October 06, 2018

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 46 - Dunia Makoto

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 46 - Dunia Makoto


Chapter 46 - Dunia Makoto

"Hngh ~ disini sepertinya bagus." (Makoto)


Nah, sekarang.

Aku meregangkan tubuhku dan mengambil napas, menghirup udara hutan.

Menggenggam busur dengan satu tangan, aku menatap target buatan sendiri. Jaraknya sekitar 150m. Aku dengan sengaja menaruh target di tempat yang tertutup dengan pohon dan sulit untuk dilihat, aku sengaja membuatnya seperti itu dan jaraknya tidak terlalu jauh.

Mengenai diriku yang telah menaruh begitu banyak penghalang dengan sengaja itu karena aku ingin berlatih dengan busurku untuk saat-saat ketika kami berada di hutan. Aku mempelajari ini dari Sensei. Setelah aku memikirkannya, dia membuatku mempertimbangkan situasi dan persyaratan yang begitu banyak. Sungguh bikin kangen.

Aku duduk.

Ah ~, momen ini sangat bagus.

Pikiranku menjadi kosong. Mengenai tepat ditengah. Hanya memikirkan itu dan berkonsentrasi. Dan kemudian, menyebarkan kesadaranku.

Mengubah eksistensiku sendiri menjadi segala yang ada di jalur menuju targetku.

Aku, busurku, target, penghalang, dedaunan dan juga ranting-rantingnya. Mengumpulkan mereka semua dan menyatu, aku sekali lagi membayangkan gambaran di depanku.

Sekarang, dengan ini, aku bahkan bisa menggambar lintasan yang akan membuat panah mencapai target. Yah bahkan jika aku mengatakan ini, teman-temanku hanya mengatakan padaku bahwa itu terdengar seperti aksi-aksi di program TV!

Dengan tenang aku berdiri dan mempersiapkan busurku, memasangkannya dengan anak panah. Bagiku, ini merupakan posisi yang sudah disempurnakan. Aku telah mengulangi proses ini ribuan kali.

Menjadi sehat, tumbuh lebih kuat, menjadi lebih baik. Memiliki tujuan adalah apa yang membantumu berubah.

Masuk akal saja jika aku mengatakan diriku telah melewati sebagian besar hidupku menggunakan busur. Saudara-saudara perempuanku juga belajar seni bela diri. Dan persentasenya tentu lebih rendah dariku. Bukan hanya karena tubuhku lebih lemah dari orang lain, tetapi itu bagian terbagus untuk sebuah alasan menjadi lebih kuat.

Sebagai hasilnya, aku dapat mengubah tubuh lemahku, dan panahan memiliki daya tarik yang membuatku mengabdikan diri untuk terus melakukannya. Aku membuat keluargaku khawatir, tetapi panahan tidak membuatku tersiksa sama sekali.

Pertama kali aku menembak busurku di Asora, aku tidak menahan kekuatanku, aku ingat bahwa aku meledakkan seluruh target.

Aku telah melakukan penyesuaian dengan benar di bagian itu.

Setelah aku menyelesaikan semuanya, simulasi hasilnya telah selesai. Gambaran panahku menembus target pasti akan menjadi kenyataan.


"Fu ~~" (Makoto)


Semangat memanahku berkumpul menjadi satu tarikan napas dan dihembuskan.

Anak panah menembus target seolah tersedot masuk.

Lagi dan lagi.

Ini merupakan kesempatan yang belum aku dapatkan belakangan ini, jadi aku menembakan beberapa panah.

Dan meskipun aku melakukan itu, aku tidak merasa lelah sama sekali. Mungkin karena aku sekarang memiliki tubuh manusia super, atau mungkin karena aku melakukan panahan yang aku cintai.


“Dan targetnya tidak hancur. Hmph, bagus.” (Makoto)


Keringat yang mengalir dari dahiku terasa menenangkan.

Aku mengangkat kepalaku dan melihat langit berbintang di malam hari, aku tidak tahu cara kerjanya. Apakah tempat yang disebut Asora ini sebenarnya adalah dimensi berbeda yang telah dibuat, atau apakah ini adalah dunia yang sama sekali berbeda. Aku benar-benar tidak mengerti tempat ini sama sekali.

Jika langit dan bintang-bintang ada, apakah itu berarti alam semesta juga ada? Jika itu kasusnya, apakah ini alam semesta dari dunia ini, atau apakah itu dari duniaku sebelumnya, atau apakah alam semesta ketiga yang bukan milik keduanya?


"Waka"


*Terkejut*


Apakah, aku mengacaukan lagi?

Mengapa ketika aku menggunakan busurku, aku berakhir menjadi tidak berdaya ?!

Apakah ini bisa dilakukan jika aku 'berkonsentrasi' pada garis yang menghubungkanku dan target, aku juga berkonsentrasi di daerah sekitar?

Tapi bagaimana aku melakukannya? ... Akan ku coba dengan menggabungkan [ Sakai ]. Jujur saja aku tidak membenci trial and error.

Ups, tidak bagus.

Sekarang, siapa kali ini?


"Tomoe. Dan Mio juga ya.” (Makoto)


Mungkin karena pikiranku sudah jernih, aku bisa merasakan kegugupan dalam gerakan tubuh kedua orang itu. Apakah ini keadaan yang mendesak?

Tapi, aku merasa seperti Mio-san yang terlihat seolah-olah dia akan menangis kapan saja. Mengapa?


"Apakah itu barusan, pelatihan busur Waka?" (Tomoe)


Tomoe mengatakan dengan serius, tidak, wajahnya lemah lembut.


“... Ya. Benar. Ada apa? Perilaku kalian sangat kaku,” (Makoto)

“Apakah anda mengatakan padaku bahwa Waka telah melakukan pelatihan semacam itu selama ini?” (Tomoe)


Dari wajah Tomoe, satu keringat mengalir di pipinya.

Ada apa? Mereka berdua ini kenapa? Mio mulai gemetar tuh?

Lebih seperti, hei! Kenapa kau menghampiriku Mio-san?!


“Uoh ?! Kalian berdua ini kenapa?!” (Makoto)

“Waka-sama ~, anda masih hidup! Anda hidup kan?!” (Mio)


Sepertinya saat dia menempelkan tubuhnya ke tubuhku, dia memeriksa apakah aku baik-baik saja.

Jangan katakan padaku, serangan musuh?!


“Hei Tomoe! Jangan bilang kalau ada serangan dari musuh!” (Makoto)

“... Tidak. Aku minta maaf karena sudah lancang, kami melihat latihan anda barusan. Aku kira itu saat pertengahan anda latihan.” (Tomoe)

"Hah? Lalu? "(Makoto)


Aku tidak mengerti situasinya sama sekali.


"Konsentrasi yang Waka lakukan sebelum melepaskan panah, atau aku tidak tahu apakah itu merupakan cara yang benar untuk menyebutnya, tetapi ini adalah saat ketika anda sedang duduk" (Tomoe)

"Aha?" (Makoto)

"Kehadiran Waka tiba-tiba menjadi tipis, seolah-olah anda menyatu dengan lingkungan sekitar." (Tomoe)

"Aha ..." (Makoto)


Dan kenapa dengan itu?


“Bukan 'Aha'! Itu, itu artinya, kesadaran Waka menghilang, itulah artinya-de gozai masu!” (Tomoe)


Mendengar konfirmasiku, Tomoe menyautinya dengan cepat. Itu adalah latihan harian yang telah aku lakukan selama lebih dari 10 tahun. Kenapa aku harus mati?!


“Eh? Kenapa aku harus mati karena itu?” (Makoto)

"Bagi orang-orang untuk menghilangkan kesadaran mereka dan menyebarkannya, itu adalah keadaan yang hanya bisa anda capai ketika anda mati atau dalam keadaan dekat dengan itu!" (Tomoe)

"B-Begitukah?" (Makoto)


Bahkan jika kau memberi tahuku tentang itu, namun aku mempelajari itu sendiri, itu merupakan caraku sendiri untuk berkonsentrasi.


“Waka-sama… Waka-sama tiba-tiba menghilang dari pesta. Ketika kami diam-diam pergi untuk mencari anda, kehadiran anda tiba-tiba menjadi tipis, dan kemudian, seolah meleleh, menghilang-desu!!” (Mio)


Dia menangis, sejumlah air mata mengalir.

Oou. Mio-san menangis.

Aku, telah melakukan sesuatu yang buruk ... ku pikir?


“Ah ~ Uhm, aku minta maaf karena meninggalkan pesta sebelum waktunya, tapi ini adalah sesuatu yang telah aku lakukan di masa lalu, itu seperti mengkonfirmasi panahanku, atau seperti, untuk menenangkan hatiku. Jadi kalian tidak perlu khawatir ...” (Makoto)

“... Waka, Waka mengatakan anda hanya berkonsentrasi. Apa artinya itu? Apakah anda mengatakan kepadaku bahwa yang anda lakukan dengan menghilangkan kesadaran disebut berkonsentrasi?" (Tomoe)


Tomoe yang marah memberiku sebuah pertanyaan sambil meletakkan tangannya di dahinya. Pelipisnya berdenyut, dan bahkan urat nadinya terlihat.

Apa? Aku mungkin mengkhawatirkan mereka tetapi, apakah itu sesuatu yang akan membuat mereka marah sampai titik ini?


"Ya, ketika aku menenangkan pikiranku dan mengubahnya menjadi kosong, aku memperluas kesadaranku menuju target, dan ketika aku mengumpulkan target, panah, dan aku, menyatu padaku ..." (Makoto)

"Waka!" (Tomoe)

"Aku ini masih berbicara ?!" (Makoto)

"Apakah anda memberitahuku jika anda menyebarkan kesadaran menuju tempat itu dan kemudian mengkomposisi ulang diri anda sendiri ?!" (Tomoe)

"Memang itulah yang ku katakan kan ?!" (Makoto)


Kupikir ini lebih seperti menembaknya daripada menyebarkannya.


"... Wa ~ Waka, aku telah memecahkan beberapa misteri baru-baru ini" (Tomoe)


Dia tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.


"Kali ini apa?" (Makoto)

“Semuanya merupakan kesalahan pelatihan busur Waka. Anda menyebutnya panahan kan? Itulah alasannya.” (Tomoe)

"Apa maksudmu?" (Makoto)


Apa, apakah ini menjadi waktunya detektif yang hebat?


“Peningkatan kekuatan sihir Waka. Kenyataannya, itu tidak mungkin. Lagipula karena ada batas atas atau tetap. Bahkan jika anda melakukan banyak pelatihan, itu akan tetap berada ditingkat normal, bahkan saat anda bertambah dewasa, batas itu tidak akan bertambah.” (Tomoe)


Tomoe yang menggantung kepalanya dengan tangan di dahinya, menatapku dengan tegas. Itu seperti cut-in dari P4.
(TL Note: Persona 4)


“Namun, pada hari ketika Waka membuat perjanjian dengan Mio, kekuatan sihir anda sudah tidak sebanding dengan waktu ketika anda melakukan perjanjian denganku. Dan setelah itu, 'tingkat kapasitas maksimum' anda meningkat dengan kecepatan yang gila." (Tomoe)

"Bukankah itu berarti matamu salah mengukurnya?" (Makoto)

“Kemungkinan itu tidak ada. Aku telah membandingkan kekuatan sihir anda sejak saat aku membuat perjanjian dengan anda. Dan bahkan sekarang, ketika menyangkut kecepatan perubahan warna Draupnir semakin cepat.” (Tomoe)


Uh, itu memang benar. Waktu yang dibutuhkan untuk berwarna merah terasa seperti semakin pendek. Aku pikir beberapa pemicu merupakan alasan yang membuatnya seperti itu.


"Dan kemudian, Waka ..." (Tomoe)

"Apa?" (Makoto)

"Sekarang, Asora sudah semakin besar." (Tomoe)

"HAH ?!" (Makoto)


Membuat pengumuman yang serius begitu tiba-tiba! Bukankah terakhir kali aku memintamu untuk menyelidikinya dan kau memberitahuku bahwa itu masih merupakan masalah yang belum terselesaikan?!


"Mungkin tidak bisa dipercaya untuk Waka, tapi konsentrasi khas anda itu telah menggandakan kekuatan sihir anda sendiri." (Tomoe)

"Menggandakan ?!" (Makoto)

“Apa yang Waka lakukan seperti mendekati bunuh diri di mata kami, tetapi bagi Waka itu seharusnya sesuatu yang biasa. Itu sebabnya kami hanya melihatnya sebentar tanpa mengganggu, dan itu sudah dipastikan.” (Tomoe)

“Kedengarannya seperti aku akan bunuh diri hanya dengan berkonsentrasi!” (Makoto)

“Penyebaran kesadaran Waka dan pembaruannya, dan, seakan mencocokkannya, ukuran Asora meningkat dalam sekejap. Sampai saat ini, Asora sudah mengalami 5 kali pembesaran. Meskipun sudah lama sejak itu terjadi” (Tomoe)

"Apakah kau mengatakan kepadaku bahwa sungai atau gunung sekali lagi telah terbuat?!" (Makoto)

“Tidak, hanya menjadi lebih besar-de gozai masu. Kemungkinan besar akan mengalami perubahan geografis ketika anda membuat perjanjian dengan pengikut baru.” (Tomoe)

“... Hei, apa kau serius? Apakah kau memberi tahuku bahwa sekarang aku tidak boleh menarik busurku dengan tenang?" (Makoto)

“Anda tidak memasuki kondisi konsentrasi yang dalam ketika anda berada di pertarungan yang sebenarnya kan? Pada kenyataannya, itu tidak menghasilkan peningkatan ketika anda melakukannya.” (Tomoe)

“Jadi pemicunya ketika aku melakukan panahan dengan cara yang tenang. Yah, bahkan dengan itu saja masih merepotkan.” (Makoto)

"Kami akan memikirkan tentang tindakan balasan untuk itu di masa depan, tetapi masalahnya adalah peningkatan kekuatan sihir-de gozai masu." (Tomoe)

"Eh?" (Makoto)


Apakah ada yang lebih buruk dari Asora yang semakin membesar? Jumlah kekuatan sihir?


“Dengan jumlah kekuatan sihir saat ini yang dimiliki Waka, akan mudah untuk membuat perjanjian dengan banyak eksistensi di level kami. Meskipun anda membutuhkan hampir setengah dari sihir yang anda miliki ketika membuat kontrak denganku.”(Tomoe)


Eh.


“Oke, dengarkan baik-baik, Waka. Jumlah kekuatan sihir anda saat ini, hanya dapat dibandingkan dengan ... " (Tomoe)


Eeeh.


“... Kemungkinan besar, sekelas Dewi. Tidak, mungkin ada kemungkinan anda bahkan akan melampaui dia dalam waktu dekat.” (Tomoe)


Eeeeeh?

Kekuatan sihir sekelas Serangga itu? Apa-apaan ini? Apakah kau memberi tahuku bahwa aku memiliki kekuatan sihir yang cukup untuk menyaingi Dewa?

Itu berarti akan lebih sulit menyembunyikannya! Itu akan menambah bebanku lebih banyak lagi!

Gyaa! Ini telah melampaui dimensi menyembunyikan diri dengan topeng! Meskipun aku sudah memutuskan untuk melepasnya, masalah baru muncul!


“Yang jelas, tolong hentikan itu. Aku merekomendasikan mengganti Draupnir anda setiap hari. Aku akan memberitahu para dwarf untuk memprioritaskan pembuatan peralatan itu.” (Tomoe)


Berarti 'Dalam skenario terburuk aku akan meminta mereka untuk membuat peralatan dengan fungsi yang menyerap sebagai prioritas', itulah apa yang dikatakannya.


"Haduh, mengapa ini terjadi?" (Makoto)

“Masalahnya adalah kemungkinan besar penyebaran kesadaran anda dan pembaruannya. Ketika Waka melakukan itu, anda mengalami kematian, dan itu berubah menjadi situasi di mana anda dilahirkan sekali lagi. Pada saat itu, maryoku anda berubah dari nol menjadi tiba-tiba meningkat, itulah yang aku pikirkan.” (Tomoe)
(TL Note: 'Maryoku', istilah kekuatan semacam Ki, Chi, ato Spirit Energy)

Dengan mati dan hidup kembali kekuatan sihir meningkat? Dan dengan mengulangi proses ini, ia menggandakan dan menggandakan dan menggandakan dan kemudian menggandakan lagi? Apa-apaan itu, tidak manis sama sekali.


"Asora juga." (Tomoe)


Masih ada lagi?


“Keadaannya berubah. Jika kita pergi dengan asumsi ini, Asora yang telah menjadi lebih besar setelah melakukan perjanjian dengan Waka, ada kemungkinan jika Waka akan secara tidak sadar 'menciptakan dunia' yang dekat dengan dunia asli anda.” (Tomoe)

"Menciptakan, dunia?!" (Makoto)

“Kami juga tidak tahu tentang ini, tetapi ada banyak hal di sini yang ada di dunia Waka, jadi kami dapat menyimpulkannya.” (Tomoe)

"Tidak tidak tidak, hanya menggunakan itu sebagai bukti sedikit ..." (Makoto)

“Ya, tetapi jajaran bintang-bintang adalah sesuatu yang sama sekali tidak aku mengerti. Jika ini adalah langit berbintang yang diketahui Waka, maka itu berarti ini merupakan dunia baru Asora yang diciptakan oleh Waka. Lalu aku bisa mengerti mengapa dunia berubah setiap kali anda membuat perjanjian baru. Karena ketika sang pencipta menambahkan pengikut baru, maka hukum dunia akan meningkat.” (Tomoe)


Langit berbintang.

Ya, itu mungkin pemandangan penuh harapan, tetapi ini seharusnya menjadi langit yang benar-benar berbeda dari yang ada di dalam ingatanku. Itu benar, seperti yang kupikirkan, aku tidak ingin mempercayai hal gila seperti aku menciptakan dunia baru setelah hanya beberapa hari tiba disini.

Ya, hm, yeap, langit yang tidak kuketahui. Tidak apa-apa kan? Rasi bintang.

Aku tidak berpengalaman di bidang itu, jadi aku tidak tahu apakah Ursa Major seperti W kecil atau apakah itu seperti jam pasir. Seperti Aquarius, Gemini, Sagittarius. Aku hanya ingat bentuknya saja.


"Ursa Major, Cassiopeia, Orion." (Makoto)


A-A-Aku menemukan mereka ?!

Namun pengaturannya berantakan. Ada rasi bintang disana! Ini mungkin mengabaikan musim, tapi itu ada disana!


“Tampaknya, langitnya agak mirip ya. Aku senang bahwa misteri telah terpecahkan, tetapi aku harus menangani lebih jauh yang satu ini.” (Tomoe)
(TL Note: Maksud Tomoe itu 'how to nyembunyiin')

"Serangga, bukan, Dewi ya?" (Makoto)

“Ya, dengan mempertimbangkan temperamen Dewi itu. Jika dia mengetahui ini, dia kemungkinan besar akan bergerak untuk melenyapkan Waka.” (Tomoe)


Yah ya, jika Dewi itu, dia pasti akan melakukannya. Dia bahkan mungkin menggunakan para pahlawan. Ini bukan sesuatu yang ku inginkan. Jelas tidak.


"Mari kita sembunyikan untuk saat ini dan pikirkan tindakan balasan untuk itu." (Tomoe)


Detektif samurai yang hebat.

Sekarang aku sudah menahan kekuatan sihirku sepenuhnya, untuk saat ini aku harus menyembunyikannya. Aku benar-benar tidak ingin berhadapan dengan para pahlawan.

Aku harus beristirahat dari panahan untuk sementara waktu. Maka itu berarti, bisa menembak sebanyak hari ini adalah semacam berkah.

Ya, sebuah berkah. Setidaknya itu mengurangi kemungkinan serangan tiba-tiba bos terakhir.

Berpikir optimis, berpikir optimis.

Ah itu benar, segera setelah aku bertemu seseorang yang berhubungan dengan obat yang akan diberikan Rembrandt-san kepadaku, aku akan pergi ke Kota Akademi.

Dan sementara aku melakukannya, aku harus menjalani kehidupan seorang siswa. Ahaha, ahahahaha ~~!


[ Chapter 46 Selesai ]





 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  





EmoticonEmoticon