June 30, 2022

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Prolog - Part 1

 Penerjemah: Sai Kuze


Prolog

OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 15 Prolog - Part 1


Pemimpin Theocracy — Pontifex Maximus. 

Mereka yang memegang otoritas tertinggi di sekte mereka — Six Cardinals. 

Kepala Badan Yudikatif, Legislatif, dan Eksekutif. 

Direktur Lembaga Penelitian, bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan sihir. 

Komandan Tertinggi — juga dikenal sebagai Grand Marshal. 

Berkumpul di sini merupakan dua belas anggota yang membentuk badan eksekutif Theocracy. Di sinilah orang-orang dengan otoritas tertinggi di Theocracy berkumpul, di mana merekalah yang mengatur jalannya negara. 

Tempatnya tidaklah luas maupun mewah, dan tak satu pun dari mereka yang hadir tanpa ekspresi muram.

Tentu saja, tidak banyak orang yang akan senang dengan kesempatan itu. Perkumpulan itu terdiri dari orang-orang yang akan menganggap satu sama lain sebagai kawan, dan mereka cukup akrab sampai-sampai bisa melempar humor kecil sesekali. Artinya, suasana di antara mereka dulunya jauh lebih ringan, tetapi tidak saat ini. Udara di ruangan itu terasa seperti membeku.


“Sorcerous Kingdom telah memulai invasi mereka ke Kingdom, atau mungkin akan lebih akurat untuk menyebutnya mereka sudah melakukannya sejak lama. Sorcerous Kingdom benar-benar menakutkan, Kingdom tidak pernah memiliki firasat tentang rencana mereka selama sebulan penuh. Windflower dan Clearwater scripture yang berfungsi sebagai mata dan telinga kita tidak lagi efektif. Kita akan mengetahuinya nanti, Jika saja Thousand Leagues Astrologer.... Mudahnya bisa kita simpulkann bahwa nasib Kingdom telah ditentukan. Kita tidak punya banyak waktu, maka dari itu kita harus mulai merekrut petualang sesegera mungkin.” 

“Kami sudah mulai merekrut dengan sungguh-sungguh,” jawab Kardinal Earth, Raymond Zarg Lauransan.

“Bukankah sia-sia membiarkan Sorcerous Kingdom menjarah magic item Kingdom? Terutama harta Kingdom, Amulet of Immortality, Guardian Armor, Gauntlets of Vitality, dan...” Direktur Riset berkata sembari menghitung dengan jarinya seolah-olah untuk menekankan pentingnya item terakhir, “...Razor Edge.” 

“Tidak, tidak ada yang bisa kita lakukan tentang itu. Jumlah orang yang dapat kami kerahkan terbatas. Bahkan orang-orang kita sendiri di dalam Kingdom tidak akan bisa keluar hidup-hidup.”

“... Sorcerous Kingdom akan segera tiba di depan pintu kita. Sejak Warrior-Captain itu mati dalam pertempuran, penggantinya, yang disebut... Ung-lo? Apakah dia sudah mengambil mantelnya?” Grand Marshal bertanya, yang dijawab oleh Direktur Riset, “Brain, kan? Ya, jika kita bisa mendapatkannya bersama dengan item-item itu, itu akan menjadi yang terbaik. Dia seharusnya bukan tipe orang yang berlari menuju kematiannya sendiri kan? Kita mungkin di awal akan membuatnya marah, tetapi dia akan segera berterima kasih kepada kita.” 

"Menurut penyelidikan kami, dia bukan seseorang yang akan melakukan itu." Kardinal Fire, Berenice, merupakan satu dari dua wanita di dalam badan eksekutif. "Pendapatmu tentang dia cukup tinggi," saut wanita lain, kepala badan Yudikatif, sembari tersenyum.

“Wow, Kardinal kita tidak hanya memuji pria itu, dia bahkan mendiagnosisnya dengan AvPD.”
(Komoe Note: Avoidant personality disorder)

“Jadi dia sama dengan Avoidant personality disorder itu... Tapi, mari kita pertimbangkan gambaran yang lebih besar. Kita pada dasarnya tidak dapat memahami pikiran orang-orang yang membiarkan diri mereka dikendalikan oleh emosi irasional seperti itu.” 

Beberapa orang memicingkan mata kepada Kepala Badan Legislatif saat ia berbicara, jadi dia merasa perlu untuk mundur. “Maafkan aku, mungkin itu agak terlalu kasar. Namun, menurut pendapatku— dengan mempertimbangkan masa depan umat manusia, pengabaian hidup yang sembrono seperti itu adalah mentalitas yang buruk untuk dimiliki. Aku akan mempertahankan pendapatku tidak peduli siapa yang menentangnya.”

“Dia tak mengatakan suatu kebohongan.” Seseorang yang mengucapkan kalimat itu adalah Dominic Ihre Partouche, Kardinal Wind dan salah satu orang yang memicingkan matanya tadi. "Namun, sama seperti kita yang memiliki garis 'yang tak akan pernah kita lewati', begitu juga dirinya." 

"Apakah Guelfi-sensei setuju?" Direktur Riset bertanya, tidak sepenuhnya yakin. 

Ginedine Delan Guelfi, Kardinal Water — seorang lelaki tua yang penampilannya mirip dengan batang kayu kering — mengangguk sebagai konfirmasi. “Kalau begitu, aku tidak akan bertanya lebih lanjut tentang masalah ini.” 

“Disisi lain aku senang ada banyak talenta datang untuk bergabung dengan negara kita, tak masalahkan?”

Beberapa tim petualang telah tiba di Theocracy. Tidak hanya penambahan baru dari peringkat Mythril atau lebih tinggi, tetapi pengetahuan Clearwater Scripture juga menunjukkan bahwa beberapa dari mereka menunjukkan potensi yang lebih besar. 

“Mereka tidak terlihat... tidak, bukan apa-apa.” Yvon Jasna Dracrowa, Kardinal Light, berbicara dengan ketidaksetujuan tertulis di seluruh wajahnya. 

Orang-orang disini menyarankan untuk melepaskan gelar kehormatan, tetapi Yvon membalas dengan tegas, "Itu wajar untuk menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua." 

"Tentu saja," orang itu menjawab dengan tergesa-gesa. 

Memang benar bahwa di pertemuan para Kardinal ini, gelar kehormatan hanya digunakan separuh waktu. Hal ini tentu saja dilakukan untuk memupuk rasa persaudaraan yang lebih kuat. 


“Itu benar... Aku juga ingin tahu bagaimana kita akan menangani masalah ini.”

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya kepala badan Judiciary. Raymond menjawab, “Jika masalahnya berasal dari kenyataan bahwa kita tidak dapat menyelamatkan beberapa orang, maka kita harus mengatasinya dengan membantu mereka. Pertama-tama, Draconic Kingdom. Aku pikir berperang bersama para beastmen merupakan pilihan yang tepat.” 

"Ah, aku mengerti," kata orang-orang di sekitarnya dengan lantang. 


Sepengetahuan mereka Draconic Kingdom sudah menjadi lebih dekat secara diplomatis dengan Sorcerous Kingdom dan bahkan telah membeli magic item dari mereka. 

Jika mereka membiarkan ini berlanjut, pengaruh Theocracy di dalam Draconic Kingdom akan berkurang sementara Sorcerous Kingdom hanya akan mendapatkan lebih banyak kekuasaan. Sebagai langkah pencegahan, usulan ini bisa menjadi langkah yang brilian. Tetap saja, suara kekhawatiran terdengar begitu banyak.


“Jika petualang yang kita rekrut dari Kingdom berteleportasi ke tempat-tempat di luar pengawasan kita, berita perang antara Sorcerous Kingdom dan Kingdom bisa menyebar. Bukankah itu akan mengekspos operasi rahasia kita ke Sorcerous Kingdom? Bukankah lebih aman untuk mengerahkan mereka hanya di sekitar wilayah kita?” 

“Itu mungkin bukan masalah. Mereka ingin orang lain menyesal karena menyerah pada Kingdom bahkan setelah mereka mengetahui apa yang terjadi. Tidak mungkin orang seperti itu akan pernah bekerja dengan negara yang begitu kejam. Meskipun ada kemungkinan mereka mendapatkan informasi melalui sihir pengontrol pikiran.” 

“Tunggu, dibandingkan dengan itu, bukankah akan lebih menjadi masalah jika Sorcerous Kingdom mengetahui bahwa kita merekrut para magic caster yang mampu menggunakan sihir teleportasi?”

“Yup, itu benar.” 

“Kita selalu menggunakan magic item untuk berteleportasi, para petualang mungkin akan menyadari kebenaran jika apa yang mereka saksikan berbeda dari harapan mereka. Bahkan jika kita memaksa mereka untuk membungkam informasi, siapa yang tahu informasi macam apa yang bisa bocor. Mungkin akan menguntungkan bagi kita untuk tidak mengungkapkan tujuan kita ke Sorcerous Kingdom.” 

Ginedine Delan Guelfi, Kardinal Water, terbatuk beberapa kali sebelum dia berbicara. “Hm, maafkan aku. Di satu sisi aku memahami cara berpikirmu, mengungkapkan tujuan kita kepada lawan kita dapat membuat mereka lebih berhati-hati dalam bertindak sembrono, benar kan? Itulah yang aku rasakan tentang hal itu.”

“Meskipun aku setuju dengan ide Sensei, keberadaan seseorang seperti Tri-Arts Magic Caster seharusnya membuat penggunaan sihir teleportasi tidak terlalu mengkhawatirkan kita.” 

“Pfff, tapi berapa banyak yang tahu tentang itu? 'Sihir macam apa yang mampu dilakukan oleh great magic caster dari Empire' adalah pertanyaan yang bahkan kita tidak memiliki jawaban yang pasti, bukan?" 

“Seseorang sekalibernya tidak akan terlalu peduli dengan pengetahuan sihir teleportasi.” 


Berbagai macam ide diajukan. Pontifex Maximus merasa mereka tidak akan dapat mencapai keputusan jika ini terus berlanjut, jadi dia memutuskan dengan pemungutan suara sederhana. Maka, diputuskan bahwa mereka akan mengerahkan para petualang untuk memberikan dukungan kepada Draconic Kingdom.

Bisa dikatakan, para petualang yang direkrut setara dengan tentara bayaran di mata Theocracy karena sulit untuk menentukan di mana kesetiaan mereka berada. Mereka yang menghadiri pertemuan itu berpikir bahwa akan baik-baik saja bahkan jika mereka memilih untuk menawarkan kesetiaan kepada Draconic Kingdom. Lagipula, menyelamatkan mereka dari Kingdom bukan untuk memperkuat Theocracy, tetapi untuk menghindari kemungkinan manusia kuat mati sia-sia. 


“Jika kita berhasil mengembangkan teknik untuk membuat spell scroll tingkat lima ke atas, bahkan sesuatu seperti sihir teleportasi bisa mudah didapatkan.”

“Tetapi meskipun kami telah mengerjakannya selama berabad-abad, tidak ada hasil, bahkan kemajuan sekecil apa pun. Theocracy memiliki metode pembuatan untuk scroll tingkat satu hingga empat, sesuatu yang tidak dikenal di negara-negara tetangga. Ini hanyalah salah satu dari beberapa teknik rahasia yang kita miliki. Kita menemukan teknik-teknik ini selama berabad-abad yang lalu untuk melindungi umat manusia dan mengalahkan ras-ras yang terlahir lebih unggul dari manusia. Kita bahkan berhasil membuat ramuan pemulihan yang dikenal sebagai God's Blood, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas biayanya.” 

“Tetap saja, mengapa Sorcerer King memerintahkan pembantaian seperti itu? Bahkan jika persediaan dalam perjalanan menuju Holy Kingdom dirampok, ini masih merupakan reaksi yang berlebihan. Kenapa sampai mengerahkan kekuatan militer seperti itu?” 

"Alasan pertama adalah untuk menanamkan rasa takut."


Grand Marshal mengangkat satu jari. Beberapa kepala mengangguk setuju. 


“Kedua, Sorcerer King adalah undead.” 

“'Ada kebencian yang mendalam terhadap makhluk hidup dalam dirinya, dan dia dikendalikan oleh kebencian itu.' Mungkin beberapa dari kalian memegang keyakinan itu, tetapi aku tidak setuju. Bahkan jika kita berasumsi dia telah menunggu waktu yang tepat untuk berperang, setelah kami mengamati tentang tindakannya yang kami dapat malah sebaliknya. ” 

"Kami dari militer juga berpendapat bahwa sangat tidak mungkin bahwa motivasinya begitu sederhana," kata Grand Marshal dengan wajah tegas. Setelah pertemuan ini, yang lain pasti akan mengeluh dan mengejek dirinya "meniru postur," "mencoba meniru Raymond," atau "dia tidak mengerti bahwa ada waktu dan tempat untuk segalanya."

“Ahh, jadi, alasan yang paling memungkinkan adalah,” katanya sembari mengangkat jari ketiganya, “untuk menciptakan area pemijahan alami bagi undead, seperti Dataran Katze.” 

"Itu sangat mungkin," gumam seseorang. 


Slaine Theocracy adalah negara yang memiliki banyak divine magic caster, jadi eselon tertinggi yang hadir sepenuhnya memahami apa yang dimaksud Grand Marshal. 

Rencana Sorcerer King mungkin adalah untuk memperluas unholy land itu tanpa henti, untuk kemudian menyerap setiap undead yang muncul di sana ke dalam kerajaannya. Hal seperti itu biasanya tidak mungkin, tetapi Sorcerer King, sebagai undead itu sendiri, adalah sebuah pengecualian. 

Mereka telah mendengar tentang dirinya yang telah mengambil alih kendali Dataran Katze. Mungkin dia telah memperoleh sesuatu dari sana yang akan mendorongnya untuk melakukan sesuatu seperti ini.


“Jika itu masalahnya, kita bisa mengantisipasi langkah mereka selanjutnya.” 

“Mengapa kau seyakin itu?” 

“Untuk menjaga perbatasan yang jelas antara unholy land dan Council State. Unholy land kemudian akan menjadi penyangga antara Sorcerous Kingdom dan Council State. Dan kemudian...” 

“...Lalu mereka akan mengalihkan perhatian mereka untuk berurusan dengan kita...?” 


Ruangan itu menjadi sunyi. Semua anggota yang hadir membandingkan Sorcerous Kingdom dengan negara mereka sendiri, terutama dalam hal kekuatan militer. 

Semua orang menunjukkan ekspresi muram. Tidak ada yang bisa menjaga ketenangan.

Reaksi itu dapat dimengerti, karena mereka diingatkan akan laporan intelijen yang mereka terima mengenai Sorcerous Kingdom selama pertemuan terakhir mereka. Pertarungan Sorcerous Kingdom melawan Kingdom di Dataran Katze menunjukkan kekuatan mereka yang luar biasa dan kejam.

Sorcerous Kingdom sangat sulit untuk dihadapi, bahkan untuk kartu truf dari Theocracy, Black Scripture dan anggota God-kin-nya. Terlebih lagi, kekuatan sebenarnya dari Sorcerous Kingdom masih belum diketahui. Semakin mereka menyelidiki, semakin terasa seperti menatap ke dalam jurang yang gelap dan tak berdasar. 


“Tidak ada jumlah pasukan yang cukup. Jadi kita harus membentuk aliansi yang komprehensif dengan Council State, ya...” 

“Benar. Maka kapan pun kita dalam keadaan darurat, kita akan dapat menerima bala bantuan!”


Semua orang tersenyum sinis. 

Bala bantuan yang cukup kuat untuk menyelamatkan Theocracy tidak akan pernah dikirim. Itu jelas terlihat. 

Kerja sama sejati tidak mungkin dilakukan oleh negara-negara dengan tujuan dan cita-cita yang sama sekali berbeda. Beberapa penguatan bisa diharapkan jika aliansi dibentuk, tetapi tidak mungkin Platinum Dragon Lord sendiri akan membantu mereka.

Jika Theocracy atau Council State hancur, maka kekuatan penuh Sorcerous Kingdom akan ditanggung oleh negara yang belum terpengaruh. Untuk menghindari itu, langkah yang benar adalah kerjasama penuh untuk menyatukan kekuatan mereka melawan Sorcerous Kingdom. Namun, secara hipotetis, jika aliansi menginvasi Sorcerous Kingdom dan menang, apa yang akan terjadi setelahnya? Secara alami, kedua negara akan kembali melihat satu sama lain sebagai musuh potensial. 

Tidak sulit membayangkan bahwa setelah perang seperti itu, warga dari bekas Sorcerous Kingdom akan berduyun-duyun ke dua negara pemenang. Dan seiring bertambahnya populasi mereka, perang spionase di antara mereka hanya akan meningkat. 

Rasa kepercayaan tulus tidak akan pernah terjadi, bahkan jika aliansi telah dibentuk.

Secara realistis mereka seharusnya hanya mempertimbangkan pilihan jika itu berarti kemenangan penuh bagi Theocracy.

Jika perang akhirnya pecah antara Theocracy dan Sorcerous Kingdom, kedua negara akan melemah secara signifikan. Council State kemudian akan menjadi satu-satunya penerima manfaat. 

Situasi yang ideal adalah ketiga negara berdiri teguh satu sama lain, tetapi itu akan membutuhkan keseimbangan kekuatan yang lebih setara. 


“Menyerah ke Sorcerous Kingdom bukanlah hal yang buruk. Kita bisa bekerja di balik layar selama beberapa dekade atau abad sampai kita membuatnya hancur dari dalam. Itu juga akan memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang keadaan internal Sorcerous Kingdom.”

“Empire menjadi pengikut juga, jadi itu tidak sepenuhnya tidak layak. Lagipula, dilihat dari bagaimana Empire diperlakukan, itu bukan pilihan yang buruk.” 

“Tetapi jika kita melakukan itu, apakah warga kita akan menerimanya dengan mudah?” 

“Akan sangat sulit untuk membuat mereka menerimanya. Satu langkah yang salah dan kerusuhan akan pecah.” 

"Cukup sebut mereka sebagai orang bodoh." 

“Oy, itu agak terlalu ekstrim. Simpan itu sebagai pilihan terakhir. Satu hal yang paling utama, tidak seperti kita, warga tidak memiliki akses ke semua informasi ini.” 

“Lalu, haruskah kita membuat semua yang kita ketahui tentang Sorcerous Kingdom menjadi publik? Bukankah kita merahasiakannya sekarang justru karena itu menyebabkan kerusuhan di masa lalu?”

“Berhenti berdebat. Bukankah Sorcerous Kingdom juga harus mencurahkan banyak waktu untuk menenangkan dan mengatur rakyat mereka setelah pendirian ibu kota mereka? Jadi masalah ini dan hal-hal lain yang harus kita pertimbangkan di masa depan semuanya akan memakan waktu—” 

“—Tidak, kita tidak bisa begitu yakin. Lagipula, Sorcerous Kingdom menghancurkan banyak kota dan desa.” 


Ibukotanya padat penduduk, jadi tidak realistis untuk berpikir mereka semua telah terbunuh. Namun, tidak ada yang mustahil bagi Sorcerous Kingdom. 


“Seorang undead, penuh dengan kebencian terhadap mahluk hidup, ya.” 

“Kita lengah karena tidak ada pembunuhan yang tidak perlu di E-Rantel, kan.”

“Empire saat ini menjadi pengikut, mereka telah campur tangan dengan masalah di dalam Holy Kingdom dan Draconic Kingdom, dan sekarang mereka telah mempermainkan Kingdom seperti orang bodoh. Pada tingkat ini, tidak akan ada jalan keluar yang mudah bagi kita. 'Serahkan atau mati,' ya? Klise memang, tapi kita harus membuat pilihan. Jika kita ingin membuat kesepakatan dengan Sorcerous Kingdom, kita harus berurusan dengan salah satu masalah kita sendiri terlebih dahulu.” 

“Hmm. Kita harus berurusan dengan elf tua korup itu sesegera mungkin. Meskipun hubungan masa depan kita dengan Sorcerous Kingdom belum jelas, kita tidak dapat menerima kemungkinan dua perang bersamaan.”


Sejumlah besar upaya dilakukan untuk memusnahkan Elf Kingdom, bahkan sebelum Sorcerous Kingdom didirikan. Itu juga mengapa mereka tidak secara serius berusaha menjalin hubungan baik dengan Sorcerous Kingdom sebelumnya. 


“Konfrontasi langsung dengan Sorcerous Kingdom merupakan skenario terburuk, mengingat kekuatan militer mereka yang luar biasa. Tetap saja, adalah tugas kita untuk membuat rencana dengan mempertimbangkan kasus terburuk, jadi idealnya kita ingin mereka segera ditangani.” 

“Sorcerous Kingdom mungkin tidak akan campur tangan saat mereka membuat gerakan di Kingdom, tetapi tergantung pada bagaimana situasi berkembang, mereka mungkin masih membuat gerakan untuk menghalangi kita. Aku hampir bisa membayangkannya, mereka bisa bertindak seolah-olah undead secara alami muncul di sebelah perbatasan kita. Kita harus mengambil beberapa langkah untuk mempersiapkan kemungkinan itu.”

“Ya… pada saat yang sama, kita harus memastikan masa depan umat manusia terjaga, meski hanya sedikit.” 


Beberapa dari mereka mengangguk kagum. 


“Biarkan beberapa orang pergi dan mencari perlindungan. Mereka akan menjadi sisa-sisa harapan kita, atau keputusasaan, itulah yang harus kukatakan.” 


Tidak ada negara yang bisa diandalkan di luar Theocracy, tetapi mereka juga tidak meminta mereka untuk menjadi pengembara. 

Theocracy memiliki perlindungan di luar perbatasannya. Itu bukan tempat legenda, melainkan hanya di suatu tempat di mana tempat orang-orang hidup enam ratus tahun yang lalu. Tempat bagi spesies manusia, yang hanya tahu ketakutan dan pelarian. 

Itu dijaga oleh salah satu dari Six Scriptures, Ashen Dust Scripture. 


“Kita tidak bisa hanya duduk berdiam diri saja. Kita harus mencari keselamatan. Haruskah kita masing-masing memilih perwakilan kita, dan meminta orang itu memilih untuk kita?” 

“Bukankah seharusnya hanya Lauransan-sama yang pergi?” 

"Apa?" 

“Jika kita dimusnahkan, bukankah seharusnya kau, mantan anggota Black Scripture, menjadi orang yang melindungi dan membimbing mereka yang tersisa?” 

“Aku tidak bisa dibandingkan dengan diriku sebelumnya. Orang-orang mungkin tidak akan mempercayai seseorang yang tidak akan bertarung sampai akhir atau seseorang yang tidak berada di puncak organisasi kita.” 

“Tapi—” 

“Tidak—” 

“Aku sedang berpikir—” 


Saat diskusi semakin memanas, Pontifex Maximus akhirnya berbicara, “Berdebat di sini tidak ada gunanya. Sesuatu sepenting itu, ini bukan waktunya untuk mendiskusikannya.” 


Tidak ada yang keberatan.


"Benar. Maka, mari kita membicarakan tentang masalah yang paling penting. Kita bisa membiarkan para elf itu pergi, tapi kita harus menggunakan momentum kita dan mengejar Elf King yang terkutuk itu.” 


Pontifex Maximus seperti orang yang sama sekali berbeda, dengan kebencian yang jelas di wajahnya. Raymond mengangguk setuju. 


"Beri Certain Death kesempatan untuk memilih."
(Komoe Note: Sebutan si Zesshi Zetsumei)

“Hmm. Bahkan jika Platinum Dragon Lord sudah mengetahui anak itu pergi ke luar negeri, dia tidak mungkin membunuhnya, mengingat situasi saat ini. Pendapat pribadiku adalah Elf King harus merasakan semua penderitaan di dunia sebelum dia dieksekusi. Kebahagiaan anak didahulukan. Aku mengandalkan kalian semua!” 

"Kami mengerti." 




-------- 


Catatan Penerjemah:
Part selanjutnya info dari Bang Hitori bakal rilis tanggal 4 ya gaes 


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.


PREVIOUS | INDEX | NEXT

Baca doank, komen kaga !!!
Ampas sekali kalian ya~


Peringatan: Novel ini versi bajakan !!! Author ngambek, auto delete!! Belilah Novel aslinya jika sudah tersedia!!


50 comments:

  1. Akhirnya ZeSSSSHIII turun keland of dawn

    ReplyDelete
  2. Akhirnya Zeshi zetsumei siap War di land of dawn

    ReplyDelete
  3. Yang di tunggu2 akhirnya

    ReplyDelete
  4. Yang ditunggu up jg😆😆😆

    ReplyDelete
  5. Min promosikan dong di group overlord anime indonesia ,❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  6. Sekian tahun menunggu akhirnya dilanjut juga...

    ReplyDelete
  7. Mantab, Min! Cepet bgt, ditunggu part berikutnyah

    ReplyDelete
  8. akhir nya setelah jamuran menunggu

    ReplyDelete
  9. Min. Vol 15 kemaren udah rilis. Di tunggu TLnya

    ReplyDelete
  10. Akhirna, setelah sekian lama

    ReplyDelete
  11. Mantaapp, ikutan nyimaak

    ReplyDelete
  12. musuhnya pusing memikirkan rencana, sedangkan ainz nya . . . . .punya rencana yg tidak masuk akal 🤣 smpai bikin demergie tercengang

    ReplyDelete
  13. Oke di tunggu tanggal 4 min

    ReplyDelete
  14. Menunggu momen, sasuga ainz-sama

    ReplyDelete
  15. Yok min lanjott

    ReplyDelete
  16. Makasih mip tetep jaga kesehatan,.,.,gas

    ReplyDelete
  17. terima kasih, nanti datang lagi

    ReplyDelete
  18. mimin sasuga lanjut min

    ReplyDelete
  19. Hmm menarik apakah zeshi akan bertemu ainz dan tergila gila pada ainz ataukah mati ditangan ainz??

    ReplyDelete
  20. Hmm menarik apakah zeshi akan bertemu ainz dan cinlok ataukah mati ditangan ainz?? Mari kita lihat

    ReplyDelete
  21. Akhirnya yg ditunggu-tunggu, Thanks min

    ReplyDelete
  22. Terimakasih banyak min.. Sehat selalu . 😁😁👍👍

    ReplyDelete
  23. Akhirnya yang paling ditunggu tunggu

    ReplyDelete
  24. Nek nekt ayo bang cepet dilanjutin heh

    ReplyDelete
  25. Mantap, di tunggu kelanjutannya min

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. mantap bang, untuk chapter 1 dah rilis tuh sub engnya

    ReplyDelete
  28. Ditunggu next capternya🙏

    ReplyDelete
  29. いつ だい2 が ありますか

    ReplyDelete
  30. Min,
    Hitori, ngerevisi prolog nya, coba cek..

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon