October 08, 2018

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 47 - Dunia Makoto ~ Tomoe ~

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 47 - Dunia Makoto ~ Tomoe ~


Chapter 47 - Dunia Makoto ~ Tomoe ~


~ Sudut Pandang Tomoe ~


Masterku sedang duduk.

Kehadirannya tipis. Itu satu langkah menuju kematian.

Namun, aku tidak bisa mencium bau kematian dari master. Sungguh tak dapat dipercaya.

Master telah meninggalkan pesta sebelum berakhir, merasakan kehadirannya semakin tipis, aku pergi ke tempat ini bersama Mio.

Apa-apaan ini?

Mio ingin melompat keluar sesegera mungkin untuk memastikan keamanannya, tetapi aku menghentikannya.

Keadaan Waka. Seolah-olah dia melakukan ini secara rutin.

Aku menginstruksikan Mio untuk tetap disini dan menganalisa situasinya. Tidak ada tanda-tanda Waka melakukan bunuh diri. Sebelumnya, dia malah mengatakan ingin melepas topengnya, lalu dia akan menyewa toko di dalam perusahaan Rembrandt, dan kami memiliki masalah mengenai menjadi anggota dari kerajaan. Itu lebih seperti, dia menikmati kehidupannya.

Dia juga cukup senang mengetahui Mio menemukan bunga itu.

Dan di depan kami, ritual gila terjadi.

Ini adalah peristiwa yang tidak membuatku bosan ketika aku menyaksikannya, tapi saat ini bukan waktunya untuk itu.

Salah satu masalah yang tidak bisa kami selesaikan bahkan ketika kami menyelidikinya, ekspansi Asora, terjadi pada saat yang tepat ketika kesadaran Waka kembali!

Pada saat yang sama, kehadiran Waka menjadi jelas, dan panah yang ditarik itu terbang ke sasaran yang jauh seolah-olah tersedot masuk ke dalamnya. Posturnya begitu indah sehingga akan memikat siapa pun yang melihatnya. Sangat alami seperti bernapas. Mata kami bergerak dari Waka menuju panah, dan kemudian menuju target yang jauh disana.

Pemikiran seperti 'itu tidak akan mengenainya', bahkan tidak ada secuil pun di dalam pikiran kami. Pada saat Waka berubah dari posisi duduk menjadi berdiri, aku sudah yakin itu akan mengenainya.

Dan ketika aku mengalihkan pandanganku dari target menuju Waka, aku merasa mulutku terbuka lebar.

Kekuatan sihir Waka yang sudah sangat besar, tiba-tiba meningkat.

Kapasitas maksimum kekuatan sihir bukanlah sesuatu yang biasanya meningkat. Bahkan ketika kau mendedikasikan seluruh hidupmu untuk berlatih, dengan menggandakan jumlah itu, kau akan disebut eksistensi seorang iblis.

Ada juga metode rahasia untuk memanfaatkan perjanjian, tetapi kerugiannya cukup besar. Dalam banyak arti itu hanya ukuran luarnya, metode yang bahkan bisa disebut teknik terlarang-ja.

Dan kapasitas maksimum kekuatan sihir itu tiba-tiba meningkat dua kali lipat.

Kehadirannya menjadi tipis sekali lagi. Wajah Mio menjadi muram. Aku juga sangat cemas.

Dan kemudian, Asora mulai mengembang, dan, kekuatan sihirnya berlipat ganda.

Apakah kau memberitahuku dirinya telah mengulang proses kematian dan kebangkitan? Asora mengembang lebih besar beberapa kali ketika anak panah diterbangkan, setiap kali panah dilepaskan, ekspansi terjadi.

Apakah kau mengatakan kepadaku dunia Asora ini menanggapi peningkatan kekuatan sihir Waka dan berkembang?

Lalu, apakah Asora yang aku buat dan yang satu ini, hal yang berbeda? Ini ... adalah dunia yang Waka ciptakan tanpa sadar setelah dia membuat kontrak denganku?!

Sesuatu seperti penciptaan dunia, merupakan tindakan yang tidak seorang pun di dunia ini dapat capai kan?

Ini bukan sesuatu yang setengah-setengah seperti dimensi yang aku ciptakan dan bisa memasukinya.

Itu benar, tidak bisa dibandingkan dengan ini. Bahkan Dewi itu tidak mampu melakukannya.

Dewi 'turun' ke tanah ini, dan setelah berbicara dengan sejumlah penghuni sebelumnya yang tinggal di dalamnya, menciptakan sebuah dunia di mana yang memungkinkan untuk hidup. Dia membuat kontrak dengan penduduk dari tanah ini, dan sejak saat itu, terlahirlah berbagai spesies.

Dan juga, aku dan naga superior lainnya merupakan beberapa dari penduduk sebelumnya. Ngomong-ngomong, Mio, bisa disebut, penduduk sebelumnya juga. Dalam kasusnya, dia adalah seorang drifter, dia berakhir di tanah ini secara kebetulan.

Itu benar, bahkan Dewi tidak bisa dengan bebas menciptakannya. Aku tahu jika dia bukan eksistensi ras Dewa terkuat, tetapi dia merupakan salah satu Dewa yang diberikan sebuah tugas. Dia pasti memiliki status sendiri.

Lalu, eksistensi seperti apa Master kami ini? Apakah kau mengatakan kepadaku dirinya melakukan sesuatu yang melampaui kekuatan Dewi itu, tanpa sadar?

Dengan usahanya sendiri? Ataukah kekuatan yang diberikan oleh Dewa itu ketika dia tiba ke dunia ini, yang bertanggung jawab atas pemanggilan master? Dari apa yang aku lihat dalam ingatan Waka, rasanya seperti seseorang yang tidak signifikan, Dewa yang mulia.

Tidak peduli apakah dia berasal dari dunia lain, dia masih seorang manusia. Bahkan dengan usahanya sendiri ataupun dibantu, itu bukan sesuatu yang bisa kupikirkan.

Tunggu, jika deduksiku tentang dunia ini benar, mungkin aku bisa menyelesaikan kasus lain yang ditugaskan kepadaku.

Ketidakteraturan iklim Asora. Sebuah solusi untuk itu muncul.

Yah, bagaimanapun juga.

Situasi yang sangat menarik. Seseorang yang bisa mencapai kekuatan sihir sekelas dewa penciptaan setelah beberapa tembakan panahannya. Sungguh aneh. Lebih dari itu, tindakan yang dia lakukan untuk mencapai setingkat seorang Dewa bukanlah ujian tetapi sesuatu yang dia lakukan secara kebiasaan.

Aku tidak akan pernah lelah. Makoto merupakan eksistensi yang tidak akan pernah membuatku bosan. Itu membuatku penasaran apakah dia benar-benar akan mati dalam kurun waktu seratus tahun. Aku tidak percaya itu.

Jika itu kasusnya, tidak berlebihan untuk berpikir sang Dewi akan menyadari hal ini. Lebih seperti, mungkin dia akan menggunakan sejumlah orang yang berpengaruh dan bahkan para pahlawan untuk memusnahkan master.

Melebihi Dewa.

Waka sering mengata-ngatai Dewi, tapi aku tidak bisa merasakan permusuhan atau kedengkian, dan bahkan jika ada, itu hanyalah kebencian murni yang tidak berakhir dengan niat membunuh.

Dia mungkin membencinya dan dirinya bisa saja bertengkar dengannya. Mungkin tidak ada perasaan yang menguntungkan untuknya. Tapi kenapa bisa begitu? Aku tidak bisa membayangkan sosok Masterku bermandikan darah Dewi itu dan menyudutkan Dewi menuju kehancurannya.

Mungkin aku tidak ingin membayangkan sosoknya yang tenggelam dalam kemarahan dan kebencian. Biasanya, itu akan menjadi tindakan yang akan menghasut siapa pun untuk membunuh master. Lagipula Dewi itu telah melemparkannya ke gurun, itu bahkan membuatku mempertanyakan kewarasan Dewi itu.

Pada saatnya, ketika melampaui Dewa. Sebutan-sebutan yang akan diberikan kepada pembunuh Dewa muncul di benakku.

Bagaimanapun, itu kata terlarang. Melihat Masterku yang putus asa dan tertawa lemah, aku tidak bisa menghentikan bibirku untuk mengangkat.

Staff perusahaan atau peran pemeriksa Asora. Bahkan menggunakanku sebagai kamus yang memberitahunya tentang benda-bedan di dunia ini.

Gunakan aku untuk apa saja. Jika untuk Master yang hebat dan berbahaya ini, yang tak bisa aku lihat batasnya, aku akan melakukan apapun.


[ Chapter 47 Selesai ]





 Jangan lupa Like Fanspage kami & Share terjemahan ini ya !!!  



EmoticonEmoticon