yang aku lihat ...? Hanya satu dari mereka bisa berhasil merobohkan gerbang yang sudah diperkuat ... Sang Sorcerer King mendominasi undead semacam ini... ”

"Aku mengatakan ini dari lubuk hatiku, kita tidak boleh menjadikan Sorcerer King sebagai musuh di waktu berikutnya."


Skama menjawab teman-temannya setelah menelan banyak air liur.

Meskipun dia sudah mendengar bagaimana Sorcerer King menghancurkan pasukan lebih dari seratus ribu orang, dia tidak merasakan ketakukan dan bukti nyatanya. Apa yang terjadi di depan matanya, bagaimanapun, memengaruhi ketakutannya terhadap Sorcerer King yang memiliki kendali atas makhluk ini.

Dia sama sekali tidak ingin melawan undead ini. Jujur, dia ingin lari sejauh mungkin.

Tapi, tidak mungkin undead yang sedang meremehkan mereka akan membiarkan mereka melakukan itu.

Bagaimanapun, satu-satunya harapan mereka untuk bertahan hidup adalah melakukan sesuatu terhadap undead ini.

Perwujudan kematian yang mengerikan menyapu debu dari mereka menggunakan perisainya, melangkahi puing-puing gerbang, dan bergerak ke arah mereka.

Mereka akhirnya menembus tembok.

Fakta jika undead di depan mereka telah memerintah zombie di sekitar gerbang menuju ke sini merupakan keberuntung bagi mereka, tetapi tidak ada keraguan dalam pikiran mereka keberuntungan mereka akan segera berakhir.
Skama mengangkat tomahawknya. Menilai dari kecepatan undead itu, dia harus menganggap dirinya berada dalam jangkauan serangannya.

Setelah mengaktifkan kemampuan kapaknya, salinan *senjata ethereal itu muncul di sebelahnya. Ini merupakan kemampuan senjatanya, Doppel, yang menciptakan salinan dirinya sendiri untuk melayang pada jarak yang tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari pengguna. Bisa secara otomatis menyerang musuh dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang sama dengan penggunanya.
(TLer: Intinya senjatanya bisa bikin copyan, nah copyan nggak perlu dipegang ama si pengguna, melayang-layang otomatis nyerang, bentuknya kek spirit, tinjuannya Badang hero mobile legend)


Senjata ethereal ini tidak bisa dihancurkan dengan serangan fisik, untuk menghancurkannya akan membutuhkan kemampuan penghancuran senjata khusus; sebagai hasilnya, itu bahkan bisa bertahan lebih lama dari pertarungan Skama.

Meskipun kemampuan ini tak memiliki kelemahan nyata, senjata ini hanya bisa memberikan setengah damage dari senjata aslinya.


"Owoahwoahwoahwoah !!"


Sang undead mengeluarkan raungan lain yang membuat mereka gemetar ketakutan.

Apakah mahluk itu sedang merayakan keberhasilannya setelah membantai manusia? Mahluk itu mengangkat perisai tinggi di atas kepalanya sendiri dan menghantamkannya ke bawah menuju serpihan gerbang.

Pecahan kayu itu terbang ke arah mereka dengan momentum yang luar biasa, tetapi Skama melambaikan senjatanya untuk dengan mudah menangkisnya.

Tindakannya sepertinya menarik perhatian Shield-Bearer, yang melangkah menghampirinya.

Mahluk itu menyiapkan pedang berbilah ombak saat menerjang ke arahnya dengan perisai.


{Ini, buruk ... Omong-omong, mengapa mahluk ini belum mati setelah menerima begitu banyak serangan mantra? Bukankah ini terlalu tidak adil?}


Itu merupakan kebohongan yang terlihat jelas jika dirinya menepis semua serpihan kayu itu dengan mudah. Dia nyaris tidak berhasil melakukannya padahal sudah diberi sihir buff.


"Semuanya, perlahan—"


Shield-Bearer menyerang ke arah mereka. Kesenjangan di antara mereka ditutup dalam sekejap, seolah-olah ada tembok yang melesat ke arah mereka, seolah-olah berencana menggunakan perisainya untuk menghancurkannya sampai mati.

Tapi-

Skama tidak cukup mahir menggunakan [ Impenetrable Fortress ] jadi dia memilih menggunakan [ Fortress ] sebagai gantinya untuk menghentikan perisai dengan tomahawk-nya. Shield-Bearer dengan cerdik menepis tomahawk dengan perisainya, bermaksud untuk merobohkan postur Skama. Ini merupakan manuver sulit yang membuat Skama merasa seolah-olah kapaknya tersedot menuju perisainya. Skama menyerah melawan kekuatannya, berguling ke samping, dan menggunakan kekuatan aksi balasan dari tindakan itu untuk mundur.

Kapak ethereal berayun dari atas ke bawah tetapi ditepis oleh pedang berbilah gelombang. Pada saat yang sama, undead itu menghampiri Skama.

Dia bahkan tidak punya waktu untuk bernapas. Terpaksa melakukan pertahanan lagi, Skama menangkis serangan dengan tomahawk-nya dan menyerang lawannya.

Jika lawannya sebesar ini, kadang-kadang akan lebih baik untuk maju menyerangnya daripada diam menunggu saja.


"[ Sunlight ]!"


Seolah ingin mendorongnya maju dalam keputusannya, kilatan cahaya yang menyilaukan dipancarkan dari belakangnya. 

Ini merupakan mantra divine tingkat tiga.

Cahaya menyilaukan itu tidak hanya membutakan musuh, tetapi juga memberikan damage pada undead. Meskipun ada mantra dari tingkat sama yang disebut [ Holy Light ] yang akan memberikan damage penuh pada iblis, itu tidak akan membutakan mereka. [ Sunlight ] mungkin dipilih untuk mendukungnya daripada digunakan untuk melancarkan damage murni.

Caster terbang mengirim tiga kilatan cahaya menuju undead dengan [ Magic Arrow ].

Meskipun dia menerima dukungan, perisai undead itu masih memblokir segala sesuatu seperti halnya dinding dan tidak meninggalkan celah untuk dieksploitasi. Skama menyarangnya dengan tomahawk-nya, tetapi dengan mudah ditepis.


{Sial! Gerakannya terlalu halus. Dia tidak sekuat ini ketika menggunakan pedangnya - kemampuannya dengan perisai terlalu tinggi! Jadi spesialis utamanya merupakan pertahanannya? Hah? Tetapi, bagaimana dengan serangan kuat itu? Tidak, mustahil...}


Ketakutan akan apa yang dia sadari, Skama perlahan mundur. Tak perlu dikatakan, ini supaya caster di atas tembok bisa menembak dengan jelas. Dia tidak boleh bergerak terlalu jauh agar undead itu tidak mengabaikannya dan berlari menuju kota. Itu merupakan skenario yang harus dihindari dengan cara apa pun mengingat seberapa cepat mahluk itu berlari, baik Skama maupun yang lain tidak akan bisa mengejarnya jika itu terjadi.

Jika itu terjadi, kota yang tak berdaya ini akan menerima banyak sekali korban jiwa.

Lebih baik berada di sisi yang aman. Rouge di tim Skama sedang menunggu di pinggiran, malah tidak membantunya dalam strategi mengejar monster jikalau undead itu memilih untuk berlari menuju kota. Itu merupakan rencana untuk menghentikan lawan agar tidak pergi, tetapi kemampuan fisiknya membuat kegagalannya sangatlah mungkin.

Dia perlahan-lahan menirunya sembari memperhatikan setiap gerakannya. Kelihatannya reouge itu tidak menyadarinya dan dirinya mengikuti dari kejauhan.

Saat mereka hendak membawanya menuju barisan api, teriakan bisa terdengar dari atas mereka.


"Tidak! Satunya lagi sedang menuju kearah kita! Orang-orang sedang menyerangnya disana!”


Implikasi dari ucapan itu perlahan meresap ke dalam kepalanya. {Ah ... skakmat}, pikir Skama.



--------


Mini-FAQ:
T: Dah nyampe mana?
A: 240/568


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS INDEX NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini



Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!

88 comments:

  1. Semangat terus buat admin nya.lanjutkan min soalnya sekarang lagi musim corona jangan sampe kendor

    ReplyDelete
  2. thanks min.... tambah seruu euuyy

    ReplyDelete
  3. Si bajingan yg di panggil skama itu si earl bukan?

    ReplyDelete
  4. Cuman di web ini yg nerjemahin oberlord vol 14 mantapppp

    ReplyDelete
  5. Ahh padahal si Skama lumayan kawai apalagi si onee-chan sayang bat kalo mati:(

    ReplyDelete
  6. Padahal baru death knight doang dah kwalahan

    ReplyDelete
  7. Mantap bang.. ngga sabar baca yg selanjutnya

    ReplyDelete
  8. Ehm... Death knight full overpower... Skak mat... Finis.. Pembantaian lagi... Next... Pertarungan dgn petualang adamantine... Huhhh gsabar nunggu... Sehat selalu buat authornya...

    ReplyDelete
  9. ampas sekali petualang tingkat mythril, lawan knight 2 biji udah kocar kacir sampe nganggep death knight kartu truf ains. kalo gini semua orang di nw kapan seluruh npc aog bakal munculin kekuatan aslinya

    ReplyDelete
  10. mati nggak nih ya tim skama, atau ainz punya rencana lain kalo dia selamat?
    penasaran

    ReplyDelete
  11. Joz udah gw tunggu2 min makasi udah update dan doa gw semoga Loe sehat selalu dan mohon jangan terlalu memaksakan diri (y)

    ReplyDelete
  12. Comment by fanto:

    Dapet notif sejam yang lalu, baru baca dan ketiduran. :v Semangat TL nya, gan.

    ReplyDelete
  13. Semangat min, jangan lupa jaga kesehatan

    ReplyDelete
  14. @Ari pasukan ainz emng udh op dari Sana nya. Jadi untuk di NW udh ga balance lagi powernya :v

    ReplyDelete
  15. Haha kek zerangan dadang mobel lejen,,skakmat,,terimakasih bnyk udh translate min

    ReplyDelete
  16. coba translatenya bisa lebih cepet dri chapt b.inggrisnya, bisa langsung dri b.jepang/chinanya jadi ga harus nunggu chapt b.inggris

    ReplyDelete
  17. mantap min. semangat dan jan lupa jaga kesehatan

    ReplyDelete
  18. Min, kata 'bajingan' itu salah satu class-job bukan? Klo iya, dibiarkan english aja lah min jangan di-TL ke indo, gak cocok.
    Ntar di LN Klo ada yang tanya: job kamu apa ? trus dijawab :saya adalah seorang 'bajingan'...wkwkwkwk

    ReplyDelete
  19. apa cuma we yg tiap hari cek update
    (y)

    ReplyDelete
  20. Semangat terus min..... Sayang banget klo sakama mati

    ReplyDelete
  21. jadi, lilynet itu yang ada di gambar? cantik si tapi ara-ara pedo shota

    ReplyDelete
  22. Masih menunggu nasib sang jenius

    "Philip-kaka"

    ReplyDelete
  23. Wow, thanks updatenya, otw baca 👍

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. Min lanjutin dong, ini tl englishnya (yg dari aLWoLFz https://0bin.net/paste/b1bF4XDpwWShj+KT#pGn83NbtFYxadHHEh-aKckiM59pxn+VrSWdjBW+5B+L

    ReplyDelete
  26. Akhirnya... Updatenya lama karena memang dari Hitori atau gimana, min?

    ReplyDelete
  27. Itu serius petualang ada yang punya mantra [Gate], mantra ampuh Yggdrasil? Di nazarick aja hanya Ainz & Shaltear yg bisa mantra itu.

    ReplyDelete
  28. Ada kok, Blue Rose bisa, Paradyne bisa

    ReplyDelete
  29. Yosh smangat trozz min lanjut euy

    ReplyDelete
  30. Top The best lah ������������

    ReplyDelete
  31. Semangat min, gw dukung terus,gw baca pas nanti udah kelar semua, soalnya nanggung kalo baca kepotong2

    ReplyDelete
  32. Touch me-sama datanglah.. biar ainz-sama ada lawannya.. terlalu OP njay

    ReplyDelete
  33. NtAPs... Jaga Kesehatan min...
    Lanjut.

    ReplyDelete
  34. sehat selalu min, thank u vry mch buat TL nya

    ReplyDelete
  35. 2 Undead
    1 pake tameng+pedang kaya keris - fix ini Death Knight
    1 lagi pake dual Blade - nah ini apa?

    Satu lagi, bukannya Red itu satu dari 3 grup Adamantite Adventure?
    Kenapa diatas disebut si Skama ini tingkatan Mythirl, min?

    ReplyDelete
  36. Kukira ini "tomahawk" bacaannya tombaknya ternyata emng nama senjatanya itu toh "-_- , as always Terimakasih Translator buat translate ya ...jaga kesehatan ,Jan lupa tidur bang

    ReplyDelete
  37. Di overlord gk kk crita lain, crita lain biasanya sang MC yg membuat penilaian ke Chara lain /musuhnya, disini malah pihak lain yg buat penilaian ke sang MC

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon