July 17, 2021

Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Karena Aku adalah Seorang Guru!

Translator: B-san

Karena Aku adalah Seorang Guru!

Kumo Desu ga, Nani ka? Bahasa Indonesia Karena Aku adalah Seorang Guru!


Aku hanyalah manusia lemah.

Ah, karena aku sekarang adalah elf, aku elf yang lemah.

Mau bagaimanapun juga, aku memang lemah.

Di kehidupanku sebelumnya, aku adalah guru.

Menjadi guru adalah pekerjaan impianku.

Aku selalu ingin menjadi guru yang bisa tertawa bersama murid-muridku.

Aku tidak membuang-buang waktuku untuk mencapai tujuanku.

Aku telah mempelajari apa yang anak-anak jaman sekarang suka.

Game, manga, novel, bahkan aku juga bermain sosial media.

Aku mempelajari hal-hal yang sekiranya bisa menjadi bahan pembicaraan.

Walaupun bisa dibilang aku justru sedikit kecanduan akan hal ini.

Selain itu, aku juga merbah gaya bicaraku, membuat persona, bagi guru lain aku adalah guru yang aneh, tetapi bagi murid-murid aku adalah orang yang mudah diajak berteman.

Walaupun itu adalah sebagian sifatku yang sebenarnya, tetapi semuanya berjalan lancar pada akhirnya.

Tetapi di saat yang bersamaan aku pun berpikir.

Apakah ini benar-benar hal yang baik?

Apakah ini memang impianku untuk tertawa bersama-sama dengan diriku yang palsu?

Tetapi aku takut kalau aku menadi diriku sendiri, aku akan menghancurkan semua yang telah aku bangun selama ini.

Itulah kenapa, setiap hari berlalu dengan kondisi yang berbeda-beda.

Dan akupun terlahir kembali di dunia yang berbeda.

Aku panik.

Hal terakhir yang kuingat adalah aku sedang mengajar di kelas.

Hanya itu yang aku ingat. Tanpa kusadari, aku adalah seorang bayi sekarang.

Selain itu, orang-orang yang menatapku, semuanya memiliki telinga yang lancip.

Mereka adalah yang disebut Elf, dan aku mengerti karena pengetahuan Otaku yang kupelajari selama ini.

Serta kondisiku yang sekarang.

Reinkarnasi di dunia yang berbeda.

Aku terlibat dengan hal yang selalu menjadi perbincangan di internet.

Aku lemah.

Aku bahkan tidak bisa hidup dengan sikap berani seperti karakter utama di novel yang tiba-tiba terlempar di  dunia yang tidak mereka ketahui.

Aku tidak bisa meninggalkan fakta bahwa aku adalah orang yang sama dengan aku di kehidupan sebelumnya.

Seperti itulah, guru adalah hal yang melekat padaku, walaupun aku tidak mengerti situasi saat ini.

Aku adalah guru.

Oleh karena itu, aku harus memikirkan murid-muridku terlebih dahulu.

Setidaknya itulah gambaran seorang guru yang ada di kepalaku.

Dan aku pun punya bakat alami untuk menjadi guru.

『Daftar Siswa』

Mungkin saja, hanya inilah skill yang kumiliki di dunia ini.

Efeknya adalah aku bisa menuliskan semua murid-muridku baik itu yang sudah lulus, ataupun muridku saat ini.

Jika aku menutup mataku, maka daftar siswa itu akan muncul seolah-olah aku sedang menatap layar dengan nama-nama mereka.

Jika aku membuka daftar nama itu, nama-nama mereka di kehidupan sebelumnya akan muncul sesuai urutan absensi, dan jika aku memfokuskan pada satu nama, maka aku bisa mengamati informasi tentang pemilik nama itu.

Tetapi, hanya informasi sederhana yang bisa kupelajari dari skill ini.

Masa lalu, ini adalah catatan dimana mereka lahir.

Terlahir di suatu tempat entah dimana.

Hanya itu yang bisa kupelajari.

Masa kini, kondisi terkini pemilik nama yang dinyatakan dalam satu kata.

Sehat, sakit, kelelahan, dan sebagainya.

Dimana lokasi mereka, tidak bisa diketahui.

Dan, masa depan.

Di catatan ini, waktu ketika murid-muridku mati, dan gambaran yang samar tentang sebab kematian mereka tertulis.

Sepertinya, waktu di dunia ini dianggap 0 ketika aku lahir, dan ditulis juga bahwa 1 tahun di sini sepanjang 365 hari.

Dan aku terkejut saat mengetahui ini.

Kebanyakan murid-muridku akan mati dalam 20 tahun ini.

Ketika aku membacanya, aku kehilangan kesadaran karena tidak kuat.

Aku tidak bisa menerima kenyataan, dan aku melarikan diri dari kenyataan dengan gemetar selama beberapa hari.

Tetapi, kenyataannya pun tidak berubah.

Waktu terus berlalu walaupun aku tidak bisa menerimanya.

Dan akupun menyadarinya.

Muridku yang waktu kematiannya paling dekat, yaitu ketika ia masih bayi, namanya pun menghilang dari daftarku tanpa kusadari.

Ada kolom kosong di daftar absensi.

Aku baru bisa menenangkan diriku beberapa hari kemudian.

Dari semua muridku, ada 10 murid yang waktu kematiannya itu dua atau tiga tahun setelah kelahiran mereka.

Aku bergantung pada sesuatu yang dipanggil 'skill' ini.

'Daftar Murid' ini pun adalah skill, jadi jika ini adalah dunia yang punya kekuatan misterius, mungkin saja telepati bisa dilakukan di dunia ini.

Pengetahuanku mengenai Otaku ternyata berguna juga.

Aku mendengar Kalimat Suci dengan mudah, dan aku pun berhasil mendapatkan skill "Telepati".

Untungnya, ayahku adalah Patimas yang merupakan pemimpin dari Elf.

Selain itu, biasanya, orang-orang akan meragukan cerita anaknya, dan menganggap mereka gila apabila mereka membicarakan tentang reinkarnasi, tetapi Potimas mempercayaiku tanpa keraguan.

Entah mengapa seolah-olah Potimas menyadari bahwa aku memang spesial, sejak aku lahir.

Walaupun ini adalah taruhan yang berbahaya, tapi aku memenangkan pertaruhan ini, dan Potimas menjanjikan perlindungan untuk orang-orang yang reinkarnasi.

Semuanya berjalan lancar.

Dari apa yang sebelumnya kujelaskan, aku tahu dimana murid-muridku lahir.

Jika aku mencari di sekitar lokasi itu, seharusnya aku bisa menemukan mereka.

Skill untuk pencarian yang hanya bisa didapatkan oleh pemimpin ternyata berguna.

Sayangnya, ada beberapa muridku yang sudah mati, tetapi kebanyakan muridku masih hidup dan kondisi mereka pun bisa kupastikan.

Kadang-kadang, aku membeli mereka dengan uang, kadang-kadang juga aku menculik mereka.

Memang benar ini adalah kejahatan.

Tetapi, pasukan elf tidak ragu untuk melakukannya.

Elf juga punya masalah mereka sendiri.

Para Elf menginginkan dunia tanpa adanya skill dan juga ingin melawan para administrator.

Selain itu, mereka yang reinkarnasi pun terlahir dengan skill point yang tinggi serta skill-skill yang kuat.

Jika orang-orang tersebut meningkatkan skill mereka, mereka akan menarik perhatian administrator dan akan diperalat oleh administrator.

Aku punya alasan untuk mempercayai cerita ini.

Alasan ematian yang tertulis di "Daftar Murid" yang kumiliki.

『Kematian karena perampasan skill points』

Walaupun ini masih tertulis sebagai alasan kematian Shun-kun dan Katia-chan.

Alasan ini sebelumnya tertulis pada hampir semua muridku.

Dengan memaksa mereka untuk hidup di lingkungan yang membatasi pertumbuhan skill mereka, alasan kematian ini pun sudah berkurang.

Masa depan yang tertulis untuk muridku pun berubah-ubah.

Tetapi, satu kalimat "skill dirampas dan mati" tidak berubah.

Dan, waktu yang tertulis pun juga tidak berubah sejak awal.

Waktunya adalah tahun ini.

Dan, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai ini.

Deskripsi selain muridku akan mati tahun ini pun hanya lembar kosong.

Aku merasa takut ketika aku memikirkan apa arti semua ini.

Namaku tidak ada di "Daftar Murid".

Sudah pasti.

Karena aku adalah guru.

Aku tidak tahu mengenai diriku sendiri.

Seperti itulah.

Murid yang mati karena perampasan skill adalah muridku yang memiliki banyak skill.

Dan aku sendiri pun punya banyak skill.

Mungkin saja aku juga akan mati tahun ini.

Karena aku akan mati, aku pikir aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Aku ketakutan.

Aku tidak ingin mati.

Aku juga berpikir mengenai "Penghapusan Skill".

Tetapi, aku tidak bisa kehilangan skillku sampai aku melakukan sesuatu pada Yuugo.

Apalagi kalau aku menghapus dengan "Penghapusan Skill", aku tidak tahu apa yang akan Elf lakukan kepada ku.

"Penghapusan Skill" berarti menyerahkan kekuatanku kepada para Administrator.

Dan jika aku memberikan kekuatanku pada musuh, para Elf akan menganggapku sebagai musuh.

Tidaklah aneh jika Potimas membunuhku tanpa ekspresi di wajahnya.

Jika hanya aku yang dibunuh, tidak apa, tetapi murid-muridku akan dalam bahaya .
Para elf tidak akan melindungi murid-muridku tanpa imbalan.

Maka hanya ada satu jalan.

Mungkin, membuat administrator bertarung dengan mereka yang akan dirampas skillnya.

Walaupun aku tidak tahu apakah rencana ini akan berhasil, tetapi aku tidak punya pilihan lain.

Sebelum itu, masih ada permasalahan Yuugo.

Ini adalah tanggung jawabku sebagai seorang guru karena dia telah menjadi seperti itu.

Aku harus menanggung beban ini.

Aku membuka "Daftar Murid" dan fokus pada nama Natsume Kengo.

Tertulis bahwa ia akan mati pada peperangan di Hutan Elf.

Aku menelan ludah.

Aku akan membunuh mantan muridku.

Walaupun aku sudah mempersiapkan diriku, aku tetap merasa tidak nyaman dan merasa mual.

Kenapa harus seperti ini?

Aku hanya ingin menjadi guru yang bisa tertawa bersama murid-muridku.

Pandangan dingin Kudo-chan pun terngiang di kepalaku.

Aku mengerti.

Semuanya menjadi kacau karena aku tidak menjelaskan keapda mereka.

Walaupun aku tidak akan dimaafkan walaupun aku menjelaskan semua ini, aku pikir mereka akan bisa mengendalikan amarah mereka.

Tetapi, aku tidak bisa melakukannya.

"Daftar Murid" yang menyelamatkan nyawa murid-muridku.

Ada peraturan ketat dari skill ini.

Murid-murid dilarang memeriksa tentang ini.

Ini adalah larangan dengan ancaman kutukan apabila aku mengatakan informasi dari "Daftar Murid" ku kepada muridku.

Bagaimanapun aku menjelaskannya, aku tidak bisa mengatakan sepatah kata pun tentang "Daftar Murid" yang kupunya.

Keberadaan skill ini akan tersebar dengan mudah kalau aku tidak berhati-hati.

Selain itu, bagian yang menakutkan dari larangan ini adalah hukumannya adalah kepada murid-muridku yang mengetahui tentang skill ini, bukan kepadaku yang mengatakannya kepada mereka.

Walaupun hukumannya tergantung dari seberapa banyak yang mereka ketahui, bisa saja mereka mati akibat larangan ini.

Aku tidak ingin mengambil resiko.

Aku hanya bisa diam.

Jujur saja, aku ingin mengatakan pada mereka.

"Daftar Murid" yang kumiliki pun tidak sempurna.

Ketika Katia-chan dicuci otak, aku tidak bisa menyadari itu, dan kematian Shun-kun yang tertulis pun dapat dihindari ketika kita menyelamatnkan Leston-kun tanpa kesalahan.

Jika Shun-kun memiliki Skill Penguasa, bukankah tidak apa-apa jika aku memberitahunya?

Aku sempat tergoda untuk memberitahunya.

Tetapi pada akhirnya aku tidak bisa memberitahunya.

Aku tidak bisa membiarkannya menanggung beban yang tidak perlu.

Permasalahan saat ini hanyalah murid-murid membenciku.

Masalah ini pun masih bisa kukatakan aman karena tidak ada tanda-tanda mereka akan melakukan protes.

Jika memang aku harus dibenci oleh muridku karena melakukan pekerjaan guru.

Aku akan menerimanya sepenuh hati.

Ini masalah sepele.

Aku bohong.

Aku sedih.

Aku lemah.

Aku takut.

Aku tidak mau mati, aku juga tidak mau mereka mati.

Apakah aku melakukan hal yang benar?

Apakah aku melakukan kesalahan?

Aku tidak tahu.

Tetapi, tidak ada satu orang pun yang bisa kuajak bicara.

Para elf pun tidak bisa kupercaya.

Aku tidak bisa mengatakan ini pada muridku.

Seseorang, tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan.


----------------------


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang COPAS dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ini


EmoticonEmoticon