June 24, 2021

Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Desa Elf Bagian 1

Translator: B-san

Desa Elf Bagian 1


Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Desa Elf Bagian 1

Goa yang terbuka perlahan di tengah pegunungan yang ada di Negeri Sariera.

Sensei mengaktifkan sihir Transfer di ruang tersembunyi itu.

「Lingkaran Sihir Transfer ini tersambung ke Desa Elf. Apakah kamu siap?」

Aku mengangguk.

Sensei mengkonfirmasinya, lalu mengaktifkan lingkaran sihir itu.

Pandanganku pun terdistorsi.

Dalam sekejap, di tengah-tengah pandanganku yang terdistorsi, aku sempat melihat pemandangan yang berbeda dari beberapa waktu lalu.

Dari goa kecil menjadi sebuah bangunan entah dimana.

Ruangan yang berbentuk lingkaran yang terlihat seperti bangunan aula, dan ada banyak lingkaran sihir transfer di lantainya.

Tetapi, bangunannya tidak masalah untukku.

Banyaknya pedang yang diacungkan pada kami yang baru saja selesai menggunakan sihir transfer.

Kami dikelilingi tentara elf.

「Firimes, aku pikir ini adalah pelanggaran karena kamu membawa orang luar」

Dari seluruh tentara elf, yang baru saja berbicara sepertinya kapten mereka.

Bahasa yang digunakan pun bukan bahasa manusia.

Ini bahasa Elf.

Aku senang karena aku sempat mempelajari bahasa elf di akademi.

「Mereka adalah Cooperator. Aku sudah mengatakannya dengan Komunikasi Jarak Jauh, benar kan?」

「Kami rasa kami juga sudah mengatakannya. Bahwa, walaupun kami mengerti situasimu, kita tidak bisa mengundang manusia ke desa ini」

「Sekarang bukan waktunya untuk membicarakan manusia. Tarik pedang kalian」

「Tidak akan. Jika kalian pergi sekarang, kami akan mengampuni kalian. Pergi sekarang dengan lingkaran sihir itu」

「Ini tidak akan berakhir. Tolong panggil Potimas」

Situasinya pun memanas.

Aku menenangkan Katia yang sudah memasang mode agresif.

Aku berdiri tenang di depan Anna yang gemetar ketakutan, dan aku melindunginya dari mata pedang-pedang mereka, dan dari pandangan mata elf yang mengelilingi kami.

「Cukup!」

Terdengar suara lelaki.

Walaupun beberapa tahun berlalu, aku sudah bertemu dengannya.

Potimas Hyphenath.

Beliau adalah pemimpin kaum Elf.

「Maafkan karena sambutanyang tidak sopan ini. Semuanya, mari kita menyambut Sang Pahlawan dan teman-temannya」
「Apakah anda yakin ini tidak masalah?」

「Aku tidak keberatan. Jika mereka memang berhasil menembus penghalang, akan lebih baik jika kita punya pasukan yang lebih banyak」

Tanda-tanda yang menggganggu tercampur di kata-kata Potimas.

Entah mengapa, aku tidak mendapatkan kesan yang baik dari orang ini.

Walaupun faktanya dia juga menggunakan appraisal kepadaku saat kami bertemu pertama kalinya, matanya seolah-olah meremehkan orang lain.

「Mari. Walaupun hanya seadanya saja, mari kita berikan jamuan sebagai sambutan selamat datang」

Tentara-tentara elf pun menarik senjata mereka.

Potimas berjalan dengan cepat.

Aku pun buru-buru mengikutinya.

「Potimas, bagaimana situasi terkini?」

「Tidak terlalu baik. Aku akan menceritakannya nanti」

Potimas dengan dingin menjawab pertanyaan Sensei.

Kalau situasinya buruk, apakah tidak masalah untuk mengadakan jamuan?

「Um, karena situasinya tidak terlalu baik, apakah ini tidak masalah?」

Tanpa sadar aku menanyakannya.

「Bisa dibilang tidak masalah, dan bisa juga dibilang masalah. Tetapi, hal itu tidak akan terjadi sekarang. Setidaknya masih ada waktu untuk kita makan. Aku akan menceritakannya pada kalian saat kita makan」

Sejak itu, Potimas melihat ke depan dan mulai berjalan.

Punggungnya seolah-olah menolak menjawab lebih jauh.

Kami keluar dari bangunan yang di dalamnya ada lingkaran-lingkaran sihir.

Hutan yang didalamnya ada pohon-pohon raksasa yang setidaknya berumur ribuan tahun ada tersebar di sekitar kami.

Pohon besar yang diameternya sampai 10 meter.

Akar dari pohon itu dilubangi, dan digunakan sebagai ruah.

Saat aku melihat belakangku, tempat tadi yang kupikir adalah sebuah bangunan, ternyata ada di dalam pohon raksasa.

Desa Elf, bukanlah bangunan-bangunan yang ada di dalam hutan, melainkan hutan itu sendiri.

Pandangan-pandangan dari Elf yang ada di dalam rumah pohon dan cabang-cabang pohon.

Aku mengerti kalau kami tidak diterima disini, dari pandangan mereka terhadap kami.

Aku dengar Elf sangat-sangat eksklusif dengan hidup mereka, tapi aku tidak tau kalau mereka akan mengacungkan pedang sesaat kami masuk, dan kami akan dipandangi dengan pandangan-pandangan yang suram itu.

Aku melihat kondisi Anna.

Walaupun dia terlihat noral, aku menyadari kalau tangannya sedikit gemetar.

Desa Elf adalah tempat yang penuh ingatan kelam untuk Anna.

Tentunya, mungkin saja dia selalu menerima pandangan-pandangan seperti ini sejak pertama dia hidup di sini.

Aku harus tetap di dekat ana.

Beberapa saat kemudian, Potimas masuk ke salah satu rumah pohon.

Di dalamnya seperti ruang konferensi, ada meja kayu yang melingkar di tengah ruangan itu.

Kami duduk di kursi yang ada.

Makanan-makanan pun disajikan di atas meja.

「Walaupun ini makanan elf, seharusnya tidak terlalu berbeda dengan hidangan manusia」

Aku mencoba hidangan yang ditawarkan Potimas.

Walaupun sedikit hambar dengan sayuran di tengahnya, rasa dari setiap bahan yang digunakan timbul sedemikiran rupa.

Pastinya, ini enak.

Serta kami yang lelah dari perjalanan, sehingga kami makan hidangan itu dengan sunyi.

「Sekarang, saatnya membicarakan topik utama」

Setelah pramusaji membersihkan mejanya, Sensei mengatakan hal itu.

「Ya, aku akan menjelaskan kondisi saat ini」

Potimas mulai menjelaskan.

「Musuh telah tiba di luar Hutan Elf. Saat ini mereka terhenti oleh penghalang. Musuh dengan kekuatan 80000 pasukan, sebagian besar dari Pasukan Kerajaan」

Aku terkejut mendengar jumlah pasukannya.

Dengan ancaman pertarungan dengan Iblis, apakah tidak apa-apa mengerahkan tentara sebanyak itu untuk perang?

Apakah Yuugo tidak mempertimbangkan itu?

「Yang merepotkan adalah Gereja yang mengirimkan pasukan dengan jumlah yang banyak. Ketika Pahlawan Palsu yang bernama Yuugo diumumkan, sepertinya orang yang menghubungan antara kerajaan dan gereja memiliki kedudukan yang cukup kuat」

Dan seperti yang diperkirakan, aku harusnya mempertimbangkan kalau Gereja juga sudah dikuasai oleh Yuugo dengan kemampuan mencuci otak yang ia miliki.

「Walaupun seperti yang kalian tau kalau ada penghalang yang melindungi Desa Elf ini, sepertinya penyihir yang dimiliki Gereja sedang mempersiapkan sihir yang masif. Dari laporan pengintai, sihir ini tidak diketahui jenisnya yang tidak bisa diteliti. Sepertinya sihir ini akan digunakan untuk menghancurkan penghalangnya. Ini adalah sihir masif yang perlu beberapa hari untuk mengaktifkannya」

「Butuh beberapa hari?! Apakah tidak masalah kalau kita tidak menghentikannya?!」

「Bukannya tidak ingin menghentikannya, kami tidak bisa menghentikannya. Penghalang yang kita gunakan cukup kuat, bahkan kita pun tidak bisa melewatinya. Untuk bisa datang ke desa ini, kita tiadk punya pilihan lain selain menggunakan lingkaran sihir transfer khusus. Penghalang ini sangat kuat bahkan bisa menghalangi "space magic" biasa dan menghalau skill seperti Telepati. Sekarang, jumlah Elf yang di luar penghalang ada 6000 orang. Bukanlah jumlah yang bisa melawan pasukan dengan kekuatan 80000 orang」

Aku paham.

Penghalang yang dipamerkan Sensei, ternyata terlalu kuat.

「Um, bagaimana kalian menghubungkan mereka yang ada di luar dengan kalian yang ada di dalam?」

「Kami menggunakan teknik bahasa isyarat. Walaupun suara un tidak bisa melewati penghalangnya, tetapi penghalang itu tidak menghalangi pandangan kami」

Ahh, aku paham.

Ada juga bahasa isyarat di dunia ini.

Walaupun mungkin saja berbeda dengan yang ada di kehidupanku sebelumnya.

「Kami memperkirakan kalau penyelesaian sihir itu akan lebih lama dari laporan pengintai yang ada di luar. Sehingga, selama sihir yang mereka persiapkan untuk menghancurkan penghalang itu belum selesai, desa ini masih aman. Itulah mengapa aku bilang kalau ini bukanlah masalah, tetapi bisa juga menjadi masalah」

「Apakah penghalangnya akan hancur?」

「Aku tidak tahu」

Setelah itu, mereka meminjamkan kamar untuk kami istirahat dari perjalanan panjang kami, dan kami pun tidur.

Jika penghalang itu hancur, pertarungan akan segera dimulai.

Sampai itu terjadi, aku harus memulihkan kekuatanku.


----------------------


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang COPAS dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini


EmoticonEmoticon